0

Suara Indonesia News – Lamongan, Dalam acara Kopdar Gabungan dihadiri Wakil Bupati Lamongan Ibu Dra.Hj.Kartika Hidayati MM, MHP, beserta anggota IKL Nusantara juga para undangan yang hadir, bertempat di Cafe Alamanda Jl.Raya Lamongrejo Selatan Tugu Adipura Kabupaten Lamongan.

Sebelum acara kopi darat dimulai, Wakil Bupati Lamongan Ibu Dra.Hj.Kartika Hidayati MM,MHP, di dampingi Ketua Umum komunitas IKL Nusantara, Ketua Komunitas IKL Nusantara Korwil Lamongan sdr. SAIFUL beserta Anggotanya, acara dilanjutkan dengan memotong tumpeng sebagai bentuk syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi. Minggu (16/02/2020) sekitar pukul 12.00 Wib

Wakil Bupati Lamongan Ibu Dra.Hj.Kartika Hidayati MM,MHP, mengaku bersyukur atas undangan yang diberikan oleh komunitas IKL Nusantara untuk hadir di acara Kopdar ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara sekalian dari komunitas IKL Nusantara yang telah mengundang saya dalam acara kalian kopi darat di sini di Cafe Alamanda,” kata Wakil Bupati Lamongan.

Masih Ibu Dra.Hj.Kartika Hidayati MM,MHP, mengapresiasi adanya komunitas IKL Nusantara, semoga kedepannya bisa bekerjasama antara pihak pemerintahan baik Polri/TNI, juga kalau ada kejadian kecelakaan lalu lintas bisa membantu, juga para undangan yang sudah Jauh-jauh hadir dari berbagai komunitas dan daerah, Tuturnya saat ditemui media.

Di samping itu, ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Ketua  komunitas IKL Nusantara Korwil Lamongan sdr. SAIFUL, mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Lamongan Ibu Dra.Hj.Kartika Hidayati MM,MHP., sudah menyempatkan hadir di acara kami Kopdargab dan saya juga ucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman yang sudah hadir baik dari BWL, MIT, NEW’S ILS GERBANGKERTASUSILA, Nds (Ndukun Sumpek) dan lainnya tidak bisa saya sebutkan satu persatu, alhamdulillah berjalan lancar dan sukses. Ungkapnya

Acara ditutup dengan hiburan dan ramah tamah serta foto bersama seluruh member yang hadir bersama Ibu Wakil Bupati Lamongan. (Hari Riswanto)

 

0

Suara Indonesia News – Kepulauan Selayar, Rangkaian blusukan digelar Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia ( GNPK-RI) Kabupaten Kepulauan Selayar. Sulawesi-Selatan, hari, Minggu, (16/02).

Agenda blusukan dipusatkan di bekas, bangunan gudang KUD Pelita, di ruas jalan Veteran Benteng yang saat ini, tidak lagi termanfaatkan dan tidak terurus sama sekali.

Dalam rangkaian blusukannya kali ini, Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia, sempat bertemu dan berbjncang bersama, Hj. Sitti Asyiah yang mengaku sebagai isteri salah seorang tokoh pengagas, pembangunan gudang KUD Pelita, di era tahun 1978-1979 silam.

Bangunan gudang tua yang sudah berusia kurang lebih empat puluh dua tahun  yang merupakan asset tidak bergerak, milik ex. anggota KUD Pelita tersebut,  kini dikuasakan pemanfaatannya, kepada Hj. Sitti Asyiah dengan ketentuan yang bersangkutan, berkewajiban melunasi pajak bumi dan bangunan gudang beserta lokasinya.

di hadapan jajaran Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia, Sitti Aisyiah menuturkan keinginanan dan harapannya kepada pemerintah kabupaten untuk dapat turun tangan dan menggelontorkan anggaran rehabilitasi ex. bangunan KUD Pelita, agar dapat kembali dimanfaatkan oleh warga masyarakat untuk menyimpan stock hasil bumi dan pertanian.

Ia berharap, harga kopra dan cengkeh yang saat ini, sangat anjlok dapat segera kembali stabil agar petani dan warga masyarakat bisa menghela nafas lega, seperti sebelumnya.

Di lokasi yang sama, Ketua GNPK-RI Kabupaten Kepulauan Selayar, Fadly Syarif, mengutarakan, “Kegiatan blusukan ini merupakan agenda rutin yang digelar jajaran Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia.

Hampir pada setiap kegiatan kunjungan, kita senantiasa memberikan motivasi dan semangat kehidupan bagi masyarakat dalam menghadapi pasang surut harga komoditi pertanian dan hasil bumi”.

Hal ini kita lakukan sebagai wujud nyata kepeduliaan dan keberpihakan ormas GNPK-RI terhadap upaya peningkatan taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Selain berdialog dengan masyarakat, agenda kunjungan kita fokuskan untuk melihat dan menyaksikan kondisi fisik bangunan gudang yang sudah sangat memprihatinkan.

Beberapa bagian dindingnya mulai retak, dan bahkan, hancur termakan usia.

Sementara rangka bangunan dan atapnya, sudah rusak total. Kondisi yang tak kalah miris, terlihat pada beberapa bagian daun jendela yang mulai lapuk dan keropos.

“Kita berharap, agar bangunan gudang tua yang dulunya merupakan salah satu urat nadi perekonomoan warga masyarakat ini bisa mendapat perhatian dari pihak instansi tekhnis terkait”.

“Gudang ini, tak lepas dari catatan sejarah perekonomian daerah di masa lalu. Oleh karenanya, pemerintah kabupaten berkewajiban mendorong pengalokasian anggaran rehabilitasi bngunan gudang dimaksud, tegasnya. (Humas GNPK-RI)

0

Suara Indonesia News – Jakarta, Ditemui usai acara pentas seni budaya dan pemutaran film  dokumenter berjudul ‘NTB dalam Kepemimpinan Orang-Orang Hebat’  di anjungan paviliun Provinsi NTB-TMII (Sabtu,15/2) lalu.

Kepada media, Ketua panitia, Sahrirrohman, S.Sos,. M.AP mengatakan,”Antusiasme masyarakat cukup Tinggi hadir kalau pun hujan lebat, menjadikan semua ini kebanggaan kami apalagi banyak  yang datang  dari luar kota bahkan dari luar negeri”, demikian Ketua panitia, yang juga Kepala Badan Penghubung Daerah Prov.NTB,

Ditambahkannya, keberhasilan satu pentas seni Budaya atau apapun Itu satu daerah, adalah disaat banyak dihadiri masyarakat dari luar daerah Itu sendiri.

Acara ini mayoritas dihadiri warga yang bukan dari masyarakat NTB, lebih banyak yang dari luar NTB. “Tolak ukurnya disana, untuk apa menggelar satu acara seni budaya atau wisata, namun yang hadir kalangan internal. Pesannya tidak sampai, apalagi dikaitkan dengan anggaran yang dikeluarkan. Apa bukan penghamburan anggaran?, acara ini anggarannya relatif kecil, namun pesannya telah sampai. Terimakasih kepada semua panitia atas kerja mulia ini. (Rahma)

0

Suara Indonesia News -Bintan Kepri, Karnival Gemilang Bintan Lagoon Resort, minggu (16/2/2020). Ketua Melayu Raya Bintan Muhammad Najib, berserta angota Melayu Raya Bintan Ikut berpartisipasi dalam meriahkan event besar yang diselenggarakan Bintan Lagoon Resort.

Keikutan serta Melayu Raya Bintan dalam Karnival Gemilang tampak salah satu anggota Melayu Raya Bintan Syahyudin ikut andil dalam katagori melukis wajah.

Ketua Melayu Raya Bintan Muhammad Najib menyapaikan,” Sangat luar biasa event  Karnival Gemilang Bintan Lagoon Resort, yang merangkul Usaha Kecil Menengah (UKM) masyarakat, serta permainan rakyat didalam lokasi Bintan Lagoon Resort.

Dalam Karnival Gemilang ini, salah satu angota Melayu Raya Bintan kia ikutkan untuk berpartisipasi dalam memeriahkan suasana Karnival Gemilang ucap M. Najib.

Salah satu perserta Karnival Gemilang Bintan Lagoon Resort Sahyudin mengatakan,” Dalam Karnival Gemilang ini saya ikut katagori melukis.

Saat ditanya awak media lukisan apa yang di gambarkan “Dia menyampaikan” Saya akan melukis paras General Manager Bintan Lagoon resort.

Bahkan hasil gambarnya nanti akan kita serahkan langsung kepada GM Bintan Lagoon Resort Mr Gerald Andrew Hendrik sebagai kenang kenangan Melayu Raya Bintan ikut andil dalam memeriahkan suasana Karnival Gemilang 2020, ucapnya. (OBET)

 

0

Suara Indonesia News – Bengkalis, Putri dari Kecamatan Pinggir tersebut adalah Rahmatuzzahrah Hayatina yang akrab disapa dengan sebutan Ara, berhasil meraih juara ketiga pada ajang Family Career And Comunity Leader (FCCLA) Valley Mills High School, di Amerika Serikat. Dikutip dari berita Diskomintotik.bengkaliskab.go.id,

“Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari keluarga dan masyarakat di Kabupaten Bengkalis, Ara mendapat juara tiga. Ajang tersebut digelar pada Jumat 14 Februari 2020 lalu,” ungkap Rahmatuzzahrah Hayatina, Ahad 16 Feberuari 2020.

Atas prestasi yang diraih ini, selanjutnya pada April 2020 mendatang, Ara akan mengikuti ajang lebih tinggi yakni tingkat state.

Keberadaan gadis yang akrab disapa Ara, di Negeri Paman Sam sejak 29 Juli 2019 lalu ini, dalam rangka mengikuti program Kenndy Lugar Youth Exchange & Study (KL YES). Program KL-YES merupakan program beasiswa penuh yang diberikan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kepada siswa SMA atau sederajat untuk tinggal dengan keluarga Amerika, dan bersekolah di SMA setempat selama satu tahun.

Dikatakan Ketua Forum Anak Kecamatan Pinggir ini, pada Jumat 14 Februari 2020, dirinya mengikuti kegiatan Family Career And Comunity Leader (FCCLA) Valley Mills High School yang merupakan organisasi Sekolah di Kota Valley Mills, Texas.

Jenis perlombaan yang dikuti Publik Policy Advocate level tiga, saat tampil di ajang bergengsi itu, Ara membahas tema tentang rokok, dengan studi kasus yang terjadi di Indonesia, serta penyelesaianya.

Saat itu, Ara mempresentasikan 55 slide, dengan jumlah waktu yang sangat terbatas yakni 10 menit. Meskipun demikian, Ara mampu menjawab beberapa pertanyaan yang dilemparkan para juri. “Alhamdulillah Ara bisa jawab setiap pernyataan yang ditanya oleh juri,” ungkapnya.

Mengapa tema yang diambil pada ajang bergengsi tersebut mengangkat tentang rokok. Diterangkan Ara, berbekal dari pengalaman selama bergabung dalam forum anak di Kecamatan Pinggir, dirinya dibekali adanya fenomena merokok menjadi sebuah kebiasaan di Indonesia, bahkan sudah merambah ke anak-anak.

Disinggung tentang persiapan untuk tampil di ajang bergengsi itu. Dikatakan putri dari pasangan Masdar dan Umi Masrorotin ini, untuk mengikuti ajang ini, dirinya dibimbing Mrs. Kimberly Jones. “Jadi sejak awal semester (Januari) Ara mulai membuat materi yang akan digunakan dan dibantu oleh beliau,” terangnya.

Saat pertama ingin tampil di depan ratusan peserta, Ara mengaku tidak yakin menang, karena bersaing dengan seluruh native American dengan bahasa Inggris tidak perlu diragukan lagi.

“Rasanya sulit bagi Ara untuk berbicara bahasa Inggris dengan formal menggunakan grammar. Meski selama Indonesia, Ara selalu berbicara saat sosialisasi forum anak dalam bahasa indonesia dan didepan orang, tapi tidak didepan native American dan menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

Melihat informasi tersebut, Muhammad Fadhli mengucapkan selamat dan tahniah. Dikatakannya, prestasi yang ditorehkan anak Bengkalis ini merupakan suatu penghargaan yang besar.

“Prestasi Rahmatuzzahra yang telah diraih pada ajang Internasional telah membawa nama baik Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau. Semoga dengan prestasinya ini bisa memberi motivasi kepada para generasi muda yang ada di Bengkalis,” ungkapnya. (Mus)

0

Suara Indonesia News – Cirebon, Pemerintah Desa Kedungbunder Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melantik dan pengambilan sumpah jabatan perangkat desa kedungbunder tahun 2020 guna memaksimalkan pelayanan yang baik dan prima kepada masyarakat. Sabtu (15/2/2020)

Ardiman Kuwu Kedungbunder mengatakan, hari ini kita telah melantik perangkat desa semoga bisa bekerja dengan baik, sehebat dan sebagus apapun misi kita kalau kita tidak bisa bekerja sama dan dibantu dengan perangkat desa kita tidak bisa apa-apa.

Dengan perangkat desa yang baru di Desa Kedungbunder ini semoga bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat tidak di beda-bedakan,” ujarnya.

Kita berharap dengan adanya perangkat desa yang baru ini semoga bisa bersinergi dan pelayanan kepada masyarakat bisa dilayani dengan baik dan Desa Kedungbunder semakin maju,” ungkapnya.

Sementara itu, Iman Supriyadi Camat Gempol, semoga dengan adanya perangkat desa yang baru bisa memberi warna di Kedungbunder ini bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik.

Apalagi desa Kedungbunder ini sebagai Desa Digital, dan perangkatnya harus bisa IT sehingga bisa mengikuti di era modern seperti sekarang ini,” jelasnya.

Desa Kedungbunder ini kemarin melakukan uji coba vicon bersama Bupati Cirebon semoga Desa Kedungbunder ini sebagai icon dan contoh buat desa-desa lain,” katanya.

Dengan Perangkat desa yang baru ini bisa bersinergi dengan BPD dan Pak Kuwu dalam berkerja dan membangun desa Kedungbunder lebih maju lagi,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolsek Gempol Kompol Ali Mashar, Danramil 2016 Gempol Kapten Chb Sofifudin,Tokoh Masyarakat, BPD Desa Kedungbunder serta tamu undangan lainnya. (Pi’i)

 

0

Suara Indonesia News – Sumenep, Sebagai kandidat Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sumenep 2020-2025 sudah mendaftarkan kebeberapa partai besar, diantaranya Partai Demokrat, PPP dan partai lainnya. Azasi Hasan pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Sumenep 2010 lalu sudah kuat secara basis politik dan tentu ingin mengulang keberhasilan Pilkada 2010 lalu. Dimana menjadikan kepulauan sebagai basis utama yang bisa dihandalkan sebagai kantong suara.

Azasi Hasan yang berpasangan dengan Dewi Khalifah di Pilkada 2010 lalu, pada putaran I memperoleh suara 111.569 suara (20.47 persen) dan pada putaran II memperoleh suara 231.250 (48.90 persen). Saat itu Azasi Hasan memperoleh suara signifikan dan menang mutlak di kepulauan. Sungguh perolehan suara yang sangat signifikan dan menjadi modal utama untuk maju pada Pilbup Sumenep 2020 ini.

Bacabup Azasi Hasan sudah melakukan safari atau tour ke pulau-pulau di Kabupaten Sumenep untuk menemui dan guna menyampaikan kepada basis pemilihnya, bahwa perjuangan belum selesai. Terutama upaya membangun masyarakat kepulauan yang lebih maju dan setara dengan Sumenep daratan.

Azasi Hasan selama ini terus bergerak safari ke Pulau Masalembu, Pulau Giligenting dan Giliraja, Pulau Sepudi dan Raas, dan Pulau Kangean (Arjasa-Kangayan) dan terakhir Pulau Sapeken. Langkah turba Azasi Hasan ini bisa menjadi modal utama untuk mengulang kesuksesan Pilkada 2010 lalu. Sebab yang bisa menguasai kepulauan akan bisa menjadi pemenang Pilkada 2020 mendatang. Mengingat hak suara di kepulauan Sumenep sangat besar mencapai 350 ribu lebih. Jika bisa merebut 70 persen saja seperti Pilkada lalu, hal ini bisa menjadi modal kemenangan dengan ditambah perolehan suara di daratan secara merata.

Sebelumnya Azasi Hasan kenapa bisa meraih sudah signifikan pada Pilkada lalu? Sebab putera asli Pulau Kangean Kecamatan Arjasa ini sudah menggarapnya sejak 2007 lalu dengan program-program yang menyentuh. Diantaranya, Mudik Gratis, Pengobatan dan Sunatan Massal Gratis, Pemberdayaan Perempuan, Pembangunan Rumah Ibadah dan beberapa program pemberdayaan lainnya.

Hari ini ketika Azasi Hasan maju lagi pada Pilkada 2020 dan tetap bekerja dengan program-program pemberdayaannya. Tentu akan tetap bisa memperoleh dukungan suara yang sangat signifikan di kepulauan. Apalagi Azasi Hasan melakukan safari kepulauan dalam upaya menyerap aspirasi dan bertemu tatap muka dengan masyarakat kepulauan secara langsung.

Pertanyaanya kenapa Azasi Hasan memperoleh suara yang bagus dan kuat di kepulauan pada Pilkada 2010, karena adanya sentimen kedaerahan yang positif dan adanya keinginan perubahan pembangunan yang lebih baik. Dimana terdiri 8 kecamatan kepulauan dan puluhan pulau-pulau yang perlu disentuh oleh pemerintah dengan tangan kekuasaan politik. Hal ini memunculkan eforia positif, Dimana muncul isu-isu politik dan wacana saatnya putera kepulauan tampil mengawal harapan perubahan di 2020-2025.

Patut diingat dan dicatat kekalahan tipis dengan selisih satu persen dengan pasangan Abussidik pada Pilkada 2010 putaran II lalu merupakan jawaban bahwa Azasi Hasan adalah dambaan orang kepulauan. Dimana pasangan Assifa (Azasi Hasan – Dewi Khalifah) memperoleh suara 231.250 (48.90 persen) dan pasangan Abussidik (A. Busyro Karim-Sungkono Sidik) dengan peroleh suara 241.622 (51,10 persen). Ini hanya menyisakan selisih sekitar 10.000 suara saja.

Saat putaran kedua Assifa tidak didukung kekuatan besar, hanya PKNU, PBB dan hanya didukung kekuatan figur desa (lokal). Sementara Abussidik di putaran kedua didukung PDIP, PKB, Golkar, PAN, Demokrat dll yang menyatu diputaran kedua kepada Abussidik dan juga didukung tokoh kuat MH Said Abdullah Politisi PDIP, Malik Effendi (gugur putaran pertama), Bambang Mursalin (gugur putaran pertama) dan figur-figur besar lainnya. Akan tetapi Assifa tetap bisa melakukan perlawanan dan hanya kalah satu persen. Seharusnya Abusiddik menang mutlak dan hal itu tidak terjadi.

Hal ini menandakan kefiguran beliau (red-Azasi Hasan) sangat diharapkan mengawal perubahan. Tentunya semua ini menjadi bahan evaluasi dalam rangka pemenangan kedepannya menjelang Pilbup 2020.

Siapakah kandidat yang muncul pada Pilbup Sumenep 2020 ini. Sebut saja yang akan meramaikan bursa selain Azasi Hasan adalah Ahmad Fauzi (Wabup 2015-2020), Fatah Jasin (Mantan Bappeda Propinsi Jawa Timur), Unais Ali Hisyam (Mantan Anggota DPR RI), Ilyasi Siradj (Ketua DPC Partai Gerindra) dan Dewi Khalifah (Ketua DPD Partai Hanura). Selain itu ada Malik Effendi (Mantan Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur), Nurfitriana Busyro Karim (Istri Bupati Sumenep 2015-2020/Anggota DPRD Jawa Timur), Imam Hasyim (Ketua DPC PKB Sumenep), Abd Azis Salim Syabibi (Politisi Partai NasDem) dan beberapa nama lainnya.

Semua nama-nama tersebut, akan diuji lewat Konvensi atau Penjaringan Internal Partai masing-masing. Selain itu mereka akan diuji publik lewat survei-survei, kandidat mana saja yang elektabiltasnya sangat tinggi dan memiliki popularitas yang tinggi. Selain ini lewat kendaraan partai, para kandidat Cabup-Cawabup Sumenep 2020-2025 bisa melalui jalur perseorangan atau independen. Akan tetapi hal itu sulit dilakukan, sebab aturan KPU saat verifikasi dukungan persorangan sudah tidak menggunakan sampling lagi, tetapi menggunakan metode sensus dengan mendatangi satu persatu dan orang perorang yang menyatakan dukungan kepada Cabup-Cawabup independen.

Kita tunggu hasil konvensi dan penjaringan internal masing-masing partai, siapakah yang akan dipilih dari seleksi yang sudah dilakukan. Tentu partai tidak akan dengan gegabah memilih kandidat Bacabup dan Bacawabup 2020-2025 secara sembarangan. Semua diukur secara rasionalitas dan empiris di lapangan.

Ingat pertarungan Pilkada Sumenep 2020 bukan hanya urusan sosok yang punya uang, terkenal, seorang kyai karismatik atau sosok yang berpengalaman. Akan tetapi pertarungan Pilbup 2020 ini adalah Pilkada yang tidak lagi diikuti kekuatan tokoh-tokoh NU karismatik seperti Pilbup Sumenep 2005, 2010 dan 2015 lalu. Pilkada kali ini adalah pertarunga orang-orang baru yang sebelumnya pernah kalah dan belum pernah maju pada Pilkada Sumenep. Hanya Ahmad Fauzi saja yang dicatat sebagai petahana sebagai Wakil Bupati Sumenep 2015. Itupun dia terdongkrak karena dorongan HM. Said Abdullah tokoh PDI Perjuangan untuk digandeng dengan Busyo Karim Bupati terpilih 2015-2020 lalu sebagai Cawabup.

Ingat Pilbup Sumenep 2020 ini adalah Pilbup yang sangat keras dan Pilbup yang sangat tidak terpola dukungannya. Sebab kandidat yang muncul adalah orang-orang yang belum teruji pernah mendapat dukungan luas. Kecuali Azasi Hasan yang memiliki basis kepulauan dan pernah teruji dapat dukungan luas di kepulauan. Selain itu ada Ahmad Fauzi Wabup Sumenep 2015-2020 yang teruji menang mendampingo Busyro Karim pada Pilbup Sumenep 2015-2020 melawan Zainal Abidin-Dewi Khalifah.

Kita tunggu saja, siapakah kandidat yang akan ditetapkan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2020-2025 oleh partai politik. Kalau partai politik salah memilih kandidat yang belum teruji, maka siap-siap gigit jari dan takkan pernah memiliki Bupati Sumenep atau Wakil Bupati Sumenep sesuai harapannya.

Tulisan ini adalah pernah ditulis pada 2015 lalu dan diperbaiki 2020 ini untuk merefleksikan peluang kandidat Calon Bupati Sumenep dari kepulauan. Saat Pilkada 2015, Azasi Hasan mengundurkan diri dalam pertarungan pencalonan, karena sakit jantung dan dioperasi di Singapura, sehingga tidak bisa meneruskan proses pencalonannya. Namun kali ini Azasi Hasan siap maju dan memenangkan pertarungan dengan mengikuti proses konvensi atau penjaringan internal partai. Baik di Partai Demokrat, PPP dan partai lainnya.

Penulis: Syafrudin Budiman,SIP (Pemerhati Media dan Sosial Politik)

0

Suara Indonesia News – Pekanbaru, Jajaran Polda Riau berhasil mengungkap perdagangan kulit dan organ harimau sumatera pada Sabtu, 15 Februari 2020, sekitar pukul 11.00 WIB, di Jalan Arjuna Dusun IV RT/RW 002/091 Kelurahan Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Organ Harimau Sumatera tersebut antara lain 1 (satu) lembar kulit, 4 (empat) taring, dan 1 (satu) karung berisi tulang-belulang Raja Hutan disimpan dalam plastik dan karung.

“Tim menerima informasi jual beli bagian tubuh Harimau Sumatera Jumat lalu, 14 Februari 2020. Ketiga tersangka membawa bagian tubuh Harimau Sumatera dari daerah Muara Tebo, Jambi menggunakan mobil Toyota Avanza nopol D 1606 ABK,” kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SH, SIK, M.Si melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Sunarto, Sabtu, 15 Februari 2020.

Kabid Humas menjelaskan, ketiga pelaku mengaku akan mengantarkan bagian tubuh harimau tersebut kepada seseorang di daerah Air Molek, Inhu. Ketiga tersangka, MN Bin KR (45) tahun, warga Desa Balai Rajo, Kecamatan Tujuh Ilir, Tebo, Jambi, serta RT (57) tahun, warga Jorong Koto Baru, Desa Sisawah, Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat dan AT (43) tahun Desa Seresam, Siberida, Inhu, Riau.

Ketiga pelaku merupakan kurir yang bertugas mengantar kulit dan tulang harimau dari Tebo Jambi oleh eksekutor atas nama AT (DPO) dengan upah Rp. 2 juta. Selanjutnya akan diserahkan kepada seseorang atas nama HN (DPO) di Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu. “Ketiga tersangka kita amankan dan dibawa bersama barang bukti ke Mapolda Riau, Pekanbaru guna penyidikan lebih lanjut,” pungkas Sunarto.

Maraknya praktek Perdagangan illegal kulit dan organ harimau sumatera karena motif tingginya harga jual organ harimau di pasar gelap. Selembar kulit harimau bisa dijual dengan harga sekitar Rp. 30 juta hingga Rp. 80 juta, sementara taring harimau Rp. 500 ribu hingga Rp. 1 juta per buah, dan tulang harimau laku Rp. 2 juta per kilo di pasar gelap.

Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional, akan menghentikan kejahatan penyelundupan satwa tersebut, mengingat satwa itu sudah dalam kategori terancam punah. “Ini bentuk kejahatan terorganisir dengan sistem terputus. Satu dengan lainnya memiliki tugas dan perannya masing-masing. Polda Riau akan terus perangi dan ungkap perdagangan illegal ini, tegasnya. (Mus)