PHR Raih Penghargaan Platinum ENSIA 2026 Lewat Program Pemberdayaan Perikanan Magnifina

PHR Raih Penghargaan Platinum ENSIA 2026 Lewat Program Pemberdayaan Perikanan Magnifina

0
SHARE

JAKARTA, SUARA INDONESIA NEWS | PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih penghargaan tertinggi Platinum pada ajang Environment and Social Innovation Award (ENSIA) 2026. Penghargaan kategori Inovasi Sosial itu diberikan atas keberhasilan program Magnifina atau Model Integrasi Inovasi Perikanan Minas Jaya.

Program pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, itu dinilai berhasil menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak terukur bagi lingkungan.

Berdayakan 8 Kelompok Pembudidaya Ikan

Magnifina merupakan program intervensi PHR kepada kelompok pembudidaya ikan yang tergabung dalam Gapokkan Minas Bahari Serumpun. Sejak 2025, PHR melakukan pendampingan bertahap kepada delapan kelompok pembudidaya ikan, termasuk kelompok rentan.

Tidak hanya memberikan bantuan sarana dan pelatihan, PHR mendorong setiap kelompok untuk mengembangkan inovasi terintegrasi. Model ini membentuk ekosistem perikanan yang tangguh dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya luar, karena persoalan pada satu kelompok bisa menjadi solusi bagi kelompok lain.

Sejumlah kelompok yang merasakan manfaat program ini di antaranya kelompok pembibitan lele mandiri, kelompok pengolah limbah organik menjadi maggot dan pengembang probiotik mandiri, serta kelompok produsen azolla, tumbuhan paku air mengapung berukuran kecil yang kaya nutrisi untuk pakan alternatif ikan dan ternak.

Pendapatan Naik 55,95 Persen, Emisi Berkurang

Hasil intervensi mulai terlihat nyata. Sejak penjualan dimulai Desember 2025 hingga Juli 2026, pendapatan kelompok tercatat meningkat sebesar 55,95%.

Dari sisi lingkungan, budidaya maggot memanfaatkan sekitar 20 kilogram sampah organik per bulan. Sementara budidaya maggot, azolla, ikan rucah lokal, dan probiotik mandiri menghasilkan potensi pengurangan emisi kumulatif sekitar 1,84 ton CO2e per tahun.

Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan mengarahkan program CID pada dampak yang terukur dan berkelanjutan.

“Melalui capaian ini, PHR berkomitmen untuk terus mengarahkan program CID pada penciptaan dampak terukur dan berkelanjutan. Dengan penguatan kapasitas masyarakat serta terbentuknya sumber penghidupan yang mandiri diharapkan dapat membangun sistem yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ungkap Iwan.

Bersaing dengan 954 Karya

Ajang ENSIA 2026 diselenggarakan PT Sucofindo di Nusa Dua, Bali, Kamis 10/9/2026. ENSIA tahun ini mempertandingkan empat kategori: Inovasi Lingkungan, Inovasi Sosial, Inovasi Khusus, dan Local Hero Inspiratif.

Sebanyak 954 paper dari 253 perusahaan berbagai sektor bisnis di Indonesia berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Acara penganugerahan turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol, serta Gubernur Bali Wayan Koster. Kehadiran para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam menjawab tantangan sosial, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui capaian ini, PHR menegaskan akan terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan masyarakat hari ini, tetapi membangun sistem yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam jangka panjang. (Mus)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY