PEKANBARU, SUARA INDONESIA NEWS | Alun-Alun Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kampar berubah total. Lapak gerobak kayu dan tenda seadanya kini berganti 15 booth UMKM tertata rapi. Kawasan yang dulu sepi saat hujan itu kini jadi pusat kuliner dan ekonomi kreatif desa.
Jum’at (8/5/2026).
Transformasi ini buah intervensi program pengembangan UMKM PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Ketua Kelompok UMKM Alun-Alun Tanjung Sawit Pariana (50) menyebut, dulu pedagang kerap kesulitan saat musim hujan.
“Jualan seadanya. Kalau hujan, pembeli hampir tidak ada. Tempat kurang nyaman, potensi ekonomi di kawasan jogging track dan taman bermain ini tidak tergarap maksimal,” kata Pariana, Senin (5/5/2026).
Titik balik terjadi saat PHR membangun 15 booth layak sekaligus memberi pelatihan higienitas dan sanitasi makanan. Awalnya, standar kebersihan dianggap menyulitkan pedagang yang terbiasa cara lama. Lewat pendekatan persuasif, Pariana meyakinkan anggota beradaptasi dan berinovasi agar produk punya nilai jual.
“Dulu jualan seadanya. Sekarang tempatnya rapi dan nyaman. Kami lebih semangat dan percaya diri,” ujarnya.
Hasilnya nyata. Omzet rata-rata UMKM melonjak ke Rp4 juta–Rp5 juta per bulan. Aktivitas ekonomi tetap stabil meski hujan.
Manager Community Involvement & Development (CID) PHR Iwan Ridwan Faizal menilai, transformasi Alun-Alun Tanjung Sawit bukti dukungan terarah dan semangat warga mampu ciptakan kemandirian ekonomi. “Sinergi masyarakat, Pemdes, dan PHR bawa dampak luas,” kata Iwan.
Tata kelola desa yang membaik, termasuk sektor UMKM, mengantarkan Desa Tanjung Sawit dinobatkan sebagai Desa Terbaik Provinsi Riau Tahun 2025. Penetapan tertuang dalam SK Gubernur Riau Nomor Kpts 597/V/2025
Tentang PHR Zona Rokan
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.
Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.
Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan. (Mus)

















