0

Penulis : Irjen Pol (P) Drs Sisno Adiwinoto M.M. Pengamat Kepolisian/Ketua Penasihat Ahli Kapolri

Suara Indonesia News – Semarang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah perjuangan bangsanya, demikian juga POLRI yang besar perlu selalu mengingat Sejarah Perjuangan serta Dharma Bhakti para Tokoh-Tokoh  pendahulunya.

Bahwa yang kita ketahui, setelah hampir satu tahun Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 17 Agustus 1945, “baru” kemudian pada 1 Juli 1946 yaitu hari disatukannya Polisi Indonesia yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia (sistem fragmented) dijadikan sebagai Kepolisian Nasional oleh Perdana Mentri, selanjutnya ditetapkan sebagai  HARI BHAYANGKARA.

Namun karena banyaknya masyarakat yang menafsirkan Hari Bhayangkara sebagai Hari Ulang Tahun Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), sehingga timbul pertanyaan yang menggelitik, apakah dalam tenggat waktu hampir satu tahun tersebut NKRI tidak memiliki POLRI ?. Padahal Polisi sudah ada sejak Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Sekilas ternyata begini sejarahnya, 3(tiga) hari setelah Proklamasi Kemerdekaan NKRI tanggal 17 Agustus 1945, pada tanggal 21 Agustus 1945 Almarhum Bapak Inspektur Polisi Moechammad Jasin dengan gagah berani mengubah nama Tokubetsu Keisatsu Tai (Polisi Jepang) menjadi *Polisi Istimewa dan tunduk pada Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang  baru merdeka beberapa hari.

Kemudian Polisi Istimewa membuktikan Kesetiaan dan Bhaktinya kepada Negara dan Bangsa Indonesia. Dimana sebagai langkah awal yang dilakukan Polisi Istimewa adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap Tentara Jepang yang kalah perang.

Pada sa’at ini, sudah sepantasnya kita tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa khususnya sejarah perjuangan dan dharma bhakti polisi dalam ikut merebut dan mempertahankan  Kemerdekaan, sekaligus harus memahami peristiwa yang terjadi sebelum dan setelah bulan Agustus 1945, yang diantaranya adalah :

– Pada tanggal 7 Desember 1941, terjadi pengeboman Pearl Harbor berupa serangan dadakan yang dilakukan angkatan laut Jepang terhadap armada pasific angkatan laut Amerika Serikat yang tengah berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Pearl Harbor di Kota Honolulu Pulau Oahu-Hawai.

– Kemudian Pada tanggal 10 Januari 1942, Jepang masuk ke Indonesia, dimana Jepang mendarat dengan kekuatan invasi militer untuk pertama kali di Tarakan Kalimantan Utara. Karenanya Belanda akhirnya dibuat  tidak kuasa untuk mempertahankan Indonesia dan menyerah pada tanggal 7 Maret 1942. Sejak tanggal 9 Maret 1942, Indonesia secara resmi dijajah oleh Jepang .

– Pada tahun 1944 Jepang merekrut pemuda asli pribumi yang diantaranya adalah Moechammad Jasin, mereka dididik sebagai polisi istimewa dengan kemampuan  tempur seperti tentara Jepang yang diberi nama Tokubetsu Keisatsutai atau Polisi Istimewa.

– Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima dijatuhi bom atom dan pada 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki juga dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Kedua kota tersebut hancur total dan instalasi militer Jepang lumpuh yang membuat berahirnya Perang Dunia Kedua. Kemudian Soekarno-Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Bagi semua anggota Polri semestinya mencatat dan jangan pernah melupakan peristiwa sejarah setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 dimana :

– Pada tanggal 19 Agustus 1945, dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

– Pada tanggal 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas-1 atau Letnan Satu Polisi Moechammad Jasin dengan jabatan sebagai Komandan Polisi di Surabaya, memproklamasikan bahwa Pasukan Polisi Istimewa menjadi Polisi Republik Indonesia, dan menyatakan untuk bersatu dengan rakyat Indonesia dalam perjuangan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945. Selanjutnya sebagai langkah awal yang dilakukan adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang.

Pada saat ini banyak senior polisi berharap agar tanggal 21 Agustus dapat diresmikan menjadi *“Hari Bhakti Polri” Pada tanggal 29 September 1945, Presiden Soekarno melantik RS Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi  Kepala Kepolisian (KKN) RI Pertama. Dan menempatkan kedudukan Polri dibawah Perdana Mentri.

Kiranya sesuatu yang yang tidak berlebihan apabila *Bapak Jendral Polisi RS Sukanto bisa diresmikan sebagai “Bapak Pionir Polri”.

Selanjutnya sama halnya dengan Bapak Jendral Polisi Hoegeng Imam Santoso yang perlu juga untuk bisa ditetapkan sebagai “Bapak Polisi Jujur”. Kemudian Bapak Jendral Polisi Prof Dr Awaludin Djamin MPA perlu ditetapkan sebagai “Bapak Pembenahan Polri”.

Demikian sekilas pengingat lupa terkait tentang dimulainya keberadaan dan dharma bhakti POLRI oleh seorang anggota Polri Pahlawan Nasional Komjen Pol Dr H Moechammad Jasin.

Bravo POLRI dalam melaksanakan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja untuk mewujudkan keamanan yang kondusif guna meningkatkan produktifitas masyarakat demi terwujudnya masyarakat yang maju, adil dan makmur.

Untuk itu, pada hari Kamis 25 Maret 2021, Kapolri Jendral Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi meresmikan Monumen Perjuangan dan Bhakti Komjenpol DR H M.JASIN yang didirikan  oleh Alumni AKABRIPOL PERTAMA 1970/WASPADA dibawah pimpinan Kapolri Pada Masanya Jendral Polisi Purnawirawan Drs R Suroyo Bimantoro, sebagai monumen tonggak sejarah perjuangan dan dharma bhakti polisi yang dilakukan oleh seorang tokoh pahlawan nasional pejuang polisi berupa Monumen Perjuangan dan Bhakti Pahlawan Nasional KOMJEN POL DR.M.JASIN, bertempat di Kesatrian Akademi Kepolisian Negara Republik Indonesia (AKPOL) di Semarang.

Guna mengenang dan sekaligus sebagai  penghormatan kepada seorang Tokoh POLRI Pahlawan Nasional Komjen Pol (P) Moechammad Jasin, sekaligus untuk memberikan Pembinaan Tradisi Santi Aji dan Santi Karma kepada Taruna Akademi Kepolisian sebagai generasi penerus Polri.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Para Kapolri pada masanya, Dubes Croatia di Zagreb, Keluarga Bapak M Jasin, para Alumni AKABRIPOL PERTAMA 1970 dan para Perwakilan Angkatan Alumni AKABRIPOL.

Patut Kita Apresiasi Atas Peresmian Monumen Patung Pahlawan Nasional Dr Moechammad Jasin Sebagai Monumen Perjuangan dan Bhakti Polri

DUKUNGAN DAN DO’A KAMI SEMUA,

Semoga Semua Insan Bhayangakara POLRI :

– Tetap Semangat Dalam Pengabdian  Terbaik Untuk Masyarakat – Bangsa – Negara :

– Tetap Amanah Sebagai Pelindung – Pengayom – Pelayan Masyarakat

– To Be Fighter Crimes-Helper Deliquents-Loves Humanity

– Mampu Memelihara KAMTIBMAS Tetap Kondusif dan Masyarakat Semakin Produktif Dalam Tatanan Kehidupan Baru (Tata Tentrem Kerta Raharja)

– Menjadi Pemimpin Masyarakat Yang Memberi dan Membantu, Bukan Yang Mengambil dan Membebani Masyarakat

– Semakin PRESISI (Prediktif, Responsif, Transparansi-Berkeadilan), Profesional, Tegas Humanis dan Modern – Terpercaya

– Penegakan Hukum tidak hanya tajam kebawah, tapi tajam juga keatas maupun kesamping berdasar Hukum dan Keadilan.

JAYA DAN SUKSES KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (POLRI).

AAMIIN. Semarang, 25 Maret 2021.

0

Suara Indonesia News – Gresik. Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa serta karakter anggota, Polres Gresik menggelar pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) usai melaksanakan apel pagi hari Kamis (25/3/2021).

Bertempat dihalaman apel Mapolres Gresik Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo 214, Gresik kegiatan Binrohtal diikuti Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar S.H. S.I.K. M.Si., Seluruh PJU Polres Gresik, Perwira, Bintara dan ASN Polres Gresik.

Binrohtal diisi ceramah agama yang disampaikan oleh Ust. Fathoni Mukhlis  mengucapkan syukur Alhamdulillah  kita masih bisa berkumpul pada pagi hari ini dalam keadaan sehat wal’afiat.

“Bulan ini kita berada pada bulan Sya’ban dan tepat pada hari Ahad (Minggu) tepat memasuki pertengahan bulan Sya’ban yang artinya 14 hari lagi kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan” terang Ust Fathoni.

Bulan Sya’ban adalah bulan latihan, pembinaan dan persiapan diri agar menjadi orang yang sukses beramal shalih di bulan Ramadhan. Untuk mengisi bulan Sya’ban dan sekaligus sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan wajib bagi seorang muslin meningkatkan kualitas diri dalam beramal sholeh.

“Semoga kita bisa bertemu bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan,” ucapnya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, S.H. S.I.K. M.M., melalui Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar S.H. S.I.K. M.Si. berharap seluruh anggota meresapi ceramah yang telah disampaaikan oleh Ust. Fathoni Mukhlis untuk meningkatkan iman dan taqwa sebagai bekal di akhirat nanti dan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

“Semoga dengan binrohtal ini dapat menambah keimanan dan ketaqwaan yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan sebagai anggota Polri sehingga terwujud sikap profesional yang dilandasi dengan keimanan,” ungkap Kompol Eko Iskandar. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Bandung. Menindaklanjuti masalah meningkatnya pasien anak kecanduan gawai di Jawa Barat, kemarin saya mengadakan pertemuan virtual dengan pihak yang bersangkutan. Rabu ( 24/03 -2021).

Hasilnya, Pemda Provinsi Jawa Barat akan menggagas program SETANGKAI (Sekolah Aman Menggunakan Gawai) untuk mencegah fenomena kasus anak kecanduan gawai.

Kami juga akan memberikan peringatan dan sosialisasi kepada orang tua yang nantinya akan disampaikan oleh PKK, posyandu secara berkala. Semoga upaya ini bisa benar-benar mencegah bertambahnya pasien anak kecanduan gawai.

Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum dalam konferensi pers nya di kediaman nya menyatakan, ” Segera program ini kami akan laksanakan agar para penerus bangsa ini lebih fokus dalam menjalankan tugas nya sebagai pelajar serta dapat di awasi oleh para tenaga ahli di bidang nya masing-masing, agar lebih terarah”.

Di tambah kan nya lagi, “Kami akan melibatkan seluruh elemen masyarakat baik di tingkat terendah yaitu tingkat RT/ RW, serta ibu – ibu PKK baik tingkat desa hingga tingkat kabupaten di daerah masing masing untuk mensosialisasikan nya serta di dampingi para team ahli di bidang nya masing-masing”.

Semoga program ini terlaksana dengan baik dan dapat mengurangi jumlah anak kecanduan gawai khusus nya di provinsi Jawa barat ini kedepannya. Perlu dukungan dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik, ungkap nya kepada awak jurnalis yang meliput di tempat kediaman nya. (Sendi)

0

Suara Indonesia News – Surabaya. Sepekan Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke XXXI, yang diselenggarakan di gedung Islamic Center Surabaya ini berlangsung. Walau sedikit mengalami kendala namun kongres ini tetap berjalan lancar, sampai saat ini Rabu (24/3/2021) dengan agenda pleno ke tiga.

Hal tersebut disampaikan Ali Zakiyuddin, ketua panitia Nasional Konggres HMI ke  XXXI. Ia mengucapkan terimakasih kepada Forkopimda Jatim, atas dukungan, pelayanan dan fasilitasnya, sehingga kongres ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

“Saya selaku Ketua Panitya Nasional Konggres HMI ke  XXXI, mengucapkan terima kasih kepada Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, dan Pemprof Jatim, yang telah membantu fasilitas dan keamanan pelaksanaan Konggres HMI ke XXXI di Surabaya, sehingga Konggres ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ali juga menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasinya kepada adek-adek penggembira, yang telah mendukung dan mensukseskan kongres HMI ke XXXI ini.

“Terima kasih atas berbagai penyambutan dan fasilitas yang diberikan kepada adek-adek penggembira, kaders dari seluruh nusatara yang telah tiba di Surabaya,” tambahnya.

Perlu di ketahui bersama, setibanya peserta kongres HMI ke XXXI ini di Surabaya, dukungan dari berbagai pihak telah di lakukan, dari mulai tempat penampungan para peserta hingga mengajak para peserta untuk bertamasya keliling kota Surabaya untuk melihat indahnya kota Surabaya.

Tidak hanya itu, para peserta dari berbagai wilayah ini juga diajak berkunjung ke tempat pariwisata yang ada di Jawa Timur.

Selain itu, masyarakat Surabaya juga mendukung jalannya kongres HMI ini dengan memberikan tempat penampungan sementara, di rumah-rumah warga di sekitaran tempat terselenggaranya kongres ini, di kawasan Dukuh Kupang – Surabaya. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Gresik. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto S.H. S.I.K. M.M., menggelar silaturahmi bersama sejumlah organisasi buruh, Rabu (24/3/2021). Silaturahmi ini sebagai langkah sinergis aparat kepolisian dalam merangkul kalangan buruh.

Bertempat di salah satu rumah makan Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, acara tersebut dihadiri tidak kurang 17 perwakilan organisasi buruh. Di antaranya perwakilan SPSI, SPN, Kahutindo, KEP KSPI Gresik, LEM SPSI, KAHUT SPSI, SP NIBA SPSI, SPTI SPSI, RTMM SPSI, FNPBI, SARBUMUSI, SPBI KASBI, FSPMI, TSK SPSI, Lomenik dan FPN.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto S.H. S.I.K M.M. menyampaikan, terima kasih dan permohonan maaf atas koordinasi dan sinergitas yang terbangun selama ini. Ia menegaskan siap saling membantu ke depan demi kepentingan bersama.

“Polres Gresik akan senantiasa mengawal rekan-rekan sekalian dalam menyampaikan aspirasi. Sehingga dapat menjembatani hubungan dengan pemerintah, khususnya bupati,” tutur Alumnus Akpol 2001 tersebut.

Lebih lanjut AKBP Arief Fitrianto juga menyinggung soal tindak pidana yang kerap terjadi di sektor industri. Pihaknya tetap mengedepankan asas musyawarah mufakat. Sementara penegakan hukum merupakan langkah paling akhir yang bisa ditempuh.

“Kegiatan silaturahmi ini patut kita apresiasi bersama untuk membangun sinergitas. Ke depan harapannya bisa terlaksana kembali,” pungkas mantan Kapolres Ponorogo.

Kesempatan silaturahmi bersama Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dimanfaatkan sejumlah perwakilan buruh untuk menyampaikan aspirasinya. Mulai dari banyaknya PHK selama pandemi covid-19, vaksinasi bagi buruh, tindak pidana di sektor industrial hingga curhatan masih banyak pekerja yang belum mendapat jaminan sosial. Juga persiapan jelang aksi hari buruh sedunia 1 Mei mendatang. (Hari R)

 

0

Suara Indonesia News – Lhokseumawe. Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH menjemput “Kue Surga”, kali ini pria nomor satu di jajaran Polres ini mengunjungi warga penderita sakit mata di Desa Teupin Ara, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Rabu (24/3/2021).

Penderita sakit tersebut adalah Farhan Bin Abdullah yang berusia 22 tahun. Awalnya, mata pemuda ini masuk pasir saat bekerja sebagai kuli bangunan. Seusai pasir masuk ke dalam mata Farhan, dia mencuci dengan air dan kembali bekerja.

Tetapi, saat tidur pada malam hari, tiba-tiba terjadi pendarahan di matanya dengan menahan rasa sakit. Malam itu, Farhan hanya seorang diri, karena rekannya telah pulang ke rumah, tak jauh dari rumah Farhan.

Pada pagi hari, para tetangga membawanya ke Rumah Sakit di Lhokseumawe, tetapi tidak mampu melakukan operasi. Sehingga, dirujuk ke RSUZA Banda Aceh pada Rabu (17/3/2021) untuk pelaksanaan dioperasi matanya.

Operasi mata Farhan pun dilakukan pada Jumat (19/3/2021) sore, usai dioperasi pemuda ini pun diperbolehkan pulang ke kampung halamannya. Tetapi, persoalan lain muncul, untuk mendapatkan mata pengganti, Farhan dibebankan biaya yang tidak disebutkan jumlahnya.

Pada kesempatan tersebut, selain melihat langsung kondisi Farhan, Kapolres juga menyerahkan bantuan kepada keluarga Farhan, diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi keluarga.

Menurut Kapolres, kunjungan dalam rangka menjemput “kue surga” tersebut merupakan rasa empati Polres Lhokseumawe kepada masyarakat di wilayah hukumnya yang membutuhkan uluran tangan.

“Mudah-mudahan, santunan dan bantuan yang saya antarkan ini dapat bermanfaat untuk meringankan beban keluarga. Semoga warga kita ini diangkat penyakitnya oleh Allah SWT,” ujar Kapolres Lhokseumawe yang juga didampingi Kapolsek Samudera, AKP Erpansyah Putra serta perangkat Gampong Teupin Ara.

Sementara itu, perangkat desa mewakili keluarga menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan santunan yang telah diberikan Kapolres Lhokseumawe. Pihaknya berharap, semoga AKBP Eko Hartanto diberikan umur panjang dan lancar dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolres Lhokseumawe. (Azhari)

 

0

Suara Indonesia News – Aceh Tenggara. Sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Aceh Tenggara, Zoel kanedy. S mengatakan, hari pertama melakukan studi banding pengembangan desa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) berjalan dengan lancar tanpa ada kendala dan hambatan,

“Sebanyak 650 peserta dibagi dengan sejumlah kelompok, yang di pandu oleh pihak panitia lokal mengunjungi desa wisata dan sejumlah tempat objek wisata lainnya,” kata Zoel kanedy,s, Rabu 24 Maret 2021.

Ia mengharapkan setelah studi banding ini, para peserta mampu menyerap dan belajar wisata, supaya dapat memberi manfaat atas kunjungan tersebut, serta mengimplementasikan dan menerapkan di desa masing – masing.

Selain itu, kata dia, kunjungan wisata ini dapat menambah wawasan para kepala desa dan Badan Permusyawaratan Kute (BPK). Sehingga potensi wisata ini dapat dikembangan dan diterapkan di desa. Hal ini bertujuan untuk menggali potensi dan dijadikan sebagai sumber Pendapatan Anggaran Desa (PAD) hingga meningkatkan pendapatan masyarakat desa .

Peserta kunjungan pengembangan wisata desa ini dijadwalkan selama empat hari sejak Rabu 23 Maret 2021 hingga 26 Maret 2021. Para peserta diharapkan tetap tertib dan mengikuti kegiatan ini secara serius dan mengambil manfaat yang positif.

“Saya berharap peserta tetap serius dalam menjalani kegiatan ini, sehingga anggaran dana desa sebesar Rp30 juta per desa yang digunakan tidak menjadi sia-sia,” harap Zulkanedi.

Sebelumya, sebanyak 650 peserta aparat desa terdiri dari pengulu kute (kepala desa) dan Ketua Badan Permusyawaratan Kute (BPK) di berangkatkan ke Lombok, NTB, guna mengikuti studi banding pengembangan wisata desa. Mereka berasal dari 320 desa dari 16 kecamatan se Aceh Tenggara dengan menggunakan dana desa tahun anggaran 2021. (yusuf)

0

Suara Indonesia News – Bengkalis. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkalis, Nanik Kushartanti menjadi sorotan di dunia maya lewat media sosial, facebook, pada pekan keempat Maret 2021.

Kritikan pedas dari seorang ‘warga net’,  ‘minta Jaksa Agung copot jabatan Kejari Bengkalis yang wanprestasi dalam tangani berbagai kasus korupsi’ tertulis di dinding facebooknya, yang bikin Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis rada viral dan jadi sorotan.

Bagaimana Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkalis, Nanik Kushartanti sikapi kritikan ‘warga net’ ini petikan wawancara lewat pesan singkat WhatsApp, pada Rabu 24 Maret 2021 siang.

Selama menjabat Kepala Kajaksaan Negeri Bengkalis, Kinerja Ibu dikritik ‘warga net’ wanprestasi!

Saya bekerja sesuai kententuan peraturan perundang-undangan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada di Kejaksaan. Penyidikan perkara masih berlangsung dan berjalan. Jadi, apa permasalahannya?

‘Kalau terkesan lambat, iya. Harap maklum, penyidik cuma 3 orang banyak yang mesti dikerjakan’.

Total perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ditangani Kejaksaan Negeri Bengkalis dan sejauh mana progresnya?

Pada Tahun 2020, perkara UED SP di  Kecamatan Bukit Batu, prosesnya sudah inkrah dan dieksekusi Tahun 2021 ini. Terus kasus DIC, dan KONI masih penyidikan dan perkara masih berjalan.

‘Beberapa kasus yang sifatnya masih pengumpulan bahan keterangan dan pol data. Disamping itu, menyidangkan perkara Tipikor yang disidik Polres Bengkalis masih dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Bengkalis’.

Bagaimana sikap Ibu tentang ‘warga net’ minta Jaksa Agung copot jabatan Kejari Kabupaten Bengkalis?

Saya menjadi Kajari amanah dari pimpinan. Kalau dicabut amanahnya lantaran dianggap tidak becus bekerja, kapanpun siap saja. Saya tidak gila jabatan, tandasnya.

Sepuluh tahun belakangan ini, perkara Tipikor di Kabupaten Bengkalis negeri yang kaya dengan sumber daya alam, wilayahnya meliputi pulau dan daratan memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp3,2 triliun Tahun 2021, jadi pergunjingan di Republik Indonesia.

Itu disebabkan Dua Bupati yang dipilih rakyat lewat pesta demokrasi jadi pesakitan setelah tersandung Tipikor.

Bisa jadi, ini alasannya aparat penegak hukum khususnya yang tangani Tipikor jadi sorotan dan pergunjingan di ranah publik.

Masyarakat berharap perkara-perkara Tipikor ‘Negeri Junjungan’ nama lain dari Kabupaten Bengkalis baik bisa diungkap terutama perkara Tipikor yang sudah tahap proses lidik dan sidik oleh pihak yang berwenang. (Mus)