0

Suara Indonesia News – Kota Bandung. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nanin Hayani Adam mengatakan terjadi defisit anggaran Rp5 triliun pada APBD Jabar yang disebabkan prediksi anggaran yang tidak tercapai.

“Dari target Rp41,4 triliun diprediksi hanya tercapai Rp35,8 triliun. Solusi untuk menutupi defisit itu adalah mengurangi belanja di tahun 2021,” katanya di Bandung, Rabu (21/07/2021).

Hal ini  ditengarai karena pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) Jabar pada triwulan I dan II tahun 2021 menurun dibanding triwulan III dan IV tahun 2020.

Untuk menggenjot pendapatan pajak kendaraan bermotor, Pemda Provinsi Jawa Barat akan menggulirkan kembali program pembebasan dan keringanan denda pajak bagi wajib pajak pemilik kendaraan bermotor. Program bernama Triple Untung Plus akan digulirkan 1 Agustus 2021.

“Ini sebagai salah satu solusi menggenjot pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor. Beberapa upaya peningkatan pendapatan dari sektor ini kurang maksimal seperti pembayaran PKB door to door dan insentif pajak kendaraan oleh pemerintah pusat,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Hening Widyatmoko kepada Humas Jabar di Bandung, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya, sda tiga keuntungan bagi wajib pajak dari program ini. Pertama, bebas denda pajak kendaraan bermotor. Pembebasan denda bagi warga yang terlambat membayar pajak. Namun pembebasan denda tidak berlaku untuk pembebasan pembayaran motor baru, ubah bentuk, lelang/eks-dump yang belum terdaftar, serta ganti mesin.

Kedua, bebas pokok dan denda BBNKB II (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor). Keringanan ini dapat dimanfaatkan warga yang ingin melakukan proses Balik Nama Kendaraan Bermotor Kedua dan seterusnya di wilayah Jawa Barat.

Ketiga, bebas tarif progresif pokok tunggakan. Keringanan ini dikhususkan untuk warga yang ingin mengajukan permohonan BBNKB II (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) kepemilikan kedua dan seterusnya. Lalu jika masih memiliki tunggakan, tarifnya hanya sebesar 1,75 persen.

Hening mengatakan, program Triple Untung Plus tahun lalu juga digulirkan dan terbukti membantu para wajib pajak yang sedikit banyak terdampak pandemi COVID-19. Upaya penarikan pajak kendaraan diakui tidak optimal karena daya beli mayarakat yang turun akibat pandemi.

“Daya beli masyarakat menurun akibat pandemi, yang juga berdampak kepada pembayaran PKB. Banyak di antara mereka yang pendapatannya menurun bahkan terkena PHK,” ucap Hening.

Dia menjelaskan tulang punggung pajak daerah provinsi adalah pajak kendaraan bermotor. Oleh karena itu, penurunan  pendapatan dari PKB berpengaruh besar pada pendapatan daerah dari sektor pajak.

“Selisih pendapatan dari PKB antara triwulan 3 dan 4 tahun 2020 dan triwulan I dan II tahun 2021 lebih dari 300 miliar atau sekitar 7,64 persen,” paparnya.

Pendapatan PKB triwulan III dan IV tahun 2020 sebesar Rp4.060.249.125.192 (Rp4,06 triliun), sedangkan pendapatan PKB triwulan I dan II tahun 2021 sebesar Rp3.749.897.646.800 (Rp3,7 triliun). Selisih triwulan III  dan IV/2020 dengan triwulan I dan II/2021 yakni Rp310.351.468.392 (Rp310 miliar) atau 7,64  persen.

Sementara selisih pendapatan tersebut menurut Hening juga sedikit banyak berpengaruh pada defisit anggaran APBD Jabar.

Adapun program Triple Untung yang akan digulirkan kembali Agustus 2021 akan berlangsung hingga Desember 2021.

“Memang periodenya lima bulan, tetapi diharapkan bisa optimal menarik pendapatan,” harapnya. (Sendi)

0

Suara Indonesia News – Kota Bandung. Satgas Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat dan BPBD Provinsi Jabar menginisiasi program Sentra Vaksin Silih Tulungan dengan menggandeng sektor swasta sebagai mitra vaksinasi.

Program ini merupakan upaya proteksi di kawasan ekonomi untuk meminimalisasi dampak sosial dan ekonomi dari pandemi COVID-19.

Ketua Harian Satgas PED Jabar Ipong Witono memaparkan, keberhasilan vaksinasi sangat berpengaruh pada percepatan pemulihan ekonomi.

Ipong memandang Sentra Vaksin Silih Tulungan bukan hanya melindungi karyawan di sekitar kawasan ekonomi, namun juga melindungi masyarakat luas di sekitar kawasan ekonomi.

“Jumlah alokasi Vaksin Silih Tulungan, 40 persen akan diberikan untuk karyawan dan keluarga karyawan. Sebanyak 60 persen akan diberikan untuk masyarakat sekitar kawasan ekonomi. Kawasan ekonomi ini bukan hanya kawasan industri, namun mencakup kawasan ketahanan pangan, pesisir dan UMKM,” ujar Ipong melalui sambungan telewicara, Rabu (21/7/2021).

Ipong berharap pembagian alokasi tersebut dapat optimal membangun kekebalan kelompok di sekitar kawasan ekonomi sehingga dapat berdampak pada peningkatan produktivitas sektor ekonomi.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dani Ramdan menjelaskan dalam Sentra Vaksin Silih Tulungan, pemerintah menyiapkan vaksin, tenaga vaksinator, pendataan sasaran, perizinan, dan publikasi kegiatan. Sementara pihak swasta bertidnak sebagai event organizer,menyediakan logistik serta sarana dan prasarana vaksinasi.

“Skema kerja samanya pemerintah mempersiapkan vaksin, tenaga vaksinator, pendataan sasaran, perizinan, dan publikasi kegiatan. Mitra (pihak swasta) akan bertindak menjadi event organizer atau menunjuk event organizer agar pelaksanan vaksinasi tertib prokes, juga harus mempersiapkan SDM pendukung, menyiapkan logistik, sarana, prasarana dan lokasi,” ujar Dani Ramdan dalam Acara Silaturahim Relawan TIK se-Jabar, Silih Tulungan Jawa Barat dengan Vaksinasi, Rabu (21/7/2021).

Bagi pihak swasta yang tergabung menjadi mitra, Dani mengungkapkan akan ada keuntungan bagi pengusaha dalam bentuk publikasi perusahaan.

“Perusahaan yang tergabung menjadi mitra akan terpublikasi di Pikobar, Sapawarga dan akan terpublikasi juga di media sosial Pak Gubernur yang memiliki 14,1 juta pengikut per hari ini,” ungkap Dani.

Sentra Vaksin Silih Tulungan sudah berjalan di enam titik yakni Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi.

Satgas PED dan BPBD Jabar telah menjaring 348.000 peserta vaksinasi di enam titik, dengan 56.000 peserta vaksinasi per titik sentra vaksinasi.

Selain itu, kedua lembaga ini bekerja sama dengan Kadin Jabar yang telah menyiapkan 30.000 dosis vaksin, yang terdiri dari 25.000 dosis untuk Kabupaten Karawang dan 5.000 dosis untuk Kabupaten Bekasi.

Selain sentra vaksin, Satgas PED Jabar dan BPBD Jabar BPBD Jabar juga akan menyelenggarakan vaksinasi berbasis komunitas, perusahaan serta melalui melalui program Moyan (Mobil Layanan) vaksinasi yang akan beroperasi dengan sistem door to door untuk akan menyasar masyarakat di kawasan ekonomi pesisir dan ketahanan pangan (pertanian). (Sendi)

0

Suara Indonesia News – Aceh Utara. Empat anak asal Unit V Gampong Babussalam Kecamatan Baktiya, Aceh Utara jatuh ke laut saat berenang menggunakan pelampung ban di kawasan pantai Bantayan Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Rabu (21/7/2021).

Akibatnya, dua dari empat anak itu dinyatakan meninggal dunia setelah setengah jam lamanya hilang didalam arus.

Informasi dihimpun Suara Indonesia News, remaja yang meninggal itu bernama Dika Ramadhan (11) dan Yoga (15), sementara dua temannya yang selamat yakni Ikbal Riandi (13) dan Saifan Fahrezi (14).

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto, S.I.K melalui Kapolsek Seunuddon Iptu M Jamil menyampaikan keempat korban berenang menggunakan ban yang disewa dari warga di kawasan pantai itu.

“Saat sedang mandi bersama dengan teman-temannya dengan jarak diperkirakan sejauh 30 meter dari pinggir pantai, tiba-tiba ban yang mereka gunakan tersebut terbalik,” ujar Iptu M Jamil.

Akibatnya, Iptu M Jamil menambahkan, anak-anak tersebut lansung terjatuh ke laut dan tenggelam, karena tak mampu berenang, namun dua diantaranya berhasil selamat.

Mengetahui kejadian tersebut, warga pun beramai-ramai berusaha mencari keempat anak yang sudah tengelam di Pantai Bantayan itu hingga dua korban lainnya ditemukan sudah tak sadarkan diri.

Tim Patroli dari Sat Sabhara Polres Aceh Utara yang ada dilokasi sempat mencoba melakukan pertolongan terhadap korban sebelum dilarikan ke Puskesmas terdekat menggunakan mobil patroli.

“Tiba di Puskesmas, dua korban terakhir dinyatakan telah meninggal dunia, sementara satu korban lainnya Saifan fahrezi diketahui dirujuk ke RSUCM untuk mendapat perawatan karena menderita sesak nafas,” pungkasnya. (Azhhari)

0

Suara Indonesia News – Sampang. Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz S.IK, M.Si, Kamis (22/07/2021) pukul 07.00 Wib bersama tim vaksinator Urkes Polres Sampang, Kasat Binmas, Kapolsek Sampang dan Lurah Rong Dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19 terhadap santri Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang.

Kedatangan Kapolres Sampang langsung disambut KH. Athoulloh Bushiri dan KH. Moh. Itqon Bushiri selaku pengasuh pondok pesantren serta ratusan santri yang terletak di Jl. Pemuda Kelurahan Rong Tengah Sampang Madura.

AKBP Abdul Hafidz S.IK, M.Si mengatakan kepada pengasuh ponpes dan santri bahwa Polres Sampang pada hari inia melaksanakan Door To Door ke Ponpes-Ponpes di seluruh Kabupaten Sampang.

“Polres Sampang hari ini melaksanakan kegiatan Door To Door Pondok Pesantren di wilayah Kabupaten Sampang dan alhamdulillah Pondok Pesantren Assirojiyyah menjadi ponpes pertama yang melaksanakan vaksinasi Covid-19” tutur Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz S.IK, M.Si.

Dihadapan pengasuh ponpes dan santri, Kapolres Sampang menjelaskan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi setiap santri dalam Pandemi Covid-19.

Selain itu Kapolres Sampang juga memberi edukasi pentingnya mematuhi protokol kesehatan khususnya dalam menerapkan 5M dilingkungan pondok pesantren guna melindungi dari penyebaran Covid-19.

“Saya harapkan kepada pengasuh Pondok Pesantren dan para santri untuk selalu menerapkan protokol kesehatan khususnya pemakaian masker kesehatan dilingkungan pondok” lanjut Kapolres Sampang.

AKBP Abdul Hafidz S.IK, M.Si juga mengajak pengasuh pondok pesantren dan para santri untuk mendukung program percepatan penanganan Covid-19 untuk menjadikan masyarakat sehat sekaligus mendukung pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju.

Kapolres Sampang juga menghimbau kepada para pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Sampang yang membutuhkan vaksin Covid-19 untuk menghubungi Kapolsek ataupun Bhabinkamtibmas masing-masing.

Ipda Muhson Paurkes Polres Sampang mengatakan kepada media yang meliput acara Door To Door Vaksinasi Covid-19 bahwa sudah menyiapkan 40 vial untuk 400 dosis vaksin.

Paurkes Polres Sampang sangat bersyukur melihat antusias para santri sukarela mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Santri yang sudah mendapatkan vaksin juga mendapatkan beras 5 Kg yang sudah disiapkan Polres Sampang”, pungkas Ipda Muhson.

Sampai berita ini diturunkan tim vaksinator Covid-19 sudah 70 dosis vaksin sudah disuntikkan kepada pengasuh dan santri Assirojiyyah Kajuk Sampang. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Nias Selatan. Babinsa Koramil 10/Lolowau Kodim 0213/Nias  Serda Mediano Mendrofa menghadiri pembagian Dana  BLT (Bantuan Langsung Tunai ) tahap Ke -1  di  Desa Aromosa  Kecamatan Ulunoyo Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara, Rabu (21/07/2021).

Penyaluran Dana BLT tersebut di hadiri Oleh Camat Ulunoyo Baziduhu Halawa, Kapolsek Lolowau Ipda David Pangaribuan bersama Ketua BPD dan  Masyarakat penerima Dana BLT tersebut.

Camat Ulunoyo Baziduhu Halawa  mengatakan dalam Arahannya bahwa Kami dari Pemerintahan Kecamatan Ulunoyo Kabupaten Nias Selatan  Selalu menghimnau Masyarakat untuk tetap mematuhi protokol Kesehatan, tetap pakai masker ,mencuci tangan dan menghindari kerumunan orang banyak  di tempat  keramaian, hal ini  bertujuan untuk memutuskan Mata Rantai Penularan Virus Covid-19 ditengah -temgah Masyarakat, ucapnya Camat.

Tambahnya Camat menjelaskan bahwa Sehubungan dengan penyaluran Dana BLT yang dibagikan hari ini merupakan salah satu kepedulian Pemerintah untuk meringankan beban Masyarakat yang sudah terdanpak Civid-19, maka dengan itu agar penerima menggunakannya sesuai dengan kebutuhannya keluarga, tuturnya.

Babinsa Koramil 10/Lolowau Serda Mediano Mendrofa dalam Arahannya mengatakan bahwa Pihaknya Selalu mendukung Kegaiatan Penyaluran  Dana BLT ini sesuai dengan petunjuk Pemerintah Pusat, guna meringankan beban kebutuhan  Masyarakat yang sudah terdampak Covid-19, untuk itu Kami selalu memghimbau Masyarakat agar selalu mengikuti Protokol Kesehatan, ujarnya.

Selama Pelaksanaan kegiatan penyaluran  Dana BLT ini di Desa Aromosa Kecamatan Ulunoyo  berjalan dengan baik, aman dan tertib. (Aro Ndraha)

0

Suara Indonesia News – Halsel. Sebagai bentuk perhatian terhadap potensi pariwisata, Ketua PKK Halsel Hj Eka Dahliani Abusama didampingi Bupati Usman Sidik, Kadisparpora, Rusli Hi Sabtu turun ke tempat wisata Nusa Raa untuk melihat secara dekat fasilitas di tersebut.

Amatan Media SuaraIndonesia News, Rabu (21/07/2021) kemarin, Ketua PKK Halsel yang juga Istri Bupati dan rombongan keluarga bertolak dari pelabuhan Kupal dan tiba di pelabuhan wisata Nusa Ra memakan waktu sekitar 20 Menit. Setibanya di sana Ketua PKK  tertarik dengan panorama alam yang indah dan langsung keliling untuk itu memastikan aset homestay yang dibangun Pemerintahan sebelumnya.

Ketua PKK Halsel, Hj Eka Dahliani Abusama dihadapan Bupati dan Kadisparpora mengatakan, tempat wisata Nusa Ra ini sangat bagus dan harus diperhatikan supaya asetnya tetap aman dan tidak rusak. “Saya lihat, Aula untuk pertemuan, talud penahan ombak dan sebagian homestay sudah mulai rusak jadi harus diperhatikan jangan dibiarkan tidak terurus, karena tempat wisata ini sangat bagus,” tandasnya.

Menanggapi usulan Ketua PKK, Bupati Usman Sidik langsung merespon dan berjanji siap memperhatikan tempat wisata Nusa Ra dan semua tempat wisata yang ada di Halmahera Selatan. “Semua fasilitas di tempat wisata Nusa Ra ini harus dilengkapi maka tahun depan saya akan anggarkan dana Rp. 7-10 Miliar. Sebab, kedepan juga sudah akan ada organisasi perangkat daerah (OPD) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” janji Bupati. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Pemerintah Kabupaten Cirebon mendapatkan sumbangan hewan kurban dari Yayasan Bakrie Grup di Masjid Agung Sumber, Rabu (21/7/2021).

Selain hewan kurban, Bakrie Grup juga memberikan santunan berupa paket sembako, peralatan shalat, vitamin, kursi roda bagi penyandang Disabilitas dan santunan uang.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron,M.Ag mengucapkan banyak terim akasih kepada Bakrie Grup yang sudah menyumbang hewan kurban untuk warga Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, ini merupakan contoh kepedulian untuk ikut membantu masyarakat di masa pandemi ini.

“Bakrie Grup menyumbang hewan kurban berupa sapi sebanyak 12 ekor serta bantuan lainnya,” kata Bupati Imron.

Imron mengatakan, selain hewan kurban dari Bakrie Grup, Masjid Agung Sumber juga mendapatkan hewan kurban dari sejumlah SKPD.

“Saya (Bupati Red) berkurban sapi satu dan ada tiga kambing dari SKPD . Jadi total hewan kurban di Masjid Agung Sumber berjumlah 13 sapi dan tiga kambing,” katanya.

Ia menjelaskan, nantinya daging kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon yang membutuhkan.

“Nanti panitia membagikan langsung ke rumah warga secara door to door, untuk menghindari kerumunan karena masih ada pandemi Covid-19,” ujar Imron.

Imron berpesan kepada masyarakat yang mampu untuk ikut mencontoh Bakrie Grup untuk membantu warga yang membutuhkan apalagi di masa Pandemi ini.

Sementara itu, Perwakilan dari Bakrie Grup, Sinta mengatakan, Kabupaten Cirebon menjadi sasaran program bantuan kurban. Pasalnya Cirebon sendiri merupakan daerah yang pernah kita kunjungi.

“Ini merupakan bentuk niat kami berdasarkan amanah pendiri Bakrie Grup yakni Haji Ahmad Bakrie bahwa setiap rupiah yang dihasilkan harus bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, untuk Kabupaten Cirebon Bakrie Grup memberikan hewan kurban berupa sapi sebanyak 12 ekor. Bahkan ada satu sapi yang bobotnya lebih dari 1.4 ton.

“Dari 12 Sapi ini nanti daging kurbanya  dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon sebanyak 15 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” tutur Sinta.

Sinta menjelaskan, hewan kurban tidak hanya Kabupaten Cirebon yang mendapatkan sumbangan dari Bakrie Grup, tetapi ada lima daerah di Jawa Barat yang mendapatkan hal serupa.

“Kita membagikan total 26 sapi untuk lima Kabupaten/kota di Jawa Barat, seperti Kabupaten Cirebon, Kuningan, Ciamis, pangandaran dan Banjar Kota,” katanya.

“Semoga bantuan dari Bakrie grup ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Jawa Barat khususnya Warga Kabupaten Cirebon dimas pandemi Covid-19 ini,” tambah Sinta. (Sendi/diskominfo)

0

Suara Indonesia News – Kota Bandung. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap angka kematian COVID-19 (fatality rate) di Jabar terus menurun. Sempat menyentuh puncak 269 orang pada 11 Juli 2021, kemarin angka kematian 80 orang atau di angka 1,41 persen dari kasus aktif.

“Fatality rate atau angka kematian akibat COVID-19 di Jabar 1,41 persen. Puncaknya di 11 Juli ada 269 laporan, kemarin jadi 80-an dan dua hari lalu di angka 70-an,” katanya, Rabu (21/7/2021).

Tak hanya angka kematian, semenjak PPKM Darurat diberlakukan tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 atau (bed occupancy rate/BOR) di Jabar per 20 Juli 2021, juga turun di angka 77,04 persen. Puncak BOR di Jabar terjadi pada 4 Juli 2021 yang menyentuh 90,69 persen. “Laporan kemarin 77,04 persen atau turun 13 persen,” ujar Ridwan Kamil.

Kang Emil, sapaan akrabnya menuturkan, angka BOR tertinggi ada di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) yaitu di atas 80 persen. Hal itu berbanding lurus dengan angka kasus COVID-19. Sementara di wilayah priangan timur BOR rata-rata sudah di angka 50 persen.

“Setelah kita cek per wilayah itu masih tinggi di Bodebek 80-an persen, tapi di daerah priangan timur rata-rata sudah 50 persen, jadi kami akan beri perhatian terhadap zona bodebek,” tutur Kang Emil.

Dari hasil penelusuran, ada tiga jenis penyakit bawaan yang menjadi penyebab meninggalnya pasien COVID-19 di Jabar. Yakni hipertensi, diabetes, dan jantung.

“Mayoritas komorbidnya hipertensi, diabetes, dan jantung. Usianya 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan,” sebut  Kang Emil.

Untuk mengurangi angka kematian disebabkan tiga penyakit tersebut, Kang Emil meminta Kementerian Kesehatan untuk lebih banyak menyuplai obat-obatan agar pasien sembuh.

“Mohon dibantu oleh Kemenkes treatment atau obat-obatannya untuk tiga penyakit itu,” pintanya.

Angka kematian diketahui juga berhubungan dengan cakupan vaksinasi. Kang Emil menyebut, Kota Bandung dan Kota Cirebon angka fatality-nya rendah karena vaksinasi kepada masyarakatnya tinggi.

“Jadi kesimpulannya dengan vaksinasi yang maksimal ternyata tingkat kematiannya juga rendah di bawah 1 persen,” jelas Ridwan Kamil.

Berbeda dengan Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya dan Garut angka kematian akibat COVID-19 cukup tinggi karena cakupan vaksinasinya rendah.

“Maka kami juga akan fokus meningkatkan vaksinasi di daerah itu,” ujar Kang Emil.

Ia pun menyambut baik langkah Kementerian Kesehatan yang akan mengirim jutaan dosis vaksin untuk Jabar pada bulan depan. “Kata Pak Menkes bulan depan jutaan dosis akan dikirim ke Jabar, itu akan meng-cover daerah yang rendah vaksinasinya,” katanya.

Walaupun secara umum di Jabar tingkat kematiannya sudah menurun, Kang Emil terus berupaya menekan hingga nihil kematian.

Pada tingkat isolasi mandiri (isoman), saat ini tercatat sudah ada 40.000 pasien isoman yang melakukan telekonsultasi. Ribuan obat gratis pun sudah disalurkan kepada mereka. “Sehingga mayoritas sudah bisa tertangani, apalagi didukung bantuan obat dari pusat,” ujar Kang Emil.

Kekurangan oksigen di tingkat isoman pun kini sudah bisa terpenuhi. Kang Emil mengatakan, 70 persen persediaan oksigen di Jabar disalurkan untuk rumah sakit dan 30 persen untuk yang isoman.

“70 persen oksigen kami alokasikan untuk rumah sakit dan 30 persen untuk yang isoman,” tuturnya.

Penurunan angka kematian dan BOR di Jabar ini diapresiasi Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Ia meminta Jabar agar terus memelihara momentum baik tersebut.

“Di data kami juga Jabar ini angkanya terus mengalami perbaikan. Saya senang dengar kondisi membaik ini,” kata Luhut yang juga koordinator PPKM.

Ia berharap, dalam lima hari mendatang atau tepatnya di akhir pemberlakuan PPKM Level 3 dan 4 banyak daerah Jabar yang masuk level 2.

“Kami berharap lima hari ke depan atau tanggal 26 Juli 2021, banyak daerah Jabar yang masuk level dua,” harapnya. (Sendi)