Dari Dapur Rumah di Pekanbaru ke Negeri Sakura: Kisah Koperasi Pucuk Rebung...

Dari Dapur Rumah di Pekanbaru ke Negeri Sakura: Kisah Koperasi Pucuk Rebung Bawa Rasa Melayu ke Dunia

0
SHARE

PEKANBARU, SUARA INDONESIA NEWS | Siapa sangka pisang kipas yang dulu hanya digoreng di dapur rumah warga Pekanbaru, kini sudah sampai ke rak-rak pusat jajanan di Jepang. (31/07-26)

Yuneli, 49, Ketua Koperasi UMKM Pucuk Rebung, masih tak percaya dengan perjalanan yang mereka tempuh. Dari keterbatasan, dari rasa ragu, hingga akhirnya nama bumi Lancang Kuning harum di luar negeri.

“Perjalanan ini bukan proses yang instan,” kata Yuneli pelan.

Dulu, tembok paling tinggi bukan soal rasa. Produk UMKM Melayu Riau punya cita rasa unggulan. Tapi kapasitas produksi belum standar ekspor, kemasan belum rapi, keamanan pangan belum lengkap, dokumen ekspor belum paham. Ditambah lagi, akses ke buyer luar negeri hampir tidak ada.

Akibatnya, ratusan UMKM binaan Koperasi Pucuk Rebung hanya bisa berputar di pasar lokal.

Tapi mereka tidak menyerah. Pelan-pelan, satu per satu dibenahi. Ikut pameran internasional, ikut business matching, belajar standar kemasan, belajar keamanan pangan. Dapur rumah tangga berubah menjadi ruang produksi yang lebih tertata.

Titik balik itu datang lewat pendampingan. PHR melalui Program Pengembangan UMKM, Ekonomi, Pemuda, dan Perempuan hadir konsisten. Bukan hanya pelatihan, tapi juga menguatkan kelembagaan koperasi, membantu sarana produksi, hingga membuka jejaring pasar.

Pemerintah daerah dan instansi terkait juga turun tangan, membantu mengurus kelengkapan dokumen ekspor.

Hasilnya mulai terasa. Sebelum Jepang, produk Pucuk Rebung sudah lebih dulu menyapa Malaysia. Sudah 4 kali kirim dengan nilai transaksi mencapai puluhan juta rupiah.

Lalu datang kesempatan ke Jepang. Negara dengan standar keamanan pangan paling ketat di dunia. Komunikasi dengan buyer dilakukan berulang. Sampel dikirim bertahap. Desain kemasan dirombak. Dokumen dilengkapi satu-satu.

Perjuangan itu terbayar. Ekspor perdana ke Negeri Sakura berhasil: 400 pak Pisang Kipas Rajawali resmi mendarat di Jepang.

Kini, andalan Koperasi Pucuk Rebung bukan hanya Pisang Kipas. Ada Ikan Salai Patin, Mi Sagu Bu Tuti, Nastar Sagu, Bandrek Lazuhardy, Emping Alpukat, Buah Naga, Madu Murni, Bakso Olahan, hingga Bumbu Rendang Khas. Semua disesuaikan dengan selera dan regulasi negara tujuan.

“Pasar Jepang dikenal memiliki standar yang sangat tinggi. Kami jadikan setiap evaluasi sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas. Karena kami percaya, mutu adalah kunci agar produk UMKM bisa bertahan di pasar internasional,” ujar Yuneli.

Bagi Yuneli, angka ekspor bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah dampaknya ke rumah-rumah anggota koperasi: pendapatan naik, keluarga sejahtera, lapangan kerja lokal terbuka, dan produk tanah Melayu punya tempat di panggung dunia.

“Kisah kami berawal dari dapur sederhana. Mudah-mudahan bisa jadi inspirasi teman-teman UMKM lain di Riau, bahwa kita juga bisa melangkah jauh. Asal mau belajar, mau berproses, dan mau bergandengan,” tutupnya.

Dari Pekanbaru ke Malaysia, kini ke Jepang. Langkah kecil Koperasi Pucuk Rebung membuktikan, rasa kampung halaman juga bisa diterima dunia.

TENTANG PHR ZONA ROKAN

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.

Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan. (Mus)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY