Bankeu 5 Prioritas Kegiatan, ini Jadi Usulan Kota Tegal di Musrenbang RKPD...

Bankeu 5 Prioritas Kegiatan, ini Jadi Usulan Kota Tegal di Musrenbang RKPD Prov Jateng Tahun 2027

0
SHARE
Terlihat Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menghadiri langsung acara Musrenbang Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja.

SEMARANG, SUARA INDONESIA NEWS | Kota Tegal mengusulkan  Bantuan Keuangan (Bankeu) untuk lima prioritas kegiatan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah Total Rp142.173.387.520,-

Kelima usulan tersebut yaitu Revitalisasi Pasar Sumurpanggang, Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) TPA Bokong Semar, Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai Jetty Muara saluran pembuangan Gajahmada di wilayah kelurahan Tegalsari, Rekonstruksi Jalan pada Jl. Inspeksi Akses menuju IPLT Muarareja dan Pembangunan / Pengembangan IPAL Komunal Domestik beserta Jaringan Perpipaan Rusunawa Kraton.

Usulan tersebut disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 untuk penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027 di Gedung Gradhika Bhakti Praja Ruang Rapat Lantai II Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah Kota Semarang, Selasa 28 April 2026.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Dalam Negeri,  Bima Arya Sugiarto, Anggota DPR RI, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Forkopimda Jateng, Sekda Provinsi Jateng serta Bupati dan Wali Kota se-Jawa Tengah.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono turut hadir bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tegal, M. Ismail Fahmi.

Wali Kota Tegal melalui Kepala Bapperida Kota Tegal menyampaikan bahwa pertimbangan prioritas usulan yang diajukan ke Pemprov Jateng untuk Bankeu tahun 2027 antara lain menunjang tema pokok RKPD tahun 2027 terkait dengan pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Selain itu juga untuk menunjang penyelesaian permasalahan Infrastruktur terutama terkait ekonomi, persampahan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Komunal.

“Mengingat anggaran untuk program prioritas yang dibutuhkan sangat besar, maka kita ajukan permohonan bantuan keuangan ke Pemprov,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang ini sebagai forum yang sangat strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat yang dilayangkan melalui anggota DPRD maupun yang dilayangkan kepada Pemprov Jawa Tengah

“Ini bisa masuk dari semua sektor, nanti kita tampung dan jadi acuan kita untuk pembangunan Provinsi Jateng pada tahun 2027,” ujar Wakil Gubernur Jateng.

Wakil Gubernur Jawa Tengah juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk terus bersinergi dalam mendukung upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah di Jawa Tengah, mendukung keberlanjutan pelaksanaan Program Prioritas Nasional serta memperkuat fiskal daerah sekaligus mendorong “collaborative funding”.

Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy dalam arahannya menyampaikan perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar perencanaan yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Karena pemerintah daerahlah yang nanti akan melaksanakan perencanaan yang telah direncanakan bersama.

“Maka fokus kita adalah peningkatan kualitas perencanaan dan itu akan dimulai dengan kualitas pendidikan, kesehatan, penguatan inovasi, perlindungan sosial yang tepat sasaran serta pembangunan infrastruktur dan konektivitas ekonomi yang terus menerus harus ditingkatkan,” pungkasnya. (Zaen)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY