DLH Gelar Sosialisasi Gropyokan Sampah, Kolaborasi Menuju Lingkungan Bersih

DLH Gelar Sosialisasi Gropyokan Sampah, Kolaborasi Menuju Lingkungan Bersih

0
SHARE
Peserta sosialisasi dari OPD Pemkot Tegal mengikuti praktek daur ulang sampah di Kantor DLH, Kamis 7 Mei 2026.

TEGAL, SUARA INDONESIA NEWS  | Berdasarkan target nasional 2026 yang menekankan penghentian open dumping dan percepatan pemilahan sampah, upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal bertransformasi menuju sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal menggelar pelatihan penanganan sampah organik dan non-organik kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas aparat pemerintah dalam mengelola sampah secara mandiri, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan.

Sebanyak 210 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama 6 hari mengikuti pelatihan di Ruang Rapat Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, Yuli Prasetiya, S.KM., M.Kes. kepada awak media. Kamis 7 Mei 2026.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, Yuli Prasetiya, S.KM., M.Kes. mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan tersebut, meningkatkan pengetahuan aparatur mengenai jenis sampah dan keterampilan teknis dalam memilah serta mengolah sampah organik (misal: kompos, maggot) dan anorganik (daur ulang).

“Mendorong agar kantor-kantor OPD mampu mengelola sampah secara mandiri (zero waste) sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).”kata Yuli panggilan akrabnya.

Yuli menjelaskan, program pelatihan persampahan yang terstruktur dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan diteruskan ke tingkat Kelurahan, RT, dan RW merupakan pendekatan sistematis (berbasis hierarki pemerintahan) untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dan berbasis kebijakan nasional.

“Kegiatan ini langkah strategis yang sangat tepat, harapannya semoga Melalui pelatihan, sinergi antar perangkat daerah dapat diperkuat untuk mendorong inovasi pengelolaan sampah yang lebih optimal.”jelasnya.

Dika, salah satu peserta dari Satpol PP mengaku, semua peserta mengikuti kegiatan ini mendapatkan wawasan yang sangat bermanfaat mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik secara benar.

“Praktis (Skill) peserta langsung mempraktikkan cara mengolah sampah, seperti pembuatan pupuk kompos, pembuatan kerajinan tangan dari barang bekas, hingga penggunaan alat komposter.”

Pelatihan ini membantu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan rumah tangga dan mengurangi bau. Selain lingkungan bersih, peserta merasa terbantu karena sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi produk bernilai jual atau dijual ke bank sampah.”ungkap Dika seusai mengikuti praktek di DLH. (Zaen)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY