SELAYANG PANDANG DESA PARAKAN KAB.KUNINGAN ” SIMBOL SEJARAH ADAT BUDAYA DAN PENDIDIKAN...

SELAYANG PANDANG DESA PARAKAN KAB.KUNINGAN ” SIMBOL SEJARAH ADAT BUDAYA DAN PENDIDIKAN ”

2866
0
BERBAGI

Suaraindonesianews-Kuningan,  Parakan adalah sebuah Desa yang terdapat di Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Desa ini berbatasan Desa Kutamandarakan,danPakembangan,  Selain mempunyai dataran yang rendahn keberadaan Desa tersebut d apit oleh dua sungai besar yaitu sungai Cipedak dan sungai Cigede, bahan kawasan desa ini terkelilingi oeh gunung-gunung kecil, diantanya, Gunung Hideung, Gunung Herang dan Gedogan. Selainn gunung, kkawasan Desa parakan membentang lahan persawan perkebunan, dan pertanian,

Menurut salah satu sumber yang ditemui wartawan SI,Nama Desa Parakan. diambil dari kata “Parak” dan kata “Pamarekan”. Kata”Parak” dalam bahasa Sunda artinya tempat tirakat / puasa, atau tempat pertapaan. Dan kata “Pamarekan” artinya tempat”Perkumpulan”, yakni tempat berkumpulnya para jawara yang terkenal dan memiliki ilmu kadigjayaan untuk bertanding kesaktian (ngadu elmu).

Hal ini dibuktikan dengan adanya 6 Makam Keramat yang sampai saat ini masih banyak diziarahi oleh masyarakat. Seperti Makam Eyang Dukuh, Makam Eyang Depok, Makam Eyang Jatigede, Makam Eyang Cicabe Girang, Makam Eyang Cibening dan Makam Eyang Pasir Pugag. Yang konon makam-makam keramat tersebut masing-masing memiliki beberapa keistimewaan yang dipercaya oleh masyarakat setempat.

Disamping makam-makam tersebut, di Desa Parakan terdapat nama-nama tempat yang sangat mirip dengan nama tempat yang layaknya sebuah pertapaan pada zaman Hindu, seperti Sumur Sijalatunda, Ciparigi (kolam), Gandasoli, Batu Tilu, Cipamuruyan, Depok dan lain-lain.

:: Parakan Tempo dulu::

Sebagaiman­a dijelaskan oleh seorann Pujangga Menik yang hidup dalam abad ke XV seorang Resi Hindu-Sunda. Dalam karyanya disebutkan bahwa: “Semuareligious schools/ pertapaan yangdisebutkan Pujangga Manik memiliki kelengkapan antara lain: adanya “Beji” atau kolam, telaga, mata air, danau dan lain-lain yang melambangkan Jalatunda.Jala artinya “air” dan Tunda artinya “yang mencuat dari tanah”.

Dengan demikian, Parakan adalah sebuah Desa yang dahulunya merupakan tempat tirakat (mensucikan jiwa). Pertapaan para kesatria dan jawara untuk mencari ilmu dan kadigjayaan serta tempat berkumpulnya para kesatria dan jawara untuk mengadu ilmu kesaktian.

Desa Parakan mulai ditempati oleh penduduk sekitar akhir abad ke 18. Konon menurut cerita bahwa: Parakan dahulu merupakan hutan terpencil yang sepi dan sunyi serta diapit oleh dua sungai yakni Cipedak dan Cigede.Dari letaknya yang sepi dan sunyi, tempat ini dianggap sangatstrategisuntuk dijadikan tempat meditasi (bertapa) dengancaratirakat (berpuasa) dan menjauhkan diri dari keramaian manusia.

Bukti lain yang menunjukkan bahwa Parakan sebagai tempat pertapaan adalah nama-nama tempat yang ada di Desa Parakan, yang memiliki kesamaan dengan nama tempat-tempat yang berada di padepokan / pertapaan lain di Pulau Jawa seperti, Jalatunda, Ciparigi, Gondosoli, Batu Tilu, Cipamuruyan dan lain-lain.

:: Parakan Sekarang ::

PicsArt_09-01-01.49.51 (1)

Pemerintahan Desa Parakan, dilihat dari statusnya sebagai sebuah desa saat ini dipimpin oleh seorang kepala Desa yang bernama E mukaha , atau dikenal dengan sebutan (Kuwu) sekarang.

Dilihat dari letak Geografis Keadaan iklim desa parakan dipengaruhi oleh iklim tropis dan angin muson, dengan temperatur bulananberkisar antara 18 °C – 32 °C serta curah hujan berkisar antara 2.000 mm – 2.500 mm per tahun. Luas wilayah desa parakan hampir mencapai >884,94 Ha, denga jumlah penduduk >
3.526 jiwa, dan 1062 KK.

Menurut Sekdes Desa Parakan, Suhandi, ketika dikofirmasi team SI, mayoritas penduduk Parakan berprofesi sebagai petani, sisanya adalah PNS, pegawai swasta, buruh tani, buruh bangunan dan pedagang.

PicsArt_09-01-01.54.22 (1)

Dan Suhandi menammbahkan, Perekonomian Parakan, banyak di sumbang oleh penduduknya yang merantau di kota-kota besar seperti Jakarta, Banndung jogja, dan surabaya.

Dalam target pencapaian pembangunan desa , percepatan pertumbuhan perekonomian maupun, pembangunan bidang pemberdayaan masyrakat Desa, parakan sendiri, memang cukup membanggakan, ujarnya,

Hal tersebut terbukti, dengan diraihnya juara ke II lomba, percepatan pelunasan PBB tingkat kecamatan pelunasan PBB tingkat kecamatan Maleber katagori target: 51.436.844 s/d 84.784.672. Ujar kades sambil tersenyum kepada wartawan.( Mamat Rahmat, Dedy, wawan ).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY