0

Suara Indonesia News – Jakarta. Implementasi teknologi telekomunikasi 5G menjadi langkah untuk mewujudkan akses telekomunikasi yang lebih berkeadilan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, implementasi teknologi telekomunikasi 5G juga menjembatani kesenjangan digital, meningkatkan kemampuan dan literasi masyarakat untuk menggunakan teknologi secara lebih adaptif.

“Tentunya juga turut mendorong penggunaan internet yang lebih produktif dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya dalam Konferensi Pers Hasil Uji Laik 5G Indosat Ooredoo yang berlangsung virtual dari Media Center Kominfo, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Menteri Johnny menyatakan Indonesia telah memasuki era 5G beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 27 Mei 2021. “Kita sama-sama menyaksikan komersialisasi yang dilakukan oleh PT. telkomsel. Hari ini, Indosat juga telah berhasil menjadi operator telekomunikasi berikutnya yang mendapatkan Surat Keterangan Laik Operasi atau SKLO untuk komersialisasi layanan 5G,” tuturnya.

Menurut Menkominfo pihaknya telah menerbitkan Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) kepada PT. Indosat Ooredoo, Tbk untuk melakukan pengujian di Jakarta Pusat area Monas, yakni: Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan.

“Dengan diterbitkannya SKLO 5G ini menandakan bahwa seluruh sarana dan prasarana untuk penggelaran jaringan 5G yang telah selesai dibangun oleh PT. Indosat Tbk, secara teknis siap dioperasikan. Khususnya akan dilakukan pada pita frekuensi 1.800 Mhz atau 1,8 Ghz dengan lebar pita 20 Mhz dalam rentang 1837,5 sampai 1857,5 Mhz,” jelasnya.

Menteri Johnny menjelaskan, tahapan penerbitan SKLO ini dilaksanakan sesuai Pasal 4 Peraturan Menkominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi. Aturan itu merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 mengenai Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang  Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran.

Menkominfo menjelaskan, standarisasi 5G yang telah selesai memberikan beberapa alokasi frekuensi yang dapat digunakan untuk basic connectivity, mobile broadband speed, dan superdata layer pada spektrum frekuensi 26, 28 dan 39 Ghz, termasuk untuk layanan fix broadband. Menurut Menteri Johnny, Pemerintah Indonesia  menerapkan kebijakan teknologi netral dalam implementasi layanan 5G.

“Operator seluler memiliki kesempatan untuk memilih teknologi netral yang cocok dengan pertimbangan bisnis dan keadaan di lingkungan opeselnya masing-masing. Kami mengharapkan pilihan tersebut dapat mendukung penyelenggara layanan telekomunikasi seluler untuk mengembangkan ekosistem teknologi,” harapnya.

Dukung Transformasi Digital

Menteri Johnny mengatakan dengan hadirnya layanan 5G diharapkan akan berkembang dalam waktu yang tidak terlalu lama dan akan terus diperluas berdasarkan pertumbuhan permintaan pasar di lokasi-lokasi lainnya.

“Selain di Pulau Jawa, penggunaan jaringan 4G juga akan diterapkan pada tempat-tempat yang menjadi prioritas utama destinasi wisata, diantaranya seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, dan Liupang di Sulawesi Utara. Selain itu, akan ada lokasi industri manufaktur yang juga akan menerima jaringan 5G, serta untuk di lokasi ibu kota negara baru pada tahun 2024 mendatang,” paparnya.

Bahkan, dalam generasi kelima atau 5G, Menkominfo mengharapkan dapat memberikan layanan untuk mendukung industri dan masyarakat di masa depan seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan atau AI, serta teknologi Internet of Things.

“Peningkatan performa atau kecepatan akses yang tinggi (high speed), kapasitas besar (high capacity) latensi yang rendah (low latency), serta konektivitas yang sangat banyak atau massive connectivity merupakan target dari teknologi generasi kelima ini,” ungkapnya.

Menteri Johnny menyatakan Pemerintah Indonesia tetap meletakkan tulang punggung transformasi digital pada penggelaran 4G signal di seluruh wilayah tanah air. “Karenanya, sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya Kominfo melalui BAKTI akan menyelesaikan pembangunan infrastruktur TIK di wilayah 3T di tahun 2021 dan 2022 nanti,” tuturnya.

Di saat yang bersamaan, Menkominfo menegaskan Pemerintah meminta agar operator seluler juga menyelesaikan pembangunan BTS-BTS 4G sinyal 4G di wilayah-wilayah komersial termasuk komitmen dari Indosat. “Sehingga dengan demikian akan terjadi koeksistensi di mana layanan 4G untuk wilayah nasional dan layanan 5G initial commercial operation untuk selected area atau area yang dipilih,” jelasnya.

Menurut Menteri Johnny, Pemerintah akan melakukan farming dan refarming spektrum frekuensi untuk memungkinkan penggelaran 5G yang lebih efisien. Sekaligus mendukung pemanfaatan 4G yang juga semakin optimal.

“Pembangunan 5G ini akan melakukan perubahan cara kita untuk mengisi dunia digital kita, mengingat kecepatan yang luar biasa latensinya yang rendah. Karenanya juga, saya berharap bahwa penggelaran 4G untuk mendukung sebagai tulang punggung transformasi digital kita dan inisial commercial operation 5G dapat kita manfaatkan secara maksimal, secara optimal dan secara cerdas untuk kepentingan pembangunan negara kita, pembangunan bangsa kita dan secara khusus untuk kepentingan pembangunan masyarakat kita munikasi operator seluler yang sudah diberikan,” tandas Menkominfo.

CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama memberi apresiasi kepada Kominfo yang telah mendukung dan mengizinkan Indosat Ooredoo untuk menggelar layanan 5G secara komersial.  CEO Ahmad menyatakan Indosat Ooredoo berkomitmen untuk senantiasa mendorong percepatan transformasi digital dan menumbuhkan ekonomi digital di Indonesia melalui teknologi terdepan, konektivitas berkecepatan tinggi, dan pengalaman digital terbaik.

“Kami akan memastikan hadirnya layanan 5G akan bermanfaat bagi masyarakat dan berdampak terhadap pemulihan ekonomi. Kami percaya Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara dan teknologi 5G akan memainkan peran yang sangat penting dalam langkah maju ini,” tuturnya.

Dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan melalui kanal YouTube Kominfo TV, Menteri Johnny didampingi Direktur Jenderal PPI Ahmad Ramli, dan Direktur Telekomunikasi Aju Widyasari. Sementara CEO Indosat Ahmad, didampingi Director and Chief Operating Officer Vikram Sinha. (Bamsur)

0

Suara Indonesia News – Surabaya. Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menggagalkan penyelundupan puluhan ribu benih lobster jenis pasir dan mutiara.

Pengungkapan ini terjadi di Jalan Raya Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (12/6/2021) lalu.

Kedua pelaku yang berhasil diringkus yakni, WNT (33) dan RA (24) yang keduanya warga Trenggalek, Jawa Timur.

Kabid humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan, para tersangka ditangkap di Tulungagung. Saat keduanya hendak membawa puluhan benih lobster tersebut ke Jakarta.

“Yang bersangkutan diamankan di Tulungagung. Rencananya, barang buktinya akan dibawa ke Jakarta,” kata Kombes Gatot Repli Handoko, Selasa (15/6/2021) siang.

Lanjut Gatot, benih lobster yang diamankan dari tangan para penyelundup sekitar 30.500 ekor. Masing-masing 30 ribu ekor jenis mutiara dan 500 ekor jenis pasir. Sedangkan jika diuangkan kata Gatot, total kerugian mencapai satu miliar rupiah.

Selain mengamankan benih lobster. Beberapa barang milik tersangka seperti handphone, kartu ATM BCA, buku rekening serta uang tunai Rp 10 juta juga disita saat penangkapan.

“Ada juga kendaraan (roda empat), satu unit. Yaitu kendaraan yang digunakan untuk mengangkut mengirimkan secara ilegal bibit atau benur yang ada (juga diamankan),” lanjutnya.

Kedua tersangka diancam dengan pasal tentang penanganan tindak pidana perikanan, yaitu Pasal 26 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020. Ancamannya 5 tahun penjara. Dengan denda maksimal Rp 1,5 miliar.

Kronologinya, peristiwa itu terjadi pada Sabtu tanggal 12 Juni 2021, petugas Unit IV/Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim mendapatkan informasi terkait usaha perikanan di bidang pemasaranan jenis benih bening lobster.

Informasi itu ditindaklanjuti oleh anggota untuk segera melakukan penyelidikan serta observasi lapangan di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Sekira pukul 05.00 Wib, anggota mendapatkan mobil merk Yaris Nopol AE 1291 PC warna merah yang dicurigai membawa benih lobster melintas di Jalan Raya Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

“Petugas melakukan pengejaran dan setelah berhasil menghentikan laju mobil tersebut. Kemudian petugas melakukan penggeledahan kendaraan dan ditemukan 3  buah strerofoam berisi benih lobster yang dibungkus dengan plastik berisi oksigen dengan jumlah total keseluruhan kurang lebih 30.000 ekor benih lobster jenis pasir dan 500 ekor jenis mutiara,” ungkap AKBP Zulham, Wadirkrimsus polda jatim, usai merilis di Bidhumas polda jatim. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Surabaya. Forkopimda Jawa Timur, Gelar rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Jatim, khususnya di Kabupaten Bangkalan. Guna menekan laju penyebaran kasus Covid-19, yang terindikasi ada virus varian baru B1617 asal India, telah tersebar secara lokal.

Dipimpin oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono. Gelar rapat koordinasi penanganan Covid-19 khususnya Kabupaten Bangkalan, pada Senin malam (14/6/2021), di Makodam V/Brawijaya.

Pelaksanaan rapat koordinasi anev covid-19 Kabupaten Bangkalan ini juga dihadiri oleh Kasdam V/Brawijaya, Danrem 084 Bhaskara Jaya, PJU Kodam V/Brawijaya, PJU Polda Jatim, Kapolrestabes Surabaya, Kadinkes Provinsi Jatim, Ka Kesbang Pol Provinsi Jatim, Plt Kalaksa BPBD Jatim, Kepala satgas Covid-19 Jatim, Dandim 0829/Bangkalan, Kapolres Tanjung Perak, Kapolres Bangkalan dan Bupati Bangkalan.

Dalam rapat koordinasi ini, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengatakan ada penambahan kasus baru Covid-19 di kabupaten Bangkalan, berjumlah 65 orang dengan kasus aktif 539 orang yang terpusat di 3 Kecamatan, yakni Arosbaya, Bangkalan dan Klampis.

“Laksanakan penyekatan di perbatasan Bangkalan dan Surabaya dengan melaksanakan swab antigen terhadap seluruh masyarakat dari Madura, hal tersebut untuk meminimalisir penyebaran covid-19 di wilayah Jawa Timur,” kata Mayjend TNI Suharyanto menambahkan.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menegaskan, dalam menangani kasus lonjakan Covid-19 di Bangkalan meliputi pelaksanaan 3T dan 5M di zona merah, penutupan tempat makan dan tempat ibadah di zona merah, dan perketat pelaksanaan operasi yustisi.

“Terus laksanakan pembagian masker dan bansos kepada masyarakat, serta melaksanakan penggalangan terhadap tokoh agama dan masyarakat, untuk menghimbau mematuhi protokol kesehatan, guna percepatan memutus mata rantai Covid-19,” tegasnya.

Tak hanya itu, Irjen Pol Nico Afinta juga menyampaikan, untuk melaksanakan apel pagi di posko penanganan covid-19 di Bangkalan, guna melakukan monitoring, evaluasi serta berdiskusi terkait perkembangan situasi terkini di wilayah masing-masing.

“Publikasikan kepada masyarakat, setiap langkah-langkah yang telah dilakukan oleh satgas Covid-19 dalam menanggulangi lonjakan kasus di Kabupaten Bangkalan, dan melakukan pengetatan penyekatan di kabupaten Bangkalan, apabila dalam beberapa hari kedepan angka penambahan covid-19 di Bangkalan masih tinggi, untuk mencegah penyebaran di daerah lainnya di Jatim,” tambahnya Kapolda Jatim.

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, Dr. Joni Wahyuhadi memaparkan, dari hasil pemeriksaan sampel pada 6 Juni, ditemukan virus varian baru B1617 asal India di Bangkalan, terkonfirmasi bahwa terdapat warga Bangkalan non Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terjangkit varian baru asal india.

“Sehingga varian baru asal India ini sudah tersebar secara lokal,” paparnya.

Saat ini di kabupaten Bangkalan diberlakukan tanda berupa stiker warna merah di depan rumah warga, untuk menandakan bahwa rumah tersebut digunakan isolasi mandiri pasien Covid-19.

Kendati demikian, tingkat kesadaran masyarakat khususnya di kabupaten Bangkalan sudah mulai meningkat dalam menerapkan protokol kesehatan, serta meningkatnya jumlah masyarakat yang mau di lakukan Swab.

Hal itu terbukti dari data Dinas Kesehatan kabupaten Bangkalan, di RSU Bangkalan jumlah Tempat Tidur (TT) yang tersedia ada 184 TT. Sebanyak 171 TT, RSUD untuk isolasi terisi 134 TT. Sementara BOR ICU 13 TT terisi 5 TT.

Balai diklat untuk menampung pasien positif tersedia 74 TT. Ada 10 pasien, 50 proses

evakuasi dengan total 60 pasien. Untuk BLK menampung PMI yang meneruskan isolasi 5 hari. Serta Tersedia 50 TT, berisi 17 penghuni sedang menunggu hasil PCR.

Testing dan tracing dilakukan di beberap titik. Hari ini 13 titik dan 489 orang diswab. Kemungkinan akan kepadatan. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil. Pantaun sidang di Pengadilan Negeri Singkil (14/6-2021) kemarin, terhadap sidang vonis keputusan majelis hakim ketua kepada terdakwa I Syahbudin Padang Bin Almarhum M Yusuf dan terdakwa II Pundeh Sinaga Bin Almarhum Baru Sinaga, hukuman penjara 5 bulan lima 15 hari.

Terlepas dari jeratan hukuman sesuai dengan pasal 368 Tentang Pemerasan, usai menjalani peroses persidangan terdakwa Syahbudin Padang mengatakan, alhamdulillah kami terlepas dari jeratan hukuman pasal 368 Tentang Pemerasan sebab uang Rp.15.000.000 (Lima Belas Juta Rupiah) di kembalikan kepada pelapor berarti jelas kami tidak ada pemerasan.

BAP Penyidik Polisi terhadap kami adalah pemerasan terhadap Aman Bancin Kepala Desa Tanah Tumbuh, Kecamatan Rundeng ,Subulussala. Uang tersebut dikembalikan kepada Aman Bancin. Sidang tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada hari Rabu 2 juni 2021 lalu dan hukuman penjara sepuluh bulan, namun pengacara kuasa hukum terdakwa Syahbudin Padang dan Pundeh Sinaga minta pleido kepada majelis hakim ketua. Ucap Syahbudin.

Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada pengacara kami Bunyamin,S.SH,Kaya Alim,SH, Muhammad Yahya,SH, Abdus,SH dan khususnya untuk Yakarim Munir,  pungkasnya Syahbudin Padang.

Keputusan majelis hakim ketua pada hari ini senin tanggal 14 juni 2021, 5 bulan 15 hari terhadap kami yaitu Syahbudin Padang dan Pundeh Sinaga titipan tahanan di Rutan Lapas Singkil dari Kejari Subulussalam. (SYP)

0

Suara Indonesia News – Dumai. Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSI bersama Gubernur Riau Drs H Syamsuar, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau DR Jaja Subagja SH MH, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Riau  Brigen Kenedy SH MM dan Wakapolda Riau Brigjen Tabana Bangun MSI melakukan peninjauan ke Posko PPKM Mekar Sari Dumai Selatan pada Senin (14/6/2021).

Rombongan yang datang berkonvoi menggunakan kendaraan sepeda motor dinas Ditlantas Polda, disambut Forkopimda Kota Dumai di kantor Putri Tujuh Golf Club kota Dumai. Pada ksempatan tersebut, Kapolres Dumai AKBP Ananta SIK memaparkan situasi covid-19 terkini di wilayah kota Dumai yang menurutnya terjadi penurunan secara signifikan masyarakat yang terkonfirmasi covid-19, sebagai dampak dari meningkatnya kesadaran masyarakat melaksanakan vaksin dalam dua minggu terakhir.

Setelah menerima penjelasan, Kapolda bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan melakukan peninjauan rumah sakit ICU yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Riau H Syamsuar.

Diketahui, Rumah Sakit Pertamina kota Dumai memiliki 4 Ruangan isolasi, diantaranya 2 ruangan ICU terdiri dari 5 bed pria dan 5 bed wanita dan 2 ruangan biasa terdiri dari 10 bed pria dan 8 bed wanita, yang dengan kondisi tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

Kapolda bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Posko PPKM di RT 02 dijalan Bangun Jinawi Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan kota Dumai,  yang memiliki 12 orang relawan covid-19 dan aktif menjalankan aktifitas.

Kapolda Riau mengatakan Posko PPKM menjadi ujung tombak dalam penanganan covid-19 diwilayah Riau.

“Posko PPKM ini menjadi andalan kita, sebagai ujung tombak dalam penanganan covid-19 disemua wilayah. Posko PPKM adalah bukti kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat,” ujar Irjen Agung disela sela kunjungannya.

Sementara itu Gubernur Syamsuar mengatakan, bahwa posko PPKM berskala Mikro berperan untuk pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung pelaksanaan penanganan COVID-19 di tingkat Desa atau Kelurahan.

“Posko PPKM mengedepankan penerapan 3T Dan 5M untuk meminimalisir penularan covid-19,” terangnya.

Pada kesempatan peninjauan, Gubernur dan Kapolda memberikan tali asih bagi masyarakat kurang mampu serta bantuan untuk pembangunan/perbaikan Pos Kamling Kelurahan Mekar Sari. (Mus)

0

Suara Indonesia News – Riau. Ketua DPD KNPI Riau Fuad Santoso memberikan apresiasi dan salut dengan Ketum Haris Pertama yang berhasil mendatangkan ketum lintas generasi diantaranya Akbar Tanjung, Adhyaksa Dault, Idrus Marham, Aulia Rahman dan Ahmad Doli Kurnia pada saat halal bi halal, santunan anak yatim dan peresmian bus operasional di Grand Sahid Jaya – Jakarta beberapa hari yang lalu.

“Dengan hadirnya Ketua Umum DPP KNPI lintas generasi dan juga para Tokoh Nasional, tentu menjadi bukti sejarah bahwasannya Haris Pertama adalah Tokoh Muda yang sangat berpengaruh dan wajar masuk nominasi   pemuda paling aktif oleh Lembaga Detik Indonesia Research (DIR)”, ujar Fuad. (15/6-2021).

Tambahnya tak mudah mendatangkan ketum lintas generasi sekelas bang Akbar dan bang Adhyaksa pasalnya mereka adalah tokoh Nasional yang mempunyai peranan penting. Namun ketum Haris berhasil mewujudkannya dan Itu pertanda bahwa DPP KNPI Haris Pertama  yang patut diakui, walau tak mendapat anggaran dari Pemerintah tapi tetap bergerak untuk kepentingan rakyat Indonesia.

“Ketum Haris adalah sosok visioner yang mampu menjaga historical Komite Nasional Pemuda Indonesia dari masa ke masa dan ini dibuktikan dengan kehadirian Ketum DPP KNPI lintas generasi dan DPD 1 serta DPD II”, terang Fuad.

Terakhir Fuad berharap agar pihak – pihak yang membegal DPP KNPI Haris Pertama diberikan kesadaran untuk kembali menyatukan pemuda Indonesia. Karena sudah jelas bahwa ketum Haris adalah mandataris kongres Bogor dan mendapatkan pengakuan dari ketum lintas generasi dengan kehadiran mereka pada saat halal bi halal. (Rocky)

0

Suara Indonesia News – lhokseumawe. Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor  kembali melaksanakan penyemprotan disinfektan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat serta bertujuan menekan penyebaran Covid 19, kali ini dilaksanakan di Kampus IAIN Kota Lhokseumawe dan perumahan Permata Indah Buket Rata. Kegiatan ini merupakan Bhakti Brimob Polda Aceh untuk masyarakat, Senin (14/06/21)

Dalam pelaksanaan penyemprotan tersebut menggunakan kendaraan Double Cabin yang berfungsi untuk membawa tong yang berisi cairan disinfektan dan mesin penyemprot disinfektan. Dengan menggunakan kendaraan ini lebih memudahkan untuk memasuki jalan-jalan kecil yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan Watercanon yang selama ini digunakan di jalan-jalan utama Kota Lhokseumawe. Turut juga dilaksanakan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat dengan menggunakan kendaraan Double Cabin Public address.

