0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Makna Isra Miraj Agar Manusia Berbuat Baik dan Mencegah Kejahatan. Peringatan Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW memiliki makna bagi umat Islam. Isra Miraj 1442 H kali ini pun diperingati oleh seluruh muslim di dunia. Diantaranya diperingati dengan menggelar pengajian dan ceramah,

Untuk mendapatkan pahala Allah SWT. Warga mundu bertempat di masjid besar Al Amin desa Bandengan, berlangsung giat Isro Mi’roj Nabi Muhamad SAW memperingati lahir Nabi Muhammad SAW sekaligus Do’a milad Majelis Sholawat Rijalul Aamiiin Ke 8, Sabtu (13.03.21).

Menurut Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, SH., S.IK., MH., melalui Kapolsek Mundu, Adapun dengan tema “Semangat Isro Miroj untuk menguatkan keimanan dan bangkit dari covid 19,” Giat tersebut di selenggarakan Remaja Masjid Al Amin dengan ketua panitia Hasan Bisri. ujarnya.

Dalam kegiatan hadir Camat Mundu Anwar Sadat, S.Sos., M.Si., Kuwu Desa Bandengan Moh Sofyan, Ketua DKM masjid Al Amin SDR. Misbag dan Ketua panitia Isro Mistoj Hasan Bisri. Serta Tokoh agama dan tokoh masyarakat, muslimin dan muslimat yang berjumlah sekitar 80 orang,” tegas AKP H. Supai Warna, S.SOS.

Dalam pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan diantaranya dengan menggunakan masker mencuci tangan dan menjaga jarak, tutup Iptu Ngatidja, SH.MH Kasubbag humas Polres Cirebon Kota. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Gresik. Jajaran personil Kepolisian Sektor Ujungpangkah Polres Gresik Bersama Perangkat Desa Kompak Memberi semangat kepada warga terdampak Covid-19, serta bagi- bagi paket sembako.

Adapun Sejumlah paket sembako yang berisikan Telor, Beras, Mie Goreng, Minyak Goreng. dan Rempah-rempah, dibagikan kepada warga di dusun mbondot desa Banyu Urip kecamatan Ujungpangkah kabupaten Gresik, Sabtu (13/3/2021).

Kepala desa Banyu Urip Ihsan Haris mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polsek Ujungpangkah, yang selalu aktib dan peduli mendukung aksi bakti sosial ini.

“Semoga kebersamaan antara warga banyuurip bersama TNI Dan Polri selalu sinergi dan semoga bantuan yg kami berikan bersama BPD tersebut menjadi contoh yg lainya dan bermanfaat dan dapat meringankan beban hidup warga, ditengah kondisi pandemi ini,” ucapnya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto S.H., S.I.K., M.M. melalui Kapolsek
Ujungpangkah AKP Sujito S.H. mengatakan, Pihaknya selalu merangkul semua elemen masyarakat dalam menciptakan wilayah yang kondusif. Dan untuk bantuan Polsek Ujungpakah juga berkolaborasi bersama Koramil Ujungpangkah membagikan paket sembako kepada warga binaanya yang terdampak Covid-19.

“Kegiatan ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian dalam semangat kegotong royongan kepada warga masyarakat yang terkena dampak Covid-19,” kata AKP Sujito S.H.

“Semoga seluruh masyarakat Dusun Mbondot Desa Banyuurip dan Kec. Ujungpangkah menjadi zona hijau serta selalu diberikan kesehatan agar bisa melakukan pekerjaan seperti sebelum pandemi Covid-19,” harap Kapolsek Ujungpangkah.

Pihaknya siap memberikan bantuan kepada warga, manakala masih ditemukan warga yang kurang mampu belum mendapatkan bantuan. (Hari Riswanto)

0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil. Kabupaten Aceh Singkil hingga saat ini masih berpredikat sebagai Kabupaten termiskin dari 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh dan  kaitan itu yang bertanggungjawab tentang hal itu adalah Pihak Eksekutif dan Legislatif di daerah ini, jangan pernah salahkan Masyarakat dengan membuat Statement banyak Masyarakat pura pura Miskin. Seharusnya berilah solusi cepat dan tepat tanpa melukai perasaan Warga yang memang benar benar miskin dan  terus berupaya dan memberi Solusi bagaimana cara mengatasi nya karena mereka di gaji dari Uang Rakyat, apalagi Bupati,Wakil Bupati dan Sekda juga para Pejabat kepala SKPK selain gaji ada intensif lain atau ibarat ucapan orang Awam setiap bergerak di bayar, demikian juga DPRK setiap ada kegiatan atau rapat rapat selalu di bayar dan semua itu tujuannya supaya mereka bekerja maksimal memikirkan Kemajuan Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat. Bukan hanya kesejahteraan dirinya dan kroni kroninya.

karena kemiskinan Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh Masyarakat Aceh Singkil saat ini terutama Warga Pedesaan  baik kemiskinan struktural maupun kemiskinan kultural. demikian di sampaikan Ketua Lsm. Komunitas Peduli Pembangunan Aceh Singkil ( KPPAS). SL. Kabeakan.kepada Media ini Sabtu (13/03/2021),

Ia menambahkan untuk mengatasi kemiskinan tidak cukup hanya Diskusi atau Seminar apalagi hasil dari Diskusi itu hanya sebatas rangkuman catatan tanpa implementasi yang jelas seperti selama ini sudah sering kita lihat pihak Pemda melakukan upaya upaya bagaimana cara dan strategi untuk mengentaskan Kemiskinan di Aceh Singkil. Bahkan seperti Pengakuan Bupati Pemkab sudah betbuat Maksimal untuk pengentasan kemiskinan dengan memberi Bantuan kepada Masyarakat mulai dari bantuan Rehab Rumah juga memberi Bantuan Sosial lainnya kemudian membangun inspratruktur, tapi perlu di pertanyakan apa semua pogram itu sudah tepat sasaran, dan Pengawasan yang ketat “ucap Kabeakan.

karena menurut pengamatannya selama ini Faktor politis dalam menentukan program di Pemerintahan Daerah masih Dominan terjadi yang di sebut balas jasa kepada Team Sukses, kepada Partai pengusung juga kepada para Pns yang loyal ketika perhelatan Pilkada sebelumnya.

Dan kaitannya banyak Masyarakat yang seharusnya layak dapat bantuan, namun proposalnya selalu masuk tong sampah karena di saat Pilkada tidak mendukung yang berkuasa saat ini.Predikat Termiskin yang di Sandang Kabupaten Sekata Sepakat ini. merupakan problem yang dilematis mengingat Aceh Singkil memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah.

Bagian lain Kabeakan menambahkan bahwa Persoalan Kemiskinan di Aceh Singkil sepertinya tidak terlalu menghwatirkan tapi harus menjadi Prioritas untuk mengatasinya bahkan segera mengikisnya dan strategi yang harus di lakukan Pemerintah Aceh Singkil cukup 2 ( Dua) yaitu, Pogram yang di tuangkan dalam Musrembang, mulai dari Musrembang Desa hingga Kabupaten harus tepat Sasaran kemudian dalam memberi bantuan Sosial kepada Masyarakat jangan berpedoman kepada Buku Pintar yang bernama” Diary Team Sukses ” dan Pengawasan pihak Legislatif harus betul betul ketat dan di tambah Memaksimalkan Dana dan Anggaran yang ada.
Seperti :

Pertama : memaksimalkan dana desa untuk kegiatan yang terkait langsung dengan target penurunan angka kemiskinan, misalnya pembangunan sarana produksi, jalur distribusi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan pasar, dan sejenisnya.

Selama ini banyak desa yang menggunakan dana desa untuk membangun infrastruktur yang tidak terkait secara signifikan dengan pengentasan kemiskinan. Demikian juga dengan pemberdayaan masyarakat, mendapatkan porsi yang sangat kecil.

Ini mungkin yang menjadi penyebab mengapa dana desa yang hampir Rp 1 miliar per desa setiap tahunnya itu belum begitu berdampak secara signifikan terhadap pengurangan angka kemiskinan.

Kedua : Maksimalkan Perusahaan Swasta yang berinvestasi di Daerah Aceh Singkil dengan menggandeng pihak ketiga melalui program CSR dan sejenisnya. BUMN, BUMD, dan Swasta.

Ketiga: mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Potensi zakat, infak dan sedekah sebenarnya sangat besar. Hanya selama ini, belum dikelola dengan baik, tersistem dan terintegrasi.

Keempat: memaksimalkan peran BUMDes sebagai penopang utama pendapatan asli desa. Selama ini, desa masih sangat tergantung dari dana desa dan dana transfer lainnya (ADD, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi, Bangub, dll). Mulai saat ini dan ke depan, desa harus kuat dan mandiri secara ekonomi agar bisa menjalankan program pembangunan secara maksimal.

Kelima : Maksimalkan potensi kekayaan Laut dan berdayakan  Nelayan dengan memberi Bantuan yang tepat sasaran karena selama ini Pemerintah sering memberi Bantuan tapi kurang dalam pengawasan sehingga Masyarakat berfrofesi sebagai Nelayan di bantu Steleng Gorengan dan adanya warga ahli di bidang perbengkelan tidak dapat bantuan justeru yang dapat Alat aLat Bengkel justeru berprofesi sebagai petani.

Kemudian fokus kepada petani dan para pelaku UMKM sebagai bagian terbesar kelompok masyarakat yang ada di desa, tetapi sering termarjinalkan dalam pengambilan kebijakan publik. Memudahkan akses permodalan, meningkatkan skill dan kemampuan, membuka dan mengembangkan pasar adalah hal – hal yang harus dilakukan untuk mereka. Termasuk juga membantu digitalisasi sektor UMKM agar mereka memiliki daya saing di era Revolusi Industri 4.0.

Ke enam. Maksimalkan Dana Pokir atau Dana Aspirasi DPRK untuk kesejahteraan Konstituennya, karena selama ini khususnya di Aceh Singkil Dana Aspirasi banyak tidak memberi manfaat kepada Masyarakat, seperti dana pokir tersebut banyak di gunakan untuk membangun Infrastuktur jalan perkebunan untuk Pribadinya juga Keluarganya.bahkan ada salah seorang Anggota DPRK membuat Dana Aspirasi untuk pembersihan Parit Jalan Nasional di Desa Ketapang indah.

Ketujuh. Kerjasama  dengan UGM terkait Penyusunan Neraca  Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten ini agar terus di lakukan karena tujuan utamanya ketika itu terkait Pengentasan kemiskinan di Aceh Singkil tapi apa hasil dan sejauh mana Progres program tersebut Masyarakat tidak tau sementara sudah banyak Pemda Aceh Singkil mengeluarkan Dana untuk itu,” tutup Kabeakan. (Salomo)

0

Suara Indonesia News – Aceh Tenggara. Biduan dari Tanoh Alas Kutacane Aceh Tenggara tebukti mampu bersaing di Liga Dangdut (LIDA) Indosiar 2021, di jakarta.

Terpilihnya Tasya sebagai duta Aceh Tenggara di ajang pencarian bakat setelah melakoni berbagai tahapan seleksi, pada Kamis malam tanggal (12/3/21) yang disiarkan di TV Swasta juri menobatkan Darma Tasya salah satunya peserta utusan dari Provinsi Aceh.

Darma Tasya, adalah anak pertama dari tiga bersaudara, buah hati dari pasangan suami, istri Herman dan Rita Trisna Wati, Warga Desa Telaga Mekar Kecamatan Lawe Bulan, Orang tuanya hanyalah seorang petani yang tergolong keluarga kurang mampu.

Keinginan terbesar Darma Tasya, yakni untuk membanggakan serta membahagiakan kedua orang tuanya dan mengharumkan Nama Tanoh Alas Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara serta Provinsi Aceh itu adalah dorongan utamanya untuk mengikuti kompetisi Liga Dangdut (Lida) tersebut.

“Saya mau buat bangga ke dua orang tua dan saya ingin mengharumkan nama Tanoh Alas Kutacane Kabupayen Aceh Tenggara , setelah menjadi Duta Aceh di Jakarta nanti,” ungkap Darma Tasya, (18) di saat menjamu makan malam bersama Rombongan PWI Aceh di pondak kebun M. Ridwan Sekda Aceh Tenggara, di Desa Tenambak Alas pada Kamis malam (21/1/2021) lalu.

Sementara itu Herman orang tua Darma Tasya,  mejelaskan anaknya sudah hobbi bernyanyi sejak Sekolah Dasar (SD), Bakatnya mulai terlihat saat ia, sering bernyanyi di acara hajatan yang diiringi organ tungal.

Selain itu Herman juga menyebutkan anaknya sudah pernah mengikuti lomba bernyanyi yang di adakan Pemerintah Daerah setempat, pada acara Festival Leuser di tahun 2018, mewakili sekolahnya dan allhamdulilah ia berhasil meraih juara pertama pada Festival tersebut.

Darma Tasya saat ini tercatat sebagai Mahasiswi IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Jurusan Bahasa Arab semester pertama, jelas ia.

Aida, yang juga Biduan Tanoh Alas Kutacane Aceh Tenggara, kepada media ini Minggu (14/3/21) dirinya  sangat senang salah satu biduan Tanoh Alas mampu bersaing dan masuk ke Lida Indosiar 2021.

Darma Tasya, adalah biduan asal Tanoh Alas, yang perdana dinobatkan salah satu peserta Liga Danggut (Lida) Indosiar 2021 sebagai utusan Provinsi Aceh.

Dan ia juga berharap kapada seluruh masyrakat khusunya masyarakat Aceh Tenggara serta kepada pemerintah setempat untuk memberikan spot dandukungan sepenuhnya kepada Darma Tasya, biduan dari Tanoh Alas ini. Harap aida. (Yusuf)

0

Suara Indonesia News – Gresik. Tingginya curah hujan sehingga sungai anak kalilamong tidak mampu menampung debit air, karena bertambah sehingga meluap di wilayah Kec. Balongpanggang mengakibatkan beberapa lokasi yang berada di pinggir sungai anak Kali Lamong. Sabtu (13/03/2021).

Beberapa Lokasi yang tergenang air dan banjir adalah Desa Wotansari, Desa Sekarputih, Desa Banjaragung, Desa Pucung dan Desa Karangsemanding yang menyebabkan sebagian pemukiman warga, Jalan poros dan area sawah terendam banjir.

Dalam kejadian itu Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus S.H. sigap terjun langsung bersama anggotanya dan Anggota Koramil 0817/09 Balongpanggang guna memantau debit air yang memasuki pemukiman dan jalan poros maupun menggenangi area persawahan warga.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto S.H., S.I.K., M.M. melalui Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus S.H. mengatakan, “Dalam pantauan banjir mulai Sabtu dini hari sampai pagi tadi, untuk akses jalan penghubung Dsn.Tamping menuju ke Dsn.Pucung akses jalan belum bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua dan empat karena debit air masih tinggi” kata AKP Tulus dilokasi

Masih Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus S.H juga menghimbau kepada pengguna jalan terutama roda empat dan motor untuk tidak memaksakan diri melintas menerobos genangan air.

“Kami juga mengimbau kepada pengguna jalan agar bersabar hingga air surut dan situasi jalan normal, kita tetap waspada dan terus menghimbau warga agar berhati-hati dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.” ucapnya

“Semoga Banjir yang menggenangi di beberapa desa di wilayah Kecamatan Balongpanggang segera surut.” pungkas AKP Tulus S.H. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Tanjungbalai. Dua orang pelaku Pencurian Sepeda Bermotor (Curanmor) diamankan Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungbalai bersama Personil Polsek Tanjung Balai Selatan (TBS), pada Rabu 10/3/2021, sekitar Pukul 23.30 Wib di Jalan Benteng (Pante Olang) Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

Dari ke Dua tersangka yang bernama lengkap Afrizal Samosir Alias Izal (40), Nelayan, warga Jalan D.I Panjaitan, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai dan Muntir Harahap Alias Muntir (43), Nelayan, warga Jalan Benteng (Pante Olang), Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai. Petugas berhasil menyita barang bukti Satu unit sepeda motor honda Beat.

Keduanya ditangkap berdasarkan laporan dari korbannya yang bernama Roma Siti Rosnasari (42),  Ibu Rumah Tangga, warga Jalan Abadi, Kelurahan TB Kota II Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjungbalai. Dengan LAPORAN POLISI

LP / 08 / III / 2021 / SU / Res T.Balai / Sek.Tanjung Balai Selatan tanggal 07 Maret 2021. Kata Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira melalui Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan.

“Kejadiannya hari Sabtu 06 Maret 2021 sekitar Pukul 22.10 Wib, di Jalan Prof.D.R F.L Tobing, Kelurahan TB Kota II, terjadi pencurian sepeda motor honda Beat milik korban yang di ambil oleh pelaku dengan cara pelaku mengambil sepeda motor yang sedang di parkirkan oleh korban.

Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sebesar Rp.7.000.000 dan melaporkan yang dialaminya Ke Polsek Tanjung Balai Selatan,” Kata Humas Sabtu 13/3/2021.

“Berdasarkan laporan Polisi tersebut Polsek TBS berkoordinasi dengan team I Tekab Reskrim Polres Tanjungbalai, lalu melakukan cek TKP dan penyelidikan terkait kasus tersebut,” Tambahnya.

“Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa salah Satu pelaku yang melakukan pencurian itu adalah Izal. Rabu 10/3/2021 sekitar Pukul 23.00 Wib, personil Polsek TBS bersama team I Tekab Reskrim Polres Tanjungbalai di pimpin Ipda H.A Karo-karo mendapat informasi bahwa Izal berada di Jalan Benteng Kelurahan Sirantau,” Terang Iptu AD. Panjaitan

“Pukul 23.30 Wib, saat dilakukan penangkapan terhadap Izal, Izal melakukan perlawanan sehingga diberikan tembakan peringatan namun tidak dihiraukannya, lalu diberikan tindakan tegas terukur terhadap kaki kanan Izal. Selanjutnya pelaku di bawa ke Rumah Sakit Umum Kota Tanjungbalai untuk mendapatkan perawatan beserta anggota yang terluka juga mendapatkan perawatan dari pihak tenaga medis Rumah Sakit,” Beber Humas.

“Setelah di introgasi terhadap Izal dan Izal mengakui bahwa iya melakukannya bersama dengan temannya Muntir. Sekitar Pukul 23.45 Wib, di ketahui Muntir berada di Jalan Benteng Kelurahan Sirantau dan sekitar Pukul 24.00 Wib, Muntir berhasil diamankan beserta barang bukti 1 Unit sepeda motor honda beat milik korban,” Terangnya.

“Setelah dilakukan perawatan medis terhadap Izal dan diperbolehkan oleh Dokter di bawa, Izal dan Muntir di bawa Ke Polres Tanjungbalai beserta barang bukti sepeda motor milik Korban untuk diserahkan ke Polsek Tanjung Balai Selatan,” Lukas Iptu AD. Panjaitan. (Taufik)

0

Suara Indonesia News – Tanjungbalai. Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungbalai berhasil meringkus (Z), seorang ayah pelaku persetubuhan terhadap anak kandungnya (Bunga). Kamis 11/3/2021, sekitar Pukul 17.30 Wib, di Desa Sei Taman, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

Tersangka yang bernama Z Alias Edi (47), Buruh Harian Lepas, warga Kota Tanjungbalai.(ayah kandung Korban), ditangkap berdasarkan LAPORAN POLISI*

Nomor: LP/88/III/2021/SU/RES T.BALAI tanggal 10 Maret 2021. Kata Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira melalui Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan.

Menurut Iptu AD. Panjaitan, pelaku dilaporkan oleh S (47), mengurus rumah tangga, warga Kota Tanjungbalai. (Ibu Kandung Korban). Korban yang bernama Bunga 14 (Nama samaran), seorang Pelajar, warga Kota Tanjungbalai.

“Kejadiannya di Bulan Juli 2020 sekitar pukul 01.00 Wib, tersangka telah melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya yang bernama Bunga (nama samaran), Z Alias Edi melakukan persetubuhan terhadap korban pada saat korban sedang tertidur, saat korban terbangun, Z Alias Edi mengancam korban agar tidak berteriak,” Kata Humas Sabtu 13/3/2021

“Z Alias Edi mengeluarkan sperma nya di dalam vagina korban, perbuatan tersebut berkelanjutan terus menerus, sehingga korban hamil dan saat ini korban telah melahirkan secara normal seorang anak perempuan di klinik Bidan di Kota Tanjungbalai,” Bebernya.

“Kamis 11/3/2021 sekitar Pukul 17.00 Wib, setelah melakukan penyelidikan oleh team Tekab yang dipimpin oleh Padal Tekab  Iptu Demonstar, team berhasil mengetahui keberadaan pelaku di dalam sebuah rumah,” Jelas Humas

“Lalu team melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap tersangka Z Alias Edi di Desa Sei Taman, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

Setelah diamankan team membawa pelaku ke Mapolres Tanjungbalai guna penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya Z Alias Edi di jerat dengan Pasal 81 ayat (1), (2) dan (3) UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” Lukas Iptu AD. Panjaitan. (Taufik)

0

Suara Indonesia News – Aceh Tenggara. Dalam mengatasi Swasembada pangan komoditi jagung, di kabu paten Aceh Tenggara Babinsa Posramil Semadam jajaran Kodim 0108 Agara Koptu Haris Hasibuan, Sabtu (13/3/21) membantu Hasan (37) warga Semadam Kecamatan Semadam menanam jagung bibit P-32 seluas 0,5 Hektar.

Danposramil Semadam Pelda Jamilun kepada media ini Sabtu (13/3/21) mengatakan, “,Dalam kesehariannya, Babinsa posramil semadam menyempatkan diri setiap harinya untuk membantu warga yang ada di desa seyempat.

Diantaranya dalam membantu mensejahterakan masyarakat guna wujudkan swasembada pangan jagung tingkat nasional di Kabupaten Aceh Tenggara”, katanya.

Lanjut Pelda Jamilun, Babinsa Posramil Semadam akan selalu terus berupaya untuk membatu serta mendorong para petani setempat.

“Dalam Berpacu  untuk meningkatkan swasembada hasil konsumsi pertanian yakni komuditi jagung dalam mencapai target dari hasil panen sebelumnya sesuai harapan para petani di Wilayah Kecamatan Semadam ini.

Danposramil juga ,”Harapan dengan adanya pendampingan dari Babinsa jajaran kodim 0108 Agara TNI, dapat membantu serta meringankan beban dan kesulitan masyarakat Aceh Tenggara dalam menanam jagung. Harapnya. (yusuf)