0

Suara Indonesia News – Subulusalam Aceh, Unit 2 Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh kembali menangkap dua pemilik sabu seberat 1.77 gram di desa Cot Raya, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar, Senin (13/1/2020) malam.

Tersangka M alias Adi (23) warga Cot Raya dan HD (24) warga Deyah yang sama – sama bertempat tinggal di Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH, melalui Kasat Resnarkoba Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang, SIK, kepada awak media suaraindonesianews.com, melalui hp selular mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan informasi warga.

“Warga masyarakat melaporkan keresahan selama ini terjadi dilingkungan mereka kepada kepolisian, maka dengan cepat petugas melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut”, ujar Boby.

Pada saat petugas dari Sat Resnarkoba menyelidiki informasi di lokasi, tiba – tiba salah satu tersangka yang berinisial M alias Adi melarikan diri, namun kesigapan petugas, tersangka berhasil diringkus, tutur Boby lagi.

Setelah dilakukan penggeledahan dirumah tersangka lanjutnya, petugas mendapatkan 12 paket sabu yang disimpan didalam dompet kecil berwarna hitam oleh tersangka M alias Adi, kata Boby.

Selain 12 paket sabu, didapatkan juga  satu kaca pirex, bungkusan narkotika jenis sabu, empat pipet plastik, tiga unit handphone  dan satu unit sepeda motor Suzuki satria F warna merah nopol BL 4762 LI, pungkas Kasat Resnarkoba.

Berdasarkan pengakuan dari tersangka M alias Adi, sabu tersebut diperoleh dari HD warga Deyah, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar. Namun pada saat tersangka HD diamankan, petugas tidak menemukan barang bukti apapun di badannya.

Selanjutnya tersangka bersama barang bukti diamankan dan dibawa ke Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Subs 112 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan 4 sampai 12 tahun penjara. (Syhabuddin Padang)

 

0

Suara Indonesia News – Mamuju, Dihadapan pejabat eselon III, Farid Mahfud meminta agar semua pejabat menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan pembangunan keagamaan 5 tahun mendatang didaerah masing-masing harus didukung, sehingga untuk melaksanakan tugas itu, setiap ASN Kemenag harus mengetahui tusinya.

“Kita harus bentuk tim work, karena tidak mampung berdiri sendiri, kita harus memiliki teman dalam berdiskusi dalam menghadapi kondisi politik, keagamaan dan kondisi alam, dan untuk itu mari kita jaga citra Kemenag sebagai rumah besar kita,” pintahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farid Mahfud yang mengaku sering melakukan kunjungan ke Sulbar sejak berdiri Kanwil Kemenag Sulbar 15 tahun lalu. Ada delapan tujuan bidang agama tahun 2020-2024 itu adalah sebagai berikut:

1). Peningkatan kualitas kesalehan umat beragama, 2). Penguatan moderasi dan kerukunan umat beragama, 3). Penyediaan layanan keagamaan yang adil dan merata, 4). Peningkatan dan pemberdayaan kelembagaan dan sumber daya ekonomi umat, 5). Perluasan akses pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama, dan keagamaan 6). Peningkatan kualitas pengelolaan dan mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan 7) . Penguatan produktivitas dan daya saing pendidikan keagamaan, serta 8). Peningkatan kualitas tata kelola yang efektif dan akuntabel.

Menurut Farid Mahfud, Tahun 2020 ini, Kondisi kemenag saat ini  cukuo kompleks  permasalahan dengan melihat tipologi masing-maaing daerah,  selain itu terdapat 4.884 satker dengan ASN sebesar  271.000 orang sehingga dengan demikian peningkatan kinerja diperlukan dengan mengukur kinerja seorang pegawai.

Terhadap pelaksanaan audit tusi ini, tim auditor mendapatkan banyak ASN, tidak mengetahui dan memahami apa tugas dan kewajibannya. ” Tim audit tusi ini, akan menilai minimal 120 dokumen masing bidang dalam pelaksanaan tugas sepanjang tahun anggaran,” tutur Farid Mahfud yang didampingi Kakanwil dan Kabag TU Kemenag Sulbar.

Lanjut dipaparkan, Audit kinerja versi  0.2,  tidak lagi berdasarkan pada satuan kerja atau bidang, sebagaimana audit yg dilakukan selama ini. Dimana tim audit, melihat kinerja anggaran berdasarkan realisasi program dan hasilnya Wajar Tanpa Pengecualian.

” Dari hasil itu pada tahun 2018, kita melakukan perubahan dengan memulai melakukan audit kinerja 0.2 (audit tusi),” jelasnya.

Farid Mahfud, menyebutkan kegiatan sosialisasi ini dimaksud untuk melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan program .” Audit ini diperlukan, karena hasil kinerja ditingkat provinsi se- Indonesia selama  setahun ini hasilnya tidak memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan, Kualitas Kinerja masih lemah, untuk mencapai target, maka Kemenag RI melalui Inspektorat Jenderal menginstruksikan perlunya pendampingan audit tusi pada satuan kerja pada kantor wilayah dan Kemenag Kabupaten,  Madrasah dan perguruan tinggi,” Jelas Farid Mahfud.

Diakhir sambutannya, Farid Mahfud Menitip Pesan” Siapkan laporan pertanggung jawaban  kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan dengan administrasi yang akurat. Hal tersebut diungkapkan Muhammad Farid Mahfud, Selaku tim pengendali  teknis  Inspektorat Jenderal Kemenag RI dihadapan 200 peserta sosialisasi pendampingan satuan kinerja pada ASN lingkup Kemenag Sulbar, di Aula serbaguna Kemenag Sulbar, Rabu, 15/01/2020. (Hamma/ Busran Riandhy).

 

0

Suara Indonesia News – Banda Aceh, Terkait kejanggalan yang terdapat di salah satu universitas ternama dan berstatus Negeri di Aceh, aktivis mahasiswa Sulthan Alfaraby secara resmi melayangkan surat laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), melalui surat elektronik dan jasa ekspedisi, Rabu (15/01/2020).

Alfaraby membenarkan bahwa surat tersebut dilayangkan akibat pihaknya merasa banyak kejanggalan serta ada laporan dari para mahasiswa dalam mengadvokasi berbagai permasalahan di salah satu universitas di Aceh, tetapi nama kampus yang dimaksud tidak bisa beliau beberkan sekarang karena sedang menunggu pihak KPK RI untuk memproses lebih lanjut.

“Benar surat telah dikirim. Setiap universitas pasti ada masalah, tapi ini masalahnya sudah terlalu besar. Salah satunya hal ini menyangkut tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mahal dan tidak sebanding dengan apa yang didapatkan, seperti fasilitas tidak memadai dan hak-hak mahasiswa lainnya. Bukan sekali atau dua kali ini, tapi berkali-kali sudah pernah dan bosan untuk disampaikan bahwa hak-hak mahasiswa harus direalisasikan. Kasihan juga yang orang tuanya kerja banting tulang, anaknya malah dikerjain di universitas, apalagi statusnya negeri. Jahat gak? “, ujarnya.

Dalam surat laporan tersebut, Alfaraby mengatakan bahwa beliau sudah melaporkan salah satu nama universitas dan juga banyak hal yang menurut beliau janggal dan tidak seharusnya dibiarkan, seperti fasilitas tidak memadai, indikasi KKN, serta banyak masalah-masalah lainnya. Hal ini dilakukan agar KPK RI bisa melakukan pendataan dan pemeriksaan secepatnya terhadap universitas yang tercantum dalam surat laporan yang berjumlah 2 lembar halaman.

“Mohon maaf nama (kampus) tidak boleh dipublikasi dahulu, karena biarkan saja KPK RI yang menanggapi laporan tersebut. Kami tidak menuduh, tapi kami merasa banyaknya kejanggalan terkait fasilitas dan juga masalah dari beberapa pimpinan kampus serta masalah-masalah lainnya. Hal ini dilakukan supaya kampus terbebas dari yang namanya indikasi kolusi, korupsi dan nepotisme serta hal merugikan lainnya. Kami cinta kampus kami dan tidak akan kami biarkan kampus dikotori,” tambahnya.

Terakhir, beliau berharap agar seluruh kampus jangan menjadikan instansi pendidikan sebagai ladang uang serta harus menghargai para mahasiswa. Karena menurutnya, jika tanpa mahasiswa maka kampus tidak akan pernah menjadi sukses dan dikenal.

“Rata-rata ada yang bayar UKT mahal tiap semester, tapi fasilitasnya sangatlah tidak layak. Saya jadi bingung, itu kampus atau bagaimana, niat atau tidak berdiri sebagai universitas, siapkah untuk maju? Harusnya kampus, apalagi yang berstatus negeri, haruslah menghargai dan memenuhi hak mahasiswa. Tanpa mahasiswa yang berkontribusi dan membayar uang kuliah, maka kampus tidak akan pernah sukses dan hebat. Janganlah instansi pendidikan dijadikan juga sebagai ladang keuangan keluarga dan ladang permainan politik kotor. Saya berharap hal ini bisa segera tertuntaskan”, tutupnya. (Sulthan)

 

 

 

 

0

Suara Indonesia News – Surabaya, Gus Din sapaan akrab dari Syafrudin Budiman, SIP,. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Kader Militan Jokowi (DPW KAMIJO) Jawa Timur, menyatakan maju sebagai Bakal Calon Walikota (Bacawali) Kota Surabaya 2020-2025. Mantan aktivis mahasiswa 98 ini bertekat maju lewat jalur perseorangan atau jalur independen.

Keinginan maju ini disampaikan Gus Din saat diwawancarai awak media selasa, (14/01/2020) di Surabaya. Gus Din memiliki slogan Surabaya Unggul, Surabaya Maju dan Surabaya Makmur.

“Saya (red-Gus Din/Syafrudin Budiman, SIP) menyatakan maju sebagai Bacawali Kota lewat jalur perseorangan. Insya Allah saya sudah menyiapkan persyaratannya untuk bisa lolos dan bertarung di Pilkada 2020 nantinya,” kata Gus Din yang pernah ditahan saat Hari Buruh se Dunia, 1 Mei 2002 lalu karena memperjuangkan nasib buruh.

Alumni Sarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) ini yakin bisa memajukan Surabaya yang sudah menjadi City Smart di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini. Tinggal kedepannya, kata Gus Din harus dilanjutkan yang lebih progresif dan inovatif lagi.

“Bu Risma is the best deh. Saya masuk Surabaya 1996 seperti kota hantu. Tetapi sekarang dipimpin Bu Risma, sungai dan kali bisa dimanfaatkan, hampir tidak ada kemacetan, gisi masyarakat terjamin, layanan publik terjaga, polusi udah menjadi baik dan tingkat kesehatan serta pendidikan masyarakat meningkat. Tinggal dilanjutkan saja lebih baik,” jelas pria yang juga disapa Acong saat masih kuliah ini.

Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP) ini juga mengatakan, pemimpin Surabaya kedepan perlu tangan yang kuat dan bukan peragu. Kata pria yang bekerja sebagai konsultan media ini, Surabaya masyarakatnya keras dan dinamis, karena Surabaya adalah kota metropolitan.

“Paska Bu Risma perlu, pemimpin yang handal, progresif, inovatif dan cekatan. Kalau bahasa Suraboyo-annya, Bongol alias ngotot dan militan,” kata Gus Din yang berjanji meneruskan keberhasilan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Gus Din memiliki langkah-langkah pemenangan dengan tema, Gus Din Sosok Muda, Progresif dan Inovatif. Katanya, tema ini menjadi strategi dirinya untuk merangkul kalangan muda milenial, komunitas terpelajar, supporter, pekerja/buruh, komunitas etnis dan komunitas agama.

“Saya mengenal Surabaya sejak 1996, kuliah 1998 dan bekerja di Surabaya sejak 2002. Saya sangat paham peta politik Surabaya dan saya tahun harus merangkul siapa saja,” katanya.

Ditanya mengenai kandidat pendampingnya di Bakal Calon Wakil Walikota (Bacawawali) Kota Surabaya? Gus Din menjawab, “Tunggu waktu yang tepat saja. Pastinya kandidatnya pendamping Bacawali Kota Surabaya, diharapkan perempuan dan memiliki visi-misi yang sama membangun Surabaya.”

Terakhir kata Cicit Almarhum KH. Hasan Gipo (Hasan Bisri) Ketua Tanfidziah PBNU pertama kali ini, keinginannya maju sebagai Bacawali Kota Surabaya 2020-2025 adalah memperkuat posisi Surabaya yang sudah baik. Sehingga kata Gus Din, perlu dikuatkan dan dipertajam menuju Surabaya lebih baik lagi.

“Insya Allah nawaitunya, Menuju Surabaya Lebih Baik Lah, tidak ada yang lain. Siapapun yang jadi pengganti Bu Risma tinggal meneruskan estafet saja,” pungkas Gus Din yang juga Cicit Pahlawan Nasional Almarhum KH Mas Mansyur asal Nyamplungan, Ampel, Surabaya. (Edy)

0

Suara Indonesia News – Jakarta, Rinaldo Mentari Tobing dalam dunia MICE – Meeting Insentif Convention Exhibition baik Nasional dan Internasional bukankah ‘anak kemarin sore, saya mengikuti beliau dalam beberapa event besar khususnya tahun 2000-2005 lalu. Dimana Saya ‘dipaksa untuk berkenalan dengan dunia Itu, tidak tanggung-tanggung event Consultative Group Indonesia (CGI) Convention & Exhibition, Sarasehan Wayang di Keaton DIY, Cipta Karya Perempuan Indonesia – Seminar Nasional & Exhibition, dsb. Sesudah Itu kami pun terpisah dalam rutinitas masing masing, yang Saya dengar saat Itu beliau sedang mempersiapkan Pameran Diatas Kapal Perang di Abudabi,Dsb. Sedangkan Saya kembali ke dunia media (Pers)

Saat Pilgub 2012, Pilpres 2014, Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019 lalu saya sempat dapat kabar bahwa beliau simpatisan Jokowi, Ahok dan KH.Maruf Amin.

Saya paham juga jika beliau ‘bertapa dari bidang MICE menekuni kegiatan lain. Hingga akhirnya kami bertemu Minggu – Senin, tgl.12-13 Januari 2020 di Bandung.

Kalau pun Secara tidak tersirat Ada beberapa hal yang ‘terecord oleh saya, bahwa banyak orang melupakan adanya ‘kesengajaan dan skenario menenggelamkan jasa jasa Megawati Sukarno Putri dalam jejak sejarah. “Mba Mega adalah korban Orde Baru, namun dia melawan. Kekuatan dia adalah Wong cilik, selayaknya beliaulah yang tepat diberi gelar Ibu Reformasi. Dia demikian tangguh dengan PDIP-nya hingga terjadi Reformasi. Dia Perempuan, seorang ibu, namun mampu membuat orde baru dan kroninya limbung sehingga Karena tidak mampu melakukan apapun untuk membenamkan Megawati dan Loyalitas Marhaen warisan Bung Karno yang juga sebagai ayah biologis dan ideologis, dia begitu Optimis dengan berbagai kalkulasi Perjuangan Kebangsaan nya, kalkulasi matang yang kemudian menjadikan Jokowi sebagai calon presiden di tahun 2014 lalu. Sosok Jokowi sebagai sipil sederhana dengan warisan mimpi mimpi besar Bung Karno seolah menjadi ‘magnit bagi para Marhaen Bung Karno yang selama ini tidur”, kata Rinaldo.

“Tolong hal ini terus digemakan dengan segala caramu, banyak orang tertipu dengan orang baru yang mengaku sebagai tokoh reformist sedangkan penderitaan Mega dan PDIPnya melebihi orang Itu, apalagi Kemudian muncul tragedi 27 Juli. Bahkan orang Itu pernah minta minta fasilitas dan materi kepada penguasa order baru agar terpilih menjadi Ketua umum sebuah organisasi. Kamu googling saja siapa orang yang meminta lalu mengapa Probosutejo harus marah saat orang Itu menghina Suharto Kemudian, sedangkan yang diminta sudah terpenuhi, apa Itu bukan munafik namanya?, Bandingkan dengan Mega yang tetap Konsisten”,Tambahnya lagi.

Kini adalah periode ke- 2 dan terakhir bagi Jokowi selaku presiden, lalu mau kemana sesudahnya?, Tanya Rinaldo dan dijawabnya sendiri. “Saya yakin Jokowi layak menjadi Ketum PDIP mendatang, Mega mempunyai kepercayaan penuh kepada Jokowi selama ini dan mendatang, ini semua perkiraan saja ya tanpa mendahului ketetapan Allah”, kata Rinaldo lagi.

BANTU ERIC TOHIR

Dengan menjadikan Eric Tohir sebagai Menteri BUMN , adalah langkah brilian Jokowi, yang pastinya telah mendapat restu Mega. Ini Analisa saya pribadi, bisa salah bisa juga benar kan, Ahahah..”

“Pekerjaan Eric demikian berat, jika dihadapan anda Ada Eric Tohir apa yang ingin anda sampaikan?”, Tanya Saya. Rinaldo tersenyum, suami dari Leni Nurlaeni dan ayah dari Yusristo Maulidan (Risto) , Ricky Yudistira Ramadhan (Ricky)  dan  Rana Yusrianti  Meilina  (Rana) serta mertua dari Mala Octavika Malawi ini kemudian menjawab

“Begini, indeks daya saing logistik Indonesia berada di bawah Singapura (4,0), Thailand (3,41), Vietnam (3,27) serta Malaysia (3,22). Kita, disebut sebagai Negara termahal di Dunia karena kita berada di 20-25%. Ini Jokowi pahami sejak lama. Namun, dalam beberapa tahun daya saing Indonesia menunjukkan perbaikan di mana peringkat Indonesia pada 2018 berada di urutan ke- 46 dunia yang merupakan terbaik sejak 2010. Karena apa?, Karena Jokowi telah mengurai beberapa simpul utama bagaimana memperkecil biaya logistik Nasional yang Tinggi. Diantaranya membangun konektifitas antar provinsi – kabupaten – kota melalui infrastruktur, Dana desa, Pembangunan dan renovasi pelabuhan laut, pelabuhan udara dsb. Jadi langkah Jokowi ditahun 2014-2019 dengan skala prioritas kepada infrastruktur adalah langkah cerdas. Hanya orang yang ‘mindset-nya terbalik yang mengatakan sebaiknya, dalam arti wawasan orang Itu memang tidak dalam level Jokowi”.

Ditambahkan Rinaldo, saat ini rata-rata biaya logistik di Indonesia masih sebesar 20 – 25% dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dari idealnya di angka  15% per PDB agar kompetitif.

Jika biaya logistik di Indonesia antara 20 – 25% dari total PDB atau senilai Rp 1.820 triliun/ tahun, maka wajar jika  biaya logistik kita paling tinggi di dunia. Selain biaya yang sangat tinggi, mutu pelayanan logistik di Tanah Air juga buruk. Sebagai contoh, waktu jeda untuk barang – barang impor mencapai 3-7 Hari, mengerikan. Juga biaya angkutnya  yang mahal. Belum lagi parahnya prasarana logistik yang masih konvesional, seperti jalan, pelabuhan, dan hubungan antarmoda,

Kemudian, belum terbangunnya konektivitas antara satu lokasi dengan lainnya, serta pengiriman kontainer ke daerah jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan mengirim kontainer ke luar negeri. “Lalu mau sampai kapan?, Eric Tohir jangan sampai terima laporan asbun. Harus di warning sedini mungkin, dan kalian mampu melakukan Itu sebagai orang media. Blazt terus soal ini, hingga sampai langsung ketelinga Eric”, masih kata Rinaldo.

Sayang ada beberapa hal yang tidak ingin disampaikan melalui media, kecuali langsung kepada Eric Tohir sendiri. “Yakin Eric Tohir mau membuka komunikasi soal ini?”, Pancing Saya.

“Eric Itu  berasal dari private sector, tidak mempunyai beban apapun. Akan menjadi beda jika Eric adalah PNS/ANS. Dia akan lakukan yang terbaik dalam merealisasikan ‘amanah’ yang diberikan Jokowi. Eric masih mempunyai waktu untuk menurunkan tingginya biaya logistik Nasional di tahun 2020 – 2024 mendatang. Hasilnya akan menjadi warisan duet Jokowi – Eric, yang akan tertulis dengan tinta emas dalam sejarah”, jawab Rinaldo sambil terus membicarakan langkah langkah strategis Itu, tentunya dengan catatan bahwa ‘tidak dimuat dalam media, kecuali langsung didengar Eric Tohir. Bukan orang lain, harus Eric sendiri. Ahahah..

Nah, kini giliran Eric kapan ada waktu mendengar langsung dari Rinaldo!?, Saya siap memfasilitasinya.Tutup Rinaldo kepada suaraindonesianews.com. ‘Come on, Eric. (PpRief/RL)

0

Suara Indonesia News – Lhokseumawe, Polres Lhokseumawe tanam ratusan pohon berbagai jenis dengan tema ” Peduli Penghijauan Demi Kelestarian Alam ” Dengan Jumlah Penanaman batang pohon 1999 batang di kawasan Kecamatan Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara wilayah hukum Polres Lhokseumawe, selasa (14/01/2020) pagi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik dalam sambutannya menyebutkan, program peduli lingkungan ini bertujuan untuk melestarikan alam, menjaga keseimbangan alam dengan program ratusan menanam pohon.

Saat ini bencana banjir kerap terjadi diberbagai wilayah, hal ini disebabkan banyaknya penebangan liar dan kurangnya kepedulian terhadap penanaman yang sangat bermanfaat bagi lingkungan.

“Mari sama-sama kita mendukung gerakan penghijaun dengan menanam pohon, dan kepada pelajar sebagai generasi masa depan bangsa hal ini sebagai edukasi agar anak-anak kedepan dapat mencintai, menjaga dan melestarikan lingkungan”, ucapnya.

Hadir dalam acara tersebut Kapolres Lhokseumawe AKBP,  Ari Lasta Irawan S,Ik, Waka Polres Lhokseumawe Kompol, Ahzan S,Ik, Kompol , Adi Sofyan, Kabaq Ops Polres Lhokseumawe, Kompol,  Budiman, Kabaq Sumda Polres Lhokseumawe.

Juga hadir Danramil Simpang Kramat, Kapten Inf, Fahrizal, IPDA, Syadli,  Kapolsek Simpang Kramat, AKP, Rahcmad cahyadi,  S,Ik Kasat Lantas Polres Lhokseumawe, AKP, Indra T Herlambang S.Ik Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, IPTU, Rezki Kholiddiansyah S,Ik, Para Kapolsek Jajaran Polres Lhokseumawe, Camat Simpang Kramat, Iskandar, Ketua Dan Pengurus Bhayangkari Polres Lhokseumawe.tutupnya. (Nur)

0

Suara Indonesia – Samosir, Kisah Pilu Seorang nenek berusia 90 thn yang tinggal Sendiri digubuk tanpa dinding di Lumban Silalahi, Dusun l, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir Sumatera Utara.

Bungolo Sinurat nenek 90 tahun, ini hidup sebatangkara tanpa sanak saudara. Bungolo adalah seorang janda dan hidup sendiri setelah suaminya Marga Nadeak meninggal beberapa tahun lalu. Malangnya, pernikahanya tidak dikaruniai keturunan.

Sebelumnya Bungolo tinggal dan bertani di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, namun karena usia yang semakin menua dan tubuh yang sudah Lunglai, membuat dia harus hidup ala kadarnya dengan berharap uluran tangan dari seorang yang mau membantunya.

Menurut keterangan dari beberapa warga setempat, Bungolo Sinurat sudah tinggal selama tujuh bulan di rumah tanpa dinding tersebut, tak ada yang dapat ia perbuat selain pasrah kepada keadaan dan menjalani sisa hidupnya tanpa keturunan, dia juga harus menghadapi cuaca dingin saat malam tiba, sebab gubuk yang ia tempati tidak ada dindingnya.

Sementara untuk kebutuhan sehari harinya nenek malang ini hanya berharap  uluran tangan dari warga yang mau membantunya, dan tak jarang dia juga harus menahan lapar saat tak ada yang bisa untuk ia makan.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Huta Tinggi, Pargaulan Silalahi saat dikonfirmasi awak media selasa, 14 January 2020. Ibu Bungolo ini sebenarnya bukan warga desa kami, tapi Ibu ini sudah tinggal selama tujuh bulan di desa kami ini, sedih kalau melihat kondisinya diusianya yang lanjut ini tak ada satupun keluarga yang mengurusnya melihat situasi ini, kita akan berkoordinasi kepada masyarakat sekitar bagaimana baiknya. Ucap Pargaulan Silalahi.

Selanjutnya, pargaulan juga berharap supaya, warga dan pemerintah agar memberikan perhatian nya kepada Bungolo Sinurat.

Kami berharap supaya hal ini cepat ditindak lanjuti agar ibu Bungolo dapat bantuan dari Pemerintah. “Katanya mengakhiri. (jabs)

0

Suara Indonesia News – Lhokseumawe, Polres Lhokseumawe tanam ratusan pohon berbagai jenis dengan tema “Peduli Penghijauan Demi Kelestarian Alam”. Dengan Jumlah Penanaman batang pohon 1999 batang di kawasan Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara, wilayah hukum Polres Lhokseumawe, selasa (14/01/2020) pagi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik dalam sambutannya menyebutkan, program peduli lingkungan ini bertujuan untuk melestarikan alam, menjaga keseimbangan alam dengan program ratusan menanam pohon.

Saat ini bencana banjir kerap terjadi diberbagai wilayah, hal ini disebabkan banyaknya penebangan liar dan kurangnya kepedulian terhadap penanaman yang sangat bermanfaat bagi lingkungan.

“Mari sama-sama kita mendukung gerakan penghijauan dengan menanam pohon, dan kepada pelajar sebagai generasi masa depan bangsa hal ini sebagai edukasi agar anak-anak ke depan dapat mencintai, menjaga dan melestarikan lingkungan”, pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Kapolres Lhokseumawe AKBP,  Ari Lasta Irawan S,Ik, Waka Polres Lhokseumawe Kompol, Ahzan S,Ik, Kompol , Adi Sofyan, Kabag Ops Polres Lhokseumawe, Kompol,  Budiman, Kabag Sumda Polres Lhokseumawe.

Juga hadir Danramil Simpang Kramat Kapten Inf Fahrizal, IPDA Syadli, Kapolsek Simpang Kramat, AKP, Rahcmad cahyadi,  S,Ik Kasat Lantas Polres Lhokseumawe, AKP, Indra T Herlambang S.Ik Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, IPTU, Rezki Kholiddiansyah S,Ik, Para Kapolsek Jajaran Polres Lhokseumawe, Camat Simpang Kramat, Iskandar, Ketua dan Pengurus Bhayangkari Polres Lhokseumawe. (18.N)