0

Suara Indonesia News – Jakarta. Sidang kedua sengketa gugatan Pilkada Kabupaten Samosir 2020, Kamis 25 Februari 2021 mulai terkuak fakta-fakta adanya dugaan money politic atau politik uang. Dimana ditemukan dan adanya pengakuan, bahwa ada pemberian togu-togu ro dalam adat Batak.

Padahal pemberian apapun menjelang coblosan atau saat coblosan tetap politik uang. Hal ini sesuai aturan dari KPU RI, bahwa mempengaruhi pemilih dalam bentuk apapun, agar bisa mencoblos pasangan calon tertentu adalah politik uang.

Hal ini disampaikan Syafrudin Budiman SIP, Pengamat Politik, saat diwawancarai di Jakarta, Jumat pagi (26/02/2021).

“Praktek money politic atau politik uang, tentunya dilakukan dalam bentuk modus apapun, dalam rangka mempengaruhi pemilih. Salah satunya di Pilkada Kabupaten Samosir yang menggunakan budaya Batak, togu-togu ro untuk meraih simpati pemilih,” kata Direktur Andalan Institute ini.

Kata Syafrudin, gugatan adanya politik uang di Pilkada Kabupaten Samosir 9 Desember 2020 sedang berlangsung secara online di MK. Pasangan calon Rapidin Simbolon-Juang Sinaga (Rap Berjuang) menggugat adanya praktek money politik di Pilkada Kabupaten Samosir tahun 2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saat ini proses persidangan masuk pada tahapan mendengarkan keterangan saksi-saksi. Ternyata dalam fakta persidangan ditemukan adanya penggunaan money politic secara terstruktur, sistematis dan massif. Dimana ada pemberian berupa togu-togu ro dalam adat Batak,” jelas Syafrudin sapaan akrabnya.

Katanya, dengan adanya temuan money politic atau politik uang ini, maka MK bisa melakukan diskualifikasi kandidat terpilih. Dimana pasangan Vandiko-Martua (Vantas) memperoleh suara terbanyak  sebesar 41.806 suara atau 53,16 persen digugurkan dan pasangan petahana Rapidin Simbolon-Juang Sinaga yang meraih suara sebesar 30.238 suara atau 38,45 persen bisa ditetapkan sebagai calon terpilih.

“Kita lihat fakta sidang berikutnya. Apakah ada lagi fakta-fakta terungkap, yang akan memberatkan calon kepada daerah terpilih Kabupaten Samosir?,” tukas Syafrudin.

Sarjana Ilmu Politik Lulusan FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWS) ini menjelaskan, memang hakim MK tidak mensidangkan kasus politik uang, tetapi selisih suara. Akan tetapi katanya, jika terbukti adanya money politic yang berpengaruh pada selisih suara, hakim MK bisa mengambil keputusan diskualifikasi.

“Hal ini pernah terjadi dalam putusan sebelumnya. Hakim mendiskualifikasi calon terpilih dan menetapkan pasangan kedua menjadi pemenang,” ungkap Syafrudin.

Kata dia, dugaan pencucian uang yang sangat fantastis (money laundry) di Pilkada Kabupaten Samosir, modusnya adalah secara terang-terangan membagi-bagikan uang kepada pemilih. Bahkan dari tim kuasa hukum Tim Rap Berjuang menemukan adanya dugaan angka yang mencapai puluhan miliar dan satu pemilih satu juta suara.

“Sungguh fantastis, MK bisa mempertimbangkan fakta-fakta di lapangan dan melihat saksi-saksi yang ada. Jika terbukti pengamatan saya pagi didiskualifikasi dan malah Tim Rap Berjuang bisa langsung ditetapkan sebagai pemenang di Pilkada Kabupaten Samosir,” pungkas Syafrudin.

Sementara itu Arnol Sinaga, SE, SH, CLA., Pengamat Hukum mengatakan, perlu dicermati bahwa sidang sebelumnya sudah ditemukan dugaan tanda tangan palsu. Dan pada sidang hari ini (red-Kamis, 21 Februari 2021) ditemukan adanya pengancaman.

“Kalau itu benar ada ancaman yang berbahaya bagi saksi dan petugas tentu sudah kelewatan. Sunggu parah juga ya,” terang Arnol sapaan akrabnya.

Menurutnya, dirinya sebagai pengacara pastinya banyak belajar hukum, kami berharap Mahkamah Konstitusi bisa mencermati dan tegas melihat fakta-fakta persidangan. Tentu hakim MK bisa juga mempertimbangan dari video persidangan yang terbukti ada money politic.

Arnold menilai togu-togu ro dalam adat Batak jangan disamakan dengan money politic dalam Pilkada. Togu-togu ro dalam adat Batak diberikan sebagai pengingat akan adanya acara adat Batak, agar hadir.

Sementara itu money politic dalam Pilkada sama saja memberikan uang, yang tentu menyalahin aturan (red-tidak diperbolehkan). Dimana tujuannya supaya memilih calon, sehingga hal itu murni disebut politik uang.

“Jangan disamakan togu-togu ro di dalam adat Batak, dengan money politic dalam pilkada. Semua sudah terlihat jelas, tinggal hakim mengambil keputusan seadil-adilnya dalam putusan perkara. Dimana praktek money politic atau politik uang yang sangat terstruktur, sistematik dan massif telah merusak demokrasi di Kabupaten Samosir,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, jangan juga pihak terkait memelintir hukum seolah-olah pemberian togu-togu ro dalam adat Batak dan tidak melanggar hukum. Padahal hal itu dibagikan atau diberikan saat menjelang coblosan dan saat coblosan Pilkada Kabupaten Samosir.

“Dengan money politic dalam pilkada, ya jelas ngawur, karena dalam pilkada jelas politik uang itu tidak boleh kan,” tandas Arnol.

Katanya, pada sidang sengketa Pilkada Kabupaten Samosir 2020 kita ikut prosesnya, sesuai fakta persidangan. Dimana kita percayakan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memutus seadil-adilnya.

“Kita ikuti proses sidang lanjutan yang akan berlangsung dan kita harapkan MK memeriksa fakta-fakta persidangan  ldugaan money politik di Pilkada Samosir,” ujar Arnol.

Terakhir katanya, TIm Rap Berjuang, bisa optimis bisa memenangkan gugatan karena memiliki bukti yang sangat kuat. Kata dia, dalam pokok pokok gugatan, pihak penggugat sudah melampirkan video viral politik uang.

“Sudah ada bukti-bukti kuat permainan politik uang yang dibagi-bagikan kepada masyarakat. Bahkan hingga 1 juta rupiah per pemilih yang terjadi dalam proses Pilkada di Samosir.  Semoga keadilan dan hukum bisa ditegakkan,” tandasnya. (Gd)

Berikut Video Sidang Sengketa Pilkada Samosir :

0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan di wilayah Aceh Singkil hari ketiga bertepatan di Kecamatan Singkil, Aceh Singkil. Kegiatan itu berlangsung di Aula Kantor Camat, setempat, Kamis (25/2/2021).

Musrenbang tersebut dihadiri Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Sazali, S.sos, bersama Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Aceh Singkil, Muspika Kecamatan Singkil, Imum Mukim dan Seluruh Kepala Desa dan Badan Permusyawatan Gampong (BPG) di wilayah Kecamatan Singkil serta undangan lainnya.

Dalam penyampaiannya, Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Sazali, S.sos menyinggung terkait destinasi wisata yang ada di lima kecamatan yakni Kecamatan Singkil, Singkil Utara, Kuala Baru, Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat yang harus ditingkatkan untuk membantu menunjang perekonomian masyarakat.

Wakil Bupati menambahkan, bahwa pengembangan wisata menjadi tugas kita bersama, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah sampai ke pemerintah pusat.

“Tentunya terlebih dahulu bantuan dari masyarakat, apa yang harus dibantu masyarakat yaitu membuat sebuah gerakan bagaimana supaya tempat-tempat berwisata itu terlihat indah, seperti kebersihan, karena kebersihan itu bisa mendorong kemajuan berwisata daerah kita,” ungkapnya.

Sazali juga menyampaikan, salah satu kendala yang menyebabkan pengunjung wisata saat ini berkurang adalah karena masalah transportasi.

“Karena dari Medan itu tujuh atau sekitar delapan jam perjalanan untuk pengunjung dari jauh merasa sangat membutuhkan waktu dan kita lihat di daerah lain itu juga yang menjadi persoalan terkait transportasi yang begitu diutamakan. Ini mungkin nanti kalau sudah jadi bandara kapal terbang (pesawat) yang kita usulkan tersebut dan kapal Aceh Hebat 3 sudah berjalan, saya yakin pengunjung pasti akan semakin ramai, karena dimana-mana pun harus ada infrastruktur dan pelayanan publik, mohon semua dukungannya,” jelasnya.

“Selain itu kita juga harus berusaha untuk membuat usaha-usaha seperti kuliner, membuat restoran, hotel, itu harus ada. Sebab orang yang pergi berwisata itu kebanyakan orang banyak duit. Ndak juga mungkin mereka mau tidur di masjid, ndak juga mereka mau makan di sembarang tempat. Itu harus kita usahakan ada nanti,asyarakat bersama-sama dengan pemerintah daerah agar dapat untuk mengakomodir ini semua,” ungkapya.

Sazali juga menyampaikan harapannya agar yang dibicarakan dalam Musrenbang tersebut meski mungkin tak terlalu banyak, tetapi yang paling utama adalah fokus sesuai dengan potensi.

“Jadi kita berbicara khusus di lima kecamatan di Singkil ini dulu, sudah dikenal sejak lama potensinya adalah pariwisata, perdagangan serta perikanan. Jadi fokus di tiga itu saja dulu untuk membuka lapangan pekerjaan yang selalu kita galakkan. Bahkan potensi-potensi yang ada di Aceh Singkil ini sudah kita sampaikan kepada Bapak Menteri, semoga apa yang kita cita-citakan untuk seluruh Aceh Singkil agar tercapai,” harapnya. (Salomo)

0

Suara Indonesia News – Kota Cirebon. Dengan rangkaian kendaraan unit R4 Lantas, unit R4 Satpol PP, unit R4 Brimob Den C, unit R4 Denpom, unit Truck Dalmas dan 1 (satu) unit R4 Provos. Bergerak guna melaksanakan Ops Yustisi untuk menekan angka Covid-19 di Kota Cirebon yang awalnya rendah menjadi tinggi. Dengan mengambil route Start : Mako Polres Cirebon Kota – Jalan Veteran – Jalan Kartini – Jaĺan Tuparev – Jalan Brigjend Dharsono –  Jalan Pemuda – Jalan Cipto Mangunkusumo – Jalan Kartini – Jalan Veteran  – kembali ke Mako Polres Cirebon Kota, Kamis (25.02.21).

Operasi Yustisi gabungan TNI – Polri, Satpol PP dan Patroli KRYD dalam rangka penanggulangan Covid-19 dengan sasaran tempat keramaian seperti Fasilitas Umum dan Cafe – cafe yang berada di Wilayah Hukum Polres Cirebon Kota sebagai penanggungjawab Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, SH., S.IK., MH., dengan dipimpin  Kasubag Humas Polres Cirebon Kota Iptu Ngatidja, SH.MH.

Terima kasih untuk kehadiran Iptu Dadi Wahidin, Amd selaku Padal juga Ipda Endang (Pa Jaga ). Rekan-rekan Gabungan piket fungsi personil Polres Cirebon Kota 20 orang, Personil Brimob Den C 5 orang, Personil Pomal Cirebon 2 orang, Personil Denpom Cirebon 2 orang, Personil Kodim 0614 Kota Cirebon 2 orang dan Personil Satpol PP Kota Cirebon 6 orang,” mengawali arahan Kapolres Cirebon Kota yang disampaikan Iptu Ngatidja, SH.MH., Kasubag Humas Polres Cirebon Kota.

“Malam ini kita akan melaksanakan Ops Yustisi dalam rangka pemberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Diperlukan peranan semua kompenen untuk menekan penyebaran Covid-19. Kita akan intens melakukan patroli, sweeping dan himbauan tentang Protokol Kesehatan khususnya 5M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” ujar Kasubag Humas Polres Cirebon Kota.

Masih kata Ngatidja “Atas nama Kapolres Cirebon Kota, kami mengucapkan terima kasih. Atas kinerja Rekan-rekan sekalian. Saya harapkan kita bisa menjadi ujung tombak di Kota Cirebon untuk menekan angka penyebaran Covid-19, dan semoga yang kita lakukan dapat mendapatkan balasan dari yang Maha Kuasa dan menjadi ladang amal bagi kita,” tutup Iptu Ngatidja, SH., MH.,  Kasubag Humas Polres Cirebon Kota.

Kegiatan patroli gabungan Ops yustisi berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Dalam pelaksanaanya membagikan 20 Pcs masker dan menegur 5 orang yang tidak menggunakan masker dengan benar, serta tidak diketemukan adanya kerumunan warga. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Kuningan. Disambangi jelang rapat, kepala Desa Bojong Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Nurul Komariah,S.Sos., tengah melakukan pembenahan dan persiapan pengembangan potensi potensi desa, termasuk Bumdes Wisata dan pembangunan lainya.

Salah satu potensi yang sedang dipersiapkan nya terkait dengan potensi sumber daya alam, yaitu pemanfaatan seputar lahan di lingkungan situ bojong yang rencananya akan dijadikan kawasan wisata terpadu dan edukasi yang ramah lingkungan. Termasuk didalamanya nanti wisata kelinci, camping ground dan lain lain, ujar Ibu kades Bojong.

Menurut ibu kades, Desa Bojong memiliki masyarakat kelompok ternak kelinci yang jumlahnya hampir 20 kelompok yang sudah dapat diandalkan. Karena sering melakukan pertandingan sampai mendapat juara tingkat nasional dalam kotes kelinci dan hal tersebut dikuatkan oleh Kurniawan, salah satu  ketua kelompok ternak kelinci ketika di temui di kediamanya kamis 25 februari 2021.

Bahkan menurut Ketua kelompok, Kontes kelinci ini sering dilakukan di berbagai daerah di indonesia, terahir mengikuti kontes kelinci di kota semarang dan Alhamdulillah kelinci dari kuningan mendapat juara, ujar kurniawan dan di desa bojong sudah hampir 20 kelompok peternak kelinci yang siap untuk dikembangkan.

terlebih kepala desa  Bojong sangat mendukung dan mempasilitasi dalam pengembangan budi daya kelinci yang akan diteruskan mejadi sebuah wisata edukasi, ujarnya .

lebih lanjut Kades Nurul menyampaikan, desa bojong saat ini tengah melakukan giat pengembangan usaha, baik bidang bumdes, termasuk wisata, pembinaan karang taruna , Ormas PP dan usaha masyarakat. Alhamdulilah, sekarang baik masyarakat mapun pemerintah desa tengah semangat semangatnya bekerjasama untuk gerakan perubahan desa bojong.

Dalam sektor wisata, khususnya wisata religi desa, Sekdes Dedi Syiarudin menyampaikan, Desa Bojong memiliki sejarah desa  yang bisa dikaitkan dengan sejarah kuningan, karena ada makom/ patilasan Raden Adipati Kuningan, dan ini rencananya akan dijadikan kawsan wisata religi, sebagai pengingat kepada sejarah dan perjuanganya para leluhur,  ujar kades menambahkan  kepada media. (Sep/rie/die)

0

Suara Indonesia News – Tanjung Pinang Kepri. Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Wadanlantamal IV) Tanjungpinang Kolonel Marinir Andi Rahmat M, bersama Pabanren Puanpotmar Kolonel Laut (KH) Drs.Heri Samudra, Pjs Kadispotmar Latamal IV Letkol  Laut (S) Seffirson,S.H., dan Kasubdis Binpuan Dispotmar Lantamal IV Mayor Marinir Waluyo melalui video conference (vicon) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Rapat Kerja Teknis Rakernis) di Ruang Kendali Utama (RKU) Mako Lantamal IV Jl.Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang Kepri, Kamis (25/2/2021).

Acara di Mabesal Cilangkap Jakarta Timur  dipimpin langsung oleh Asisten Potensi Maritim Kepala Staf Angkatan Laut (Aspotmar Kasal) Mayor Jenderal TNI Marinir Widodo Dwi Purwanto mengusung tema “Melalui Rakor dan Rakernis Potmar Kita Wujudkan Insan Potmar Yang Profesional, Tangguh dan Dicintai Rakyat Guna Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Serta Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa dan Keutuhan NKRI”.

Beberapa Narasumber yang ikut berpartisipasi pada acara tersebut yaitu paparan dari Paban 1 Ren Spotmar tentang Evaluasi Program Kegiatan Spotmar Tahun 2020 dan Rencana Program Kegiatan Spotmar tahun 2021, kemudian paparan dari Sekdispotmaral tentang Program Kampung Bahari Nusantara, paparan dari Kasubdis Progla tentang Program Ketahanan Pangan.

Setelah istihat sholat makan, dilanjutkan dengan paparan Pabandya RRWP tentang Program RRWP Laut, dan paparan Kasi SBJ tentang Data Center Dispotmaral.

Dalam penyampaian arah kebijakannya Aspotmar Kasal mengatakan “Kampung Bahari Nusantara (KBN) harus disosialisasikan ke Pemda setempat,LSM dan akademisi, kemudian direncanakan 1 Desa 1 orang Babinpotmar yang diambil dari Satker dimana Babinpotmar adalah jabatan fungsional”, tuturnya.

Dikatakan juga “Kegiatan ketahanan pangan Satkowil dan Satnonkowil menggunakan lahan tidur serta berperan aktif diolah raga perairan, tetap selalu berkoordinasi dengan Pemda setempat, dan Pramuka Saka Bahari dikembangkan kembali karena itu generasi penerus insan maritim, pangkasnya. (Kadispen Lantamal IV – OBET)

0

Suara Indonesia News – Pamekasan. Forkopimda Jatim Gubernur Jawa Timur Khofirah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkoarmada II Laksda TNI I.N.G Sudihartawan dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Silaturahmi sekaligus Takziyah serta mengucapkan bela sungkawa atas musibah Bukit setinggi 70 meter di dekat Pondok Pesantren Annidhomiyah di Dusun Jepun Desa Bindang Kec. Pasean Kab. Pamekasan longsor dan menimpa asrama santriwati. Kamis (25/2/2021) sore

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, didampingi Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kapolda Jatim menyebutkan, bahwa sangat prihatin dan berduka atas peristiwa yang menimpa tanah longsor di Pondok Pesantren (Ponpes) yang mengakibatkan 5 (lima) Santriwati meninggal dunia karena tertimpa tebing yang longsor.

Dari peristiwa ini, setidaknya ada 3 (Tiga) kamar yang tertimpa longsor, sehingga menyebabkan 5 (Lima) santriwati meninggal dunia, 2 (Dua) santriwati masih dirawat di Rumah Sakit.

“Saya (Gubernur Jatim) bersama Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kapolda Jatim, mengucapkan bela sungkawa sedalam dalamnya, atas musibah yang terjadi di Pondok Pesantren Annidhomiyah. Yang menyebabkan duka mendalam,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (25/2/2021) sore.

Selain mengucapkan bela sungkawa, Forkopimda Jatim, juga memberi bantuan.

Diberitakan sebelumnya, Bukit setinggi 70 meter di dekat Pondok Pesantren Annidhomiyah di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Pada hari Rabu (24/2/2021) dini hari lalu terjadi longsor.

Peristiwa ini menyebabkan 5 (Lima) santriwati meninggal dunia. Dua diantaranya masih dirawat di Rumah Sakit. Peristiwa ini terjadi, saat hujan lebat terjadi di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.

Berikut identitas 5 santriwati yang meninggal dunia akibat timbunan longsor :

  1. Rubiatul Adhawia (14) asal Desa Poreh Kec. Karangpenang Kab. Sampang.
  2. Siti Khomariyah (16) asal Kec. Sumberjambe Kab. Jember.
  3. Santi (14) asal Desa Dukuhmencek Kec. Sukorambi Kab. Jember.
  4. Nur Aziza (13) asal Desa Dukuhmencek Kec. Sukorambi Kab. Jember
  5. Nabila (12) asal Desa Sempong Barat Kec. Pasongsongan Kab. Sumenep. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Samosir. Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar konferensi pers di Aula kantor Bupati Samosir, Pangururan, Kamis 25 Februari 2021.

Kepala Dinas Kominfo Kab. Samosir yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kominfo Saut M. Manihuruk menyampaikan bahwa konferensi pers ini dilaksanakan dalam rangka menjalin kemitraan dan partisipasi aktif pers wartawan/jurnalis untuk menyebarluaskan informasi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah, pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Samosir. Peserta konferensi pers ini diikuti oleh wartawan/jurnalis yang bertugas di Kabupaten Samosir.

Dalam sambutannya Plh. Bupati Samosir menyampaikan sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan banyak memperoleh saran dan masukan dari rekan-rekan pers yang bisa disampaikan secara langsung ataupun tulisan dalam media. Menyadari peran pers merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan bangsa indonesia dan etika insan pers yang diamanahkan dalam UU Pers No 40 Tahun 1999, hati nurani juga menjadi prioritas untuk mempertimbangkan berita-berita yang akan dipublikasi.

Adapun beberapa hal penting yang disampaikan dalam konferensi pers ini antara lain terkait perkembangan Covid-19 di Kabupaten Samosir sampai pada hari ini tidak ada kasus baru dan 13 orang sembuh dengan jumlah konfirmasi positif 12 orang dengan kumulatif jumlah kasus 174 kasus, dan dalam penanganannya satgas Covid-19 akan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro dan operasi yustisi untuk memastikan penegakkan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Pemerintah Kabupaten Samosir sudah melaksanakan Vaksinasi Covid-19 tahap pertama dan sedang mempersiapkan pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Dalam pertemuan ini disampaikan Pemerintah Kabupaten Samosir sedang mempersiapkan perayaan hari jadi Kabupaten Samosir dan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan yang sudah dimulai pada tanggal 18 Februari sampai dengan 03 Maret 2021.

Plh. Bupati Samosir diakhir sambutannya mengharapkan dukungan dari rekan-rekan  pers untuk dapat mengedukasi masyarakat melalui tulisan dan pemberitaan yang informatif serta menyejukan terkait pandemi Covid-19 di Kabupaten Samosir dan mengajak seluruh masyarakat samosir untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan dialog interaktif yang dipandu oleh Asisten I Drs. Mangihut Sinaga, wartawan/jurnalis menyampaikan saran dan pertanyaan yang langsung dijawab oleh Plh. Bupati Samosir dan SKPD terkait, secara umum konferensi pers berjalan dengan baik dan lancar. (Jabs)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Keberadaan RW alias Rukun Warga di suatu desa seharusnya tetap diperlukan untuk pemutakhiran data penduduk dan sebagai garda depan dalam pembangunan lingkungan, Desa Pasindangan dengan 5 RW yang tetap memfungsikan tugas RW sebagaimana mestinya walaupun kebijakan Pemerintah Pusat cenderung meniadakan peran RW dalam mengelola permasalahan kependudukan.

Indra Triadi saat menjabat Kuwu Desa Pasindangan langsung melakukan gebrakan dengan mengadakan pemilihan RW serentak pasalnya sampai dirinya menjabat RW periode kepengurusan RW tidak jelas bahkan ada yang sudah tidak habis masa berlakunya tetap menjabat menjadi RW, sejak pemilihan RW di tahun 2016 lalu, periode kepengurusan RW ditetapkan selama 5 tahun dan di tahun ini berakhir sampe bulan april mendatang.

Indra Triadi yang ditemui di ruang tamu Desa Pasindangan (Kamis, 25-02-2021) lebih lanjut menjelaskan untuk wilayah Desa Pasindangan yang berbatasan dengan kota dan mayoritas penduduknya pekerja baik di pemerintah maupun swasta, fungsi RW masih dirasakan manfaatnya bagi warga yang karena kesibukannya tidak bisa mengurus sendiri permasalahan kependudukan seperti pembuatan KTP ataupun Kartu Keluarga bahkan bila ada hajatanpun RW diperlukan untuk mengurus perijinan yang diperlukan.

Pemilihan RW sendiri rencana akan digelar di akhir bulan maret tepatnya tanggal 28, sebelum masa baktinya habis di bulan april, bagi RW yang saat ini menjabat boleh mendaftarkan lagi untuk periode berikutnya dan harus cuti dulu saat ditetapkan menjadi calon RW dan digantikan Sekretaris RW yang disahkan Kuwu.

Tugas RW sendiri tetap memberi surat pengantar bagi warga yang mau mengurus KTP ataupun KK, surat pengantar itu berlaku hanya sampai di tingkat desa, selanjutnya Desa menyiapkan formulir untuk ke kecamatan, dengan berjaĺannya mekanisme yang aďa, Desa bisa mengupdate data kependudukan tiap bulan untuk pergerakan bagi warga yang pindah ataupun datang menjadi warga desa, juga bayi yang lahir dan warga yang meninggal setiap bulan, semua tercatat dan dilaporkan pada kecamatan.

Kuwu Pasindangan berharap pada RW baru terpilih atau yang melanjutkan masa bakti untuk tetap menjadi tonggak terdepan dalam penanganan permasalahan di tingkat RW karena jelas tidak mungkin bila semua warga langsung berhubungan dengan Kuwu dalam setiap penanganannya, urai Indra Triadi menutup perbincangan. (Hatta)