0

Suara Indonesia News – Kota Cirebon. Sudah menjadi tradisi baik, jika kita mengingat jasa dan perjuangan para pahlawan kusuma bangsa, dengan melaksanakan ziarah serta tabur bunga. Pagi ini dalam rangka hari Bhayangkara ke-75 tahun 2021 telah berlangsung kegiatan ziarah tingkat Polres Cirebon Kota sebagai penanggungjawab Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, SH., S.IK., MH. Sementara untuk ziarah dipimpin Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ahmat Troy Aprio, S.IK, bertempat di Taman Makam Pahlawan Kesenden Kota Cirebon, Selasa (29/06-21).

Disela-sela selesai kegiatan ziarah Wakapolres Cirebon Kota, menyampaikan, “Dilaksanakannya kegiatan ziarah tersebut adalah sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur serta diharapkan para generasi penerus dapat mengenang kembali semangat perjuangan yang telah ditunjukkan para pahlawan dan sekaligus mendo’akannya,” ucap Kompol Ahmat Troy Aprio, S.IK alumni Akpol semarang ini.

Hadir dalam kegiatan ziarah tersebut sebagai peserta terdiri dari 1 (Satu) pleton PJU Polres Cirebon Kota, 1 (Satu) pleton Dalmas dan 1 (Satu) pleton ASN. Dalam pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan diantaranya menggunakan masker dan menjaga jarak antar peserta ziarah, jelas Iptu Ngatidja, SH., MH, Kasi Humas Polres Cirebon Kota. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Surabaya. Dalam rangka hari Bhayangkara yang ke-75 tahun 2021, diadakan kegiatan ziarah dan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 November Surabaya, Jalan Mayjen Sungkono Surabaya.

Bersama dengan pejabat utama polda jatim serta kapolrestabes surabaya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Selasa (29/6/2021) pagi, melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP).

Upacara ziarah tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, yang diikuti oleh seluruh Pejabat utama Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan tabur bunga sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas jasa-jasa pahlawan Polri.

Meski kegiatan ziarah ini di tengah Pandemi Covid-19, Kapolda Jatim dalam kegiatan ini, menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat. Baik menggunakan masker, jaga jarak dan tidak berkerumun. (Hari Riswanto)

0

Suara Indonesia News – Gresik. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto S.H., S.I.K., M.M., bersama jajaran menggelar ziarah makam pahlawan dan tabur bunga dalam rangka Hari Bhayangkara ke 75, Selasa (29/6/2021).

Membawa penghormatan dan doa khusus agar Gresik selalu kondusif serta segera keluar dari pandemi Covid-19.

“Momen Hari Bhayangkara ke 75 ini kami ziarah rombongan dan tabur bunga di TMP Kelurahan Gapurosukolilo. Wujud penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur,” kata AKBP Arief Fitrianto.

Hari Bhayangkara menjadi momen titik balik untuk meresapi perjuangan. Termasuk meneladani jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur. Mereka berjuang untuk kemerdekaan, saat ini berjuang untuk mengisi kemerdekaan itu.

Alumnus Akpol 2001 itu mengingatkan momen spesial tahun ini masih di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya berpesan kepada sleuruh anggota agar tetap semangat menjalankan tugas dan menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan.

“Kami imbau kepada masyarakat agar tidak abai protokol kesehatan. Pandemi Covid-19 belum berakhir dan menyasar mereka yang tidak disiplin protokol kesehatan,” tegasnya. (Hari Riswanto)

0

Suara Indonesia News – Bengkalis. Polisi Resor (Polres) Bengkalis laksanakan upacara ziarah di makam pahlawan dalam rangka HUT Bhayangkara ke 75, pada Selasa 29 Juni 2021 pukul 07:20 Wib di taman makam pahlawan Bengkalis.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, SIK. MT. sebagai Inspektur Upacara.

Rangkaian kegiatan, inspektur upacara terlihat memasuki lapangan upacara kemudian melaksanakan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Kapolres menempatkan karangan bunga serta menauburkan bunga diatas makam kemudian ditutup dengan pembacaan doa.

Dalam kesempatan Kapolres Bengkalis menyampaikan,”Upacara Ini bertujuan sebagai doa dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 75 yg dimana di harapkan Polri semakin maju dan Kabupaten Bengkalis selalu aman dan damai.” Tutur Kapolres Bengkalis.

Hadir dalam kegiatan para PJU Polres Bengkalis. Sekira pukul 08.00 wib upacara berakhir dalam keadaan aman dan terkendali. (Mus)

0

Suara Indonesia News – Surabaya. Kapolsek Tegalsari mendampingi Camat dan Danramil Tegalsari gabung 3 Pilar melaksanakan operasi pemberlakuan jam malam dan penertiban masker di warung-warung, bertempat PKL Kedungdoro Surabaya, Senin (28/6/2021).

Adapun personil yang dilibatkan terdiri dari anggota Polsek Tegalsari, Koramil Tegalsari anggota Satpol PP Kecamatan dan Anggota Linmas.

Kegiatan ini digelar sebagai wujud implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang pendisiplinan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan serta Inmendagri nomor 3 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan Perwali nomor 10 tahun 2021 sebagai pengganti Perwali nomor 2 tahun 2021 tentang pencegahan penyebaran Covid-19.

Untuk tempat-tempat yang menjadi sasaran yakni PKL Sepanjang Jalan Kedungdoro. Saat itu petugas menyampaikan imbauan dan teguran kepada pemilik warung karena masih belum tutup lewat pukul 20.00 yang ditetapkan sebagai batas jam malam sesuai penerapan PPKM berbasis mikro.

Para pemilik warung diperintahkan tutup saat itu juga. Sementara pengunjung diperintahkan pulang ke rumah masing-masing. Beberapa orang pengunjung saat itu ditemukan tidak menggunakan masker. Dimana masing-masing dijatuhi sanksi berupa teguran.

Menurut Kapolsek Tegalsari Kompol Ricky Tri Dharma, S.H., S.l.K., kegiatan operasi jam malam dan penertiban masker dilakukan rutin setiap hari sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Melalui kegiatan operasi jam malam kami berupaya mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menyebabkan penyebaran Covid-19,” ungkap mantan Kapolsek Tandes tersebut. (Bairi/Hari R)

0

Suara Indonesia News – Banda Aceh. Dewan Pimpinan Pusat Forum Pemuda Aceh Kreatif (DPP FORPAK) menanggapi permasalahan pendidikan di Aceh yang dinilai masih kurang kreatif, Senin (28/06/2021).

Sekretaris Jenderal DPP FORPAK, Syarbaini mengatakan bahwa inovasi kreatifitas adalah kunci utama untuk membangun “Program Aceh Carong”.

“Hari ini seluruh stakeholder di Aceh harus mampu mempertanggung jawabkan apa yang sudah diberikan oleh pusat untuk Aceh, terutama kucuran dana yang sangat berlimpah demi membangun ‘Aceh Carong’. Itu harus kita optimalkan untuk mendongkrak pendidikan. Namun hari ini, pendidikan Aceh masih kurang kreatif”, ujarnya.

Syarbaini mencontohkan, bahwa pendidikan di Aceh harus dilirik dari kota hingga ke pelosok. Jangan sampai yang menikmati pendidikan secara optimal hanya di daerah kota besar saja.

“Tahun 2019 silam dikabarkan di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, bahwa pendidikan di sana sungguh memprihatinkan. PBM (Proses Belajar-Mengajar) terhambat akibat pengajarnya jarang hadir ke sekolah. Selain itu tahun 2020 di Sikundo Aceh Barat, di sana ada yang mengeluh kurangnya sarana pendidikan dan infrastruktur publik. Miris sekali”, ungkapnya.

Terlebih di masa pandemi, Syarbaini menilai bahwa di Aceh sudah seharusnya dilakukan revisi sistem pendidikan dengan tepat dan terukur karena semuanya sudah serba menggunakan teknologi akibat pandemi yang terus melonjak.

“Di pelosok-pelosok memang sudah sepatutnya dibantu untuk fasilitas pendidikan yang memadai, itu yang pertama. Yang kedua, skill pengajar juga harus terus dilatih agar lebih mampu mendidik siswa melalui teknologi. Zaman sudah mengalami perubahan maka kita dituntut untuk lebih kreatif. Pengajar dan murid harus mampu beradaptasi. Ini tantangan kita”, ujarnya.

Syarbaini juga menjelaskan bahwa pendidikan di Aceh jangan sampai berada di ujung tombak, yang dimana sangat berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia ke depan dan berimbas kepada pengangguran.

“Jangan sampai Aceh berada di ujung tombak dalam sektor pendidikan, ini imbasnya kepada SDM dan meningkatnya angka pengangguran. Aceh selaku daerah yang istimewa ini harusnya mampu menyaingi daerah lain dan bukan sebaliknya. Selain itu, bicara pendidikan itu luas, bukan hanya di sekolah. Peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk Aceh yang lebih baik”, jelasnya.

Terakhir, FORPAK selaku wadah yang hari ini terus berupaya melatih softskill dan juga membuka beasiswa bagi pemuda kreatif di Aceh merasa malu dengan pihak-pihak yang anti dikritik demi lancarnya pembangunan Aceh Hebat.

“Komitmen Aceh Hebat tidak akan berjalan tanpa adanya kritikan. Kritikan itu penting untuk terus mengawasi kebijakan pemerintah. Artinya, hari ini masih banyak yang peduli dengan nasib rakyat Aceh. Sangat kita sayangkan jika ada pihak yang marah ketika dikritik, padahal digaji dengan uang rakyat. Harusnya kita tahu malu dan menjadikan kritikan sebagai masukan yang membangun dan jangan terlalu cepat bangga diri”, tutup Syarbaini. (SA)

0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh akan menggelar pasar murah di enam lokasi di Kabupaten Aceh Singkil.

Pasar murah tersebut dalam upaya stabilkan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Adha 1442 Hijriah.

“Dalam rangka menyambut hari raya Idhul Adha 1442 H, Disperindag Aceh adakan pasar murah atau operasi pasar di enam lokasi di Aceh Singkil,” kata Kadisperindagkop dan UKM Aceh Singkil, Faisal, SPd melalui Kabid Perdagangan Ali Hasmi Pohan, Senin (28/6/2021).

Menurut Ali Hasmi pasar murah dijadwalkan dibuka Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Desa Pasar, Kecamatan Singkil, pada 5 Juli mendatang.

“Rencana Pak Gubernur yang buka,” ujar Ali Hasmi.

Sementara itu enam lokasi pasar murah di Aceh Singkil, masing-masing Desa Pasar, Kecamatan Singkil 5 Juli 2021.

Tanggal 6 Juli 2021 di Desa Pulo Sarok, Singkil. Lalu Tanggal 7 Juli 2021, di Desa Lipat Kajang Atas Kecamatan Simpang Kanan.

Tanggal 8 Juli 2021, di Desa bukit Harapan, Gunung Meriah, Tanggal 9 Juli 2021 di Desa Biskang, Danau Paris dan Tanggal 10 juli 2021, Desa Srikayu atau Pea Jambu, Singkohor.

Sementara itu kebutuhan pokok yang dijual pada pasar murah beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan telur ayam. (Salomo)

0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil. Ketua Lsm. Komunitas Peduli Pembangunan Aceh Singkil ( KPPAS) SL.Kabeakan meminta DPRA Menyampaikan kepada Gubernur Aceh dan PT BRI untuk memperpanjang operasional agen BRILink di Aceh.

“Pemerintah Aceh perlu mempertimbangkan keberadaan BRILink agar tidak ditarik, sebelum PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menyediakan perangkat serupa di tengah masyarakat,” kata Kabeakan di Singkil Senin (28/06/2021)

Permintaan tersebut disampaikan Kabeakan mengingat adanya pembatasan  operasional BRI dan perangkat BRILink hingga 1 Juli 2021 mendatang, berlangsung bertahap hingga satu bulan sesuai dengan perubahan sistem keuangan konvensional ke sistem syariah di Aceh.

Ia menyampaikan, dari sembilan ribu agen BRILink di Aceh, sekitar tujuh ribuan diantaranya sudah mengandalkan pendapatan melalui jasa ini.

Apalagi, produk keuangan itu dinilai mempermudah masyarakat dalam transaksi keuangan, terutama di daerah pedalaman.

Seperti Daerah Kabupaten Aceh Singkil ada tiga Kecamatan di daerah ini berada di kepulauan dan untuk menuju ke kota atau Kantor Perbankan harus menggunakan Tranportasi Laut seperti Kapal dan Boat.

“Karena itu Ia meminta Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Aceh ( DPRA) untuk menyuarakan hal ini kepada Gubernur Aceh agar Pemerintah Aceh dapat mempertimbangkannya dan meminta PT BRI pertahankan sampai nantinya BSI menyiapkan produk yang sama,” ujarnya.

Ia Menambahkan Lembaganya banyak mendapat laporan dari masyarakat baik melalui pesan singkat maupun sambungan telepon agar menyuarakan masalah ini. Karena, keberadaan BRILink selama ini cukup memudahkan Masyarakat pedalaman untuk mengirim maupun mengambil uang tanpa harus pergi ke kantor Bank yang ada di Kota.

“Ada yang anaknya sekolah atau kuliah di luar kota, agar bisa mengirim uang mereka sering menggunakan agen BRILink, cukup membantu,” katanya.

Selain itu, Lanjut Kabeakan agen BRILink juga menggantungkan pendapatannya melalui produk transaksi keuangan tersebut. Maka dari itu jika operasionalnya ditiadakan mulai Juli nanti, akan sangat berdampak bagi akses keuangan masyarakat, terlebih di masa pandemi ini.

Menurutnya, permintaan ini juga tidak menampik adanya Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

“Menyahuti aspirasi pengguna layanan perangkat BRILink, Masyarakat mengharap Pemerintah Aceh dan BRI bisa mengambil langkah dan solusi yang bijak sehingga terciptanya kemudahan layanan keuangan di Aceh,” pungkasnya. (Salomo)