0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Giat Pembagian Masker oleh Polsek Kapetakan bertempat di Pasar Clancang Desa Purwawinangun Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon dipimpin oleh Pawas Ipda Sudrajat ( Kanit Lantas ), Jumat (19/02-2021).

Adapun anggota TNI/Polri yang melaksanakan pembagian masker Aiptu Saidi, Aiptu Sukanan, Aipda Mamnun dan Brigadir Sutardi serta anggota Koramil 2021 Kapetakan, 2 (dua) personil.

Dijelaskan Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, SH., S.IK., M.H., melalui Kapolsek Kapetakan AKP Didi Setiyadi, SH,, “Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka ops yustisi terkait PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Skala Mikro, guna pencegahan dari wabah virus Corona Covid 19 khusus nya di wilayah hukum polsek kapetakan dan pada umumnya,” tegasnya.

” Dalam kegiatan ini Polsek Kapetakan telah membagikan masker kepada masyarakat sebanyak 50 pcs untuk masyarakat yang tidak memakai masker, ” jelas AKP Didi Setiyadi, SH.

Selama berlangsungnya kegiatan situasi berjalan dengan aman kondusif, serta menerapkan Prokes, tutup Iptu Ngatidja, SH., MH. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Surabaya. Ditpolairud Polda Jawa Timur berhasil meringkus dua orang tersangka pelaku jual beli bahan peledak jenis detonator sejumlah tiga ribu biji yang dilakukan di Pelabuhan Jangkar, Situbondo. Pada tanggal 15 Februari 2021, sekira pukul 19.30 Wib.

Dua orang tersangka jual beli bahan peledak yang diringkus yakni, Mastur (47) warga Probolinggo dan Ahmadi (41) warga Sumenep, Madura.

Penangkapan kedua tersangka bermula saat tim Intelair Ditpolairud Polda Jatim melakukan penyelidikan di wilayah Pelabuhan Jangkar Situbondo. Dari penyelidikan tersebut, akhirnya petugas meringkus dua tersangka dan membawanya ke mako.

Modusnya, pelaku Mastur selaku pembuat/penjual detonator yang merakit sendiri detonator sejumlah tiga ribu biji dan dipacking ke dalam 30 kotak masing-masing kotak berisi 100 biji yang selanjutnya dipacking dalam kardus sehingga terlihat seperti paket. Yang dibawa dari Pulau Ra’as ke Pelabuhan Jangkar.

“Penangkapan kedua tersangka ini setelah adanya informasi dari masyarakat jika di pelabuhan Jangkar sering digunakan untuk jual beli bom ikan. Dari situ, penyidik Ditpolairud melakukan penyelidikan hingga penangkapan terhadap kedua tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (19/2/2021) siang.

Setelah sampai di pelabuhan Jangkar Situbondo, tiga ribu biji detonator diserahkan kepada tersangka Ahmadi sebagai pemesan dan pembeli.

Untuk harga per/biji detonator senilai Rp. 7.000 sehingga untuk tiga ribu biji jumlahnya Rp. 21.000.000 dan pembayaran via transfer.

Dari pengungkapan ini, akhirnya mengamankan barang bukti berupa bahan Peledak jenis Detonator sebanyak 30 kotak @ 100 biji (3.000 biji), dua unit Handphone.

Bahan peledak yang dibuat oleh tersangka ini terbilang cukup berbahaya. Pasalnya, bahan baku untuk membuat bahan peledak ini terdiri dari campuran arang dan potassium dan juga belerang.

Sementara itu unsur kimia yang terkandung dalam peledak black powder (low explosive).

“Bom ikan yang dibuat oleh tersangka ini cukup berbahaya, karena bisa merusak ekosistem laut,” ucap Kombes Pol Arnapi Dirpolairud Polda Jatim.

Selain itu Sistem Kerja Detonator sebagai pemicu dimasukkan ke tengah bubuk potassium yang dikemas dalam botol untuk meningkatkan daya ledak hight explosive.

Kemudian botol dibakar dengan api dan dilemparkan ke area kerumunan ikan. Jika peledak ini dilempar ke laut akan merugikan kerusakan ekosistem dan habitat ikan dan terumbu karang (Destructive Fishing).

Tersangka Mastur ini seorang Residivis kasus yang sama, dia pernah ditangkap pada tahun 2015. Dan saat ini dia mengulangi kembali perbuatannya dan kembali dilakukan penangkapan.

“Tersangka Mastur ini seorang residivis kasus yang sama, pada tahun 2015 lalu sudah pernah ditangkap,” tambah Kombes Pol Arnapi.

Dari pengungkapan ini kedua tersangka dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang – undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak. Keduanya akan mendapatkan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup. (Hari Riswanto)

0

Suara Indonesia News – Surabaya. Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Jawa Timur hari ini, Jumat (19/2/2021) menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, mendampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta jalani Vaksinasi Covid-19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Selain Kapolda Jatim yang menerima vaksin covid-19, beberapa Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim juga menjalani vaksinasi covid-19 diantaranya, Dansat Brimob Kombes Pol Amostian, Dirsamapta Kombes Pol Yudi Sumartono, Kabid Propam Kombes Pol Taufik Herdiansyah dan Dirbinmas Kombes Pol Dr. R.S. Terr Pratiknyo.

Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, “Bahwa saat ini sudah selesai dosis kedua, dan saat ini Kapolda Jatim sudah melakukan dosis tahap kedua dan sudah menerima srtifikat.”

Kemudian, untuk vaksinasi Covid-19 saat ini masih menunggu datangnya vaksin yang nantinya akan diprioritaskan yang berisiko tinggi kepada pemberi pelayanan publik seperti, TNI, Polri, serta para jurnalis.

“Pada pemberian vaksinasi Covid-19 pada dosis pertama sudah dilakukan di Mahkodam V Brawijaya, dan hari ini dosis kedua sudah dilakukan. Dan Pak Kapolda Jatim juga sudah menerima sertifikat,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (19/2/2021) sore.

Sementara itu Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta usai vaksinasi Covid-19 dosis kedua menyebutkan, Vaksinasi ini aman, pada tahap pertama sudah saya lakukan dan tidak ada efek samping yang saya rasakan. Dan anggota jajaran Polda Jatim sebagian juga sudah mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Vaksinasi Covid-19 ini aman, dan tidak ada efek samping setelah disuntik vaksin. Saya sendiri sudah melakukan dosis tahap kedua dan Alhamdulillah aman,” jelas Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta

Sementara itu, jika vaksin nantinya tiba kembali di Jawa Timur. Sasaran berikutnya yakni seluruh anggota Polri di wilayah Jatim. Saat ini tenaga kesehatan di Mapolda Jatim ada 214 (Nakes) sementara untuk seluruh anggota Polri di Jatim sebanyak 42 ribu.

“Sasaran berikutnya penerima Vaksin untuk seluruh jajaran Polda Jatim,” pungkas Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. (Hari Riswanto)

0

Suara Indonesia News – Baturaja OKU. Rapat Paripurna V DPRD Kabupaten OKU Masa Persidangan Ke-2 Tahun Sidang 2021 Dalam Rangka Pengumuman Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten OKU Bertempat di Ruang Paripurna DPRD, Jumat (19/02/2021).

Rapat paripurna V tahun 2021 ini dipimpin oleh ketua DPRD Ir. H. Marjito Bachri. Ketua DPRD mengatakan proses pemilihan kepala daerah serentak di kabupaten OKU telah memasuki tahap akhir, berjalan dengan baik sesuai mekanisme yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku, baik dari proses politik maupun proses hukum dalam proses Pilkada.

Pilkada kabupaten OKU yang diselenggarakan tahun 2020 ini merupakan sejarah baru bagi kabupaten OKU, karena diikuti oleh satu pasangan calon.

Di katakan, penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih tahun 2020 telah ditetapkan oleh KPU kabupaten OKU No. 21/HK.03.1-KPT/1601/KPU-KAB/II/2021 tanggal 18 Februari 2021 disampaikan sekretaris DPRD A. Karim, S.T., M.T, pada hari Kamis 18 Februari 2021 bertempat di Ball Room Hotel The Zuri telah dilaksanakan rapat pleno terbuka oleh KPU kabupaten OKU.
Dengan menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati, adalah Drs. H. Kuryana Azis dan Drs. Johan Anuar, SH., M.M. dengan perolehan suara terbanyak 116.778 atau 64,90 persen suara.

Agenda rapat paripurna ini adalah penandatanganan berita acara pengumumuam penetapan calon bupati dan wakil bupati kabupaten OKU terpilih hasil Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020, oleh ketua DPRD Ir. H. Marjito Bachri, wakil ketua DPRD Yudi Purna Nugraha, S.H, dan Yoni Risdianto, S.H. disaksikan Plh. Bupati OKU, Ketua KPU, Kapolres OKU, Dandim 0403 OKU, dan anggota DPRD kabupaten OKU.

Selanjutnya berita acara ini akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri melalui gubernur Sumatera Selatan untuk mendapatkan pengesahan.

Sementara itu, pelaksana harian Bupati OKU Dr. Drs. Ir. H. Achmad Tarmizi, S.E., S.H., M.T., M.Si., M.H. sebagaimana kita ketahui bersama, KPU Kabupaten OKU telah menetapkan keputusan No. 21/HK.031/KPT/1601/KPU/KAB/II/2021, tanggal 18 Februari 2021 secara sah menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati OKU terpilih dalam Pilkada serentak tahun 2020.

Melalui rapat paripurna ini, pelaksana harian bupati OKU mewakili segenap jajaran pemerintah kabupaten OKU dan masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang mengucapkan selamat kepada Drs. H. Kuryana Azis dan Drs. Johan Anuar, SH., M.M.

Tarmizi menyebut kemenangan pasangan ini merupakan keberhasilan seluruh komponen masyarakat kabupaten OKU, karena telah mampu menjaga situasi kondusif di daerah ini sejak awal tahapan Pilkada hingga sekarang ini.

Dengan telah penandatanganan berita acara penetapan dan pengesahan calon bupati dan wakil bupati dalam rapat paripurna DPRD ini, diharapkan tidak ada lagi perbedaan pendapat dalam memahami hasil Pilkada.

Terpilihnya pasangan Drs. H. Kuryana Azis dan Drs. Johan Anuar, S.H., M.M. merupakan harapan bagi kita semua untuk memberikan dukungan penuh, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten OKU.

Hadir pula pada acara ini Anggota DPRD OKU, Kapolres OKU, Dandim 0403 OKU, Mewakili Forkopimda, OPD, Kabag, Camat dan undangan lainnya. (Fm/Oky)

0

Suara Indonesia News – Purwakarta. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Jabar bertekad untuk fokus terhadap pelayanan masyarakat.

” Kami siap melayani kebutuhan masyarakat yang akan mengurus hal perkawinan dan lainya dengan selalu memakai mengedepankan prokes “.tegas H.Jeje MAg. Pada media, Jumat, (19/02-2021)

Jeje menandaskan bahwa pihaknya akan selalu mengedepankan prokes dengan cara menyiapkan sarana cuci tangan (wastapel) masker dan selalu menjaga jarak .

” Di saat Pandemi ini selalu kita mendukung prokes setiap tamu masyarakat agar selalu tetap mencuci tangan supaya kesebersihan terjaga.” Papar kepala KUA Bungursari.

Selain fokus pelayanan pihaknya juga sudah menjalankan pembinaan internal dengan cara setiap hari Jumat pagi di awali dengan pengajian yasinan yang di ikuti oleh staf kantor .

“Kita rutin setiap Jumat pembinaan internal guna evaluasi kinerja dan ajang silaturahmi agar hubungan antar atasan bawahan selalu harmonis.” Papar Jeje.

Pihak kantor KUA Bungursari berharap kerjasama antar masyarakat agar terjalin dengan baik terlebih lagi terhadap kepuasan pelayanan agar maksimal.

” Semoga kinerja kita yang sedang di oftimalkan terhadap pelayanan di rasakan manfaatnya oleh masyarakat Purwakarta .” Pungkasnya. (fuljo)

0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil. Ustaz Zacky Mirza, melakukan safari dakwah ke Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (19/2/2021).

Ustadz yang acap tampil di televisi itu, sebelum sampaikan tausiyah terlebih dahulu shalat subuh berjamaah di Masjid Al Muhajirin Komplek Perumahan BRR Pulo Sarok, Singkil.

Masjid itu juga sekaligus menjadi tempat ia sampaikan ceramah agama.

Dalam ceramahnya, Ustadz Zacky Mirza mengulas tentang umat Islam yang lebih mengingat Hp dibanding Al Qur’an.

“Ketika mau pergi ke masjid lupa bawa Hp, maka akan pulang jemput Hp. Tapi jika Alquran yang lupa tidak kita hiraukan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ustadz Zacky Mirza mengajak jamaah berwakaf Alquran.

Menurutnya, pahala dari wakaf Alquran akan mengalir setiap huruf yang dibacanya.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Zacky sempat menikmati kue khas Aceh Singkil yang disediakan panitia. Seperti kue pinungkut dan kue mangkuk.

Ustadz Zacky menyatakan, akan promosikan kue khas Aceh Singkil tersebut.

Sementara itu, subuh berjamaah dan ceramah itu dihadiri Pemimpin Bank Syari’ah Aceh Cabang Aceh Singkil, Indra Gunawan serta karyawan, yang turut wakafkan Alquran.

Hadir juga pengurus DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Singkil, Ketua BKM Al Muhajir, Pengurus BKMT Aceh Singkil Hj Zaitun Nasution, serta jamaah yang antusias dengarkan ceramah.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD BKPRMI Aceh Singkil, Ustaz Nasrin mewakili panitia, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan safari ceramah Ustadz Zacky. (Salomo)

0

Suara Indonesia News – Kuningan. Dalam Riwayat Desa Koreak Kec Ciganda mekar Kab. Kuningan, Pada jaman hindu,  wilayah tersebut  kedatangan Dua toko bersaudara kakak beradik  keturunan dari Kerajaan Majapahit. Kakaknya seorang ksatria bernama Pangeran Kebo Gadung dan adiknya seorang putri bernama Sang Reatu Gadang.

Atas restu kedua orang tuanya mereka pergi mengembara mencari pengalaman dan mencari ilmu pengetahuan tentang agama yang baru tersebar yaitu Agama Islam yang pertama-tama akan mereka tuju adalah tanah  Jawa  yaitu Cirebon.
Hal tersebut diceritakan Kades Koreak Eka Susila, yang didampingi Kadus Kusmana

Dalam pemaparanya di sampaikan,
Ketika tengah melakukan pengembaraan di pertengahan jalan mereka bertemu dengan seorang putri keturunan dari Kadipaten Blambangan bernama Sang Ratu Ayu Dewi Rachmat.

Setelah beberapa hari menempuh perjalanan masuk keluar hutan belantara. akhirnya sampailah mereka di perbatasan  jawa barat, yang daribkejauhan dilihat  adalah Sebuah Bukit  menjulang yang indah,

Maka timbulah keinginan di hati mereka untuk singgah ke bukit tersebut dan ketika mereka sampai disana . mereka merasa takjub dengan indahnya bukit ,sawah yang terhampar luas Tegalan dan laut kelihatan terbentang luas. Begitu indah dipandang mata.

Mereka semakin takjub dan terkejut ketika mereka melihat di puncak bukit itu ada sebuah gubug kecil , setelah tiba, penghuninya ternyata  dua orang kakak beradik bernama Rama Buyut Dalem Tapa , dan adiknya seorang Sang Ratu Tawang, Kakak beradik itu ternyata berasal dari Gunung Jati yang tengah mengemban tugas untuk menyebarkan agama islam,

Selanjutnya, Pangeran Kebo Gadung. Sang ratu Gadang dan Sang Ayu Dewi Rachmat menetap disana. mereka banyak mendapat pelajaran dari Rama Buyut Dalem Tapa tentang Agama Islam yang mengajarkan peraturan-peraturan Agama Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist Nabi.

Selang beberapa bulan kemudian. Dihati Pangeran Kebo Gadung timbul rasa ingin mencoba/mengetahui sampai sejauh mana kemampuan ilmu yang dimiliki oleh gurunya (Rama Buyut Dalem Tapa).

Kebetulan Pangeran Kebo Gadung mempunyai senjata sakti berupa Keris Pusaka yang diberi nama Nagaraja yang sangat ampuh kesaktiannya. Kemudian Pangeran Kebo Gadung menyodorkan keris saktinya yang telah dibacakan mantera-mantera olehnya kepada gurunya.

Dengan tenangnya Rama Buyut Dalem Tapa menerima keris itu dan berkata  “ Keris ini memang bagus berukir dan bersarungkan emas yang mungkin sangat besar pengaruhnya bagi orang yang mempercayainya dan mengagungkannya tapi itu bagi mereka yang beragama diluar agama Islam. Padahal benda tersebut adalah buatan manusia. Tapi bagi orang-orang muslim yang beragama Islam benda tersebut merupakan benda mati buatan manusia yang tidak perlu disanjung dan dipuja-puja”, ujar Buyut Dalem Tapa.

Kemudian Rama Buyut Dalem Tapa berkata “Berilah tanda disini dimana lenyapnya keris tersebut dan janganlah engkau menjadi gusar dan kecewa pangeran karena benda itu tiada artinya dibanding dengan kekuasaan Allah SWT, kepada-Nya lah engkau berikan sanjungan dan puja puji dan hanya kepada-Nya pula engkau memohon pertolongan”

Selang beberapa waktu kemudian menikahlah Pangeran Kebo Gadung dengan adiknya Rama Buyut Dalem Tapa (Sang Ratu Tawang), selanjutnya mereka mendapat tugas untuk menyelesaikan persengketaan yang tengah terjadi saat itu antara Dipati Timbang Luhur dengan Dipati Ngawangga Ceungal, namum usaha mereka tidak berhasil untuk menyelesaikannya.

Beberapa Waktu kemudian dari hasil pernikahan Pangeran Kebo Entang dengan Sang Ratu Tawang lahirlah seorang putri yang diberi nama Nurisah yang mana kelak putri tersebut akan menjadi Kuwu (Kepala Desa) Pertama di Desa Koreak dan beliau dijodohkan dengan  Buyut Sengkala Sengkali asli keturunan penduduk desa koreak yang mana kebetulan pada waktu itu telah kedatangan penyebar agama islam dari Banten ahli Quro yang bernama Rama Eyang Syeh Achmad Yusuf.

Maka diresmikanlah nama Desa Koreak oleh Pangeran Kebo Entang yang mana maksudnya mengucapkan  Desa Quro,karena kurang paseh mengucapkannya sehingga terdengan Desa Koreak dan  banyak orang mengikuti ucapannya dengan mengatakan Koreak bukan Quro.

Desa Koreak sendiri mulai diresmikan tepatnya pada hari Selasa Pahing tanggal 23 Saeptember Tahun 856 H yang mana pada waktu itu letak Balai Desanya berada di Cibale (Lembah kaki Bukit Pasir Bentang).

Dan bukti peninggalan dari Sejarah terjadinya Desa Koreak adalah  :
1 (satu) buah makam perkakas yang letaknya berada disebelah timur dari 5 makam penghuni bersejarah Desa Koreak.5 Makan sesepuh Desa Koreak :Makam Rama Buyut Dalem Tapa.Makam Sang Ratu Tawang.Makam Pangeran Kebo Entang.Makam Sang Ratu Gadang.Makan Ratu Ayu Dewi Rachmat (Buyut Ronggeng).

Ujar Kades Koreak, Eka Susila  ketika tiem  menemui di kantor pemdes Koreak, kec. Cigandamekar Kuningan.(sep)

0

Suara Indonesia News – Kuningan. Sebanyak 82 orang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 13 orang Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) resmi di lantik oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH. pelantikan ini sekaligus Pengambilan Sumpah Jabatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jum’at (19/2/2021).

Dalam kesempatan ini Bupati menjelaskan bahwa, penugasan dan alih tugas (mutasi) kepala sekolah yang dilaksanakan pada kesempatan ini karena adanya kekosongan Kepala Sekolah yang pensiun maupun yang meninggal dunia.

Dengan begitu Ia berharap “pada masa yang akan datang dapat melahirkan generasi penerus yang unggul dan berkualitas terkait hal tersebut, maka saudara yang pada hari ini dilantik memiliki tanggung jawab moral sebagai garda terdepan demi terwujudnya cita-cita tersebut.” tuturnya.

Selain itu Bupati juga menjelaskan, sejalan dengan misi Kabupaten Kuningan yang kelima untuk menciptakan lingkungan yang lestari kabupaten kuningan telah berkomitmen menjadi kabupaten konservasi, dan untuk mewujudkan nya harus didukung oleh seluruh Jajaran Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Kuningan.

“Peran serta seluruh pegawai negeri sipil untuk mendukung kabupaten kuningan sebagai kabupaten konservasi dilaksanakan melalui kegiatan aparatur peduli lingkungan (apel), dengan bentuk partisipasi berupa penanaman bibit pohon, pelepasan benih ikan dan satwa burung sesuai peraturan bupati kuningan nomor 82 tahun 2020.”

“saya atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya atas peran serta saudara saudara yang telah berpartisipasi dalam program apel, saya berharap program ini terus dipelihara dan bahkan ditingkatkan di masa yang akan datang.” ungkapnya.

sebelum mengakhiri sambutannya Bupati berpesan kepada seluruh peserta yang di lantik pada hari ini untuk mengedepankan attitude, menjadi suri tauladan bagi guru-guru dan murid murid yang ada di sekolah yang dipimpinnya, melakukan inovasi, perubahan-perubahan kearah yang lebih baik, meningkatkan profesionalitas dan kinerja guru di lingkungan kerja, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Bupati Kuningan mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang baru saja dilantik dan diambil sumpah sebagai kepala sekolah, semoga dapat melaksanakan tugas dengan baik. “saya percaya saudara akan memegang teguh dan melaksanakan sumpah yang telah diikrarkan. saya berharap kepala sekolah yang dilantik pada hari ini dapat segera menyesuaikan dengan lingkungan baru dan membawa sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah yang berkualitas” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Kuningan Muhammad Ridho Suganda, Sh., M.Si. , Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan Drs. H. Nurahim, M.Si beserta Jajarannya, dan Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Drs. H. Uca Somantri, M.Si. beserta Jajarannya. ( Sep /Rie )