0

Suara Indonesia News – Karimun, Tragedi ledakan disertai kebakaran Kapal Penyebrangan Roll on Roll Off (Roro) KMP Sembilang digalangan kapal milik PT Karimun Marine Shipyard bertambah dua (2) orang. Kamis (01/08/19)

Dari pantauan Media Suara Indonesia News di tempat kejadian perkara (TKP), korban pertama yang meninggal Surja (25) tahun yang mengalami luka kritis namun sempat di larikan ke Rumah Sakit, Setelah mendapatkan pertolongan namun korban tidak sempat di selamatkan.

Sedangkan dua (2) korban lagi di temukan petugas setelah pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) berhasil menjinakan api dan menemukan dua jasad korban dalam kondisi hangus terbakar di dalam kapal.

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya mengatakan,” Kedua jasad korban yang baru di temui di dalam badan kapal belum bisa dipastikan siapa, yang pastinya Kepolisian akan mencari tau siapa kedua kotban tersebut. Apa lagi kondisi korban yang sangat memprihatinkan sehingga hangus.

Dia juga menambahkan,” informasi pertama diduga kedua jasad korban adalah kru KMP Sembilang. Yang bernama Hendrik Mualim II KMP Sembilang dan Mudai Kepala Kamar. Sejak awal kejadian sampai kini tidak ada kelihatan. Ungkapnya,” Obet

0

Suara Indonesia News – Labuha, Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Hi.  Bahrain Kasuba melakukan pertemuan dengan kepala BNPB Pusat Letjen TNI Doni Munardo di Graha BNPB, di Jakarta. Rabu (31/7/2019).

Dalam pertemuan ini Bupati Halsel  menyampaikan beberapa usulan Kepada BNPB Pusat,   terkait dengan proses penanganan pasca gempa dan setelah ditutupnya masa tanggap darurat beberapa waktu lalu. Usulan tersebut mendapatkan respon baik oleh Kepala BNPB Pusat, Letjen TNI Doni Munardo.

Adapun usulan-usalan tersebut diantaranya,  Rehabilitasi pemukiman dampak gempa.(Rumah dan fasilitas umum.), Perbaikan ekonomi rakyat, Pembangunan jalur evakuasi, Pembangunan  Hunian Sementara (Huntara), dan Hunian Tetap (Huntap), serta pembangunan dermaga gane dalam sebagai pusat penyaluran logistik untuk 10 desa di gane barat selatan, gane timur selatan, kep. Joronga dan gane barat.

Selain itu, Bupati juga meminta dukungan BNPB dalam proses masa transisi pasca gempa untuk menurunkan helikopter sebanyak 1 unit, Kemudian ia juga memohon bantuan BNPB Pusat untuk memberikan bantuan alat telekomunikasi berupa telepon satelit untuk 38 desa, meminta bantuan BNPB Pusat 4 armada kapal laut atau speedboat yang bermuatan besar.

Selain itu, Bahrain juga memohon kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB  untuk memberikan penerangan di daerah-daerah terdampak gempa serta menyediakan air bersih di daerah-daerah terdampak gempa.

Bahrain berharap, semoga apa yang disampaikan memberikan kemaslahatan dan menjadikan solusi kepada masyarakat yang tertimpa musibah gempa di Kabupaten Halsel.(Bur)

0

Suara Indonesian News – Aceh Tenggara, Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara Abaikan Surat Perintah KPK, S. Ali Bakri Pegiat Anti Korupsi, Minta Penegak Hukum Tangkap dan Penjarakan Kepala Inspektorat.

Berdasarkan dari hasil keterangan Pegiat Anti Korupsi, S.S.Ali Bakri Bekerja sama dengan, Zainudin, Ketua DPP LSM Patroli Hukum kab aceh tenggara dan, di dampingi beberapa rekan Media, meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap dan mempenjarakan Kepala Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara.

Hal tersebut disampaikan Penggiat Anti Korupsi, S.Ali Bakri pada wartawan Media ini Selasa (31/9) di Desa Pulonas Baru, pasalnya pada tgl 18 Agustus 2016 lalu, S.Ali Bakri Melaporkan, Laporan Degaan Tindak Pidana Korupsi, kepada Komisi Penberantasan Korupsi KPK Pusat, terkait APBK Aceh Tenggara Tahun Anggaran 2010-2014, antara lain Anggaran kegiatan kegiatan lanjutan 2010, dari sumber dana DAU, Rp 14.131.343.007,- , kegiatan kegiatan lanjutan dari sumber dana APBNP Rp 20.238.206.806,_ dan kegiatan lanjutan DAK Rp 25.527.624.192.

Kegiatan lanjutan 2011, sumber dana Transper Rp 32.000.000.000,- dan Pinjaman Daerah dari PT BANK DPD Aceh untuk pembayaran gaji ke 13 Tahun 2012, Rp 22.000.000.000,-, penerimaan Zakat Infaq dan Sedekah Tahun 2014 Rp 3.500.000.000,- yang diduga kuat sarak kolusi korupsi nepotisme ( KKN).

Laporan pegiat anti korupsi .S Ali Bakri, yang dimaksut laporan tersebut telah direspon KPK dengan baik, dan KPK melimpahkan pada inspektorat Aceh Tenggara dengan surat Nomor: 4989/40-43/12/2016 tgl 16 Desember 2016, dan tanggal 13 Nopember 2016, untuk ditindak lanjuti dan menginformasikan perkembangan penanganan kasus tersebut kepada KPK, namun kenyataannya hingga berita ini di publikasikan, pelimpahan KPK tidak ditindak lanjuti oleh pihak Inspektorat Aceh Tenggara.

Kondisi tersebut pihak inspektorat diduga mengangkangi UU Nomor: 10 Tahun 2015, Tentang Penetapan PP Pengganti UU Nomor: 1 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas UU No: 30 Tahun: 22 Tentang Komosi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pegiat anti korupsi .S Ali Bakri, juga tambahkan hal tersebut sudah pernah melaporkan, kepala Inspektorat dan ke Kajari Aceh Tenggara, namun pihak Kajari menolak laporan tersebut, dengan alasan dikarenakan kasus dugaan korupsi tersebut sudah ditangani KPK dan Kajari tidak bisa menginterpensi penanganan kasus yang sudah ditangani KPK.

Padahal yang dilaporkan ke Kajari bukan menyangkut kasus laporan ke KPK, akan tetapi kasus kepala Ispektorat tidak mau menindak lanjuti, mengaudit, atas perintah KPK, pada akhirnya .S Ali Bakri, dan Zainudin, Ketua DPP LSM Patroli Aceh Tenggara akan melaporkan kembali ke POLRES Aceh Tenggara. Tegas nya (Yusuf).

0

Suara Indonesia News – Aceh Tenggara, Kondisi Jalan Simpang Malboro kec. Babusalam kab.aceh tenggara rusak parah dan Tembok Penahan Tebing Sungai Lawe Bulan Ambruk Akibat kena Banjir Desember 2018 Lalu, dan jalan simpang malboro Rawan Kecelakaan Sehingga Perlu adanya Perbaikan.

Jalan simpang malboro, yang tepatnya di pusat kota kutacane Aceh Tenggara, paska banjir desember 2018 Lalu rusak berat, hal tersebut akibat gerusan dan hantaman arus deras sungai lawe bulan, mengakibatkan jalan aspal pun berlubang dan rusak parah, demikian juga halnya dengan tembok penahan tebing jalan ambruk, dengan kondisi jalan tersebut setiap kedaraan pengguna jalan harus berhati hati selain itu jalan berlubang juga rawan kecelakaan.

Dari penyampaian salah seorang warga terdekat, selasa siang pada wartawan media ini (31/9/19) mengatakan, jalan tersebut sangat dibutuhkan, apalagi letaknya ditengah kota, kutacane kab aceh tenggara kondisi jalan rusak berat berlubang ,dan tembok penahan tebingnyapun sudah ambruk, mengakibatkan rawan kecelakaan, kalau musim hujan lubang jalan yang menganga penuh tergenang air, yang parahnya lagi pada saat musim kemarau berabu.

Kami warga disini sangat mengharapkan perhatian dari Pemerintah Daerah Aceh Tenggara, melalui dinas PUPR, untuk melakukan perbaikan serta mengaspal jalan tersebut, sehingga dapat menimbulkan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan, apalagi tembok penahan tebing diperlambat perbaikannya akan menimbulkan kerusakan lebih meluas lagi akibat gerusan air sungai lawe bulan, apalagi saat musim hujan, otomatis debid air bertambah dan daya gerusnya lebih tinggi. (Yusuf)

0

Suara Indonesia News – Labuha, Pasca gempa 7,2 sr yang mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan pada minggu (14/7/19) lalu, masa tanggap daruratnya resmi telah berakhir kemarin dan telah dicabut Bupati Halmahera Selatan.

Rabu (31/7/19), bertempat dilapangan sepak bola Desa Saketa Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan, Kapolres Halmahera Selatan AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., M.M., resmi melepas pasukan Satgas Aman Nusa II BKO Polda Maluku Utara.

Turut hadir pada pelepasan pasukan Satgas Aman Nusa II BKO Polda Malut diantaranya Danrem 152/Babullah Kol. Inf. Endro Satoto Sip. MM, Kapolres Halsel AKBP M. Faisal Aris S.I.K., MM., Waka Ops Satgas Aman Nusa II AKBP Yohanis Jalung Siram, S.I.K., Bidokes Polda Malut, serta Para Relawan.

Ucapan terima kasihpun disampaikan oleh AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., M.M., kepada seluruh pasukan Satgas Aman Nusa II yang melaksanakan tanggap darurat pasca gempa diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya kepada rekan-rekan anggota dan Team Trauma Healing dari Polda Malut atas apa yg telah di lakukan selama ini sangat membantu kami di Polres Halsel dan masyarakat seluruhnya, sehingga dapat membantu meringankan beban warga terdampak gempa selama pelaksanakan tugas Aman Nusa ini,” ucap AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., M.M..

Apa yang telah kita lakukan selama kurang lebih dua minggu ini merupakan suatu pengabdian Polri kepada masarakat, Polri bisa hadir di tengah – tengah masyarakat untuk meringankan beban dan penderitaan warga pasca gempa, harap Kapolres Halsel.

Kemarin status darurat bencana telah di cabut oleh Bupati Halsel dan di lanjutkan dengan masa pemulihan, apa yang telah kita perbuat hari ini merupakan buah dari sinegritas antara seluruh personil baik dari Polri maupun TNI dan relawan yang telah kita bagun bersama selama ini, Sampaikan salam saya buat keluarga yang ada di rumah, semoga apa yang kita lakukan menjadi amal ibadah kita semua amin, imbuhnya.

Setelah pelaksanaan Apel, pasukan berangkat dan dilepas langsung Kapolres Halmahera Selatan AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., MM kembali kesatuan tugasnya masing-masing. (Bur)

0

Suara Indonesia News – Labuha, Setiap tahapan pelaksanaan pemilihan kepala Desa di kabupaten Halmahera Selatan, pasti menyisahkan masalah yang serius seperti pelaksanaan pemilihan kepala Desa Bori kecamatan Bacan timur kabupaten Halmahera Selatan tahun 2016 tahap I yakni dalam pelaksanaan pemilihan kepala Desa, saat itu di menangkan oleh calon kepala desa terpilih Neksen miskini.

Dan sudah memenangkan pertarungan dalam Calon kepala Desa Bori kecamatan Bacan timur, namun Calon kepala Desa terpilih Neksen miskin di gugat oleh para calon kepala Desa yang kalah dalam pertarungan tersebut dengan tuduhan Neksen miskin di duga melakukan kecurangan suara pada saat perhitungan di tingkat Desa sehingga calon kepala Desa yang kalah mengajukan keberatan dan di lakukan hitung ulang di panitia Pilkades kabupaten Halsel dan pada saat di lakukan hitung ulang di menangkan oleh calon kepala desa Rakib Piter.

Kepala desa yang dinyatakan lolos oleh panitia pilkades

Meski rakib Piter di ketahui memenangkan pemilihan kepala Desa dari hasil perhitungan ulang yang di lakukan oleh panitia pemilihan kepala Desa tingkat kabupaten, namun yang bersangkutan Rakib Piter tidak di Lantik oleh Bupati Halsel Bahrain Kasuba karena di kuatirkan terjadi gejolak tidak aman di masyarakatnya Desa Bori, sehingga di agendakan kembali oleh pemda Halsel untuk di lakukan pemilihan ulang pada bulan juli 2019.

Setelah di agendakan untuk di lakukan pemilihan Ulang panitia pelaksanaan pemilihan kepala Desa di tingkat Desa untuk melaksanakan tahapan penerimaan pendaftaran baru calon kepala Desa Bori dan dalam pendaftaran calon kepala Desa Bori di ketahui 1. Anu Salim 2. Hi Kisman Salim 3 Sofyan toge 4. abdulah Piter 5. Marten miskin, 6. Bustamin Muhamad 7. ikram David 8. neksen miskin.

Mengingat karena peserta calon kepala Desa Bori melebihi dari kuota persyaratan sebagai calon kepala Desa Bori sehingga di lakukan Sekrening lagi di panitia Pilkades kabupaten Halmahera Selatan, untuk mengukur kemampuan dan persyaratan pemenuhan Administrasi sebagai peserta calon kepala Desa yang sesuai peringkingan, namun sistim penilaian atas peringkingan yang di lakukan oleh panitia Pilkades kabupaten dinilai syarat neputiesme.

Sehingga panitia kabupaten tak meloloskan Dua orang putra Makayoa yang sudah puluhan tahun berdomisili di Desa Bori kecamatan Bacan timur yakni Hi Kisman Salim dan Anu Salim padahal sesuai Bocoran dari panitia Pilkades kabupaten Halsel lainnya Kalau pada saat Sekrening Hi Kisman Salim dan Anu Salim memiliki nilai tertinggi Namun pada saat pengumuman hasil seleksi sekrening di laksanakan panitia Pilkades kabupaten Halsel keduanya tidak di loloskan karena di ketahui oleh panitia Pilkades satu diantara kedua kakak beradik itu berpeluang menjadi kepala Desa Bori karena keduanya memiliki basis yang jelas.

Di tempat terpisah Ketua Devisi investigasi LSM Front Delik anti korupsi kabupaten Halmahera Selatan, Ruslan Abdul kepada wartawan media ini Rabu (31/07/2019) pihaknya mendesak kepada panitia Pilkades kabupaten untuk membatalkan hasil Sekrening Pilkades Desa Bori kecamatan Bacan timur karena hasil Sekrening yang di umumkan oleh panitia Pilkades kabupaten Halmahera Selatan tersebut penuh dengan kolusi dan nepotisme karena dari 4 peserta yang lolos Sekrening itu 3 orang peserta calon kepala Desa Bori kecamatan Bacan timur di duga kuat ijazahnya bermasalah.

Pihaknya atas nama LSM Front Delik anti korupsi (FDAK) Kabupaten Halmahera Selatan akan melengkapi Bukti dugaan kepemilikan ijazah palsu tiga peserta calon kepala Desa untuk di laporkan ke Polda Maluku Utara dan di pastikan soal kepemilikan Ijazah Palsu ini juga di duga kuat melibatkan oknom panitia Pilkades kabupaten Halmahera Selatan, olehnya itu hasil pengumuman Sekrening calon kades Bori diminta untuk di anulir karena hasil Sekrening berdasarkan selera panitia kabupaten. pintahnya.

Sementara itu kepala Dinas DPMD Kabupaten Halmahera Selatan, Bustamin soleman saat di konfirmasi Rabu (31/07/2019) melalui saluran teleponnya nomor handphonenya tidak aktif. (Bur)

0

Suara Indonesia News – Karimun, Salah satu perusahaan galangan kapal di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau PT Karimun Marine Shipyard (KMS) rabu pagi (31/07/19) terbakar.

Dari pantauan awak media Suara Indonesia News, tempat lokasi kejadian di kawasan Pangke Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun yang mengakibatkan 8 orang luka luka 2 orang kritis.
Atas nama Mardinas, Surja,Dari, Rahman, Sudikun, Muhamad Nur, M Arsyad, Saparudin, Firman dan Agung.

Enam (6) orang merupakan kru kapal KMP Roro Sembilang, Tiga (3) orang pekerja subkontraktor PT.KMS dan satu (1) orang merupakan pekerja PT KMS.

Salah satu korban Surja yang tampak kritis langsung di larikan ke Rumah Sakit Bhakti Timah Karimun untuk mendapatkan perawatan medis, pada saat mendapatkan pertolongan korban sudah tidak bisa di selamatkan lagi meninggal dunia.

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya membenarkan,” telah terjadi kebakaran di KMP Roro Sembilang tadi pagi. Yang mengakibatkan 1 orang pekerja meninggal dunia. kita masih melakukan penyelidikan apa penyebab terjadi kejadian tersebut

Tampak satu unit kapal yang baru di kerjakan oleh PT Karimun Marine Shipyard sekitar pukul 09:25 wib pagi terbakar. Gumpalan asap hitam tampak terlihat dari bagian kapal yang baru di kerjakan. (Obet)

0

Suara Indonesia News – Bintan, Kepolisian Resor Bintan bersama dengan unsur TNI dan Satpol PP Bintan berhasil mengungkap serta mengamankan pelaku tindak pidana illegal fishing pengeboman ikan di wilayah Kecamatan Tambelan, Selasa (30/07/2019).

Dalam melakukan pengeboman ikan Pelaku berjumlah 4 orang dengan inisial HS, AM, IL, dan RS. Barang bukti yang digunakan pelaku untuk melakukan aktifitas sudah di amankan pihak Polsek Tambelan.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, SIK, M.Si membenarkan, “empat (4) orang Pelaku pengeboman ikan merupakan warga Kecamatan Pemangkat Provinsi Kalimantan Barat yang selalu membuat resah para nelayan Tambelan Kabupaten Bintan. Yang mana pelaku sering kali melakukan penangkapan ikan dengan cara menggunakan bahan peledak.

Kapolsek Tambelan Ipda Misyamsu Alson menambahkan, “Pengungkapan tindak pidana illegal fishing ini berawal pada hari Senin (29/07/2019), yang sudah selidiki Personil Polsek Tambelan Bripka Bayu Andreadi yang mengamankan satu unit kapal motor pompong yang diduga akan melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak di Pulau Penyemuk Desa Mentebung Kecamatan Tambelan.

Namun pada saat akan ditangkap seluruh awak kapal dan nakhoda berhasil melarikan diri ke Pulau Mentebung dan meninggalkan kapal pompong. Polsek Tambelan selanjutnya mengirimkan bantuan personil bersama dengan unsur TNI dan Satpol PP, akhirnya hari Selasa (30/07/2019), Sekitar pukul 07.00 Wib keempat pelaku berhasil kita tangkap dan langsung kita amankan ke Polsek Tambelan guna penyelidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang berhasil di amankan antara lain 1 unit kapal motor pompong ukuran 5 ton tanpa nama dan dokumen, 1 unit kompresor dan selang, 2 buah alat bantu pernapasan dalam air merek Ocean Divers, bahan peledak jenis Amonium Nitrate 3 karung @ 25 Kg dan bom rakitan, 2 buah detonator rakitan yang telah dipasangi sumbu, 1 unit GPS merk Furuno GP32, 1 unit Fishfinder (netsonde) merk Garmin 350c, 12 bungkus gaharu, 1 bungkus karet, 10 buah busa penutup botol kaca, 1 buah kayu untuk memasukkan detonator ke dalam botol, 3 unit HP merk Nokia, 2 buah baskom berisikan jerigen pencampur bahan peledak, 2 gulung tali rapia, 3 buah gayung ikan serta lebih kurang 1 ton ikan hasil tangkapan menggunakan bom ikan.

Alson juga menambahkan,” Polsek Tambelan sudah berkoordinasi dengan penyidik Satuan Reskrim Polres Bintan. Mengenai kelanjutan kasus ini pelaku berserta barang bukti akan kita serahkan guna proses lebih lanjut ungkapnya. (Obet)