Komandan Batalyon B Pelopor AKBP Ahmad Yani melalui Danki 1 Batalyon B Pelopor Iptu M Nafis Luthfy, S.H mengatakan,” kegiatan ini merupakan misi kemanusiaan maka secara rutin kami melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan dan melaksanakan penyemprotan disinfektan bekerja sama dengan rekan-rekan dari BPBD Lhokseumawe. Ini sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid 19,” kata Danki 1 Batalyon B Pelopor Iptu M Nafis.

“Kami sangat berharap kegiatan yang telah terlaksana ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mencegah penyebaran virus Covid 19 yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan,” tutup Iptu Nafis. (Rizal)

0

Suara Indonesia News – Polongaan Mateng. Polongaan, adalah sebuah perkampungan asri, indah dan sejuk. terletak sekitar 15 kilometer arah timur dari tugu Benteng Kayu Mangiwang,yang terletak di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat.

Polongaan, menurut Hamzah, Kepala Desa Polonggaan, Dalam “Buku Potret Pembinaan Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat,” 2020, menyebutkan Polongaan, berasal dari bahasa Topoyo, (sub, suku Mandar Mamuju) yang mendiami sebagian wilayah Mamuju Tengah. Polongaan terdiri dari dua suku kata, Polo berarti tempat, dan Ngaan berarti Hadang.

Konon, pada sama penjajahan Belanda, Daerah ini menjadi kawasan favorit pada pejuang dari “Bumi Lalla Tassisara” menghadang para musuh yang ingin menyerang para pejuang di Benteng Kayu Manggiwang.

Daerah ini, dulu masuk wilayah kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan daerah penghasil Kakao dan Rotan, hasil bumi berkualitas eksport.

Pada Tahun 1989, Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Transmigrasi menetapkan Kecamatan Budong-Budong menjadi salah satu yang wilayah potensial penempatan warga transmigrasi. Dan Tahun 1990, awal mulainya kedatangan warga transmigrasi daeri berbagai daerah ditanah air.

Polongaan, yang dikenal dengan UPT Tobadak III, memiliki luas wilayah kurang lebih 3.207,47 Hektar. Warga Masyarakat Polongaan, sebahagian besar berasal dari Bali, Tanah Toraja, Mamasa, Jawa, dan Nusa Tenggara Timur. Untuk mendatangkan warga transmigrasi tersebut dilakukan beberapa gelombang, pendaratan pertama mengunakan kapal laut dari Jawa dan berlabuh di Pelabuhan Pangajoang Budong-Budong, dan selanjutkan “berjalan kaki” selama dua hari menuju Tobadak III.

Kini daerah yang dulu hutan belantara itu, menjelma menjadi kawasan yang menopang perekonomian Mamuju Tengah khusus, dan Sulawesi Barat secara umum, dari tangan-tangan ulet, kuat dan rajin dari warganya. Keberhasilan ini juga tak terlepas dari sentuhan tangan dingin Bapak H. Aras Tammauni, (Uwe Aras) yang begitu peduli terhadap kehidupan masyarakatnya. Kepedulian itu semakin meningkat baik pada saat menjabat sebagai kepala desa Tobadak, terlebih lagi saat ini menjabat Bupati Mamuju Tengah.

Berkebun kelapa sawit, adalah aktifitas utama para warga dalam meningkatkan tarap hidupnya. Aktifitas rutin ke kebun sawit, “para petani “ akan terlihat dipagi hari yang sibut menuju kebun masing-masing. Pemandangan itu juga terlihat, ketika tim pembuat film dari Kemenag Sulbar dan KPID Sulbar melakukan shoting film pendek “Siwali Parriq” di tugu Desa Sadar Kerukunan, Minggu, 13 Juni 2021 lalu.

Tatanan kehidupan masyarakat yang saling bekerja sama tanpa melihat perbedaan agama, ras dan golongan tidaklah menjadi pemisah. Penataan rumah warga cukup rapi, pemeluk agama saling bertetangga. Penempatan rumah ibadah masing-masing agama, terletak dalam satu kawasan yang luasnya kurang lebih 5 hektar dengan jarak masing-masing sekitar 40-50 meter yang dibatasi jalan lorong atau lokasi rumah ibadah, seperti Pura Sapta Kerti dan Gereja Toraja Mamasa yang dibatasi hanya jejeran pohon Jati dan pohon kelapa.

Disebelah Barat, terdapat Gereja Toraja Mamasa. Di bagian Selatan, Pura Sapta Kerti, Di sebelah Timur, Masjid Istiqomah dan pada bagian Utara terdapat Gereja Katolik Paroki ST. Mikael Tobadak III. Untuk faslitas umum yakni lapangan sepak bola, Lapangan bola volley, Kantor Desa Polongaan dan Sekolah Dasar Polongaan berada ditengah-tengah kawasan rumah ibadah tersebut.

Dari kondisi itu, pada tahun 2015, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menetapkan sebagai “Desa Sadar Kerukunan”, Desa Polongaan menjadi salah satu dari dua desa binaan Kanwil Kemenag Sulbar selama ini.

Tak berlebihan bila, Polongaan dilabeli dengan sebutan miniature Indonesia, sebab disana begitu banyak suku yang mendiaminya, penduduknya begitu majemuk dan heterogen, hal ini dikuatkan beragamnya budaya dan agama berbaur menjadi satu dalam wadah kerukunan umat beragama.

Didampingi Sekertaris Desa, Tuti Rahayu. Penjabat Kepala Desa Polongaan H. Muh. Saiful mengatakan, “sejak desa ini berdiri, pondasi kerukunan antar umat beragama sudah tertata dengan baik, toleransi dan kerukunan umat beragama serta ragamnya budaya semakin terbangun seiring dengan waktu, dan hari ini kita saksikan bersama betapa damainya desa kami, “ jelasnya. H.Saiful

Tokoh pendidikan dan tokoh agama Islam Tobadak ini, menuturkan Praktek Siwali Parriq (Tolong Menolong), dalam konsep Malaqbiq ditanah mandar Sulawesi Barat adalah senasib sepenanggungan, Pola hidup itu sudah tertanam antar warga, dan melekat kuat tanpa memandang status sosial dan agama, sifat kegotong royongan dan kepedulian ingin saling membantu terhadap sesama sangat terasa. “Keberagaman itu, juga tercipta di pemerintahan desa. Semua perangkat desa mulai dari staf hingga ketua Rukun Tetangga, ada keterwakilan agama didalamnya”. tutur Saiful.

Di sela-sela pengambilan gambar Film Pendek Siwaparriq, penulis menyempatkan berbincang dengan para pemeran utama film diantaranya I Wayan Kantun (Tokoh agama Hindu), Taran Afrianto (Pemuda Kristen dari Gereja Toraja Mamasa), Ardianus Meki (Pemuda Katolik dari Gereja Paroki ST. Mikael), Abdul Salam (Remaja Masjid Istiqomah), dan Tuti Rahayu ( Sekertaris Desa Polongaan). Kelima generasi muda Polonggaan itu mengungkapkan secercah penilaian dan harapan.

I Wayan Kantun, salah seorang tokoh Agama Hindu memulai ceritanya sambil berdiri dengan latar belakang tempat ibadah gereja katolik, Kantun menyebut, masyarakat Polongaan dalam bergaul tidak melihat dari agama dan suku. Semua warga adalah saudara yang harus saling bergotong-royong, tolong-menolong dan saling membantu satu sama lainnya. “Jika saudara kita umat islam kerja bhakti di masjid, kami semua akan ikut membantu membersihkan, begitupun kalau kami juga kebetulan ada pekerjaan di pura, saudara kami dari islam, kristen dan katolik ramai-ramai datang membantu sehingga apa yang dikerjakan dengan mudah dan cepat bisa diselesaikan.” Jelas I Wayan Kantun dengan dialoq Bahasa Bali yang kental.

Lanjut I Wayan Kantun, karena semua ringan tangan ikut membantu, begitupun sebaliknya jika saudara kita dari Kristen atau dari Katolik ada yang mau dikerjakan dan membutuhkan tenaga kami semua membantu agar cepat selesai, apalagi 4 (empat) rumah ibadah (Hindu, Kristen, Islam dan Katolik) jaraknya sangat dekat satu dengan yang lainnya, boleh dibilang hanya pagar halaman masing-masing yang menjadi pemisah.

Taran Afrianto, Tokoh Pemuda Kristen, menyebut kekerabatan yang terjalin sangat erat diantara pemuda lintas agama di Polongaan yang membedakan pemuda didaerah lainnya, setiap ada kegiatan di desa maka pemuda lintas agama selalu datang membantu, disini tak pernah ada gesekan antar suku apalagi agama karena rasa kekeluargaan yang tinggi. “Toleransi beragama dan saling pengertian sangat kami junjung tinggi”, kata Taran.

Penilaian serupa juga di sampaikan Ardianus Meki (Pemuda Katolik). Dia dan para pemuda katolik lainnya merasa nyaman dan damai tinggal di desa Polongaan, dirinya menganggap bahwa yang terpenting itu adalah rasa persaudaan, bila satu sama lainnya sudah saling menganggap seperti saudara sendiri maka dipastikan tak ada lagi ruang atau sekat-sekat yang bisa merusak tatanan yang memang harus kita pelihara bersama. “Saya setiap hari bergaul dengan sahabat dari Kristen, Katolik maupun Islam, kami begitu harmony ditengah keberagaman, kami saling menghormati dan menghargai dalam menjalankan hak-hak beribadah masing-masing”, tutur Ardi, panggilan akrabnya.

Kisah yang samapun diperdengarkan Abdul Salam pemeluk agama Islam, menurutnya masyarakat desa Polongaan sudah terbiasa hidup ditengah perbedaan, kami sangat akur disini, kami masyarakat Desa Polongaan adalah cerminan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda tapi tetap satu).

Sementara, Tuti Rahayu, Sekertaris Desa Polongaan, Wanita enerjik kelahiran Mulyasri, Luwu Timur tahun 1990 ini, yang mengaku sudah menetap di Polongaan sejak tahun 2010, dalam group Wathsapp “Siwaliparriq” Wanita ramah dan murah senyum itu menuturkan.

“Mewakili Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Kanwil Kementerian Agama provinsi Sulbar yang kembali mengagendakan salah satu kegiatan terpentingnya untuk di Desa Polongaan dari sekian banyaknya desa, kami bangga desa kami menjadi salah satu yg di tujuan.

“Kepada teman-teman pemuda pemudi, dan bapak pemuka agama se-desa Polongaan atas dukungan dan kerjasama dengan tak kenal lelah meluangkan waktu dan tenaganya untuk ikut mensukseskan kegiatan ini shooting Film Pendek Siwali Parriq, Potret keseharian dengan semangat gotong royong dan saling membantu, ini adalah kolaborasi antar umat, sebagai bagian menjaga kerukunan umat beragama,” kicau Tuti Rahayu. 14 Juni 2021.

Penanggungjawab pembuatan Film Pendek, Muhammad Abidin, yang juga Kepala Sub Bagian Organisasi, Tatalaksana dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Sulbar. Secara pribadi dan kelembagaan sangat bersyukur. Dan berterima kasih kepada kita semua yang terlibat secara partisipatif aktif dalam penggarapan film pendek moderasi beragama yang diakselerasi dengan kearifan lokal. Saya sangat tidak menduga dengan hanya waktu 3 x 24 jam bisa dituntaskan Tanpa ada hambatan dan ini diluar dugaan, tentu ini menjadi kebanggaan khusus di subbag Ortala dan KUB. Ini bahagian dari innovasi yang tentu memiliki semangat tersendiri dalam mengembang amanah dan ini semakin memicu saya untuk lebih berkreasi dalam mendorong kegiatan moderasi beragama yang berbasis digital. “Apa yang diproduksi ini, lahir dari kretifitas kita semua lebih mendorong saya untuk menajamkan kegiatan yang sejenis dan bisa menyasar berfileman moderasi beragama pada generasi mileneal dan atau kalangan peserta didik,” tuturnya. 15 Juni 2021.

Dari gambaran diatas, masyarakat desa Polongaan dari dulu nyata telah mengamalkan dan menerapkan lima dasar butir-butir Pancasila dengan penuh pengkhidmatan, di Implementasikan dengan saling menghormati dan memberi ruang kepada setiap umat beragama dalam menjalankan agamanya masing-masing. Penduduknya yang majemuk dengan budaya berbeda mampu berbaur tanpa ada yang merasa lebih diatas. Dalam keseharian sifat tolong menolong, membantu sesama adalah wujud dari persatuan diantara mereka. Begitupun dalam setiap pengambilan keputusan, dimusyawarakan dalam forum desa maupun forum non formal lainnya, dimana masyarakat senantiasa menampilkan budaya satu suara. Dan pemimpin desa bersama tokoh agama memiliki kepedulian tinggi dalam menyalurkan bantuan secara adil tanpa ada riak di kemudian hari. (Busran Riandhy/ Sutarmin/Hamma)