Menuju Pertumbuhan 8%: Seminar Nasional di Ponpes Nurul Muta’allimim Bedah Navigasi Ekonomi...

Menuju Pertumbuhan 8%: Seminar Nasional di Ponpes Nurul Muta’allimim Bedah Navigasi Ekonomi Indonesia 2026

24 views
0
SHARE

JAWA TIMUR, SUARA INDONESIA NEWS | Pondok Pesantren Nurul Muta’allimim bersiap menjadi pusat diskursus ekonomi nasional. Bertempat di Wisma Mumajjad, sebuah Seminar Nasional bertajuk “Navigasi Arah Ekonomi Indonesia 2026: Resiliensi, Peluang dan Tantangan Menuju Pertumbuhan 8%” akan segera digelar guna memetakan strategi pembangunan ekonomi di tengah dinamika global yang kian kompleks. (12/03-26)

Acara ini direncanakan menjadi wadah pertemuan lintas sektor, mulai dari akademisi, fungsionaris Jaring Santri Nusantara (JSN), kaum santri, pelaku usaha, hingga masyarakat umum. Fokus utamanya adalah membedah ambisi besar Indonesia dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Perspektif Multisektoral: Akademisi, Pengusaha, dan Aktivis

Guna mendapatkan gambaran yang komprehensif, penyelenggara menghadirkan tiga pilar narasumber utama yang akan mengupas tuntas tema tersebut dari sudut pandang berbeda:

  • Analisis Ketahanan Ekonomi: Pengamat ekonomi akan membedah sisi resiliensi Indonesia. Fokusnya mencakup strategi menghadapi ketidakpastian geopolitik, stabilitas pasar, serta kebijakan moneter dalam menjaga fondasi ekonomi nasional agar tetap berkelanjutan.
  • Motor Penggerak Dunia Usaha: Narasumber dari kalangan pelaku usaha akan berbagi pengalaman praktis mengenai inovasi industri. Poin penting yang akan diangkat adalah bagaimana dunia bisnis mampu menjadi mesin pencipta lapangan kerja dan penarik investasi di tahun 2026.
  • Peran Strategis Pemuda: Fungsionaris Ansor Jawa Timur bidang ekonomi akan menyoroti peran vital wirausahawan muda. Inovasi dan daya saing entrepreneur muda dinilai menjadi kunci utama untuk memperluas basis pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.

Sinergi dan Kolaborasi Masa Depan

Selain pemaparan materi, seminar ini akan membuka sesi dialog interaktif. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertukaran ide secara teoretis, tetapi juga memicu kolaborasi nyata antara akademisi, praktisi bisnis, dan organisasi kepemudaan.

“Penyelenggaraan seminar ini diharapkan mampu melahirkan pemikiran konstruktif yang menjadi kontribusi nyata dalam menavigasi arah ekonomi Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” tulis pihak penyelenggara dalam keterangan resminya.

Melalui sinergi ini, optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia diharapkan semakin solid, sekaligus memberikan panduan bagi masyarakat dalam menangkap peluang ekonomi di tahun-tahun mendatang. (GD)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY