0

Suara Indonesia News – Konawe. Lembaga Swadaya Masyarakat Simpul Masyarakat Anti Korupsi dan Pemantau Lingkungan Hidup (SIMAKLAH) Kabupaten Konawe melaui ketuanya Imran Lehru menyampaikan hasil investigasi lapangan di desa Lalousu, kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, atas dugaan penggunaan dana Bumdes Fiktif, hal ini atas laporan beberapa orang warga desa Lalousu yang melaporkan seputar pengelolaan dana Bumdes berupa usaha kerupuk,usaha saprodi dan usaha simpan pinjam petani, dimana diduga dilakukan oknum kades lalousu inisial TO ,Minggu,9/5/2021.

“Saya limran Lehru, ketua lembaga swadaya masyarakat simpul masyarakat anti korupsi dan pemantau lingkungan hidup kabupaten Konawe, terkait dana bumdes yang dua ratus juta di desa Lalousu saya secara kelembagaan mendesak pihak kepolisian untuk masuk melakukan penyelidikan dan penyidikan seputar dugaan pengunaan dana bumdes yang tidak tersalur bahkan dua ratus juta itu yang biaya beberapa kegiatan itu terindikasi tidak benar dalam proses penyaluran, atau fiktif, ” kata Imran.

“Terkait hal itu keinginan kami secara kelembagaan meminta kembalikan kepercayaan publik masyarakat lokal dengan melakukan tindakan penyidikan, polisi segera masuk untuk menyelamatkan keuangan negara”, tambah  Imran.

Saat  media suaraindonesianews.com mencoba memintai klarifikasi septutar masalah terkait melalui media  whatsshap,TO enggan memberikan komentar. (jumail)

 

 

0

Suara Indonesia News – Surabaya. Tim Supervisi Mabes Polri, Inspektur Pengawasan Umum Polri (Irwasum Polri), dan Kepala Korps Samapta Bhayangkara (Kakorsabhara), Minggu (9/5/2021) melakukan kunjungan di Jawa Timur, dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2021.

Tim Supervisi Mabes Polri. Diantaranya, Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto dan Kakorsabhara Polri Irjen Pol Nanang Afinta, melakukan pemantauan dibeberapa tempat di Jawa Timur.

Seperti terminal Purabaya, yang menjadi lokasi pertama mereka kunjungi. Di lokasi ini Tim Supervisi mengecek Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan, jika ada penumpang bus non mudik yang tidak membawa syarat surat keterangan bebas Covid-19. Namun, di Terminal Purabaya disediakan posko untuk melakukan pengecekan.

Dalam kunjungannya, Tim Supervisi juga melakukan simulasi supaya urutan SOP kesehatan prokes dilakukan dengan baik. Simulasinya, ada seorang penumpang yang tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19. Penumpang tersebut langsung diarahkan di posko untuk dilakukan rapid test.

“Kami ditugaskan dari Mabes Polri ke Polda Jawa Timur, sengaja melaksanakan simulasi supaya urutan SOP kesehatan prokes dilakukan dengan benar,” jelasnya Irwasum Polri, Komjen Pol Agung Budi Maryoto, di dampingi Kakorsabhara Polri, Irjen Pol Nanang Avianto dan Irjen Pol Nico Afinta, serta pejabat utama Polda Jatim.

Sementara itu, jika hasil rapid test antigen penumpang tersebut reaktif, petugas langsung membawa penumpang ke ambulan untuk diantar ke Pendopo Delta Mayang. Di sana, penumpang dites swab dan jika hasilnya positif, penumpang akan diisolasi.

Irwasum Polri mengatakan, langkah pengecekan ini penting dilakukan. Agar, semua petugas yang berjaga terjamin dari penyebaran Covid-19.

“Karena kita juga harus melindungi petugas kita yang bertugas di sini. Baik TNI, Polri, Kesehatan, Dinas Perhubungan maupun Satgas Covid-19 juga harus terhindar dan terbebas dari Covid-19,” paparnya

“Oleh karena itu, urut-urutan prokes harus dilaksanakan apabila menemukan masyarakat yang diduga reaktif. Dan tadi urut-urutannya sudah benar. Setelah reaktif dibawa ke ambulan untuk dilakukan PCR, dan jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi,” tambahnya.

Dari hasil Pantauan dilapangan, Irwasum mengatakan, sejauh ini masyarakat mengikuti imbauan pemerintah.

“Pantauan sejauh ini masyarakat tidak ada yang mudik, semoga tetap mengikuti imbauan pemerintah,” pungkasnya.

Usai melakukan kunjungan di terminal Purabaya, Sidoarjo. Tim Supervisi Mabes Polri bersama rombongan melanjutkan pemantauan di perbatasan Surabaya, yakni di jembatan Suramadu, baik dari sisi Surabaya maupun dari sisi Madura, guna memastikan proses penyekatan berjalan sesuai prosedur.

Disini juga dilakukan simulasi penyekatan, kepada pengendara roda dua yang nekat mudik tidak dilengkapi dengan surat keterangan bebas covid, atau bukti swab, rapid test antigen.

Diharapkan masyarakat bisa mematuhi imbauan pemerintah terkait larangan mudik, demi memutus mata rantai penularan Covid-19. (Hari Riswanto)

0

Suara Indonesia News – Tuban. Bangunan Masjid dua lantai setinggi 15 meter dengan atap kubah berwarna kuning terlihat berdiri begitu megah diantara dua bangunan lain yakni tempat parkir kendaraan roda dua bertingkat serta gedung fasilitas kesehatan tingkat pertama dilingkungan Polres Tuban.

Proses pembangunanya membutuhkan waktu sekitar 8 bulan. Ditandai dengan peletakan batu pertama pada pertengahan bulan agustus tahun 2020 lalu, akhirnya hari ini diresmikan Sabtu (08/05/2021) sore.

Peresmian Masjid Baitul Mu’min tersebut ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Bupati Tuban, Dandim 0811 Tuban.

Pembangunan Masjid dua lantai dengan luas 20×25 meter persegi itu menghabiskan biaya sekitar 7 miliar, yang seluruhnya merupakan swadaya Personel Polres Tuban serta partisipasi dari berbagai pihak.

Masjid yang mempunyai ciri khas Timur tengah dengan interior full marmer serta hiasan kaligrafi itu dalam kondisi normal diperkirakan mampu menampung hingga 700 jamaah atau sekitar 300 jamaah dengan memenuhi Protokol Kesehatan saat pandemi Covid-19 merupakan gagasan AKBP Ruruh Wicaksono selaku Kapolres Tuban.

Dikatakan Ruruh, Hal yang melatarbelakangi pembangunan Masjid tersebut karena kondisi masjid lama yang kurang memadai, Bangunan Masjid yang didirikan sejak 15 tahun lalu diatas tanah seluas 16×16 meter itu hanya mampu menampung sekitar 80 jamaah dalam kondisi normal, dimana saat pandemi covid-19 harus mengurangi daya tampung Masjid.

“Ide Pembangunan Masjid ini pertama kali muncul ketika Saya sholat di masjid yang lama, seketika saya terpanggil untuk membangun masjid, mohon maaf karena masjid lama itu tempat wudhunya ada tapi toiletnya tidak ada, kapasitasnya juga terbatas” ungkap AKBP Ruruh

Masih Kata Ruruh, “ini bukan dalam rangka berlomba membangun masjid yang megah, melainkan bagaimana nantinya kita dapat memakmurkan dengan memanfaatkan untuk sarana beribadah baik wajib maupun sunnah serta kegiatan keagamaan lainnya” Ucapnya saat memberikan sambutan

Kapolres kelahiran Ngawi itu berharap Pembangunan Masjid Baitul Mu’min tersebut dapat menumbuhkan motivasi Personel Polres Tuban untuk lebih taat beribadah serta dijadikan sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Mudah-mudahan Peresmian masjid hari ini menjadi berkah untuk kita semua terutama kami keluarga besar Polres Tuban dan Semoga masjid ini dapat mendorong segenap personel Polres Tuban untuk lebih taat beribadah serta semakin meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT” harap alumni Akpol 2000 itu.

Selain anggota Polres Tuban, Masjid Baitul Mu’min ini juga bisa digunakan oleh masyarakat atau jama’ah dari luar Polres untuk melaksanakan ibadah
“Masyarakat dari luar Polres pun bisa memanfaatkan keberadaan Masjid ini untuk melaksanakan Ibadah sholat, kita sudah siapkan pintu disebelah masjid” Imbuh AKBP Ruruh.

“Pesan Kami Tolong siapapun nanti pemimpinnya, dirawat dan dijaga dengan betul karena ini usaha kita semua” Pungkas AKBP Ruruh.

Usai diresmikan, Masjid Baitul Mu’min langsung digunakan untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan sholat isya dan sholat Sunnah tarawih. (Hari Riswanto)

0

Suara Indonesia News – Pekanbaru. Tampak ratusan tabung kosong gas elpiji 3 kg subsidi pada sebuah mobil colt diesel Nopol B 9241 BDH warna merah tampak tak bermerek selayak nya angkutan tabung gas elpiji subsidi bermerek asal agen pada dinding bak yang biasanya digunakan angkutan agen resmi Pertamina.

Kejanggalan itu berawal tampak mobil tersebut dari kota Pekanbaru mengarah ke Kabupaten Siak, diakui Supir tabung tersebut diangkut dari kota Pekanbaru pergudangan Avian yang akan dikirim ke Kabupaten Siak Kecamatan Siak Kecil berjumlah 400 tabung kosong sesuai keterangan nota dengan stempel cap UD.Tabung Berkat Pekanbaru, tabung kosong subsidi 3 Kg tersebut dijual dengan harga Rp.143.000; per tabung berdasarkan keterangan supir yang hanya tahu sebagai Supir.jelas nya kepada awak media saat terpergok.(08/05/2021)

Menyikapi hal itu awak media mencoba konfirmasi AM langsung selaku pemilik UD.Tabung Berkat serta ratusan tabung elpiji miliknya melalui via handphone hal itu dibenarkan milik Amin yang mengakan sialakan kau beritakan tapi kamu saya suruh orang cari kamu, samapai dapat ucap nya dengan nada keras mengancam salah satu wartawan yang mencoba untuk mengkonfirmasi ulang pemilik usaha tersebut , dan malam nya Amin menghubungi Wartawan Tersebut menanya di mana keberadaan wartawan itu dengan mengirimkan nomor ponsel seorang bernama Anto dengan nomor ponsel : +62 852-7177-29XX

“Dan Diduga mengaku sebagai penyidik polisi juga dengan cara menakut-nakuti wartawan juga ketika di konfirmasi awal nya, mengaku sebagai advokat lalu mengaku sebagai penyidik kepolisian sambil mengancam wartawan tersebut dengan mengirimkan pesan, kamu mau coba-coba mengancam saya, saya cari kamu sampai dapat saya gak perduli dengan gila kamu ucap salah satu oknum yang mengaku sebagai polisi yang diduga bernama Dani Tersebut.tetapi setelah kita tanya kembali kenapa bapak mengancam wartawan dan apakah BPK memang aparat dari organisasi atau instansi kepolisian Dani tersebut mengelak bahwa dia bukan polisi’ jelas nya , jadi hal ini sudah bisa di katakan mencoreng nama baik organisasi kepolisian republik Indonesia kami berharap juga kepada pihak provam Polda Riau untuk segera mengamankan Pelaku tersebut, jelas nya.

Rilis : Windi

0

Suara Indonesia News – Kota Cirebon. Sejumlah daerah melaksanakan kegiatan penyekatan selama ops ketupat lodaya 2021. Penyekatan ini dimaksudkan untuk menghimbau kepada warga masyarakat secara humanis. Untuk bersama sama turut memahami situasi pandemi covid19 saat ini yang juga belum selesai. Kapolres cirebon kota AKBP Imron Ermawan, SH., S.IK., MH, selaku penanggung jawab Ops ketupat lodaya 2021 tingkat polres ciko. Turun langsung ke lapangan bergabung dan berbaur dengan anggota di pos pam melaksanakan penyekatan, Minggu ( 09.05.21) jam 09.00 wib.

Kapolres cirebon kota AKBP Imron Ermawan, SH. S.IK., MH, menuturkan “fungsi pos pam dan hadirnya sosok polisi dan juga TNI serta instansi terkait lainnya seperti Dishub, Sat Poll dan juga dinas kesehatan. Adalah bukan semata mata memutar balikkan warga yang akan mudik. Namun lebih di titik beratkan kepada kesuksesan, juga kelancaran dan keberhasilan ops ketupat lodaya 2021. Menciptakan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat keseluruhan secara umum “. Tutur pria asli pasuruan, yang sangat akrab dan dekat dengan anggotanya ini.

Masih kata Kapolres ciko “Kami juga sebagai anggota polisi. Ada sisi humanis dan kemanusiaan dalam pelaksanaan tugasnya. Ada beberapa kebijakan yang di laksanakan dilapangan dalam menghadapi arus mudik lebaran tahun ini. Namun demikian kami, tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tidak mudik lebaran pada tahun ini. Saya juga seorang muslim dan merasakan kerinduan untuk bisa berkumpul di hari raya idul fitri. Namun kembali kita harus dukung pemerintah dan tetap laksanakan tugas negara yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” tandas AKBP Imron Ermawan, SH, S.IK., MH, alumni Akpol 2002, mantan Kasat Reskrim Jakarta Timur.

Sejumlah lokasi di kunjungi oleh Kapolres cirebon kota. Diantaranya pos penyekatan yaitu pos kedawung , pos penggug, pos kalijaga dan pos tangkil. Dan juga pos pelayanan kanggraksan dan pos terpadu terminal harjamukti. Serta Rest area Tol Palikanci, tambah Kasubbag Humas Polres Cirebon Kota.

Turut serta mendampingi Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, SH., S.IK., MH, diantaranya Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ali Rais Ndraha. S.IK., SH., CPHR, Kabag Ops Kompol Indarto. S.Sos, Kasat Sabhara AKP Bekti Setiawan, S.IP, Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP La Ode Habibi Ade Jama, SIK., MH., CPHR., Kasat Intelkam Polres Cirebon Kota AKP Jajang Wahyudin, SH., MH., Kasat Narkoba Polres Cirebon Kota Iptu M. Ilham, S.IK., Kasi propam Iptu Sukirno, SH, dan anggota humas Polres Ciko, tutup Iptu Ngatidja, SH., MH, Kasubbag Humas Polres Cirebon Kota. (Hatta)

0

Oleh : Sulthan Alfaraby (Penulis Buku asal Aceh)

Suara Indonesia News. Saya sangat senang ketika membuka website Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN) pada tahun 2017 lalu. Sebab, saya dinyatakan lolos di salah satu perguruan tinggi. Tepatnya, di Program Studi (Prodi) Biologi. Meskipun faktanya, keseharian saya selama berkuliah lebih banyak menghabiskan waktu untuk membahas tentang sosial dan politik ketimbang berkontribusi di laboratorium layaknya mahasiswa sains lainnya.

Meskipun begitu, saya tidak menyesal dengan perbuatan saya. Saya malah bangga. Karena menurut saya, apapun jurusan yang kita tekuni, itu belum tentu menjamin masa depan kita sesuai dengan yang kita rencanakan sejak awal. Seiring berjalannya waktu, saya tidak pernah menyia-nyiakan waktu perkuliahan. Sambil menyelam, saya ingin minum air (mencari dan belajar hal-hal baru).

Banyak yang tidak suka jika mahasiswa biologi seperti saya membahas hal-hal politik. Saya merasa itu merupakan hal yang lumrah dan tidak perlu diambil pusing. Karena bagi saya, ketika kita terus bergerak dan mau belajar dalam ranah positif, itu sah-sah saja. Bahkan, saya juga pernah diwawancarai oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sampai dengan mahasiswa Indonesia asal Swedia terkait tugas akhir mereka. Alasannya, karena apa yang saya tulis selama ini semuanya berbau sosial dan politik, mereka ingin meminta pandangan saya tentang hal itu. Saya tentu tidak menolaknya.

Pengalaman lainnya, meskipun jurusan biologi, namun saya aktif menulis buku, membuat konten digital, desain grafis dan pernah bekerja di salah satu media online. Menurut saya, kegiatan saya itu menguntungkan secara finansial dan menambah pengalaman. Meskipun, saya tidak pernah berkuliah di fakultas komunikasi atau semacamnya. Namun, kegiatan-kegiatan di luar ranah keilmuan jurusan saya sangat aktif saya geluti. Apakah saya menyesal? Apakah saya rugi berkuliah di jurusan biologi? Tentu tidak, karena saya ingin mencoba hal-hal baru di luar zona nyaman saya sendiri.

Sebelum kita menjawab lebih lanjut tentang “Pentingkah Kuliah?” maka saya mencoba mengurai kejadian-kejadian yang saya kumpulkan dari teman-teman saya.

Pertama, ada banyak orang, bahkan dari teman saya sendiri yang tidak berkuliah. Mereka yang tidak berkuliah ini, juga beranggapan seperti saya, bahwa jurusan kuliah belum tentu membuat kita sukses di masa depan. Bahkan dia yang tidak pernah menginjakkan kakinya ke tanah perguruan tinggi, tapi sekarang aktif menggeluti bisnis dengan omzet yang terbilang tinggi. Bahkan, ada teman saya yang sudah bertahun-tahun berkuliah di jurusan ekonomi, malah belum mendapatkan pekerjaan dan masih menganggur sampai saat ini.

Kedua, ada teman saya yang bertahun-tahun kuliah di program studi perikanan, namun setelah lulus dia berjualan ikan dan melaut. Tentu, jika kita berpikir lebih jauh, untuk apa dia berkuliah bertahun-tahun jika menjadi penjual ikan atau nelayan. Bahkan, tanpa berkuliah pun, ada yang bisa berjualan ikan dan melaut, bukan?

Ketiga, seorang saudara saya yang pernah berkuliah di fakultas sains dengan titel “M.Si” atau gelar magister sains, kini malah aktif berkecimpung dalam partai politik. Bukan cilet-cilet, partai yang mengusungnya dalam ‘pertempuran politik’ pun tergolong besar dan eksis secara nasional.

Keempat, ada seorang dosen yang saya kenal dan aktif mengajar, namun beliau memilih resign dari pekerjaan karena merasa itu bukan tujuan hidupnya. Beliau lebih memilih menjadi seorang jurnalis di salah satu media. Walaupun penghasilannya tidak sebesar penghasilan dosen, namun beliau merasa ‘ lebih hidup’ akan hal itu.

Kelima, ini lebih aneh lagi jika kita memikirkannya, bahwa ada teman saya yang berkuliah di fakultas keguruan, lulus dengan nilai “cumlaude”, tapi kini malah membuka restoran seafood yang sudah terkenal produknya. Jujur, produk olahan makanannya sangat enak menurut saya. Saya berpikir, jika dia dari dulu sebaiknya berkuliah di tata boga, perikanan atau ekonomi. Namun, nasib setiap orang kedepan tidak ada yang tahu.

Melihat fenomena ini, sebenarnya kuliah itu penting atau tidak? Bagi kalian yang baru saja menginjakkan kaki ke tanah perguruan tinggi, tentu masih bimbang dan ragu-ragu. Atau pun hanya sekedar ikut-ikutan teman sejawat agar bisa ‘naik status sosial’ ketika reuni atau bangga ketika ditanyakan “kamu kuliah dimana?” dan kemudian menjawab “wah, saya kuliah di kampus itu. Akreditasinya A loh”.

Namun, ketika ditanya setelah lulus mau kemana dan kerjanya apa, malah diam seribu bahasa. Seakan-akan harapan ingin sukses seolah sirna, apalagi saat ini kita menyaksikan dengan mata kepala bahwa ada jutaan sarjana yang pengangguran.

Jika kita mengupas lebih lanjut, bahwa pemikiran ‘harus kuliah’ ini ternyata mengakar kuat di kehidupan bermasyarakat. Padahal faktanya, ada banyak orang yang tidak mengenyam pendidikan tinggi-tinggi, namun mereka menjadi bos besar di perusahaan atau menjadi pimpinan di salah satu daerah. Pun juga, memiliki omset yang sangat fantastis, meskipun tak pernah berkuliah di jurusan ekonomi.

Pasti timbul pertanyaan besar, apakah sia-sia jika kita berkuliah? Tentu tidak. Karena kita juga diwajibkan untuk menuntut ilmu dari lahir sampai ke liang lahat. Karena dengan ilmu yang kita dapat, kita tentu akan terbuka wawasan dan tidak gampang dibodoh-bodohi. Dengan ilmu yang kita miliki pula, kita bisa mengimplementasikan ke ranah sosial bermasyarakat. Banyak orang-orang yang tidak mengenyam pendidikan tinggi, butuh uluran ilmu dari kita yang sudah masuk ke dalam sistem pendidikan itu.

Oleh sebab itu, sebenarnya dilema “kuliah atau tidak” adalah keputusan setiap pribadi kita. Jika kita merasa ingin berkuliah karena ingin meningkatkan gengsi atau status sosial, maka lebih baik jangan. Jika kita berkuliah ingin mengoleksi titel, maka lebih baik jangan. Karena itu semua hanya akan membuang waktu kita. Berkuliahlah karena kita ingin mengembangkan diri, meningkatkan kualitas berpikir dan mengimplementasikan keilmuan kita untuk orang banyak.

Selain itu, jangan pernah berfokus pada satu bidang saja. Alangkah lebih baiknya jika kita menggeluti bidang-bidang lainnya. Karena itu semua adalah suatu hal yang sangat berguna nantinya di masa depan. Baik untuk menambah kemampuan maupun pengalaman. Dan juga, selama perkuliahan kita juga harus menggunakan “strategi dalam dan luar”.

Pertama, strategi dalam yang saya gunakan adalah berkuliah untuk meningkatkan kualitas diri kita dengan cara menggali ilmu di ranah kampus. Setidaknya, selama saya hidup maka saya harus punya satu ilmu khusus.

Kedua, strategi luar. Yaitu merajut tali persaudaraan atau relasi serta menggali ilmu lain di luar kampus. Karena itu sangat berguna bagi kita nantinya. Misalnya, semakin luas jaringan relasi, tentu akan lebih baik untuk membawa kita ke masa depan yang lebih baik. Karena melalui relasi yang luas, maka kita akan semakin banyak mendapatkan peluang yang menguntungkan bagi kita. Misalnya, pekerjaan.

Namun, dalam perjuangan kita ini, jangan pernah kita merasa putus asa dan berhenti. Teruslah menggali hal-hal positif dan berbenah diri. Ingatlah satu hal, bahwa jika berkuliah hanya untuk mengutamakan gengsi dan diakui status sosialnya, maka bagi saya kuliah itu tidak penting. Teruslah bergerak dan jangan lupa berdoa.

Media Sosial Penulis:
Instagram: @sulthan_alfaraby
Whatsapp: 081315315556

0

Suara Indonesia News – Riau. Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Riau menghadiri acara penutupan lomba ramadhan tingkat Kecamatan Rumbai dan Rumbai Timur yang ditaja oleh Forum Pemuda Remaja Masjid Kecamatan Rumbai dan Rumbai Timur di Masjid Paripurna Istiqomah pada Senin (8/5/2021).

Terlihat dalam kegiatan ini Ketua DPD KNPI Riau Fuad Santoso, S.H., M.H diwakilkan oleh Wakil Ketua yang membidangi Keagamaan yaitu Aris Masduki.

“Kami ucapkan terima kasih kepada FPRM Rumbai dan Rumbai Timur telah berkenan mengundang KNPI Riau dalam kegiatan ini, juga sekaligus saya sampaikan permohonan maaf karena kebetulan hari ini Ketua DPD KNPI Riau sedang menghadiri acara buka bersama AMPG Kota Pekanbaru. Beliau menitipkan salam hangat dan semangat kepada FPRM yang telah melaksanakan kegiatan ini” ujar Aris.

Ketua FPRM Rumbai dan Rumbai Timur, Prawira Mahardika, S.Pd dalam hal ini memberikan keterangan terkait kegiatan hari ini beserta rangkaian kegiatan sebelumnya.

“Kegiatan yang kami laksanakan ini merupakan kegiatan perlombaan ramadhan, bentuk perlombaan yang kami laksanakan yaitu lomba Tilawah, Tahfidz dan beberapa kegiatan perlombaan lainnya. Kegiatan ini kami laksanakan mulai dari awal ramadhan dan hari ini kami melaksanakan penutupan sekaligus penyerahan hadiah kepada para juara, kami juga sekaligus meminta kesediaan KNPI Riau untuk melaksanakan penyerahan ini” terang Prawira.

Disisi lain, KNPI Riau juga memberikan bantuan kepada FPRM Rumbai dan Rumbai Timur untuk lebih giat lagi dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bernilai positif.

“Ketua DPD KNPI Riau menitipkan bantuan untuk diserahkan kepada FPRM Rumbai dan Rumbai Timur untuk lebih giat lagi dalam menaja kegiatan-kegiatan positif yang tentunya nanti bisa berkolaborasi dengan KNPI Riau dan juga kita semua berharap agar pemuda yang ada di Riau untuk tetap semangat dalam membangun peradaban” tutup Aris yang merupakan Wakil Ketua termuda di DPD KNPI Riau. (Rocky)

0

Suara Indonesia News – Lhokseumawe. Kapolda Aceh Irjen Pol.Drs. Wahyu Widada, M.Phil, saat meninjau dan melakukan pengecekan di pos pengamanan operasi ketupat seulawah 2021 Polres Lhokseumawe, menyebutkan, ” peninjauan dan pengecekan ke pos ini adalah salah satu agenda kerjanya dalam operasi ketupat seulawah”.

Kapolda Aceh meninjau pos itu yang berada di Jalan Merdeka Desa Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe atau di kompleks islamic center pada Sabtu (8/5/21) sekira pukul 13.15 wib, ujar Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S. H., S. I. K,.,M. Si, dalam siaran persnya.

Dikatakan Kabid Humas, Kapolda dalan tinjauan itu didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh.

Selanjutnya, Pejabat yang hadir adalah Danrem 011/LW Kolonel Inf. Sumirating Baskoro, SE, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S. I. K., M. H, Dandim 0103/ Aceh Utara Letkol Arm Oke Kristiyanto, SAP, Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Sekda Lhokseumawe Adnan S.E, sejumlah Pejabat jajaran Polres Lhokseumawe dan Pejabat Pemerintahan Kota Lhokseumawe, jelas Kabid Humas.

Dalam tinjauan itu, Kapolda Aceh menyerahkan bingkisan lebaran secara simbolis untuk petugas di pos tersebut, tutur Kabid Humas.

Kapolda juga mengapresiasi kesiapan petugas dalam menyediakan sejumlah fasilitas kesehatan termasuk ruang istirahat di pos operasi ketupat seulawah itu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebut Kabid Humas.

Pesan lain yang disampaikan Kapolda Aceh saat berada di pos itu, diantaranya mengingatkan petugas untuk selalu menjaga kesehatan dan prokes dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Kabid Humas lagi.

” Selain itu, Kapolda Aceh juga memberi motivasi kepada petugas di pos untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugas pengamanan operasi ketupat seulawah tahun 2021,’ terang Kabid Humas.

Kapolda Aceh sebelum meninjau pos operasi ketupat di Lhokseumawe, sudah meninjau pos operasi ketupat seulawah Polres Aceh Utara, tutup Kabid Humas. (Azhari)