LHOKSEUMAWE, SUARA INDONESIA NEWS | Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat tampak parkir sembarangan di sepanjang badan jalan kawasan warung kopi Narasa Kupi hingga Lom Kupi, Simpang Buloh. Kondisi tersebut disebut terjadi hampir setiap hari dan dinilai mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan lainnya.
Pantauan di lokasi, banyak kendaraan diparkir hingga memakan bahu jalan bahkan sebagian badan jalan. Aktivitas pengunjung yang datang untuk menikmati kopi dan makanan di warung sekitar membuat kawasan tersebut kerap dipadati kendaraan, terutama pada jam-jam ramai.
Meski terdapat pihak yang mengatur parkir dengan tarif sekitar Rp2.000 untuk mobil, kendaraan tetap terlihat parkir tidak beraturan. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan itu sering tersendat dan memicu kemacetan.
Salah seorang pengguna jalan, HD, mengatakan kondisi parkir di kawasan Simpang Buloh sangat mengganggu masyarakat yang melintas.
“Parkir di Jalan Simpang Buloh sangat mengganggu orang lain lewat. Ada yang parkir sebentar, ada juga yang lama sehingga sangat mengganggu kami bahkan kadang tidak bisa lewat,” kata HD, Kamis malam (21/05/2026).
Ia menyebut, kendaraan yang parkir sudah memakan badan jalan mulai dari kawasan Narasa Kupi hingga Lom Kupi.
“Saya lihat mulai dari Narasa Kupi sampai Lom Kupi parkir sudah di atas jalan. Jadi mohon kepada pihak terkait agar ditertibkan,” ujarnya.
Menurut HD, persoalan parkir liar tidak boleh dianggap sepele karena dapat memicu persoalan yang lebih besar, termasuk risiko kecelakaan lalu lintas.
“Ini memang terlihat masalah kecil, tapi bisa jadi masalah besar kalau ada mobil lewat atau terjadi tabrakan dengan kendaraan yang parkir di jalan tersebut,” katanya.
Ia juga meminta pihak terkait lebih tegas dalam menjalankan tugas untuk menertibkan parkir liar demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Pihak terkait harus tegas. Kalau dibiarkan terus karena merasa tidak enak menegur, nanti lama-lama jadi kebiasaan dan bisa menimbulkan masalah baru,” tutupnya. (wandy ccp)

















