0

Suara Indonesia News – Nias. Kordinator PKH Kabupaten Nias ,Agustinus Ziliwu,S.Kom., sedang gencar mesosialisasikan Kepada Masyarakat KPM PKH (keluarga Penerima Manfaat Program  Keluarga Harapan) mulai dari Tahun 2008 sampai 2021 tentang program Graduasi Mandiri Sesuai Anjuran Pemerintah.

Hal ini diungkapkan Agustinus Ziliwu ,S.Kom., Kepada Suara Indonesia News di Kantornya Dinas Sosial Kabupaten Nias, Desa Hiliweto Kecamatan Gido, Kabupaten Nias  -Provinsi Sumatera Utara, Rabu (24/03/2021).

Agustinus menjelaskan bahwa saat ini Pemerntah Pusat Melalui Kementrian Sosial RI, sedang Gencar melakukan Graduasi Mandiri bagi KPM PKH bagi yang sudah  mampu /Sejahtera.terangnya.

Ada Empat (4) Tujuan dari Program Graduasi Mandiri ini adalah :

1) Untuk Mendukung Program Pemerintah mentutaskan Kemiskinan  bagi Seluruh Masyarakat Indonesia.

2) Agar penerima PKH ini tepat sasaran, yang mana selama ini ada  penerima PKH tergolong  Keluarga sudah mampu masih menerima PKH, sedangkan masih ada Puluhan ribu  Masyarakat di seluruh Indonesia  yang  Miskin tapi belum tersentuh mereka bantaun sebagai penerima  PKH, artinya bagi Keluarga  penerima PKH yang sudah Mampu silahkan Sadarkan diri untuk  masuk di Graduasi Mandiri sesuai anjuran pemerintah untuk  memberikan kesempatan waktu Kepada Keluarga yang Miskin yang belum tersentuh bantuan PKH  agar mereka menerima PKH.

3) Untuk mengantisipasi kesengan Sosial ditengah-tengah Masyarakat, contohnya di lingkungan kita berada,  ada tetangga merima PKH dengan Keadaan Rumahnya Permanen, berlantai Keramik,  termasuk Aparat Desa yang sudah ada  penghasilan tetap tiap bulan dari Pemerintah masih menerima PKH, sedangkan  di samping rumahnya tergolong keluarga tidak mampu dan Miskin,keadaan rumahnya berlantai tanah, berndiding papan dan beratap daun Rumbian dan  bukan  peserta penerima PKH,  akibat dari perbedaan itu terjadi kesenjangan Sosial.

4) Untuk mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Sesuai dengan Sila ke Lima (5) Panca Sila Dasar Negara kita, Artinya Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial melakukan  penyaluran Bantuan PKH tersebut secara merata, ucap Kordinator.

Kordinator PKH Kabupaten Nias, Agustinus Ziliwu,S.Kom juga menambahkan bahwa Akhir-akhir ini Pihaknya telah mengambil bagian  turun ke Desa-desa  bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nias dan didampingi oleh Pendamping PKH Desa untuk mesosialisasikan tentang Proogram Graduasi Mandiri ini pada KPM PKH dan  berdasarkan Hasil Sosialisasnya tersebut ada beberapa KPM PKH yang sadar diri  menyetujuinya Program Graduasi Mandiri tersebut sesuai anjuran Pemerintah Pusat melalui Kementrian Soaial RI, ucapnya.

Lenih lanjut Agustinus Ziliwu menjelaskan bahwa Kalau ada KPM PKH penerima dari tahun 2008 sampai saat ini masih belum meningkat Ekonominya/ Masih Kurang mampu,maka sesuai pertauran dari Kementrian Sosial bahwa  KPM PKH tersebut masih diberi kesempatan untuk melanjutkan sebagai peserta  PKH dan dengan satu catatan bahwa  perlu dilakukan pendampinfan melalui P2K2 oleh Pendamping PKH Desa, tuturnya.

Di tempat yang berbeda, Beberapa Orang Ibu-ibu  KPM PKH ( Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Wilayah Kabupaten Nias, yang telah menandatangi pengajuan Graduasi Mandiri tersebut yang masih ada tanggungannya Mulai dari  Anak Balita dan  mempunyai Anak  yang masih duduk di bangku  Sekolah darI SD, SMP, SMA/SMK, menyampaikan Harapannya melalui Suara Indonesia News kepada Pemerintah Pusat Bapak Presiden Jokowi Dodo di Jakarta, melalui Kementrian Sosial RI,  agar diberi kesempatan untuk melanjutkan dirinya sebagai penerima Manfaat PKH sesuai Hasil pendataan oleh petugas,  Demi mensukseskan  Masa depan Anak terutama di bidang Kesehatan dan bidang Pendidikan demi terciptanya Generasi penerus yang Handal bagi Nusa dan Bangsa kedepan, dan termasuk untuk Kesejahteraan Rakyat secara merata, harapnya. (Aro Ndraha)

0

Suara Indonesia News – Kabupten Cirebon. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meresmikan SMK Negeri 1 Gunung Jati Kabupaten Cirebon sebagai SMK Membangun Desa, Kamis (25/3/2021).

Dalam sambutannya, Pak Uu mendorong Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Gunung Jati untuk intens menghadirkan inovasi. Nantinya, inovasi tersebut diterapkan untuk membangun desa-desa di Jabar.

“Mudah-mudahan program ini bisa selesai dan mengangkat desa-desa menjadi desa juara. Masyarakat desa, pendapatan kota,” ucap Pak Uu.

Pak Uu pun meminta kepala sekolah untuk mendorong para siswa menciptakan lapangan kerja di desanya.

“Kalaupun mereka sudah dididik dalam bidang perbengkelan jangan bikin bengkel di kota, jangan bekerja di sebuah perusahaan.  Sudah saja buka bengkel di desa,” tuturnya.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jabar Wilayah X Ester Miori Dewayani mengatakan, lulusan SMK harus menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dalam membangun desa.

“Karena telah memberdayakan lulusan SMK sebagai SDM aset desa dalam membangun ekonomi desa, menanggulangi pengangguran dan PHK akibat pandemi COVID-19,” katanya.

Menurut Ester, ada lima program utama dalam SMK Membangun Desa. Mulai dari pemanfaatan lahan sawah, pelatihan kreatif batik, sampai tekstil.

“Selain itu juga ada program SMK Membangun Desa lainnya yang akan dikembangkan yaitu pelatihan keterampilan service sepeda motor yang bekerja sama dengan Honda AHASS Kabupaten Cirebon,” ucapnya.

“Pelatihan keterampilan pengelasan pada sebuah perusahaan dan pelatihan keterampilan pembuatan material bangunan bekerja sama dengan wirausaha perorangan,” imbuhnya. (Sendi / Humas Jabar)

0

Suara Indonesia News – Mandau. Temu karya karang taruna V kecamatan Mandau dibuka oleh Camat Mandau Riki Rahardi SSTP, MSi pada Kamis 25 Maret 2021 di gedung LAMR Jalan Hangtuah kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Adat LAMR Mandau tersebut untuk memilih pengurus baru periode 2021-2026 dengan tema ” kita tingkatkan eksistensi generasi muda yang bermarwah maju dan sejahtera dengan kerja keras, cerdas, ikhlas dan bermanfaat “.

Dalam sambutannya Camat Mandau menyampaikan bahwa karang taruna harus dapat menjadi motivasi bagi pemuda. “Kedepan karang taruna apa bila sudah mendapatkan Ketua yang terpilih agar bekerja sama dan dapat bersinergi dengan pemerintah sesuai dengan tema untuk meningkatkan eksistensi generasi muda yang bermarwah”, ujar Camat.

Selanjutnya Camat menyampaikan melalui visi dan misi Bupati Bengkalis nantinya dimana setiap desa dan kelurahan mendapat bantuan Rp 1 M dapat terwujud.

Karena dari dana tersebut ada porsi untuk kepemudaan termasuk KarangTaruna.Dan nantinya dana dari Kecamatan juga akan kita alokasikan untuk pembinaan kepemudaan termasuk karang taruna.

” Namun kita harapkan keberadaan Karang Taruna  Desa dan Kelurahan dapat   bersinergi dengan pemerintahan Desa dan Kelurahan, jika nanti hal itu tidak dapat dilakukan mohon dberhentikan saja, kami juga berharap kiranya Karang Taruna  jangan  menjadi duri dalam daging.Mari bersama membangun kampung kita ini dengan satu tujuan dan satu arahan, mudah-mudahan kejayaan Karang Taruna Mandau  semakin maju  dan jaya kedepannya.”, pungkasnya serta membuka secara resmi kegiatan temu karya Karang Taruna

Selain camat Mandau juga hadir Sekcam Mandau M Rusidy MR ,SSTP, Kapolsek Mandau diwakili Iptu Indra Farenal,SH, Kepala KUA Mandau, Ketua DPH LAMR H Revolisa,SH, Ketua MPA LAMR Mandau H. Arwan Mahidin dan juga para Lurah dan Kades se Kecamatan Mandau.

Novi Syafrizal selaku Ketua karateker Karang Taruna Mandau menyampaikan rasa bangganya atas terlaksananya temu karya tersebut  karena  dihadiri semua pihak Kecamatan Mandau.

” Mudah mudahan ini menjadi   pertanda kesuksesan Karang Taruna kecamatan Mandau kedepan.Semoga kedepan dapat menjadi garda terdepan dalam mengatasi persoalan sosial di tingkat Kelurahan masing ,” sebut Novi Syafrizal,SE. (Mus)

0

Suara Indonesia News – Aceh Utara. Tim audit kinerja Itwasda Polda Aceh Aceh untuk tahap pertama pada Aspel perencanaan dan pengorganisasian T.A 2021 melakukan Audit ke Polres Aceh Utara, Kamis (25/3-2021).

Tim ini dipimpin AKBP Nasyadi, S.Sos Irbid2 Itwasda Polda Aceh dengan sembilan anggota timnya yang meliputi bidang SDM, Logistik dan Opsnal.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto, S.I.K menyampaikan dirinya memohon bimbingan, saran dan masukan dari tim Audit dan berharap kedepannya bisa lebih baik dan tidak terjadi kesalahan yang sama.

“Kami mohon bimbingan, arahan dan petunjuk tentang perencanaan dan pengorganisasian yang di audit hari ini,” ujar Kapolres.

Sementara itu Ketua tim Audit Kinerja AKBP Nasyadi menyampaikan pihaknya merupakan sebagai pihak konsultan, penjamin mutu dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Ini merupakan audit tahap pertama, jadi yang akan di periksa ataupun di audit hari ini adalah produk-produk perencanaan dan pengorganisasian, yang utamanya adalah rencana kegiatan,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai sebuah organisasi harus memiliki perencanaan yang baik terutama untuk tugas-tugas yang sudah jelas dan sudah didukung oleh anggaran DIPA.

“Karena semua itu harus dipertanggungjawabkan, untuk membuat perencanaan itu harus benar-benar detail, sesuai RKAKL, kita ini semua bertanggung jawab terhadap apa yang kita laksanakan, terutama yang menyangkut dengan anggaran dinas, harus dipelajari betul jangan sampai ada temuan ataupun minimkan temuan untuk kebaikan kita bersama”, ujar AKBP Nasyadi. (Azhari)

0

Suara Indonesia News – Kabupten Cirebon. Setiap lulusan SMK pasti telah dibekali dengan keterampilan. Keterampilan itu di dapat dari semenjak duduk di bangku sekolah. Kamis ( 25/03 – 2021 )

Karena itu, hadirnya lembaga pendidikan memang harus memberikan manfaat bagi lulusan dan masyarakat di sekitarnya. Salah satunya meningkatkan peran lulusan SMK.

Baik untuk melanjutkan sekolah maupun berwirausaha demi masa depan pembangunan desa sekitarnya.

Oleh karena itu pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan program SMK Membangun Desa di SMK 1 Gunung jati, Jalan Ki Gede Mayung, Kecamatan Gunung jati, Kabupaten Cirebon, Kamis (24/3/2021). Peluncuran tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum.

Uu menyebutkan semangat lahirnya SMK untuk para lulusannya yakni mudah mendapatkan pekerjaan. Namun realitanya, saat ini jebolan dari SMK sering dikambinghitamkan sebagai penyumbang angka pengangguran.

Melalui program SMK Membangun Desa, kepala sekolah SMK 1 Gunung jati untuk mengarahkan lulusannya agar bisa kembali ke desa masing-masing untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan selama tiga tahun menimba ilmu.

“Jebolan SMK harus kembali ke desa, di sana banyak potensi, mulai dari pariwisata hingga yang lainnya. Saat ini, saya lihat sekolah hanya membanggakan infrastrukturnya, bukan kualitas lulusannya,” kata Uu di Kabupaten Cirebon, Kamis (25/3/2021).

Uu mengatakan, di Jawa Barat sebanyak 43 persen pengangguran merupakan jebolan SMK. Hal tersebut lantaran para lulusan sekolah kejuaraan ini lebih memilih bekerja di kota, dibandingkan dengan daerah asalnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun khawatir, bila pemikiran tersebut masih diterapkan, lapangan pekerjaan akan semakin sulit didapatkan dan menimbulkan permasalahan sosial lebih luas.

“Kepala sekolah harus memberikan pemahaman, diarahkan bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja. Sesuai dengan program gubernur yaitu Desa Juara, kerja di desa tetapi rezeki kota,” katanya. (Sendi)

0

Suara Indonesia News – Gresik. Polres Gresik menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama pemuda dan pelajar dalam rangka pencegahan serta penanggulangan Radikalisme dan Terorisme di ruang call center, Kamis (25/03/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri Waka Polres Gresik KOMPOL Eko Iskandar, S.H. S.I.K. M.SI., Kasat Binmas AKP Ach. Said S.H., KBO Satintelkam IPDA Anang Fathoni, 7 Anggota Satbinmas dan 75 orang pelajar.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto S.H S.I.K M.M dalam sambutanya di wakili Waka Polres Kompol Eko Iskandar S.H. S.I.K. M.Si. menyampaikan, “Kegiatan ini sangat penting terutama peran pelajar sebagai generasi muda dalam mencegah atau menangani radikalisme. Perkembangan radikalisme saat ini semakin besar dan ekstrim terutama dengan adanya media sosial”, ucap Kompol Eko Iskandar.

Kompol Eko Iskandar menjelaskan, “Semua agama tidak pernah mengajarkan tentang kekerasan jika ada seseorang yang menggunakan agama sebagai tameng untuk berbuat kekerasan itu akan sangat berbahaya sehingga saya berharap jangan sampai adek2 sekalian terpapar oleh paham radikalisme, pelajar harus menjadi corong dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara untuk mewujudkan Indonesia yang damai”, pungkasnya. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Gresik. Kapolsek Kedamean AKP H. Ali Syaiful S.H. M.H. menerima kunjungan Kepala UPTD Puskesmas Slempit bersama staf. Kedatangan tersebut dalam rangka memberikan vitamin kepada jajaran personil Polsek Kedamean. Kamis (25/3/2021).

Kesempatan baik ini, disambut oleh AKP H. Ali Syaiful, dalam kunjungannya Kepala UPTD Puskesmas Slempit yaitu pemberian vitamin kepada Polsek Kedamean.

Dalam kesempatan tersebut Kepala UPTD Puskesmas Slempit Ibu Estu Drg. menjelaskan, “Tujuan pemberian Vitamin tersebut agar setiap anggota yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anggota yang bertugas di lapangan agar staminanya tetap fit, apalagi saat ini Covid-19 belum berakhir,” ucap Estu Drg.

Sementara itu Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto S.H. S.I.K. M.M. melalui Kapolsek Kedamean AKP H. Ali Syaiful S.H. M.H. menyambut baik serta mengucapkan, “Berterima kasih kepada Kepala UPTD Puskesmas Slempit atas kunjungan tersebut yang peduli akan kesehatan para anggota Polri, mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin sehingga anggota Polri tetap sehat dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik”,  ungkapnya AKP H. Ali Syaiful. (Hari R)

0

Penulis : Irjen Pol (P) Drs Sisno Adiwinoto M.M. Pengamat Kepolisian/Ketua Penasihat Ahli Kapolri

Suara Indonesia News – Semarang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah perjuangan bangsanya, demikian juga POLRI yang besar perlu selalu mengingat Sejarah Perjuangan serta Dharma Bhakti para Tokoh-Tokoh  pendahulunya.

Bahwa yang kita ketahui, setelah hampir satu tahun Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 17 Agustus 1945, “baru” kemudian pada 1 Juli 1946 yaitu hari disatukannya Polisi Indonesia yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia (sistem fragmented) dijadikan sebagai Kepolisian Nasional oleh Perdana Mentri, selanjutnya ditetapkan sebagai  HARI BHAYANGKARA.

Namun karena banyaknya masyarakat yang menafsirkan Hari Bhayangkara sebagai Hari Ulang Tahun Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), sehingga timbul pertanyaan yang menggelitik, apakah dalam tenggat waktu hampir satu tahun tersebut NKRI tidak memiliki POLRI ?. Padahal Polisi sudah ada sejak Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Sekilas ternyata begini sejarahnya, 3(tiga) hari setelah Proklamasi Kemerdekaan NKRI tanggal 17 Agustus 1945, pada tanggal 21 Agustus 1945 Almarhum Bapak Inspektur Polisi Moechammad Jasin dengan gagah berani mengubah nama Tokubetsu Keisatsu Tai (Polisi Jepang) menjadi *Polisi Istimewa dan tunduk pada Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang  baru merdeka beberapa hari.

Kemudian Polisi Istimewa membuktikan Kesetiaan dan Bhaktinya kepada Negara dan Bangsa Indonesia. Dimana sebagai langkah awal yang dilakukan Polisi Istimewa adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap Tentara Jepang yang kalah perang.

Pada sa’at ini, sudah sepantasnya kita tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa khususnya sejarah perjuangan dan dharma bhakti polisi dalam ikut merebut dan mempertahankan  Kemerdekaan, sekaligus harus memahami peristiwa yang terjadi sebelum dan setelah bulan Agustus 1945, yang diantaranya adalah :

– Pada tanggal 7 Desember 1941, terjadi pengeboman Pearl Harbor berupa serangan dadakan yang dilakukan angkatan laut Jepang terhadap armada pasific angkatan laut Amerika Serikat yang tengah berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Pearl Harbor di Kota Honolulu Pulau Oahu-Hawai.

– Kemudian Pada tanggal 10 Januari 1942, Jepang masuk ke Indonesia, dimana Jepang mendarat dengan kekuatan invasi militer untuk pertama kali di Tarakan Kalimantan Utara. Karenanya Belanda akhirnya dibuat  tidak kuasa untuk mempertahankan Indonesia dan menyerah pada tanggal 7 Maret 1942. Sejak tanggal 9 Maret 1942, Indonesia secara resmi dijajah oleh Jepang .

– Pada tahun 1944 Jepang merekrut pemuda asli pribumi yang diantaranya adalah Moechammad Jasin, mereka dididik sebagai polisi istimewa dengan kemampuan  tempur seperti tentara Jepang yang diberi nama Tokubetsu Keisatsutai atau Polisi Istimewa.

– Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima dijatuhi bom atom dan pada 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki juga dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Kedua kota tersebut hancur total dan instalasi militer Jepang lumpuh yang membuat berahirnya Perang Dunia Kedua. Kemudian Soekarno-Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Bagi semua anggota Polri semestinya mencatat dan jangan pernah melupakan peristiwa sejarah setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 dimana :

– Pada tanggal 19 Agustus 1945, dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

– Pada tanggal 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas-1 atau Letnan Satu Polisi Moechammad Jasin dengan jabatan sebagai Komandan Polisi di Surabaya, memproklamasikan bahwa Pasukan Polisi Istimewa menjadi Polisi Republik Indonesia, dan menyatakan untuk bersatu dengan rakyat Indonesia dalam perjuangan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945. Selanjutnya sebagai langkah awal yang dilakukan adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang.

Pada saat ini banyak senior polisi berharap agar tanggal 21 Agustus dapat diresmikan menjadi *“Hari Bhakti Polri” Pada tanggal 29 September 1945, Presiden Soekarno melantik RS Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi  Kepala Kepolisian (KKN) RI Pertama. Dan menempatkan kedudukan Polri dibawah Perdana Mentri.

Kiranya sesuatu yang yang tidak berlebihan apabila *Bapak Jendral Polisi RS Sukanto bisa diresmikan sebagai “Bapak Pionir Polri”.

Selanjutnya sama halnya dengan Bapak Jendral Polisi Hoegeng Imam Santoso yang perlu juga untuk bisa ditetapkan sebagai “Bapak Polisi Jujur”. Kemudian Bapak Jendral Polisi Prof Dr Awaludin Djamin MPA perlu ditetapkan sebagai “Bapak Pembenahan Polri”.

Demikian sekilas pengingat lupa terkait tentang dimulainya keberadaan dan dharma bhakti POLRI oleh seorang anggota Polri Pahlawan Nasional Komjen Pol Dr H Moechammad Jasin.

Bravo POLRI dalam melaksanakan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja untuk mewujudkan keamanan yang kondusif guna meningkatkan produktifitas masyarakat demi terwujudnya masyarakat yang maju, adil dan makmur.

Untuk itu, pada hari Kamis 25 Maret 2021, Kapolri Jendral Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi meresmikan Monumen Perjuangan dan Bhakti Komjenpol DR H M.JASIN yang didirikan  oleh Alumni AKABRIPOL PERTAMA 1970/WASPADA dibawah pimpinan Kapolri Pada Masanya Jendral Polisi Purnawirawan Drs R Suroyo Bimantoro, sebagai monumen tonggak sejarah perjuangan dan dharma bhakti polisi yang dilakukan oleh seorang tokoh pahlawan nasional pejuang polisi berupa Monumen Perjuangan dan Bhakti Pahlawan Nasional KOMJEN POL DR.M.JASIN, bertempat di Kesatrian Akademi Kepolisian Negara Republik Indonesia (AKPOL) di Semarang.

Guna mengenang dan sekaligus sebagai  penghormatan kepada seorang Tokoh POLRI Pahlawan Nasional Komjen Pol (P) Moechammad Jasin, sekaligus untuk memberikan Pembinaan Tradisi Santi Aji dan Santi Karma kepada Taruna Akademi Kepolisian sebagai generasi penerus Polri.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Para Kapolri pada masanya, Dubes Croatia di Zagreb, Keluarga Bapak M Jasin, para Alumni AKABRIPOL PERTAMA 1970 dan para Perwakilan Angkatan Alumni AKABRIPOL.

Patut Kita Apresiasi Atas Peresmian Monumen Patung Pahlawan Nasional Dr Moechammad Jasin Sebagai Monumen Perjuangan dan Bhakti Polri

DUKUNGAN DAN DO’A KAMI SEMUA,

Semoga Semua Insan Bhayangakara POLRI :

– Tetap Semangat Dalam Pengabdian  Terbaik Untuk Masyarakat – Bangsa – Negara :

– Tetap Amanah Sebagai Pelindung – Pengayom – Pelayan Masyarakat

– To Be Fighter Crimes-Helper Deliquents-Loves Humanity

– Mampu Memelihara KAMTIBMAS Tetap Kondusif dan Masyarakat Semakin Produktif Dalam Tatanan Kehidupan Baru (Tata Tentrem Kerta Raharja)

– Menjadi Pemimpin Masyarakat Yang Memberi dan Membantu, Bukan Yang Mengambil dan Membebani Masyarakat

– Semakin PRESISI (Prediktif, Responsif, Transparansi-Berkeadilan), Profesional, Tegas Humanis dan Modern – Terpercaya

– Penegakan Hukum tidak hanya tajam kebawah, tapi tajam juga keatas maupun kesamping berdasar Hukum dan Keadilan.

JAYA DAN SUKSES KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (POLRI).

AAMIIN. Semarang, 25 Maret 2021.