Merawat Tradisi dan Budaya Menuju Digitalisasi Bujangga

Merawat Tradisi dan Budaya Menuju Digitalisasi Bujangga

1,504 views
0
SHARE

Suara Indonesia News – Indramayu. Tradisi Bujanggaan sebagai kesenian khas Kabupaten Indramayu warisan leluhur terdahulu sudah sepatutnya dilestarikan dan digaungkan kembali kepada masyarakat.

Hal inilah yang turut dilestarikan Yayasan Surya Pringga Dermayu dengan menggelar Senandung Bujangga di Kota Mangga, di Halaman Yayasan Surya Pringga Dermayu Desa Cikedunglor Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu, Sabtu (30/9/2023).

Senandung Bujangga di Kota Mangga ini difasilitasi dari Dana Indonesiana pada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidian dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI dengan menampilkan Tradisi Bujanggaan, Bobotan, Seni Tari, Ruwat dan memperlihatkan Alih Media Manuskrip dan tersedia Gerbang Maca Dermayu.

Acara Senandung Bujangga di Kota Mangga berlangsung meriah, manakala Maestro Bujanggaan Indramayu Ki Lebe Warki dengan suara yang khas dan melengking menyanyikan puisi bujanggan penuh makna, dihadapan para tamu undangan baik dari Dana Indonesiana, Disdikbud Kabupaten Indramayu, DPA Kabupaten Indramayu, Dispara Kabupaten Indramayu, Pemcam Cikedung, Pemdes Cikedunglor, DKI Indramayu dan masyarakat setempat.

Perwakilan Dana Indonesiana pada LPDP Kemendikbud RI Rina Febriyani Dzoelby menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Surya Pringga Dermayu yang berkomitmen melestarikan tradisi bujangaan dan manuskrip kepada masyarakat.

“Saya sangat bangga sekali disini mewakili Sekretaris Dirjen Kebudayaan mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Surya Pringga Dermayu dan Pemkab Indramayu mensupport kegiatan Senandung Bujangga di Kota Mangga. Tentunya ini menjadi kebahagiaan ternyata di Kabupaten Indramayu terdapat komunitas atau budayawan yang serius melestarikan Tradisi Bujanggaan,”ungkapnya.

Sementara itu Bupati Indramayu Nina Agustina dalam sambutannya yang disampaikan Camat Cikedung Encep RS mengatakan, bahwa Kabupaten Indramayu merupakan daerah memiliki ragam kesenian yang melimpah, salah satunya tradisi lisan pembacaan manuskrip yang dikenal dengan istilah Bujanggaan.

“Tentu Tradisi Bujanggaan yaitu kesenian yang berisi nyayian puisi tradisional atau disebut pupuh yang dilakukan dengan suara tinggi,” ucap Encep.

Dikatakan Encep, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengapresiasi kegiatan Senandung Bujangga di Kota Mangga sebagai bentuk nyata dalam menjaga investasi budaya yang dilakukan Yayasan Surya Pringga Dermayu dengan tujuan agar terus lestari ditengah-tengah masyarakat dan menghormati warisan budaya yang kaya dan beragam.

“Dengan dukungan kelancaran kegiatan Senandung Bujangga di Kota Mangga dan adanya korelasi positif antara pendidikan dan kebudayaan diharapkan akan meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan di Kabupaten Indramayu dan Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Selanjutnya Ketua Yayasan Surya Pringga Dermayu Sri Tanjung Sugiarti menjelaskan, kegiatan Senandung Bujangga di Kota Mangga ini bertujuan untuk melestarikan keberadaan manuskrip dan mensosialisasikan tradisi bujangaan, sehingga siap pula dalam menghadapi tantangan pelestarian di era digitalisasi.

“Senandung Bujanga di Kota Mangga menghasilkan sebuah langkah yang konkret dengan mensosialisasikan tradisi bujanggaan, tradisi bobotan kepada masyarakat Desa Cikedunglor khususnya Kabupaten Indramayu serta manuskrip-manuskrip di masyarakat tetap terjaga sebagai warisan tak benda,”katanya.

Selain itu dapat memperkokoh sinergitas pelestarian nilai-nilai tradisi manuskrip dan memperlihatkan hasil diseminasi alih media tradisi manuskrip bujangaan.

“Kami bersama teman-teman Yayasan Surya Pringga Dermayu tidak hanya melestarikan tradisi bujanggan saja dan manuskrip, tetapi juga terdapat alih wahana atau media dari manuskrip dijadikan komik. Kepada pembaca dapat membacanya lewat website Bujangga.id,” ujarnya (Toro)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY