0

Suaraindonesianews-Jakarta, Menyusul penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar masing-masing sebesar Rp500 per liter, yang akan berlaku mulai 1 April nanti, pemerintah juga menurunkan tarif transportasi umum sebesar 3 persen.

“Kita akan mengirimkan surat kepada kepala daerah sesuai kewenangannya untuk kurang lebih penurunannya 3 persen. Itu plus minusnya. Jadi tergantung mau pakai premium atau pakai solar,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan kepada wartawan pasca pengumuman penurunan harga BBM, Rabu (30/3), di Kantor Presiden.

 Menurut Menhub, penurunan terhadap transportasi umum ini meliputi penyeberangan kapal laut, kereta api, dan juga transportasi darat antar kota antar provinsi, antar kota dalam provinsi, dan di dalam kota.

“Nanti detilnya akan kami tuangkan dalam keputusan menteri,” jelas Jonan.

Lebih lanjut, Jonan menjelaskan bahwa penurunan tidak serta merta bisa dilakukan bersamaan dengan penurunan harga BBM.

“Untuk transportasi pada umumnya  ya mulai berlaku sejak penurunan harga ini diturunkan. Hanya gini, biasanya tidak semua moda transportasi serta merta turun (tarifnya)”, tambah Jonan.

Menurut Jonan, jika tiket transportasi sudah pakai sistem e-tiket, atau sudah terjual tiketnya. Maka, tidak bisa diturunkan dan harus disesuaikan waktunya.

“Tapi prinsip pasti turun, kurang lebih 3 persen, ini plus minusnya 3 persen”, pungkas Jonan.  (RMI/SI)

0

Suaraindonesianews-Jakarta, Dalam pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan driving simulator surat izin mengemudi (SIM) roda dua (R2) dan roda empat (R4) pada Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri tahun anggaran 2011, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan SSB (Direktur PT ITI). Tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang beralamat di Pomdam Jaya, Guntur.

Sebelumnya, penyidik menemukan bahwa tersangka SSB selaku Direktur PT ITI diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait pengadaan driving simulator roda dua dan roda empat pada Korlantas Mabes Polri tahun anggaran 2011. Akibat perbuatan tersangka, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp100 miliar.

Atas perbuatannya, SSB disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni mantan Kepala Korlantas Polri DS, mantan Wakil Kepala Korlantas Polri DP, dan Direktur Utama PT CMMA BS.

DS telah divonis Mahkamah Agung dengan pidana 18 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 1 tahun kurungan dan membayar uang pengganti Rp32 miliar. DS juga telah dieksekusi dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakat Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Sementara, DP divonis Pengadilan Tipikor Jakarta dengan Pidana penjara 5 tahun, denda Rp250 juta subsidair 3  bulan, serta uang pengganti Rp 50 juta. Adapun BS divonis Mahkamah Agung dengan pidana Penjara 14 tahun, denda Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan.(KPK,SI)

0

Suaraindonesianews-Kendari, Bahan Peledak Jenis Granat Tangan Meledak  Di Kompleks Universitas Haluoleo Kendari – Sulawesi Tenggara ketika Sedang Dilaksanakannya pelatihan Sekuriti  Kerja sama antara Polda Sultra Dengan Pihak Universitas Haluoleo. (29/03-16)

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Polisi Agung Sabar Santoso mengatakan  Penyebab meledaknya granat tangan  Masih dalam peroses penyelidikan “kita belum bisa menjelaskan penyebab dari meledaknya granat tangan tersebut Tim Gegana Brimob Polda Sultra Masih Menyelidikinya.

Menurut Kapolda Agung pelatihan bagi securiti Universitas Halu Oleo Kendari tersebut direncanakan akan berlangsung selama dua minggu, Namun baru seminggu Berlangsungnya  pelatihan terjadi musibah tragis ini  yang menewaskan empat orang Peserta Pelatihan.”Kami jajaran Polda Sultra bersama Universitas Halu Oleo sangat berduka atas musibah ini ” ujarnya.

Saat kegiatan pelatihan pengamanan bahan peledak yang dilakukan satuan Gegana Brimob Polda Sultra berupa granat tangan yang menewaskan empat orang peserta pelatihan, termasuk satu anggota Gegana Brimob Polda Sultra itu meledak saat Instruktur pelatih hendak memperagakan cara-cara menjinakan bom. “Seperti apa kejadian dari meledaknya bom, belum dapat kami jelaskan karena masih dalam proses penyelidikan,” imbuhnya.

Satu orang meninggal bernama Brigadir Haidir (Anggota Polri Polda Sultra), sang instruktur.  Kemudian 3 orang lainnya adalah Securiti Unhalu (UHO) yang sedang dilatih yakni Jufriady, Supriadi, dan Kaharudin yang meninggal di Rumah Sakit Abunawas.

Sedangkan korban lainya tercatat ada 8 orang, 7 orang dari Securiti Universitas Haluoleo dan 1 orang dari anggota gegana Sat Brimob Polda Sultra, Sementara delapan orang yang  mengalami luka-luka  sedang dirawat di rumah sakit.(Red SI)

0

Suaraindonesianews-Jakarta,Pesiden Joko Widodo direncanakan akan melepas jenazah korban helikopter TNI AD yang jatuh di Poso, di Skadron Udara 17 Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Jokowi dijadwalkan berada di Halim Perdanakusuma pukul 10.50 WIB, untuk melepas 13 jenazah korban yang akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, hari ini.

Ke-13 Jenazah korban helikopter jatuh di Poso sebelumnya berada di RS Polri dan dibawa ke Halim Perdanakusuma pukul 05.00 WIB untuk disemayamkan.

Upacara pelepasan 13 jenazah korban akan berlangsung di Hanggar Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma.

“Ada upacara (pelepasan jenazah), kemungkinan Presiden ke situ. Baru kemudian (jenazah) diberangkatkan ke Kalibata, dikuburkan di sana,” ucap Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat mendatangi Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin 21 Maret 2016 malam.

Usai melayat korban helikopter jatuh, Jokowi berangkat menuju Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebelum melayat ke Halim Perdanakusuma, Jokowi lebih dulu menghadiri acara rapat kerja pemerintah dengan para pimpinan kementerian/lembaga dan pejabat eselon I kementerian/lembaga di auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta.(SI)

0

Suaraindonesianews-Jakarta, Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir pada Selasa dini hari, 22 Maret 2016. Empat kecamatan terendam, antara lain, Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Lubuk Begalung, Kecamatan Padang Selatan, dan Kecamatan Nanggalo.

Banjir dengan ketinggian hingga satu setengah meter telah merendam ratusan rumah warga di sejumlah kompleks perumahan warga. Banjir tak hanya akibat hujan lebat, tapi juga akibat luapan Sungai Batang Kuranji dan Sungai Batang Arau.

Daerah terparah yang dilanda banjir adalah Kecamatan Koto Tangah, yakni di Kampung Anak Aia dan Kampung Jihad, Kampung Jambak serta Perumahan Lubuk Intan, Kelurahan Batipuh Panjang.

Kepanikan akibat banjir terjadi di Kampung Jambak dan kampung Jihad. Warga kesulitan melakukan evakuasi karena air sudah mencapai kedalaman satu setengah meter. Ditambah lagi listrik yang dipadamkan PLN.

“Bagaimana cara mengevakuasi keluarga saya dari dalam, sementara air sangat dalam dan lampu mati, perahu karet yang ditunggu tunggu juga tak kunjung datang,” ujar Buyung, warga Kampung Jambak.

Buyung menambahkan, untung di kompleks ada rumah warga yang bertingkat, sehingga sebagian warga bisa dievakuasi sebelum dijemput perahu karet.

Sekretaris Kecamatan Koto Tangah, Wilman Muchtar, yang berada di lokasi Kampung Jambak menyebutkan terdapat ratusan rumah yang kebanjiran. Warga sangat butuh itu karena air banjir kian tinggi.

Banjir makin diperparah dengan meluapnya sungai Batang Kuranji yang membelah Kecamatan Koto Tangah sehingga saat bertemu air laut, luapan air sungai menghempas ke rumah warga.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Padang, Basril, menyebutkan lokasi yang terdampak banjir sangat banyak sehingga perahu karet yang diturunkan terbatas.

“Kami berharap warga bisa melakukan evakuasi mandiri sebelum tim BPBD datang ke lokasi mengingat lokasi banjir berada di banyak titik, sehingga peralatan menjadi terbatas,” ujar Basril. Menurutnya, tim BPBD, Kelompok Siaga Bencana dan Basarnas Padang sudah turun ke lokasi banjir, namun dengan jumlah yang terbatas.(Kemendag/SI)

0

Suaraindonesianews-Konawe, Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kab. Konawe  melakukan aksi damai dengan berunjuk rasa dalam menyuarakan aspirasinya tentang para pengusaha Pertambangan Pasir,Batu gunung dan timbunan gunung yang beroperasi di wilayah Kab.Konawe yang merupakan areal pertambangan rakyat terindikasi melakukan kegiatan pertambangan secara ILEGAl.(18/3)

konawe formasi Dalam Orasi Formasi yang disuarakan oleh  orator Aljan dan Sumantri mengatakan 99 %  Areal pertambangan rakyat yang berada di kab.Konawe, para Pelaku usaha pertambangan ini Tidak memilik atau mengantongi Izin Usaha Pertambangan Rakyat (IUPR) Berdasarkan aturan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, Sesuai dengan hasil Hering atau Rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD Kab.Konawe yang di Pimpin ketua komisi II DPRD Kab.Konawe Hj.Husnia N.Makati,SE, Instansi Teknis Terkait,Pemerintah kecamatan,Pihak Polres Konawe dan Forum Masyarakat Sipil (Formasi) yang di gelar pada Tanggal,2 maret 2016  Lalu dan  telah melahirkan rekomendasi DPRD Kab.Konawe  antara lain 1. Rekomendasi dari dinas pertambangan kab.konawe belum bisa dijadikan dasar untuk melakukan penambangan gol.C.  2.Para pemilik izin yang habis masa berlaku izinnya maka secara otomatis langsung memberhentikan aktifitas penambangnya. 3. DPRD Kab.Konawe merekomendasikan kepada dinas pertambangan kab.Konawe untuk mengecek para penambang-penambang Ilegal.  4. DPRD Kab.Konawe merekomendasikan agar pelaku usaha pertambangan gol.c memberhentikan kegiatan penambangan.

Tetapi Kenyataan lapangan Terkait Pertambangan pasir,Batu Gunung, dan Timbunan Gunung sesuai hasil Hering DPRD Kab.Konawe  tidak dihargai dan dilaksanakan oleh instansi tehnis terkait yang di buktikan dengan  semakin maraknya Eksplorasi dan Eksploitasi Pertambangan Pasir,Batu Gunung, dan Timbunan Gunung dalam Wilayah Kab.Konawe pasca Hering tersebut.

formasi 3Massa Formasi melakukan orasinya di halaman Dinas Pertambangan Kab.Konawe tetapi Para pemangku jabatan tidak sedang berada di tempat. Massa meneruskan aksinya ke kantor Polres Konawe dan di terima langsung oleh Bapak kapolres Konawe AKBP Jemi Junaidi Diruangan Rapat Polres Konawe Beserta Perwakilan FORMASI, Di depan Kapolres Konawe Muh.Hajar  mengatakan Agar Pihak Polres Konawe untuk segera melakukan penutupan dan penghentian segala aktifitas  Pertambangan pasir,Batu Gunung, dan Timbunan Gunung yang tidak memiliki Izin Sesuai amanah Undang-undang sekaligus menyerahkan laporan perihal Pertambangan Ilegal Kepada kapolres Konawe.(YT/SI)

0

Suaraindonesianews-Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, secara mendadak meninjau lokasi Pusat Pelatihan, Pendidikan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang di Sentul, Jawa Barat, Jumat (18/3) sekitar pukul 10.20 WIB.

“Sedih melihat aset negara di proyek Hambalang mangkrak. Penuh alang-alang. Harus diselamatkan,” tulis Presiden Jokowi melalui akun twitter pribadinya @jokowi, yang diunggahnya beberapa saat lalu.

Presiden memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bangunan dan lingkungan sekitar untuk selanjutnya menentukan langkah apa yang akan diambil terhadap proyek tersebut.

“Kalau dilanjutkan untuk apa? Apakah masih seperti yang lama untuk sekolah olahraga, atau mungkin diubah saja, jadi Wisma Atlet misalnya, atau diubah jadi pelatnas, atau diubah jadi rusunawa,” kata Presiden seraya menyebutkan, kondisi tanah yang labil juga menjadi salah satu pertimbangan apakah proyek tersebut akan dilanjutkan atau tidak.

Menurut Presiden, pihaknya akan membahas masalah Proyek Hambalang ini dalam Rapat Terbatas yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Mungkin seminggu atau dua minggu lagi setelah itu akan dirapatkan dalam Rapat Terbatas untuk kita putuskan mengenai hal yang saya sampaikan tadi,” katanya.

Tidak Sesuai
Dari pantauan di lapangan, Presiden Jokowi menilai bahwa struktur bangunan yang ada tidak sesuai standar untuk bangunan di perbukitan. “Harusnya besinya gede, tapi ternyata setelah dicek di lapangan malah besinya kecil. Harusnya pondasi misalnya 3 meter, nah ini yang akan dicek semuanya secara total,” ujarnya.

Yang paling penting, tegas Presiden, adalah penyelamatan aset negara. Presiden hanya menggeleng-gelengkan kepala saat ditanya wartawan bagaimana kesannya melihat uang rakyat yang tidak berfungsi.

Menurut Presiden, untuk mengetahui kerugian yang terjadi dan menentukan langkah ke depan, dirinya  akan memerintahkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk meng-cut dimana, dan kemudian kalau ke depan diputuskan atau dilanjutkan menjadi jelas.

Sebagaimana diketahui pembangunan Proyek Hambalang yang dilakukan di atas tanah seluas 32 hektar itu terhenti sejak tahun 2012 dikarenakan kasus korupsi yang ditemukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (ES/SI)

0

Suaraindonesianews-Jakarta, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap enam pencuri isi kabel di gorong-gorong sekitar Istana Negara Jalan Medan Merdeka Selatan. Mereka adalah, STR alias BY (45), MRN alias N (34), SWY alias SM (45), AP alias UC (28), RHM alias GUN (43) dan AT alias TGL (48).

Dari keenam pelaku, disita 15 senter kepala, satu linggis, dua gergaji, tiga lembar tikar, satu Accu senter,  satu cangkul, satu tali tambang, satu gulungan kabel, satu celana pendek, satu  celana dalam, satu potongan kabel terbakar, empat baterai, enam tutup senter, satu batangan kabel utuh ukuran satu meter dan satu  pembungkus kabel.

“Mereka kadang memulung tapi pendapatannya kecil, ini (mencuri kabel) besar,” kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11-03-2016).

Para pencuri kabel memanfaatkan kabel bekas berusia lama yang sudah tidak terpakai. Perusahaan pemilik kabel tidak mengangkat kabel bekas tersebut karena biayanya lebih mahal.

“Ini mengakibatkan adanya potensi, membuka kesempatan terjadi semacam adanya ‘barang-barang berharga’ nilai ekonomis oleh kelompok-kelompok tertentu, kelompok gorong-gorong ini,” jelas Irjen Pol Tito Karnavian.

Sementara Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi  Mujiyono, mengatakan, keenam pelaku mempunyai peran berbeda-beda.

“Lima pelaku ada yang memotong dan kupas kulit kabel, dan satu pelaku membantu di atas gorong-gorong dan jual kabel. Mereka ini sudah spesialis pencurian kabel, jadi mereka sudah tahu mana kabel yang ada aliran listriknya mana yang tidak. Mereka juga menggergaji kabel tersebut jika kabel itu mengeluarkan api berarti kabel tersebut masih baru,”ungkap Kombes Pol Mujiyono.

Kombes Pol Mujiyono menambahkan, setelah pihaknya mengembangkan hasil penemuan barang bukti, akhirnya dapat meringkus kelompok pencurian kabel tersebut. Dia mengklaim memiliki peta pergerakan para pelaku di gorong-gorong yang berada di Jakarta.

“Mengapa sisa kulit kabel itu tidak dibawa, karena jika dijual hanya Rp1000 per Kg. Sementara harga tembaga jika dijual bisa Rp40-60ribu per Kg dan timah Rp10 ribu per Kg. Sehingga tidak heran kalau sisa-sisa gulungan kabel ini ada 26 truk dan tidak dibawa,”jelas Kombes Pol Mujiyono.

Para pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka dikenakan Pasal 363 junto 362 KUP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. [Humas Polda Metro Jaya/SI]