Satgas Karhutla Mabes TNI Kunjungi Mandau, Camat Soroti Kesulitan Lacak Pemilik Lahan

Satgas Karhutla Mabes TNI Kunjungi Mandau, Camat Soroti Kesulitan Lacak Pemilik Lahan

0
SHARE

DURI, SUARA INDONESIA NEWS | Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar kunjungan kerja ke Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis 27/8/2026. Kunjungan ini fokus pada upaya menggebrak penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dampaknya mulai meresahkan masyarakat.

Rombongan Satgas Karhutla dipimpin Staf Khusus KSAL sekaligus Ketua Tim Penyuluh, Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi. Ia didampingi Kolonel Tek Wayan Joni Nugraha dan Mayor Inf Sugianto.

Kehadiran tim disambut langsung Camat Mandau Riki Rihardi,S.STP., M.Si., bersama Danramil 03/Mandau, Kapolsek Mandau, dan sejumlah pejabat terkait.

Dalam sesi penyuluhan, Brigjen Freddy menekankan pentingnya skema penanggulangan Karhutla untuk mempercepat pemadaman titik api. Menurutnya, langkah cepat diperlukan agar paparan asap tidak berdampak semakin parah terhadap kesehatan masyarakat.

“Penanganan harus dilakukan secara terpadu dan cepat. Kami hadir untuk memastikan seluruh elemen di lapangan siap siaga,” ujarnya.

Camat Mandau Riki Rihardi dalam sambutannya menyampaikan persoalan utama yang dihadapi di lapangan. Ia menyebut mayoritas lahan yang terbakar di Kecamatan Mandau dimiliki warga di luar daerah.

“Dapat kami sampaikan bahwasanya mayoritas lahan yang terbakar di wilayah kami tidak berdomisili di wilayah Mandau. Lahannya di sini, tapi yang punya entah di mana. Kami kesulitan mencari siapa pemilik lahan untuk dimintai keterangan serta pertanggungjawaban,” ungkap Riki.

Ia menegaskan setiap pemilik lahan, khususnya lahan gambut, wajib bertanggung jawab mengawasi lahannya masing-masing.

Riki juga memaparkan dampak Karhutla yang sudah dirasakan masyarakat. Aktivitas sekolah sementara diliburkan hingga Sabtu, dan geliat ekonomi warga ikut terganggu akibat kabut asap.

“Kami berharap bantuan seluruh elemen termasuk dari Mabes TNI serta jajaran, karena dampak yang kami rasakan terkait hal ini sudah sangat meresahkan,” tambahnya.

Usai penyuluhan, tim membuka sesi diskusi untuk menyerap permasalahan yang kerap dihadapi petugas di lapangan saat proses pemadaman.

Berbagai masukan dan saran terkait polemik Karhutla dicatat tim. Hasil diskusi tersebut nantinya akan dihimpun sebagai usulan untuk dipaparkan di tingkat pusat.

Di akhir kegiatan, diharapkan seluruh elemen terkait semakin sigap dan cekatan dalam menanggulangi kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Mandau. (Mus)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY