0

Suara Indonesia News – Gresik. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M. bersama Forkopimda menggelar rapat koordinasi antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Aula Mandala Bhakti Praja Pemkab Gresik, Rabu (16/6/2021).

Dihadiri Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, SE, Dandim 0817 Letkol. Inf. Taufik Ismail, S.Sos, M.Pol, Ketua DPRD Moch. Abdul Qodir, Kepala Kejari Gresik Heru Winoto.

Juga Kadinkes Gresik drg. Saifudin Ghozali, Sekda Abimanyu, Asisten III Setda Tursilowanto Hariogi, Kepala Kemenag Gresik Markus, Kasat Pol PP Kabupaten Gresik Abu Hasan serta Forkopimcam jajaran.

Kadinkes Gresik drg. Saifudin Ghozali membeberkan update terkait angka Covid-19 di Gresik saat ini adalah 2,39 % dari sebelumnya 2,34 %.

Diketahui Kota Santri dikepung beberapa wilayah mengalami lonjakan yakni Surabaya, Madura dan Bangkalan.

Sedangkan di Bor ICU kita sudah mencapai 41,67 %, angka tersebut di dapat dari aplikasi situs Online yang ada di Rumah Sakit.

Ia menambahkan, bahwa peningkatan kasus Covid-19 di Gresik ditengarai kejenuhan masyarakat mematuhi Protokol kesehatan.

Pendistribusian Vaksinasi saat ini menduduki rangking 5. Dimana sebelumnya Gresik berada di urutan ke-16.

“Kegiatan Vaksinasi di wilayah terbanyak dilakukan Kecamatan Duduksampeyan, disusul Kedamean, Bungah, Kebomas dan Kecamatan Benjeng. Sedangkan Terendah Kecamatan Cerme dan Wringinanom,” bebernya.

Sementara itu Bupati Gresik Gus Yani menyebut Pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun masyarakat sudah ada kejenuhan dan masih banyak masyarakat yang belum menerapkan Prokes.

“Sosialisasi disiplin prokes melalui 3 pilar harus ditingkatkan kembali. Untuk menekan laju Covid-19 di Gresik,” tegasnya.

Antisipasi mobilitas tinggi. Diantaranya pengetatan di pesisir Gresik. Mulai dari Mengare, Bungah hingga pesisir Lumpur dan Kroman.

Disaat Surabaya melakukan penyekatan, dimungkinkan mobilitas warga Madura melewati jalur laut. Harus dilakukan pengetatan

Gus Yani meminta peran Kepala Desa, diharapkan lebih pro aktif terhadap masyarakat sekitar. Contohnya diwilayah Cerme Adanya klaster hajatan.

Bupati akan mengevaluasi tempat wisata yang di Gresik, untuk mengantisipasi kenaikan Covid-19. Pemahaman harus benar-benar satu suara. Mengingat di daerah trend Positif Covid 19 cukup tinggi.

“PPKM Mikro harus terus ditingkatkan kembali. Kalau ada wilayahnya ada salah satu positif Covid-19 harus dilock down atau isolasi mandiri,” tandasnya.

Terkait pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI), harus manifes kedatangan. Dikhawatirkan ada yang tidak terpantau kepulangannya.

Terkait pendidikan tatap muka, sekolah-sekolah harus selalu di pantau terkait penerapan Prokes.

Apabila ada sekolah ada yang tidak menerapkan prokes agar sementara sekolah tersebut ditutup sementara waktu,” pungkasnya.

Senada, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail S.Sos. M.I.Pol. menyampaikan bahwa saat ini sedang dilaksanakan PPKM mikro yang ke-10. Namun angka Covid-19 di Gresik masih cukup tinggi.

“PPKM mikro sudah dilaksanakan. namun, belum maksimal. Dalam kegiatan tersebut ada beberapa kegiatan yaitu pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung.” terangnya.

Dandim menambahkan, bahwa kesadaran masyarakat saat ini menurun. Dimungkinkan adanya stigma dikarenakan mereka sudah divaksin.

“Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar dilapangan memberikan himbauan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.” tukasnya.

Sementara Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto S.H. S.I.K. M.M. mengatakan, kita bersama-sama harus satu suara.

“Covid-19 saat ini ada varian baru, dan dibeberapa wilayah sudah terkena carian tersebut.” jelas AKBP Arief.

Alumni Akpol 2001 itu menekankan untuk menggalakan kembali sosialisasi prokes di wilayah masing-masing.

Ops Yustisi lebih ditingkat, mengingat kegiatan itu saat Ini mengalami penurunan dari segi kuantitas maupun kualitas.

“Para Kapolsek dan Danramil akan kita kejar terkait Vaksinasi terhadap masyarakat. Berikan penjelasan kepada masyarakat bahwa Vaksin Covid-19 aman,”tuturnya.

Diharapkan Gejos digunakan lagi untuk tempat isolasi mandiri. Sedangkan untuk menampung kedatangan PMI agar dipikirkan kembali. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Gresik. Kepolisian Resor Gresik mencanangkan Kampung Tangguh Bersih Narkoba. Karena peredaran barang haram itu disinyalir telah merambah hingga ke kampung-kampung.

Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dan memantau peredaran Narkoba yang dimungkinkan terjadi di wilayah Kabupaten Gresik.

Melibatkan pemerintahan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta stakeholder terkait. Diharapkan peredaran Narkoba bisa diantisipasi.

Berlangsung di Balai Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M. diwakili Waka Polres Kompol Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. membuka pencanangan Kampung Tangguh Bersih Narkoba perdana di Kota Santri.

Hadir pada acara tersebut Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Supriyanto, S.H., Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Irwan Tjatur Pambudi, S.H., M.H., Kepala Bea Cukai Kabupaten Gresik Bier Budi Kismulyanto, S.H., M.M., Kepala Rumah Tahanan Gresik Aris Sakuriyadi, A.Md, Ip, S.Sos, M.H., Waka Polsek Manyar IPDA Saekan, S.H., Kades Yosowilangun Iriana Yudhaningsih, SE serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan toko pemuda desa setempat.

“Pencanangan Kampung Tangguh Bersih Narkoba ini menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh jajaran Kepolisian RI.” ungkap Kompol Eko dalam sambutannya, Rabu (16/6/2021).

Dengan dibentuknya Kampung Tangguh Bersih Narkoba ini diharapkan semua elemen Masyarakat berperan aktif, berkomitmen menolak segala bentuk penyalahgunaan Narkoba. Dengan begitu, Polres Gresik dapat menekan peredarannya.

Senada Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Irwan Tjatur Pambudi, S.H., M.H., mengatakan, pencanangan Kampung Tangguh Bersih Narkoba akan mendatangkan energi positif dalam menekan peredaran Narkoba.

“Dari data ungkap kasus penyalahgunaan Narkoba, di wilayah Kabupaten Gresik mengalami peningkatan,” terangnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak masyarakat lebih baik menghindari Narkoba. Karena mengancam jiwa raga dan sudah pasti melanggar undang-undang negara Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut juga dibacakan deklarasi Anti Narkoba yang diikuti seluruh hadirin undangan serta pemberian bantuan sembako kepada masyarakat sekitar. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Sampang. Forkopimda Jawa Timur pastikan vaksinasi  massal di Kabupaten Sampang, Madura berjalan dengan baik. Gelar vaksinasi ini berlangsung di Pendopo Bupati dan Alun-alun Sampang, Rabu (16/6/2021).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta serta Sekdaprov Jatim, Bupati Sampang, pejabat utama Polda Jatim dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko pantau langsung jalannya vaksinasi untuk Lansia, tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan masyarakat umum.

Target 1. 400 peserta dapat mengikuti vaksinasi, yang dilaksanakan oleh 20 Tim Vaksinator, terdiri dari dari 13 tim Dinkes, 4 tim TNI dan 3 Tim Polri.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan ini antara lain adalah ingin memastikan bahwa, proses vaksinasi bisa dijalankan dengan baik.

“Jadi kami tadi malam juga melakukan koordinasi dengan seluruh bupati/walikota dan tim Kapolres se-Jawa Timur, salah satu yang kita harapkan bisa mewujudkan kekebalan komunitas dengan melakukan vaksinasi,” ujar Gubernur Jatim.

Untuk itu, lanjut Gubernur, daerah-daerah yang proses pelaksanaan vaksinasinya harus didorong mohon seluruh elemen strategis di Kabupaten Sampang, bersama masyarakat Sampang, terus melakukan ikhtiar memaksimalkan vaksinasi di Kabupaten Sampang.

“Kita melihat bahwa Sampang ini bersebelahan dengan Bangkalan, dan kita mengetahui tercatat mulai kemarin, Bangkalan masuk zona merah, dan di Bangkalan sendiri ada 4 kecamatan yang masuk zona merah, ada Arusbaya, Beger, Klampis, Kota, dan kemungkinan Borneo. Nah ini bersebelahan dan berinteraksi dengan masyarakat Sampang,” kata Khofifah usai memastikan jalannya vaksinasi di asrama Kodim 0828 Sampang.

Untuk itu, cara untuk bisa melakukan kekebalan berbasis komunitas herd immunity adalah memaksimalkan vaksinasi, dan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat.

Gubernur Jatim memohon diantara saling mengingatkan, bahwa untuk menggunakan masker merupakan cara untuk bisa menjaga diri kita dan lingkungan kita, supaya aman dari kemungkinan terpapar Covid-19.

“Kalau sama-sama kita menggunakan masker yang aman, maka itu cara yang paling aman bagi kita semua, untuk menjaga diri kita dan lingkungan kita,” lanjut Khofifah dihadapan awak media.

Selain itu, menjaga untuk tidak berkerumun, menjaga untuk mengurangi mobilitas mencuci tangan, ini salah satu dari cara-cara untuk bisa menjaga supaya diri kita sehat lingkungan kita sehat.

Lebih lanjut Gubernur Jatim menerangkan, proses untuk bisa menegakkan protokol kesehatan diikuti dengan vaksin, ini 2 pilar yang harus saling bangun secara keberseiringannya.

“Jadi saya menyampaikan terima kasih, saya melihat banyak camat, para kepala desa yang ada di Sampang sudah mengajak warganya dan tokoh-tokoh masyarakat, saya mohon para kiai, para ulama, pengasuh-pengasuh pesantren di Sampang bersama-sama ikut mendukung proses vaksinasi yang dilakukan di kabupaten Sampang,” harap Gubernur sembari menambahkan vaksinasi ini dilakukan di 216 negara di dunia ini. Mereka juga melakukan vaksinasi.

“Oleh karena itu, apa yang menjadi ikhtiar kita untuk bisa membangun kehidupan yang sehat. Tolong semua berseiring untuk bisa menyukseskannya,” pungkasnya Gubernur Jatim didampingi Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Sampang. Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Mayjen Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta setelah meninjau pelaksanaan vaksinasi di Sampang Rabu (16/6/2021) siang, melaksanakan Rapat Koordinasi Terkait Antisipasi dan Strategi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sampang bertempat di Ruang Rapat Pendopo Kabupaten Sampang.

Selain Forkopimda Jatim, hadir pula dalam kegiatan tersebut yakni, Sekda Prov. Jatim, Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, Pejabat utama Polda Jatim, Ka OPD Prov. Jatim, Bupati Sampang, Dandim 0828 Sampang, Kapolres Sampang, Dirut R.S. Sutomo, Dirut R.S. Saiful Anwar dan Dirut R.S.J. Menur.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, bahwa semua harus meningkatkan langkah mitigasi melalui vaksinasi seiring dengan kita melaksanakan protokol kesehatan.

“Strain India sudah masuk ke indonesia, penularannya sangat cepat perlu diambil langkah langkah cepat oleh Forkopimda Sampang untuk mengantisipasi atau mencegah masuknya virus varian baru ini ke wilayah Sampang,” kata Khofifah Indar Parawansa, Rabu (16/6/2021) siang.

Sementara itu Pangdam V/Brawijaya menyebutkan, terkait kepatuhan prokes masyarakat sampang harus terus ditingkatkan Untuk itu Forkopimda Sampang harus terus bersinergi agar penyebaran covid bisa ditekan.

“Pelaksanaan Vaksinasi agar terus dilakukan dan pelaksanaannya jangan terpusat tapi bisa dibagi dibeberapa tempat. Laksanakan pengetatan penyekatan dengan penambahan personil di titik batas daerah terutama dengan bangkalan karna berbatasan langsung,” sebut pangdam.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dalam pertemuan itu menyebutkan, perlu sinkronisasi data dan lakukan anev secara rutin sehingga bisa ambil langkah penanganan Covid-19 yang tepat. Laksanakan analisa data untuk menentukan zonasi PPKM mikro guna mencegah menyebarnya penularan Covid-19.

“Terkait pendataan, tolong betul-betul detail, setelah pelaksanaan antigen agar yang reaktif dan non reaktif dipisahkan dan setelah itu tindak lanjutnya dibawa ke tempat karantina sambil menunggu hasil PCR,” sebutnya.

Selain itu Bupati Sampang Slamet Junaidi menyatakan, Forkopimda Sampang serius dalam menangani permasalahan Covid-19 di Kabupaten Sampang. Untuk meningkatkan Kesadaran masyarakat kami melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh agama untuk membantu membangun kesadaran masyarakat.

“Kami juga sudah mulai melakukan penyekatan dibeberapa titik perbatasan dengan Bangkalan di Kecamatan Banyu Ates yang berbatasan langsung dengan Bangkalan. Selain itu juga sudah membangun komunikasi dengan Bupati Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep terkait Langkah langkah antisipasi yang harus dilakukan ke depannya,” pungkasnya. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara pisah sambut Kapolresta Cirebon dari Kombes Pol. M. Syahduddi, S.I.K.,M.Si kepada Kombes Pol. Arif Budiman, S.I.K.,M.H di ruangan Nyimas Gandasari Kantor Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (16/6/2021).

Imron mengungkapkan, rasa terimakasih kepada Kapolresta Cirebon yang lama, Kombes Pol. M. Syahduddi yang selama ini sudah membantu Pemerintah Daerah Kabupaten dalam semua hal.

Menurutnya, di masa Pandemi Covid-19 ini peran pihak Kepolisian sangatlah dirasakan oleh semua elemen masyarakat. “Polresta Cirebon selalu menjadi menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 bersama unsur TNI dan instansi terkait,” katanya.

Ia juga mengatakan, Polresta Cirebon selain ikut dalam menyosialisasikan bahaya Covid-19 di masyarakat, mereka juga selalu menjaga Kamtibmas di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Terimakasih atas kerjasamanya yang sudah menjaga wilayah Kabupaten Cirebon, semoga Pak Syahduddi di tempat yang baru bisa lebih sukses lagi,” kata Imron.

Imron juga mengatakan, selamat datang kepada Kapolresta Cirebon yang baru Kombes Pol. Arif Budiman, semoga bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.

“Pak Arif ini walaupun jabatan baru menjadi Kapolresta Cirebon tetapi beliau stok lama. Karena beliau pernah menjabat Waka Polresta Cirebon,” katanya.

Selain itu, Imron mengajak kepada Kapolresta Cirebon yang baru untuk ikut membantu pembangunan di Kabupaten Cirebon.

“Peran Polresta Cirebon sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Cirebon demi menjaga keamanan serta ketentraman apalagi dimasa pandemi ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kombes Pol. M. Syahduddi, S.I.K,.M.Si mengatakan, dirinya mengucapkan banyak terimakasih atas kerja sama Pemkab Cirebon dan Forkopimda selama menjabat Kapolresta Cirebon

Menurutnya, banyak kenangan dan momen yang berat ditinggalkan di Kabupaten Cirebon.

“Karena di Polri mutasi rotasi hal yang lumrah, karena ini merupakan suatu tugas yang harus dijalankan bagi anggota Polri dan harus siap ditempatkan dimana pun,” katanya.

Syahduddi menjelaskan, selama menjadi Kapolresta Cirebon, ia langsung dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19. Bahkan, menurutnya, penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Cirebon begitu cepat.

“Saat masuk di Kabupaten Cirebon pada November 2019 kondisi Pandemi masih aman, tetapi pas Bulan Maret 2020 setelah ada waspada Covid-19 banyak pengetatan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ini merupakan momen yang tidak bisa dilupakan selama bertugas di Kabupaten Cirebon,” katanya.

Namun demikian, lanjut Syahduddi, berkat kerjasama dengan Pemkab Cirebon dan Forkopimda penyebaran Covid-19 bisa di kendalikan dengan baik.

“Saya sedikit lega ketika saya  pergi meninggalkan Kabupaten Cirebon status zona Covid-19 di Orange bukan lagi merah. Tetapi kita harus tetap waspada lagi jangan sampai kembali ke merah,” katanya.

Di tempat yang sama Kapolresta Cirebon yang baru, Kombes Pol. Arif Budiman, S.I.K,.M.H,  mengatakan, dirinya tidak asing lagi suasana di Kabupaten Cirebon. Sebab, ia pernah menjabat menjadi Waka Polresta Cirebon selama enam bulan.

“Kami meminta dukungan semua pihak bagaimana unsur Polri, TNI dan Pemkab serta unsur terkait ikut bahu membahu untuk upaya pencegahan penularan Covid-19,” katanya.

Arif menambahkan, capaian-capaian yang telah didapatkan Polresta Cirebon tidak luput dari seorang pimpinan. Bahkan, capaian yang diperoleh bukan hanya dari penghargaan tetapi dari capaian pengakuan.

“Sosok Kombes Pol. M. Syahduddy ini merupakan sosok yang membuat Polresta Cirebon menjadi seperti ini. Karena beliau sosok pemimpin yang memberikan kontribusi secara all out,” katanya. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Kota Cirebon. Polisi khususnya Polres Cirebon Kota, akan secara kontinue dan rutin melaksanakan operasi penyakit Masyarakat (Pekat). Kegiatan Ops Pekat Tingkat Polres Cirebon Kota dengan sasaran berupa Calo, Pengamen Jalanan, dan Preman di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, dengan penanggungjawab Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, S.H., S.IK., M.H., Rabu (16/06-2021).

Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, S.H., S.IK., M.H. Kasat Samapta Polres Cirebon Kota, menyampaikan “Tugas polisi bervariasi, satu sisi pelayanan namun sisi lain juga harus melaksanakan penindakan kepada masyarakat yang berperilaku kurang baik, bahkan cenderung meresahkan masyarakat. Banyaknya tukang parkir liar dijalanan yang cenderung memaksa, hal tersebut menimbulkan ancaman faktual dan potensi gangguan semakin meningkat,” ujarnya.

Masih lanjutnya “Tetap waspada saling buddy system, tidak ada kekerasan, dan lakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP. Untuk Anggota yang berseragam lakukan pemeriksaan dan yang tidak berseragam mengawasi,” tegas  Kasat Samapta AKP Bekti Setiawan, S.IP.

Dalam pelaksanaanya anggota Dalmas samapta Polres Ciko, Start Mako Polres Cirebon Kota – Jalan Siliwangi – Jalan Slamet Riyadi – Jalan Raya Pilang – Kedawung – By Pass Cideng –  Korem 063 Siliwangi – Terminal – Fly Over – kalijaga – kejawanan – BAT – Finish Mako Polres Cirebon Kota. Sehingga apa yang menjadi harapan warga masyarakat Cirebon Kota melalui Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, S.H., S.IK., M.H, yaitu Kota Cirebon Aman, Masyarakat Tenang,” imbuh Kasi Humas Polres Cirebon Kota

Dalam keegiatan tersebut personil samapta Polres ciko juga membagikan masker gratis kepada masyarakat. Serta memberikan himbauan Prokes 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilisasi dan menghindari kerumunan), tutup Iptu Ngatidja, SH., MH, Kasi Humas Polres Ciko. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Kota Cirebon.  Sedikitnya 100 Masker dibagikan pada hari ini. Mengingat saat ini hanyalah Masker sarana yang diperlukan bagi setiap orang agar tidak saling menulari virus corona. Ada kesempatan tinggi penularan terjadi ketika orang sakit berinteraksi dengan orang sehat dan orang sehat berinteraksi dengan yang lain juga,” ungkap Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, dalam aksinya turun kelapangan tepatnya Pos Lantas Tangguh Grage Jalan. Tentara Pelajar Kota Cirebon,  membagikan masker secara gratis dalam rangka membantu pencegahan Covid19, Rabu (1/.06-2021) jam 10.00 wib.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP La Ode Habibi Ade Jama, S.IK, MH, mengatakan “bahwa hari ini kita turun langsung laksanakan kegiatan di Pos Lantas Tangguh Grage., dengan penanggung jawab Kapolres cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, S.H, SIK, M.H., dan kegiatan tersebut dihadiri juga  KBO Sat Lantas Polres Cirebon Kota, Iptu Joni, SH, Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Cirebon Kota Iptu Zaitun, SH, Anggota Kamsel Sat Lantas Polres Cirebon Kota, dan ASN Kamsel Sat Lantas Polres Cirebon Kota,” ucapnya.

“Pada hari ini kita dari satuan lalu lintas sendiri, sudah membagikan sebanyak 100 pcs masker kepada masyarakat. Dan kegiatan ini akan kita laksanakan setiap hari dengan lokasi yang berbeda ” tegas Habibi Pria kelahiran sulawesi.

Maksud kegiatan ini adalah memberikan himbauan kepada masyarakat yang belum sadar akan pentingnya memakai masker dan pentingnya physical distancing dalam kehidupan sehari hari. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat, akan lebih paham dan menyadari pentingnya menggunakan masker dengan baik dan benar guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon, serta menghimbau untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 5M dan 3W, jelas Iptu Ngatidja, SH.MH, Kasi Humas Polres Cirebon Kota. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Bengkalis. Menindaklanjuti LKPJ Bupati Bengkalis 2020, Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bengkalis lakukan rapat bersama TAPD Kabupaten Bengkalis, pada Rabu (16/06/2021).

Membuka rapat Banggar kali ini Ketua Banggar DPRD Kab. Bengkalis, H. Khairul Umam menyatakan, bahwa Laporan Pertanggung Jawaban ini penting untuk bisa segera ditetapkan menjadi Perda dan APBD-P sangat tergantung dengan apa yang dibahas pada rapat kali ini.

Rapat ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah, H. Bustami HY beserta tim TAPD. Di kesempatan ini, Wakil Ketua DPRD Syahrial, mengingatkan perlu adanya pencocokan hasil laporan ke BPKAD Provinsi Riau, dokumen Ranperda diselaraskan dengan apa yang menjadi catatan yang dimiliki oleh tim Banggar.

Selanjutnya Ketua DPRD Khairul Umam juga menyampaikan agar aset-aset Pemerintah Kabupaten Bengkalis harus terdata dengan baik. Mulai dari siapa yang bertanggung jawab mendata dan kepada siapa aset tersebut dipinjampakaikan harus terinventarisir dengan benar.

“Contohnya penggunaan mobil, pihak yang benar-benar membutuhkan mobil tersebut sebagai kendaraan operasional harus diakomodir dengan baik. Koordinasi antara pihak eksekutif dengan kami legislatif harus lebih lancar. Kita harus sama-sama membangun negeri ini, jangan terpisah. Komunikasi antara kita harus lebih lancar.”

Menanggapi berbagai pertanyaan dari anggota Banggar, Sekda Bengkalis selaku Ketua TAPD Pemerintah Bengkalis berterima kasih atas kritik dan saran yang diberikan oleh anggota dewan. Sekda mengatakan bahwa itu semua adalah bentuk kepedulian anggota dewan terhadap pembangunan dan masyarakat Bengkalis.

“Apa yang kurang baik hari ini ke depan akan sama-sama kita perbaiki. Sedangkan apa yang sudah baik mari kita jaga bersama. Dan benar seperti yang disampaikan Ketua DPRD, kita harus bersatu membangun negeri ini, tidak boleh terpisah,” tutur Bustami. (Mus)