KONSEP DASAR KOPERASI UNTUK MENCIPTAKAN MASYARAKAT MADANI

KONSEP DASAR KOPERASI UNTUK MENCIPTAKAN MASYARAKAT MADANI

105 views
0
SHARE

Oleh : Tokoh Koperasi Akp.H. Landjar Guntoro,SH

Suara Indonesia News – Bogor, ERA Globalisasi adalah sebuah proses mendunia yang menyebabkan setiap orang dapat mengakses melalui berbagai macam media. Setiap orang akan bebas melihat apapun yg terjadi dibelahan dunia melalui banyak media . berita yang baik positif maupun negative.

Jika tidak kita filter dengan baik, maka berbagai kearifan ekonomi local, kita akan terkikis secara perlahan-lahan dan digantikan dengan ekonomi budaya baru yang kita akan adopsi memalui berbagai macam media yang dipertontonkan pada kita.

Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan kita serta mengancam eksistensi ekonomi . budaya maupun pendidikan sebagai warisan leluhur yang ditandai dengan semanga kekeluargaan  maupun gotong royong yang sejak dahulu telah manjadi karakter dan kebanggaan kita untuk mengakui daerah sendiri, yang mana pada era modernisasi sekarang ini jauh dari harapan dan cita cita Bangsa.

Akibatnya adalah kita akan lebih percaya diri mempraktekan dan menerima prinsif ekonomi,  budaya orang lain ketimbang dengan budaya kita sendiri. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya.

Hal yang sangat menakutkan juga adalah mulai berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membuat setiap orang pada beberapa Negara diluar Indonesia akan bebas masuk dan bergiat di Negara kita. otomotis akan berpengaruh pada semua lini kehidupan sehingga batas Bangsa dan Negara serta masyarakatnya sangat dekat dan tanpa tanpa sekat.

Bagaimana dengan koperasi warisan leluhur kita, tentu Koperasi haruslah mempunyai konsep dasar sebagai nilai atau filosofi yang menjadi acuan, Konsep Koperasi haruslah menciptakan ekonomi masyarakat yang madani, masyarakat madani merupakan masyarakat yang tau dan sadar akan nilai kehidupannya dan taubserta sadar akan nilai kebutuhan nya.

Kearifan  tri logi kehidupan diantaranya ia tau dan sadar akan
bagaimana hubungan “Manusia dengan tuhannya, ” manusia dengan manusianya ” sebagai makluk ciptaannya dan “manusia dengan alam semesta ” sebagai wadah interaksi di dunia ini.

Dari konsep dasar diatas tersebut, terlihat bahwa salah satu faktor utamanya adalah kebutuhan.
Dan bagaimana manusia itu memenuhi kebutuhanya? salah satunya Hubungan manusia dengan manusia berkorelasi dengan kebutuhan akan hidupnya salah satunya adalah ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

sebagai dampak dari prisip ekonomi modern yang berkembang secara pesat dan diimbangi majunya Teknologi Informasi / TI kita tidak tau bagaimana maunisia saat ini akan dpt memenuhi kebutuhanya,

maka yang kita rasakan dan lihat dimasyarakat saat ini bukan saling berkontribusi dan berkorelasi malah muncul gagasan siapa yg kuat akan bertahan , inilah era globalisasi ekonomi yg bebas masuk , kita hanya bisa menerima dan mengikuti tanpa bisa memfilter akan dampaknya.

Berdasarkan beberapa hal diatas, tentu perlu sebuah usaha untuk terus memberikan pencerahan kepada masyarakat kita khususnya dalam bidang perbaikan ekonomi masyarakat sehingga menimbulkan karakter ekonomi  dan jati diri itu sendiri.

Kita tidak boleh hanya sebatas duduk berdiskusi terkait kondisi masyarakat tanpa melakukan sesuatu yang sifatnya dapat membuat mereka tetap percaya diri untuk mempertahankan eksistensi kearifan ekonomi local daerah sendiri,

baik itu berupa sosialisasi ataupun seminar dan diskusi-diskusi ekonomi untuk mbamgkitkan kembali ekonomi melalui koperasi koperasi di tingkat masyarakat bawah sebagai bentengnya ekonomi Negara.

Dengan demikian , kita dapat memperbaiki kelemahan ekonomi  sekaligus memacu semangat ekonomi masyrakat demi yang lebih bermartabat dimata dunia. (Sep)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY