0

BENGKALIS, SUARA INDONESIA NEWS | Upaya tegas dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kembali ditunjukkan jajaran Polsek Pinggir.

Melalui pengembangan cepat, polisi berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dengan total berat kotor ± 4,67 gram. Jum’at (27/03/2026)

Kapolres Bengkalis Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Pinggir menyampaikan bahwa pengungkapan terjadi pada Kamis (26/3/2026) malam di Jalan Caltex menuju PKS PT. Adei, Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir.

 

Seorang pelaku berinisial J.S.S (32) berhasil diamankan setelah sebelumnya tim opsnal mengamankan pelaku lain di wilayah KM 4 PT. Adei. Dari hasil pengembangan tersebut, petugas langsung bergerak cepat hingga berhasil menangkap J.S.S beserta barang bukti.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 1 paket besar sabu seberat ± 3,13 gram dan 9 paket kecil seberat ± 1,54 gram. Selain itu turut diamankan timbangan digital, plastik pembungkus, tiga unit handphone android, serta uang tunai sebesar Rp8 juta yang diduga hasil transaksi narkotika.

Hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seorang pria berinisial A yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di wilayah Kandis, Kabupaten Siak.

Tak hanya itu, hasil tes urine terhadap tersangka menunjukkan positif amphetamine, menguatkan dugaan keterlibatan dalam penyalahgunaan narkotika.

Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Pinggir untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan guna memburu pemasok utama dan mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih luas.

“Komitmen kami jelas, tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Bengkalis. Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung P4GN dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian,” tegas Kapolsek Pinggir. (Mus)

0

MANGGARAI BARAT, SUARA INDONESIA NEWS | Kawasan Labuan Bajo memanas, iklim investasi diduga kuat tercoreng oleh ulah terduga jaringan mafia tanah. Protes mulai menguat dari publik Labuan Bajo.

Sekitar 500 massa publik akan turun ke jalan, demo 3 hari, mulai 7 hingga 9 April 2026. Dimana sasaran demonstran akan ditujukan ke Pengadilan Negeri, BPN, dan Kejaksaan Negeri Labuan Bajo.

Hal ini gara-gara masalah aktivitas busuk terduga mafia tanah yang sudah lama membungkus ‘tanah Negara’, jadi milik pribadi. Ini serius.

“Publik tak bisa berdiam diri lagi setelah adanya putusan perkara perdata tertanggal 10 Maret 2026 dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Labuan Bajo. Dimana putusan tersebut dinilai mengabaikan fakta keberadaan Tanah Negara, yang justru dianggap melegitimasi kepemilikan pribadi atas tanah aset negara itu,” kata Florianus Surion salah satu pemilik tanah di Kerangan, Labuan Bajo kepada media, Jumat (27/3/2025) di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Ia menduga Majelis Hakim ada main mata dengan Santosa Kadiman, broker tanah Hotel bintang 5, The St Regis Labuan Bajo. Dimana sampai-sampai ada putusan perdata bahwa Tanah Negara “sah tanah milik perseorangan”.

Dari info yang beredar, dugaan perampasan Tanah Negara itu berawal sejak 29 Januari 2015 ketika Santosa Kadiman sebagai pembeli dalam akta PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) tanah seluas +- 40 ha. Yang mana obyek tanahnya masih sengketa, inklud di dalamnya ternyata ada Tanah Negara.

“Publik Labuan Bajo skeptis ketika Pemimpin mereka, Bupati dan DPRD diam saja selama 16 tahun sampai detik ini,” ujar Fery Adu sapaan akrab Florianus Surion.

Kata dia, kuat dugaan Santosa Kadiman dan Beatrix Seran Nggebu (istri Nikolaus Naput) menggelapkan atau merampas tanah Negara itu. Seperti publik ketahui, bahwa di lokasi Tanah Negara tersebut terdapat juga jalan raya Pemda selebar 8 m ( delapan meter) menuju sempadan pantai.

“Akan tetapi saat kini ditutup gerbang besi, akses jalan raya dan tanah negara tersebut diduduki begitu saja oleh Santosa Kadiman dan Menantu Beatrix Seran Nggebu (istri dari Nikolaus Naput,” ucap Fery ada menyesalkan kejafian ini.

Bagi publik Labuan Bajo, sikap “diam” Pemda ini mengecewakan. Putusan PN juga bukan sekadar kekeliruan administratif. Mereka melihatnya sebagai indikasi serius adanya dugaan persengkokolan jahat pelayan publik yang tidak berintegritas dan tidak profesional dalam proses perampasan Tanah Negara.

“Pelayan publik ini ibarat pakai kacamata kuda, ia bersikap dan mengambil keputusan tanpa menggali substansi kebenaran adanya Tanah Negara,” tegas Fery Adu.

Dimana lokasi Tanah Negara itu?

Di Bukit Kerangan, tidak jauh dari kawasan 30 hektar milik Pemerintah Daerah. Keberadaan Tanah Negara di lokasi itu sebenarnya bukan hal baru. Hal ini tercatat dalam dokumen lama, termasuk surat alas hak atas nama Nasar Bin Haji Supu tertanggal 10 Maret 1990, serta surat jual beli tanggal 2 Mei 1990, antara Nasar Bin Haji Supu dan Nikolaus Naput.

“Dalam kedua dokumen tersebut, batas sebelah timur secara jelas disebut sebagai Tanah Negara. Fakta ini semakin kuat karena pada 3 Maret 2010, Lurah Labuan Bajo sebagai wakil Pemerintah turut menandatangani dan mengakui dokumen tersebut,” jelasnya.

Namun kata Fery Adu, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik. Tanah yang disebut sebagai Tanah Negara itu kini diduduki dan dikuasai oleh perorangan.

“Nama yang disebut antara lain Rosyina Yulti Mantuh dan Albertus Alviano Ganti, yang merupakan menantu dari Nikolaus Naput dan Beatrix Seran Nggebu. Lebih jauh lagi, tanah tersebut diketahui telah masuk dalam transaksi melalui akta PPJB Notaris Billy Yohanes Ginta tertanggal 29 Januari 2014, yang melibatkan Santosa Kadiman alias Erwin Bebek, broker tanah proyek hotel bintang lima St. Regis di Labuan Bajo sebagai pembeli,” katanya panjang lebar.

Florianus Surion, atau yang akrab disapa Fery Adu, menyampaikan sikap tegas kelompoknya. Yang mana katanya, situasi saat ini memicu kemarahan publik.

“Kami mendesak Kejaksaan dan BPN agar segera amankan aset Tanah Negara di Kerangan, Kel. Labuan Bajo, yang diduga dikuasai oleh terduga mafia tanah. Kami usulkan agar Kejaksaan dan BPN segera pasang plang permanen ‘Tanah Negara’ di lokasi yang diduduki oleh Santosa Kadiman,” ucap Fery Adu.

Kata dia, saat ini anahnya sudah di-GU (Gambar Ukur) ke atas nama kedua Menantu Beatrix Seran & Nikolaus Naput. Kami juga menyerukan kepada Pengadilan Negeri Labuan Bajo agar dalam memutuskan perkara harus cermat meneliti kebenaran.

“Ini, yang kami lihat, justru seperti mengesahkan perampasan Tanah Negara oleh perorangan. Sungguh tidak berintegritas dan tidak profesional,” kata Fery Adu

Dirinya tidak hanya menyampaikan tuntutan, tetapi juga memaparkan rangkaian fakta yang menurutnya menunjukkan adanya pola penguasaan ilegal yang berlangsung lama. Fakta-fakta itu juga telah dituangkan dalam surat pemberitahuan aksi kepada Kapolres Manggarai Barat.

Ia menjelaskan, penguasaan Tanah Negara di Kerangan diduga telah berlangsung sejak 21 Oktober 1991 oleh ahli waris Beatrix Seran Nggebu bersama pihak keluarga. Selain itu, terdapat transaksi jual beli antar perorangan atas tanah yang diduga sebagai Tanah Negara melalui akta PPJB di Notaris Billy Yohanes Ginta pada 29 Januari 2014.

Tidak berhenti di situ, Fery juga menyoroti adanya pengesahan penguasaan tersebut melalui putusan perdata Pengadilan Negeri Labuan Bajo. Ia menilai hal ini semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran, bahkan kemungkinan keterlibatan institusi dalam persoalan tersebut.

Pertama, Fakta adanya penguasaan & diduga perampasan Tanah Negara di Kerangan, Kel. Labuan Bajo sejak 21 Oktober 1991 sampai hari ini oleh ahli waris Beatrix Seran Nggebu beserta Menantunya.

Kedua, fakta adanya jual beli tanah Negara antar perorangan di Kerangan, Kel.Labuan Bajo, melalui akta PPJB ( Perjanjian Pengikatan Jual Beli) di Notaris Billy Ginta no.5 tanggal 29 Januari 2014.

Ketiga, Fakta adanya pengesahan penguasaan perorangan atas Tanah Negara oleh Pengadilan Negeri Labuan Bajo melalui Putusan Perkara Perdata obyek tanah di Kerangan, Kel.Labuan Bajo.

Keempat, fakta bahwa Kejaksaan merupakan Lembaga Penegak Hukum yang berotoritas & berwibawa untuk membela kepentingan Negara, antara lain mengamankan asset Tanah Negara demi kepentingan umum.

Lebih lanjut, Fery Adu menekankan bahwa indikasi perampasan terlihat jelas dari dokumen batas tanahz yang menyebutkan keberadaan Tanah Negara di sisi timur. Ia juga menyoroti penerbitan Gambar Ukur oleh BPN atas nama pihak perorangan sebagai bentuk dugaan pelanggaran.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Irjen Pol (Purn) Drs. I Wayan Sukawinaya. Ia menilai BPN seharusnya konsisten terhadap data yang telah diterbitkan sebelumnya.

“Tanah Negara tidak diperkenankan dikuasai perorangan begitu saja. Jika BPN sudah terbitkan SHM di baratnya itu dimana batas timurnya adalah Tanah Negara, maka dia harus konsisten. Tidak boleh melanggar dengan buat lagi pengukuran dengan surat alas hak perorangan di situ. Harusnya BPN menolak ketika ada perorangan mengajukan permohonan SHM dong ! Dengan BPN meladeni klaim perorangan itu, maka BPN pada saat itu patut diduga ikut merampas tanah Negara,” tegas I Wayan.

Selain itu pihaknya juga mendesak langkah tegas dari aparat penegak hukum. Dan ketika saat ini tersingkap fakta adanya Tanah Negara duduki perseorangan, maka Kejaksaan harus dan wajib menyita tanah tersebut untuk aset Negara tersebut.

“Supaya perampasan tanah Negara oleh para mafia tanah tidak terus berlangsung. Kejaksaan dan Bareskrim harus tegas dan usut tuntas. Termasuk di PPJB 40 ha Santosa Kadiman yang di dalamnya ada Tanah Negara,” harap I Wayan. (GD)

0

KABUPATEN CIREBON, SUARA INDONESIA NEWS | Warga Desa Kedungbunder dihebohkan dengan bau busuk yang menyengat hampir 5 hari lamanya, bau yang berasal dari limbah pemotongan hewan ternak berupa bulu ayam basah yang di jemur yang berlokasi di lahan milik PT. Istaka Karya Gempol milik seorang Warga Kecamatan Kaliwedi. Rabu (25/03/2026).

Abdul Muis tokoh masyarakat Desa Kedungbunder, Kecamatan Gempol menerangkan bahwa awal mula bau busuk tercium oleh warga tepatnya pada hari Jumat 20/03/2026 kurang lebih pada pukul. 20.30 WIB disaat warga Desa Kedungbunder mempersiapkan diri untuk merayakan hari raya idul Fitri.

“Awal mula warga merasakan bau busuk seperti bau bangkai itu di hari Jumat malam pada pukul. 20.30 wib kemarin pas malam takbiran, dan warga masih mengira itu bau bangkai tikus di lingkungan sekitar rumah masing-masing dan setelah di telusuri oleh warga dan mendapatkan informasi dari warga blok Pejagan asem Desa Kedung Bunder bahwa bau tersebut ternyata berasal dari area lahan milik PT. Istaka Karya Gempol.

Menindaklanjuti informasi tersebut Muis Selaku Tokoh  masyarakat desa Kedung Bunder beserta warga desa palimanan Barat yang tepatnya di blok Pejagan asem  blok BTN Kedung Bunder Indah serta blok Karanganyar itu mendatangi lokasi tersebut, dan didapati adanya tumpukan limbah berupa  bulu ayam dan sejenisnya itu yang sangat berbau busuk yang sengaja di buang di lokasi tersebut.

Setelah ditelusuri pemilik limbah bulu ayam tersebut itu ternyata warga asal kecamatan Kaliwedi  yang bernama Anwar, pemilik limbah bulu ayam itu awalnya sama sekali tidak bisa dihubungi. maka kami melakukan tindakan itu pembakaran, Namun karena keterbatasan bahan untuk membakar ditambah lagi basah.

Pada hari Rabu itu sang pemilik limbah bulu ayam dilaporkan oleh warga ke Polsek Gempol dan saat itu pun saudara Anwar datang di Mapolsek Gempol untuk membuat kesepakatan kedua belah pihak antara tokoh masyarakat Muis dan pemilik limbah bulu ayam Anwar untuk di ambil kembali limbah tersebut.

Namun pada hari Kamis ini  limbah bulu ayam memang sudah diangkut kembali ke tempat yang layak untuk pembuangan limbah bulu ayam tersebut, Tapi masih ada sisa-sisa limbah tersebut yang masih bau menyengat di lingkungan kami”ujar Muis.

Sendi selaku warga desa Kedung bunder blok BTN gedung indah merasa keberatan jika hanya sekedar dipindahkan limbah tersebut, tanpa ada sanksi sosial atau sangsi hukum yang ditetapkan atau diterapkan pada pelaku tersebut karena sangat jelas kerugiannya terhadap lingkungan dan terhadap kami selaku warga desa kedung Bunder yang merasa terganggu penciumannya. jadi saya harap aparat penegak hukum bisa bertindak untuk segera Menindaklanjuti laporan warga.

Karena bukan hanya sekedar kerugian materi saja tapi kerugian kesehatan akibat limbah bulu ayam yang berbau busuk tersebut, karena ada beberapa warga atau keluarga saya pribadi pun sempat sakit yang di duga akibat limbah bulu ayam yang di buang sembarangan.  rencananya saya kami dan beberapa warga akan melaporkan hal tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup serta satpol PP serta unit Tipidter Polresta Cirebon ” Pungaks Sendi. (Bakar)

0
Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya terlihat berbincang-bincang dengan penghuni tahanan

TEGAL, SUARA INDONESIA NEWS | Ditengah kesibukan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di jalur Pantura, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menunjukkan kepedulian dengan berbagi kebahagiaan kepada para penghuni rumah tahanan (rutan) Mapolres Tegal Kota, Rabu 25 Maret 2026.

Dalam suasana Idul Fitri 1447 H yang masih berlangsung, Kapolres didampingi Wakapolres serta petugas jaga mendatangi langsung ruang tahanan untuk membagikan paket makanan siap saji kepada belasan penghuni rutan. Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan.

AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kepada sesama, tanpa memandang latar belakang, termasuk kepada para penghuni rutan yang sedang menjalani proses hukum.

“Di tengah tugas pengamanan arus mudik dan balik, kami ingin tetap berbagi kebahagiaan. Momentum Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan berbagi, termasuk kepada saudara-saudara kita yang saat ini berada di rutan,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, kepedulian kepada para tahanan merupakan bagian dari pendekatan kemanusiaan yang harus selalu dijunjung dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Ini adalah bentuk kepedulian yang memandang manusia secara utuh. Apa yang kami lakukan merupakan wujud belarasa dan penghargaan terhadap kelompok masyarakat yang kecil, lemah, dan mungkin sedang berada dalam kondisi tersingkir. Namun mereka tetap bagian dari masyarakat yang harus kita perhatikan bersama,” tegas AKBP Heru Antariksa

Suasana hangat terlihat saat Kapolres menyapa para penghuni rutan satu per satu, sekaligus memberikan motivasi agar mereka tetap menjalani proses hukum dengan baik dan menjadikan peristiwa yang dialami sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri.

“Walaupun sedang menjalani proses hukum, mereka tetap harus diperlakukan secara manusiawi. Kami ingin mereka tetap merasakan suasana Lebaran dan memiliki semangat untuk berubah menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Kapolres juga berpesan agar para penghuni rutan memanfaatkan waktu yang ada untuk introspeksi diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta menyiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik.

“Kami berharap apa yang terjadi saat ini bisa menjadi pelajaran. Gunakan waktu ini untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan ketika kembali ke masyarakat nanti bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ucapnya. (Zaen)

0

PEKANBARU, SUARA INDONESIA NEWS | Disaat jutaan masyarakat Indonesia berkumpul bersama keluarga merayakan hari raya Idulfitri 1447 H, pemandangan berbeda terlihat di area operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Pekerja PHR tetap tegak berdiri di garda terdepan, memastikan produksi migas nasional tetap terjaga demi menjaga ketahanan energi nasional. Rabu (25/03/2026)

Bagi para pekerja di lapangan, makna Lebaran tahun ini dirasakan dengan cara yang beda dan terasa istimewa. Salah satunya Hanifa Aulia Khosyatillah, dari Tim Plant Operations Minas.  Baginya, tugas negara di industri hulu migas menuntut komitmen tinggi, termasuk kesiapan untuk tetap bertugas di hari-hari besar.

“Saya memaknai Lebaran tahun ini dengan cara yang sedikit berbeda, yaitu dengan tetap menjalankan tugas di lapangan. Walaupun tidak bisa berkumpul langsung dengan keluarga, saya mencoba menciptakan suasana lebaran versi sendiri bersama rekan kerja,” ujar Hanifa.

Meski dirayakan secara sederhana di lokasi kerja, esensi kemenangan tetap terasa melalui semangat kebersamaan antarpekerja. Saling berbagi ucapan dan semangat menjadi cara mereka merawat tradisi di sela-sela tanggung jawab profesional.

Bertugas di hari Lebaran bukanlah perkara mudah, namun hal ini dipandang sebagai bentuk komitmen profesi. Kesadaran akan pentingnya kelancaran operasional untuk mencukupi kebutuhan energi nasional menjadi motivasi utama para pekerja.

“Buat saya, ini soal komitmen. Saat memilih pekerjaan ini, saya juga siap dengan konsekuensinya, termasuk bertugas di hari besar. Ada dorongan dari dalam diri untuk tetap profesional menyelesaikan tanggung jawab dengan baik, apapun situasinya,” tambahnya.

Dukungan penuh dari keluarga di rumah juga menjadi fondasi kekuatan bagi para pekerja. Meski kerinduan tak terelakkan, pemahaman keluarga akan pentingnya tugas ini membuat para pekerja dapat fokus sepenuhnya pada aspek keamanan dan kelancaran produksi.

“Keluarga di rumah sangat memahami, walaupun pasti ada rasa kangen. Mereka justru jadi sumber semangat utama, sehingga kami bisa lebih fokus bekerja dan selalu mengingatkan pentingnya aspek keselamatan selama bekerja,” tuturnya.

Para pekerja di lapangan selama libur Lebaran sangat krusial. Pengawasan ketat dilakukan mulai dari pemantauan operasional rutin hingga memastikan seluruh peralatan bekerja secara optimal. Komunikasi intensif antar-tim ditingkatkan untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan sejak dini.

“Kewaspadaan harus ditingkatkan supaya produksi tetap stabil dan aman. Fokus utama kami adalah memastikan semua proses berjalan sesuai prosedur dan prosedur keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi di hari seperti ini,” tegasnya.

Sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak nasional, PHR menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan operasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat selama momen hari raya. Operasional hulu migas di Zona Rokan tetap beroperasi tanpa henti, didukung para pekerja yang tetap bertugas di garis depan.

“Kami memahami operasional di Zona Rokan merupakan urat nadi bagi pasokan energi negeri, terutama di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat pesat saat Lebaran. Untuk itu, kami komitmen menjaga keandalan operasi di seluruh lapangan selama 24 jam sehari tanpa henti, kami sangat apresiasi serta bangga kepada seluruh pekerja yang tetap tegak berdiri di garda terdepan operasional selama masa Idulfitri,” kata General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko.

Dedikasi para Perwira PHR di wilayah kerja Rokan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Pertamina dalam menjaga kedaulatan energi. Di balik setiap tetas minyak yang diproduksi untuk bangsa, ada pengorbanan dan ketulusan para pekerja yang setia mengabdi, bahkan di hari kemenangan. (Mus)

0

BENGKALIS, SUARA INDONESIA NEWS | Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran, Rabu (25/3/2026), di Mako Polres Bengkalis.

Sertijab ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran serta peningkatan kinerja di lingkungan Polres Bengkalis.

Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab di antaranya, Kabag Ren dari Kompol Syafril kepada AKP Said  Mohd Ali Hanafiah. Jabatan Kasat Binmas diserahterimakan dari AKP Kasmandar Subekti S.M kepada AKP Bahagia Ginting S.H.

Sementara itu, jabatan Kasat Pamobvit sebelumnya ditinggalkan karena pejabat lama memasuki masa purna tugas, dan kini diisi oleh AKP Kasmandar Subekti, S.M.

Baca Juga

https://suaraindonesianews.com/news/polsek-mandau-ungkap-kasus-sabu-di-bathin-solapan-satu-tersangka-diamankan/

Selanjutnya, jabatan Kasat Resnarkoba diserahterimakan dari AKP Kris Tofel, S.Tr.K., S.I.K. kepada AKP Tidar Laksono. Untuk jajaran Kapolsek, Kapolsek Bukit Batu dari Kompol Rohani kepada AKP Al Imran,S.H, Kapolsek Pinggir dari AKP Bayu Ramadhan kepada AKP Rama Agung, serta Kapolsek Bantan dari AKP Said Ali Hanafiah kepada IPTU Iskandar.

Dalam amanatnya, Kapolres Bengkalis menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari pembinaan karier serta peningkatan profesionalisme anggota Polri.

“Kepada pejabat yang baru, segera menyesuaikan diri dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para pejabat utama serta personel Polres Bengkalis. Dengan adanya rotasi ini, diharapkan kinerja Polres Bengkalis semakin optimal dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. (Mus)

0

DUMAI, SUARA INDONESIA NEWS | saat sebagian besar masyarakat Riau merayakan Lebaran Idulfitri 1447 H bersama keluarga, puluhan kru Pemadam Kebakaran atau Fire Emergency Response Team (FERT) dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru berjibaku dengan asap dan api.

Tim kesampingkan waktu libur Lebaran, tim ini diterjunkan untuk membantu memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah titik di Kota Dumai, Selasa (24/3/2026).

Pada momen lebaran ini, tim PHR siaga dalam menghadapi berbagai isu operasional, termasuk kebakaran. Di sana, di tengah kepulan asap yang menyesakkan, nampak barisan pria berseragam merah dengan logo Pertamina Fire Brigade berjibaku melawan lidah api, bersama unsur TNI-Polri, Damkar, Manggala Agni hingga unsur pemerintah daerah lainnya.

Aksi ini merupakan bagian dari komitmen Siaga Lebaran Pertamina Hulu Rokan untuk memastikan stabilitas dan keamanan lingkungan di sekitar wilayah operasional, sekaligus bentuk solidaritas terhadap tim Satgas Karhutla daerah.

Kondisi cuaca panas dan angin kencang di Dumai dalam beberapa hari terakhir memicu munculnya titik api di lahan gambut yang sulit dijangkau. Tim FERT PHR bergerak cepat membawa perlengkapan pemadaman darat guna melakukan penyekatan agar api tidak semakin meluas ke pemukiman warga maupun fasilitas umum.

​”Kami tidak hanya menjaga obyek vital nasional, tapi juga berkomitmen hadir saat masyarakat membutuhkan, terutama dalam menghadapi ancaman karhutla yang muncul tepat di momen Lebaran ini,” ujar GM Zona Rokan, Andre Wijanarko.

Dari data yang dihimpun, Karhutla terpantau membakar sedikitnya ratusan hektare lahan di wilayah Tanjung Palas dan Mundam. Akibatnya, kabut asap pun mulai menyelimuti wilayah tersebut. Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang, sehingga api dengan cepat menyebar ke berbagai titik. Dalam waktu singkat, lahan gambut dan kawasan hutan di dua wilayah tersebut dilahap si jago merah.

Selain berdampak pada kesehatan, asap juga menurunkan jarak pandang, sehingga membahayakan pengendara.

Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto mengatakan, petugas hingga kini masih terus berupaya memadamkan api. “Petugas saat ini masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan api. Namun, upaya pemadaman cukup terkendala oleh keterbatasan sumber air dan kondisi cuaca yang panas,” ujar Sugiyarto.

Sugiyarto juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat beraktivitas guna menghindari gangguan pernapasan.

Karakteristik lahan gambut yang tampak padam di permukaan bukan berarti api benar-benar mati. Kondisi ini membuat tim gabungan termasuk kru PHR, BPBD, TNI, dan Polri, harus melakukan teknik cooling (pendinginan) hingga ke lapisan dalam tanah.

​Meskipun harus merayakan Lebaran di tengah kepulan asap, semangat para personel gabungan di lapangan tetap tinggi demi memastikan daerah tersebut tetap aman dari kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat Provinsi Riau. (Mus)

0

KOLAKA, SUARA INDONESIA NEWS | Pengelola destinasi wisata Pantai Tamborasi yang berlokasi di Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara, terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan. Keindahan alam yang ditawarkan kini dibarengi dengan standar keselamatan yang ketat demi menjamin pengalaman berkunjung yang maksimal. (24/03-26)

Ketua Pengelola Pantai Tamborasi, Isman Semara, menegaskan bahwa aspek keselamatan pengunjung merupakan prioritas utama, khususnya di area sumber air dan sepanjang garis pantai. Berbagai langkah preventif telah disiapkan untuk meminimalisir risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan.

“Kami melakukan pengawasan secara intensif, terutama di titik-titik yang dianggap rawan. Tujuannya agar pengunjung dapat beraktivitas dengan lebih tenang dan nyaman,” ujar Isman.

Selain fokus pada keselamatan fisik, pihak pengelola juga memperkuat sistem keamanan kawasan dengan menjalin kolaborasi bersama TNI dan Polri. Kerja sama lintas sektoral ini bertujuan menciptakan suasana wisata yang tertib serta bebas dari aktivitas melanggar hukum.

Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan secara aktif melakukan pengawasan ketat untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke kawasan wisata. Sasaran utamanya meliputi peredaran narkoba, minuman beralkohol, hingga senjata tajam seperti keris atau benda berbahaya lainnya yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Langkah tegas ini menuai apresiasi positif dari masyarakat dan wisatawan. Selain dimanjakan oleh panorama alam yang indah, pengunjung kini merasakan suasana yang lebih kondusif dan ramah keluarga.

Isman berharap upaya ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang. “Kami mengimbau seluruh pengunjung untuk turut menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku demi kenyamanan bersama,” tandasnya.

Dengan pengelolaan yang semakin profesional dan dukungan berbagai pihak, Pantai Tamborasi diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Kolaka yang tidak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga menjamin keamanan dan kepercayaan bagi semua kalangan. (**)