Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Jelang masa akhir jabatan dan masih berminat untuk ikut dalam kontestasi Pilwu serentak yang akan diadakan bulan Nopember mendatang, membuat Lisa Heryanti Kuwu desa Cilukrak Kecamatan Palimanan menjadi sibuk sehingga untuk mendapat waktu konfirmasi berita (https://suaraindonesianews.com/news/pemdes-cilukrak-diduga-memangkas-blt-dana-desa-dan-memungut-dana-bpum-dari-kpm/) teramat sulit.
Media meminta Irwanto Kuwu Ciawi yang juga ketua FKKC Kecamatan Palimanan untuk mediasi dengan Lisa Heryanti Kuwu desa Cilukrak, ternyata saat yang ditentukan (Senin, 23-08-2021) pukul 13.00 WIB, di warung Taman Kepuh, tidak hadir malah yang hadir, Suratmo Kuwu desa Balerante, Kuwu desa Semplo dan Afan Mashadi Kuwu desa Pegagan.
Dalam pertemuan tersebut, Irwanto mengingatkan media untuk tidak membuat gaduh desa yang akan Pilwu serentak, dan “Bupati pasti melindungi Kuwu yang sedang ada Pilwu desanya.”
Tapi Irwanto juga sudah berbicara dengan Lisa dan menyalahkan Kuwu Cilukrak karena membagikan BLT Dana Desa langsung door to door, kenapa tidak dilakukan di Desa saja, kalo dilakukan langsung sekiranya ada pemotongan yang terjadi, itu tetap menjadi tanggung jawab Kuwu selaku pimpinan yang menandatangani berita acara pertanggungjawaban BLT tersebut. Lalu Irwanto Kuwu Ciawi meminta media untuk datang ke desa menemui Lisa Kuwu desa Cilukrak.
Kuwu Amo panggilan Suratmo Kuwu desa Balerante juga meminta media untuk membuat kondusif desa yang akan mengadakan pesta demokrasi dan bicara saja dengan Lisa Kuwu baik dan dapat solusi bersama. Ketika media mengatakan Lisa Kuwu yang tidak akrab dengan media dan cenderung menghindar bila ditemui di kantor, Kuwu Amo berjanji akan mengingatkan Lisa supaya tidak menghindar.
Lalu media datang ke kantor desa Cilukrak (Rabu, 25-08-2021), ditemui Rega Kaur program yang ikut membagikan BLT Dana Desa ke warga RT 02, Rega dengan nada agak keras langsung bertanya kenapa tidak konfirmasi dulu atas berita tersebut, lalu media menjawab, berita bisa langsung ditayangkan saat narasumber yang didapat sudah valid bukan katanya, “soal konfirmasi bisa menyusul seperti saat ini datang ke kantor desa.”
Lalu Rega meminta “media untuk menghapus berita yang ditayangkan bisa ga?” Penghapusan berita di media kami tidak bisa dilakukan kecuali narasumber yang ada palsu, itupun dalam bentuk berita klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya. “Saya datang ke sini untuk menemui Lisa Kuwu desa Cilukrak meminta klarifikasi dan menawarkan jasa iklan pada Kuwu,” ungkap media.
Kebetulan Lisa Heryanti Kuwu desa Cilukrak tidak berada di tempat dan pergi bersama pegawai salah satu Dinas untuk kepentingan pemanfaatan anggaran Dana Desa. Lalu media mencoba menghubungi Lisa lewat WhatsApp (WA) dijawab Lisa sedang keluar, lalu Rega menyampaikan amplop tapi ditolak media, “tidak butuh amplop tapi perlu dengan Kuwu untuk klarifikasi dan meminta iklan seputar Pilwu,” ungkap media sambil pamit pulang, Rega juga mengatakan “akan koordinasi dengan Kuwu dulu, berkaitan dengan klarifikasi dan permohonan iklan.”
Permintaan Rega untuk menghapus berita terindikasi kuat kalo Pemdes melakukan pemangkasan BLT dan pemungutan BPUM, notabene Lisa sebagai Kuwu yang memimpin desa diduga terlibat.
Esok harinya (Kamis, 26-08-2021) media kembali datang ke kantor desa pukul 11.30 WIB, dengan asumsi kesibukan Kuwu sudah berkurang, ternyata Kuwu menghadiri acara di Puskesmas Kepuh ada rapat koordinasi, balesan Kuwu lewat pesan WA dengan men-share undangan rapat.
Ketika ditanya kapan bisa ketemu dan diluar saja ditemani Rega Kaur program dan Solikin Lebe desa, Lisa tidak membalas sama sekali yang artinya Lisa memang menghindar untuk klarifikasi dengan media terkait pemberitaan sebelumnya.
Ada dua kemungkinan dugaan menghindarinya Lisa, pertama mengakui tapi bingung menyampaikanya pada media atau mau menjawab tidak melakukan tapi ada warga yang menyampaikan. Sikap yang dilakukan Lisa menunjukkan dirinya sebagai Kuwu yang memimpin desa tidak bisa membuat kondusif suasana desa yang akan melakukan Pilwu serentak, mestinya kondusifitas dijaga dengan tidak menghindar dan secepatnya untuk klarifikasi bila ada pemberitaan miring ataupun info salah yang disampaikan warga.
Sampai berita ini dikirim redaksi (29/08-2021), tidak ada niatan Lisa Kuwu desa Cilukrak untuk klarifikasi, dan juga Mualli Kuwu desa Kraton Ketua FKKC saat diminta komentar via WhatsApp tidak memberi komentar hanya ingin komentar saat bertemu saja. (Hatta)

















