Diduga Caplok Tanahnya, Warga Bo’a Minta BPN Bertanggung Jawab

Diduga Caplok Tanahnya, Warga Bo’a Minta BPN Bertanggung Jawab

383 views
0
BERBAGI

Suara Indonesia News –  Rote Ndao. Salah seorang warga Desa Bo’a, Petrus Adu mengaku kesal dengan prilaku BPN Rote Ndao dan Jermias Sanggu.

Kepada media, Rabu (22/6/2022) mengaku tanah miliknya di Desa Bo’a, 2276 Meter Persegi berbatasan dengan tanah milik Jermias Sanggu seluas 2578 Meter.

Tanah Jermias Sanggu sertifikatnya diterbitkan BPN Rote Ndao,Namun sayangnya terbitnya sertifikat milik Jermias Sanggu, BPN Rote Ndao,tidak turun lapangan agar dilakukan pengukuran seperti penerbitan sertifikasi biasanya.

Kata Adu, belakangan Jermias menjual miliknya kepada Perusahaan Modal asing (PMA) pemiliknya bernama Mester Julius.

Karena telah dijual Mester Julius melakukan aktivitas pembangunan berdasarkan luasan yang tertera di sertifikat,

Padahal luas disertifikat sudah mencaplok lahannya (Petrus Adu) sebagian. dirinya melaporkan ke Pertanahan, dan Pemerintah baik Desa juga kecamatan.

Menurut Petrus Adu, Seminggu yang lalu ada Warga Kebangsaan Amerika mendatangi lokasi tanah dan melakukan aktivitas galian Fanderan dan pasang pilar mengaku tanah miliknya hingga sebagai kecil halaman rumah saya, lalu saya komplen bahwa tanah ini milik saya karena Mester bukan orang asli Bo’a , namum mester menolak bahwa sesuai sertivikat itu tanah miliknya.

“ Saya jelaskan tanah saya di caplok oleh Jer Sanggu dan telah saya laporkan kepada bapak camat tepat dikantor camat .
senin (22/6/2022), Perwakilan Kecamatan, Babinsa Desa,Pihak Polsek Rote Barat turun kelokasi tersebut, tapi tidak dihadiri oleh penjual tanah Jermias Sanggu dan Pihak BPN yang terbitkan sertifikat dan penjual tanah Jermias Sanggu tidak hadir dilokasi sehingga tidak bisa diselesaikan.

Oleh karena itu, kami berharap pihak BPN dan Pemilik tanah agar segera hadir untuk penyelesaian kasus sengketa ini, dan menghentikan aktivitas dilokasi tanah tersebut.

Perwakilan Kecamatan Rote Barat yang dihadiri Yohanes Barnabas Ndoen mengakui pihak kecamatan hadir dilokasi yang dipersoalkan agar mencari solusi, namun BPN dan Pihak Penjual Jermias Sanggu tidak hadir. Sesuai kesepakatan aktivitas pembangunan dihentikan dan akan dilanjutkan setelah kedua pihak BPN dan Jermias Sanggu baru dilakukan penyelesaian kata Ndoen

Kata Bernabas pihaknya telah melakukan pengumpulan data kedua bela pihak yang bersengketa masing-masing memiliki Sertifikat, sehingga pertemuan berikut harus dihadiri BPN agar bisa menjelaskan tanah seutuhnya atau batas-batas tanah bisa dijelaskan agar dipahami kedua bela pihak.“ Pembuktiannya mungkin setelah kita melakukan klarifikasi karena sementara ini masalah ini masih digantung juga jadi belum tau masalahnya seperti apa , supaya tidak timbul polemik yang lebih panjang lagi’, tegasnya.

Mr Julius kepada media mengatakan dirinya mewakili perusaan tempat ia bekerja, saat ini melakukan droping material untuk membangun, tetapi dikomplen oleh tetangga (petrus Adu) karena sebagian tanah miliknya masuk di luasan sertifikat saya, sehingga saya juga laporkan ke Aparat desa dan Pihak pengamanan untuk mediasi kasus ini kata Julias yang bernegara Amerika ini.

Perusahaan membeli dari Jermias Sanggu dan telah dilakukan transaksi jual beli yang disaksikan oleh pihak Notaris.

hadirnya semata hanya untuk mengembangkan usaha dibidang pariwisata di Kabupaten Rote Ndao, sehingga saya droping material, tetapi sayangnya dikomplen, sehingga saya berharap agar BPN dan Pemilik tanah Jermias Sanggu segera hadir agar dimediasi pihak pemerintah.

Reporter : Dance henukh

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY