0

Suara Indonesia News – Aceh Tenggara. Masyarakat Desa Seldok Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Heboh berburu butiran emas di Daerah Aliran (DAS) Sungai  Lawe Alas.

Menurut keterangan Jamal, salah satu warga Kutacane, kepada medi ini minggu (03/01/2021) mengatakan kurang lebih hampir sepekan warga Aceh Tenggara, datang ke desa seldok lawe penangglan, Kecamatan Ketambe, untuk berburu emas di tepi sungai lawe alas ini. Dirinya sudah lima hari ikut berburu butiran emas, di tepi sungai lawe alas

Menurut ia, penghasilan setiap harinya bervariasi dari Rp 100.000 ribu hingga Rp 400.000 ribu per harinya tergantung omset butiran emas yang ia dapatkan dari Sungai Lawe Alas.

Butiran emas yang ia, dapatkan tersebut  ia jual ke tukang pembuat emas di Kota Kutacane Aceh Tenggara, kata nya.

Hasil pantauan media ini butiran emas itu mereka saring menggunakan alat tradisional untuk bisa memilah butir- butiran emas dengan pasir yang ada di tepi sungai lawe alas.

Sejak heboh adanya butiran emas di sungai lawe alas di desa seladok lawe penanggalan Kecamatan Ketambe, terlihat rame masyarakat dari ibu-ibu, laki-laki, remaja hingga anak-anak ikut berburu butirrhingga tersebut, berharap bisa untuk meningkatkan perekonomiannya. (Yusuf)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi, S.I.K , M.Si., memimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Periode Januari 2021 di Mapolresta Cirebon, Senin (4/1/2020).

Dalam kesempatan itu terdapat 130 personel Polresta Cirebon dan Polsek jajaran dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi dari sebelumnya.

Di antaranya, tiga personel naik pangkat dari AKP ke Kompol, sembilan personel dari IPTU ke AKP, dari IPDA ke IPTU 15 personel dan empat personel dari Aiptu ke IPDA.

Selain itu, terdapat 11 personel naik pangkat dari Aipda menjadi Aiptu, dari Bripka ke Aipda 24 personel, dari Brigadir ke Bripka 48 personel, dari Briptu ke Brigadir tiga personel dan 13 personel dari Bripda ke Briptu.

Adapun dari 130 personel yang naik pangkat tersebut termasuk Kasat Lantas Polresta Cirebon KOMPOL Ahmat Troy Aprio, S.I.K, yang sebelumnya berpangkat AKP, dan Kasubbag Humas Polresta Cirebon AKP Suwito, SH., yang sebelumnya berpangkat IPTU.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, S.I.K, M.Si, mengatakan, kenaikan pangkat kali ini patut disyukuri. Pasalnya, hal itu merupakan hasil kerja keras dan pengabdian para personel selama ini mendapat ganjaran dari Negara.

Karenanya, kenaikan pangkat harus dijadikan momentum untuk meningkatkan motivasi dan semangat dalam bekerja. Terutama dalam hal melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat yang menjadi tugas Polri.

“Konsekuensi naik pangkat ini membuat tugas yang diemban semakin berat, sehingga harus terus bekerja ikhlas demi kemajuan Polri, khususnya Polresta Cirebon,” kata Kombes Pol M. Syahduddi, S.I.K., M.Si.

Ia mengatakan, para personel juga harus meningkatkan kinerja dan selalu menjaga nama baik Polri. Selain itu, Syahduddi mengingatkan agar para personel yang naik pangkat menyampaikan terima kasih kepada keluarga dan orang terdekatnya.

Sebab, posisi yang telah dicapai para personel saat ini tidak lepas dari dukungan keluarga dan orang terdekat. Personel yang naik pangkat juga diharapkan dapat terus membantu Polri menangani pandemi Covid-19.

Bahkan, pihaknya juga mengingatkan seluruh personel Polresta Cirebon selalu mematuhi dan mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan sebagai upaya melindungi diri dan keluarga dari penyebaran Covid-19.

“Saat ini, masih pandemi Covid-19 sehingga protokol kesehatan harus selalu dijaga. Lindungi diri kita dengan rutin mencuci tangan, mengenakan masker saat keluar rumah, menjaga jarak dengan orang sekitar, dan menghindari kerumunan,” ujar Kombes Pol M. Syahduddi, S.I.K., M.Si. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Pandeglang. Ibu Mulyati (52), adalah warga Kp.Pematang Desa Bungurcopong, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, beliau adalah pasien RS. Kanker Dharmais Jakarta dikarenakan mengidap penyakit konflikasi Tumor Ovarium dan Kista. (04/01/2021).

Keluarga Ibu Mulyati tergolong kedalam keluarga yang kurang mampu, suaminya keseharian hanyalah sebagai buruh harian yang bekerja disawahnya orang lain, dan itupun tidak setiap hari hanya waktu-waktu tertentu saja tenaganya dibutuhkan. Sehingga biaya pengobatan sang istripun ia tak mampu.

Sementara itu, Pemerintah Desa setempat terkesan kurang perhatian terhadap warganya, itu terbukti dengan keluarga Ibu Mulyati yang notabene kurang mampu tidak mendapatkan kartu berobat gratis (BPJS) yang telah menjadi Program Presiden Jokowi untuk masyrakat tidak mampu.

Beruntung masih ada relawan yang mau berbaik hati dan membantu Ibu Mulyati, Nurcholis Madjid, adalah salah satu relawan dari Pandeglang yang tergerak hatinya untuk membantu Ibu Mulyati.

Menurut Nurcholis, Ibu Mulyati saat ini sudah dibawa mereka ke RS.Dharmais Jakarat, ” Pasien saat ini sudah dibawa ke RS.Dharmais Jakarta pak.” Terang Nurcholis keapa media ini melalui pesan singkat Whatapps nya.

Dan mengenai pekerjaan suami ibu Mulyti ia mengatakan, “Namanya orang kampung pak, punya suami biasa kerja harian disawah orang.” kata Nurcholis.

Lebih lanjut Nurcholis (Relawan *red) mengatakan dalam bincang-bincang paginya dengan media ini ,kalau ia dan relawan lainya telah mengajukan bantuan kepada BAZNAS Provinsi Banten sebgai upaya meringankan biaya berobat Ibu Mulyati.

” Semoga masih ada Dermawan yang ingin menyisihkan sedikit hartanya untuk ibu Mulyati, dan Allah akan membalasnya dengan balasan yang berlipat, Insya Allah maslahat untuk Dunia – Akhirat.” Tutup Nurcholis Madjid. (AJB)

 

0

Suara Indonesia News – Subulussalam. Sungguh aneh tapi nyata, seorang oknum kepala desa Tanah Tumbuh, kecamatan Runding ,Kota Subulussalam “AB” di kenal memiliki sepak terjang yang sangat luar biasa.

Pasalnya, sejak tahun 2011 lalu hingga hari ini sukses menjabat kepala desa Tanah Tumbuh kecamatan Runding selama Dua periode, kendati di duga tidak memiliki ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP/SMP).

Berdasarkan surat keterangan kepala kampong Tanah Tumbuh, kecamatan Runding, Kota Subulussalam nomor: 59/05/TT/V/XI/2011 pada tanggal 29 April 2011, di tanda tangani Jakfar Lembong, selaku kepala kampong Tanah Tumbuh yang copy-annya di terima wartawan suaraindonesianews. com, Minggu (03/01/2021) menerangkan dengan sebenarnya, bahwa kandidat kepala kampong Tanah Tumbuh tidak menggunakan Ijazah Sekolah Lanjutan Tingakat Pertama (SLTP/SMP).

Menindaklanjuti hal itu, surat Camat Runding kota Subulussalam bernomor: 141/170/2011 tertanggal 24 Maret 2011 di tanda tangani H. Masri D, SP di tujukan kepada Walikota Subulussalam menjelaskan, bahwa pada bulan April tahun 2011 di desa Tanah Tumbuh akan di laksanakan pemilihan kepala kampong, akan tetapi di desa Tanah Tumbuh tidak ada kandidat yang memiliki ijazah SMP.

Ironisnya, AB, Kepala Kampong yang terpilih pada tahun 2011, AB kembali terpilih pada tahun 2017 sebagai kepala kampong Tanah Tumbuh, dengan menggunakan ijazah dari salah satu madrasah di Aceh Selatan bernomor seri: 1013/PPdS/KU/AS/1999 dengan nomor ujian 4, lulusan tahun ajaran 1998-1999 pada tanggal 29 Juli tahun 1999.

Salah seorang warga Tanah Tumbuh yang enggan di tuliskan namanya kepada wartawan beberapa hari lalu mengatakan, sangat menyesalkan dan merasa keberatan soal kepala desa Tanah Tumbuh AB yang di duga menggunakan ijazah palsu tetapi belum pernah di tersentuh hukum.

“Soal dugaan ijazah palsu kepala kampong Tanah Tumbuh itu tidak lagi menjadi rahasia umum, namun se akan – akan tidak ada masalah,” ujarnya.

Kepala desa Tanah Tumbuh AB di konfirmasi via WhatsApp di tempat terpisah Minggu (03/01/2021) mengatakan, masalah dugaan ijazah palsu nya itu dirinya sudah pernah di panggil dan di periksa oleh pihak Polres Subulussalam.

“Dua orang kami saat itu, saya AB kades Tanah Tumbuh dan PK kades Tulang kecamatan Runding sudah di periksa di Polres Subulussalam. Semua berkas- berkas kami sudah ada di Polres” tulis AB via WhatsApp.

Saat konfirmasi kepada pihak Satreskrim Polres Subulussalam via WhatsApp Minggu (03/01/2020) membenarkan, kedua kepala desa itu (kades Tanah Tumbuh AB) dan (kades Tualang PK) sudah pernah di panggil dan di periksa. Namun bukti-bukti nya belum kuat, sehingga proses pemeriksaan  belum bisa di lanjutkan.

“Betul, yang bersangkutan sudah pernah kita periksa, tapi bukti belum mendukung. Tapi kalau ada bukti tambahan kita akan proses lebih lanjut,”  tulisnya. (Syahbudin Padang)

 

 

0

Suara Indonesia News – Jakarta. Saat Launching Pengurus Harian, Juru Bicara dan Mahkamah Partai Dewan Pimpinan Pusat Partai Usaha Kecil Menengah (DPP Partai UKM), Jumat (01/01/2021). Syafrudin Budiman, SIP Sekretaris Jenderal DPP Partai UKM juga memperkenalkan dua sayap Partai UKM, yaitu Barisan Untuk Kalangan Milenial (Barisan UKM) dan Satuan Tugas Partai UKM (Satgas UKM).

Yang menarik ternyata insiator dan pendiri Barisan UKM adalah seorang perempuan muda milenial berusia 19 tahun. Namanya Siti Nur Elisa atau biasa disapa Baby Echa oleh keluarga dan teman-teman di lingkungannya.

Wonder woman cantik ini adalah Selebriti Instagram (Selegram) terkenal dengan akun IG chaaechaa dan pengusaha muda. Echa adalah pemilik dan Direktur Utama PT. Elsa Beauty Skin Indonesia (EBSI) sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik dan perawatan kecantikan kulit.

“Saya bergabung menjadi simpatisan Partai UKM karena tertarik dengan Visinya Meningkatkan Kesejahteraan Bersama. Sementara misinya adalah menciptakan keadilan sosial, kesejahteraan, ekonomi kerakyatan, kesetaraan ekonomi, kemajuan ekonomi, persamaan hak dan penegakan hukum,” terang Echa wanita kelahiran Tangerang, 12 Januari 2002 saat dihubungi Minggu, (03/01/2021).

Menurutnya, sebagai Influncer di sosial media dan entrepreneur di bidang kosmetik, dirinya yakin Indonesia Maju jika generasi mudanya diberikan akses tampil di semua bidang. Baik itu bidang ekonomi, sosial, budaya, hukum pemerintahan dan bahkan politik.

“Melalui Partai UKM dan Sayap organisasi Barisan UKM, saya akan berjuang bersama untuk berkiprah membangun bangsa. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 pelaku usaha UMKM menjadi ujung tombak perputaran ekonomi.” Tukas gadis mungil yang memilih jadi pengusaha daripada kuliah terlebih dahulu.

Echa percaya di bawah kepemimpinan H. Bustan Pinrang selaku Ketua Umum dan Gus Din sapaan akrab Syafrudin Budiman SIP Sekretaris Jenderal DPP Partai UKM, dirinya bisa belajar dan berkiprah di panggung politik.

“Pas gabung di Partai UKM enak banyak perempuan dan anak muda yang jadi pengurus. Sehingga saya tidak canggung dan merasa berada di komunitas yang tepat dan peduli pada perempuan dan anak-anak muda. Doakan saja, semoga Partai UKM diterima di masyarakat” pintanya.

Echa juga senang di Partai UKM, karena banyak bertemu dengan rekan-rekan dan senior pelaku UKM dan Koperasi. Bahkan ada yang aktif di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), seperti pedagang pasar dan pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM).

“Saya berada di Partai UKM seperti kuliah lapangan, bisa menyerap ilmu secara langsung. Apalagi Partai UKM Partai Kader, pasti saya nanti dibekali banyak ilmu dan pemahaman organisasi,” pungkas Echa yang nyetir sendiri dari Tangerang saat menghadiri acara Launcing Pengurus. (GD)

0

Suara Indonesia News – Bangka, Sungailiat. Pada hari minggu tanggal, 03 Januari 2021 pukul 10.15 Wibm bertempat di Pemandian Umum Jalan Komplek PGRI  Kel. Belinyu, Kecamatan Belinyu, Kabupaten, Bangka telah ditemukan seorang mayat laki-laki dalam posisi telentang tanpa busana.

Itu sangat Menghebohkan Masyarakat Setempat Adapun Identitas Mayat yang Diketahui Nama SUHARDIN Umur 57 Tahun Agama Islam Pekerjaan Buruh Harian Alamat Jalan Baru RT.03 Kelurahan Belinyu Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

Yang Menjadi Saksi Menemukan Mayat adalah Saudara Sambas pada Saat Hendak Mau Mandi Di Pemandian Umum, Saudara Sambas Pun langsung Menghubungi Ketua Rt Setempat Dan keluarga korban Agar Secepatnya dilaporkan ketugas Medis Dan kepolisian.

Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan, S.IK Mengatakan Melalui Kapolsek Belinyu Kompol Ricky Dwiraya Putra, S.IK Mengatakan penemuan Mayat Itu Berdasarkan Keterangan Saksi Bahwasannya Korban Ditemukan di Pemandian Umum Jl Komplek PGRI Dalam Keadaan Telanjang.

“Pada saat saudara SAMBAS  bersama dengan keluarganya hendak mandi di pemandian umum Jalan Komplek PGRI, pada saat di TKP kemudian saudara SAMBAS memanggil korban, tidak ada jawaban kemudian saksi menghampiri pintu masuk pemandian dan mendapati korban dalam keadaan telentang tanpa busana diduga sudah meninggal dunia, melihat hal tersebut kemudian saksi langsung menghubungi Aparat Setempat,” Ujarnya.

Kapolsek Belinyu Mengatakan Hasil Dari Pemeriksaan Dokter Dan Tim Identifikasi Kepolisian Bahwa Tidak Ada ditemukan Tanda-tanda Kekerasan Ditubuh Korban Dan diduga ada bercak Darah Keluar Dari Bagian Dubur, korban Diduga meninggal Adanya Penyakit ambeyen ( penyakit Dalam).

Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan jasad Suhardin dibawa ke kediamannya kemudian Saat ini jenazah korban sudah di semayamkan di rumah duka di jalan baru RT.03 Kelurahan Belinyu Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

Catatan Hasil pemeriksaan Dokter Puskesmas Belinyu dan Tim Identifikasi Polres Bangka tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau adanya unsur kesengajaan, korban meninggal dunia diduga karena ada penyakit dalam. (Tarmizi Yazid/Babel)

0

Suara Indonesia News – Tanjung Pinang Kepri. Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi di wilayah Kota Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau, Polres Tanjungpinang dan Bhayangkari Cabang Tanjungpinang menyalurkan bantuan sembako dan tali asih kepada korban banjir tersebut, Minggu (03/01/2021)

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando, S.H, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tanjungpinang  Ny. Mourine Fernando dan pengurus menyerahkan bantuan sembako dan tali asih tersebut langsung kepada warga yang menjadi korban banjir.

Dalam kegiatan yang juga diikuti oleh istri-istri pejabat utama Polres Tanjungpinang dibagikan bantuan seperti pempes bayi, indomie, telur, air mineral, bantal, selimut, nasi bungkus serta Baju dewasa dan anak-anak yang layak pakai. untuk kebutuhan sehari-hari yang saat ini dirasakan susah bagi keluarga yang terkena banjir.

Adapun titik lokasi yang dikunjungi adalah warga Kp.Nusantara III Dompak Tanjungpinang, Posko dapur umum Jl.Cendrawasih Rt.02/ Rw.03 Kel.Batu IX Kec.Tg.Pinang Timur, Posko Dapur Umum ACT Kota Tanjungpinang, warga Kp.Bangun Sari Jl. Abjak Faron Rt.01/ Rw.10 Kel.Batu IX. Tidak hanya itu, Ketua Bhayangkari Cabang Tanjungpinang juga meninjau dapur umum dan juga memberikan bantuan kepada salah satu personel Polres Tanjungpinang yang menjadi korban bencana banjir di Perum Pinang Hijau KM 10.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando, S.H, S.I.K., menjelaskan, adapun maksud kunjungan tersebut tidak lain untuk mengetahui kondisi para korban banjir sembari memberikan bantuan sembako dan tali asih untuk meringankan beban para korban. Serta memantau kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di lokasi banjir tersebut.

“Ini juga sebagai bentuk perhatian Polda Kepri dan jajaran khususnya Polres Tanjungpinang dan Bhayangkari kepada masyarakat Tanjungpinang supaya mereka tidak khawatir dan tetap merasa aman dan nyaman, baik saat banjir dan pasca-kejadian ungkap, Kapolres. (OBET)

0

Suara Indonesia News – Jakarta. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (DPN Gercin) Hendrik Yance Udam (HYU) memberikan SK Tim Percepatan Pembangunan Kesejahtraan Masyarakat Papua Dan Papua Barat kepada Prof. DR Dr James Tangkudung, Sport.Med, M.Pd. Penetapan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) merupakan terobosan dan kepedulian Gercin pada persoalan Papua dan Papua Barat.

HYU mengatakan, persoalan yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat sangatlah kompleks dan dibutuhkan solusi strategis dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Oleh sebab itu Bapak Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo telah mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres No 20 Tahun 2020) tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahtraaan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Yang menjadi Ketua Dewan Pengarahnya adalah Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin. Dan yang menjadi Ketua Tim Pelaksana adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bapenas RI) Bapak Suharso Monoarfa,” kat HYU Tokoh Nasional Asal Papua, melalui rilisnya, Minggu (03/01/2021).

Lebih lanjut HYU menjelaskan bahwa, Berdasarkan Kepres No 2020 tahun 2020 Pasal 8 Poin F yang mengatakan tentang keterlibatan Ormas dalam kalobarasi percepatan pembangunan Kesejahtraan Provinsi Papua dan Papua Barat.a

“Untuk itu kami dari Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia juga membentuk Tim Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Provinsi Papua dan Papua Barat yang diketuai oleh Prof. DR Dr James Tangkudung, Sport.Med, M.Pd Guru Besar di UNJ dan sekretarisnya adalah DR. Daniel Womsiwor S.Pd. M.Fis.AIFO, AIFO’-P sekalu dosen tetap universitas Negri Cenderwasih Provinsi Papua Barat,”jelas HYU

Sementara itu di tempat yang sama Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Provinsi Papua dan Papua Barat Prof. DR Dr James Tangkudung, Sport.Med, M.Pd Guru mengatakan bahwa, tim ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) Nomor 040/SK-Tim/DPN – Gercin Indonesia/XII/2020 yang telah mengangkat saya sebagai ketua tim dan rekan- rekan lainnya.

“Hal ini adalah merupakan suatu tanggung jawab besar yang di berikan kepada saya selaku ketua tim untuk bisa membantu tugas – tugas pemerintah pusat dan daerah  guna dapat menyelesaikan persoalan papua dalam bingkai NKRI,” tegasnya.

Profesor  juga mengatakan bahwa, tim yang saya pimpimpin ini akan focus di 6 skala prioritas yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi kerakyatan  infrakstruktur, serta sosial dan budaya dan pariwisata yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Kami juga akan melakukan koordinasi dengan semua stake holder yang ada di Provinsi Papua dan Papua  Barat serta berkordinasi dengan Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahtraan Di  Provinsi Papua Dan Papua Barat yang dibentuk oleh Pemerintah sesuai dengan Kepres Nomor 20 Tahun 2020” tambahnya.

Dokter lulusan Jerman ini juga menjelaskan tim yang di bentuk oleh Gerakan Rakyat Cinta Indonesia adalah merupakan tim independen yang akan memberikan masukan strategis kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Bahkan juga ada kementerian lembaga yang ada di Indonesia untuk akselerasi percepatan pembangunan kesejahtraan Provinsi Papua dan Papua barat,” tambah penasehat adat masyarakat minahasa ini.

Hal senada di katakan oleh sekretaris Tim DR. Daniel Womsiwor S.Pd. M.Fis.AIFO, AIFO’-P., Dosen tetap Universitas Negeri Cenderwasih Provinsi Papua, bahwa dalam menyelesaikan persoalan yang ada di tanah papua pemerintah tidak bisa berkerja dengan sendiri karena persoalan papua itu sangat rumit.

“Pememerintah harus bisa melakukan kaloborasi dengan semua stake holder yang ada termasuk Ormas Gerakan Rakyat Cinta Indonesia  yang sudah membuming di seluruh indonesia bahkan di dunia internasional untuk dapat bersama menyelesaikan persoalan yang ada di Tanah Papua dengan arif dan bijaksana,” tambahnya penuh optimis.

Penulis: RB. Syafrudin Budiman SIP