Pengungsi Cipinang Melayu & Mensos Juliari

Pengungsi Cipinang Melayu & Mensos Juliari

276 views
0
SHARE

Suara Indonesia News – Jakarta, Wajah wajah pengungsi banjir yang berasal dari warga terdampak banjir kawasan Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur dan sekitarnya sedikit tampak cerah karena tempat pengungsian mereka  di Masjid Raya Borobudur, Jakarta Timur dikunjungi banyak pihak.

“Iya ,tadi datang kesini Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara dan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, ada juga pak Ace Hasan Syadzali anggota DPRRI dari Golkar, minimal kami bisa mengadu, maklum ibu ibu ya,  curhatlah sama mereka”, jawab Muli – 40 tahun warga Cipinang Melayu yang telah mengungsi disana sejak hari Rabu (1/1/2020) bersama suami dan 2 anaknya kepada suaraindonesianews.com (2/2/2020) lalu

“Alhamdulillah keperluan kami, khususnya perlengkapan dan makanan anak-anak tersedia, kita juga memaklumi jika ada kekurangan para panitia dan relawan. Seperti saat kejadian ada keterlambatan evakuasi karena kekurangan transportasi perahu karet”, tambah Muli usai diajak bincang bincang oleh Mensos Juliari, “Pak Menkes sangat ramah kepada kami”,tambah Muli yang pengajar di SMA Cawang, Jakarta Timur

Menkes, Mensos dan beberapa lainnya lagi memang tidak datang bersamaan, namun ini telah mengobati derita pengungsi apalagi kemudian terlibat aktif bincang bincang dengan para warga yang jumlahnya sekitar lebih dari 200 orang ini.

Mensos Juliari datang lebih dulu dengan mengenakan seragam berwarna cokelat dengan topi hitam diiringi para staf. Sosoknya yang Tinggi Dan gagah menjadi perhatian warga. Beliau langsung berdiskusi dengan pengungsi Khususnya mengenai kebutuhan disana.Kemudian beliau menemui ahli waris dari Siti Hawa (72) dan menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta kepada ahli waris Siti Hawa.

Siti Hawa ialah korban meninggal dunia saat banjir menerjang Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (1/1) malam.

“Syukurnya anak anak sedang libur sekolah’ ya sampai tanggal 6 Januari mendatang, pastinya para ibu akan lebih sibuk jika mereka masuk sekolah’ nanti, karena seragam, buku dan peralatan sekolah’ mereka hancur kena Banjir kemarin. Kami belum tahu bagaimana nantinya, Karena banyak sekolah’ juga yang kena Banjir. Juga murid murid Saya, semoga semua sehat dan bisa sekolah’ lagi nanti, ya inilah ujian yang harus kami jalani dengan ikhlas”, kata Muli istri dari Vireka yang juga pengajar.

Apapun banjir ini adalah bagian dari ujian, semoga mereka tetap sehat dan  cepat dapat melakukan rutinitasnya seperti sedia kala.Aamiin Yarabilalamiin (Rahma/PR)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY