0

Suara Indonesia News – Mandau, Sejumlah warga di Kabupaten Bengkalis, mengeluhkan adanya praktik pungutan liar atau pungli dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektonik, e-KTP atau KTP-el.

Seperti yang dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir, saat mereka mengurus pembuatan e-KTP di Unit Pelaksana Teknis Kependudukan dan Pencatatan Sipil (UPT Dukcapil) setempat.

Modus yang dilakukan, yaitu dengan mengatakan kepada masyarakat tersebut bahwa saat ini blangko e-KTP kosong, namun bila warga bisa membayar dalam jumlah tertentu yang jumlahnya paling kecil Rp200 ribu, pegawai di kedua UPT Dukcapil tersebut bisa “mengusahakan” blangko tersebut menjadi ada.

Praktik pungli ini kabarnya bukan hanya dilakukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi juga melibatkan pegawai honorer yang bekerja di sana.

Informasi dugaan adanya praktik pungli pembuatan e-KTP di kedua UPT Dukcapil tersebut, sudah sampai ke telinga Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

“Memang. Kami sudah mendengar adanya selentingan tersebut. Tapi masih katanya-katanya. Belum disertai bukti,” jelasnya, Selasa, 29 Oktober 2019.

Bupati Amril Mukminin berjanji, jika nanti terbukti adanya pungli dalam pengurusan e-KTP di UPT Dukcapil Kecamatan Mandau dan Pinggir, oknum tersebut akan ditindak tegas.

“Silahkan laporkan pada kami siapa oknum tersebut. Agar tak jadi fitnah, sertakan bukti-buktinya. Misalnya siapa namanya, berapa biaya yang dipungut, kapan dan dimana pungutan itu diminta akan kami tindak tegas,” katanya.

Kalau oknum tersebut pegawai honorer, sambung mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir ini, akan langsung dipecat, sedangkan jika oknum tersebut Pegawai Negeri Sipil (PNS), juga akan ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan. Seperti Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Baik tenaga honor maupun PNS yang terbukti pungli akan kami tindak tegas. Laporkan, tak usah takut. Tapi jangan fitnah. Tunjukkan bukti-buktinya. Jangan Cuma katanya-katanya”, ulang Bupati Amril Mukminin.

Di bagian lain Bupati Amril Mukminin mengatakan, sudah menginstruksikan Kadis Dukcapil Kabupaten Bengkalis untuk turun ke lapangan. Mengecek benar tidaknya informasi masyarakat jika ada pungli dalam pembuatan e-KTP di UPT Dukcapil Mandau dan Pinggir tersebut.

“Sudah. Sudah kita tugaskan agar dipantau. Jangan hanya didiamkan. Kalau dibiarkan nanti dikira terjadi pembiaran. Dikira masyarakat ada kerjasama, bersepakat”, imbuhnya.

Bupati Amril Mukminin berharap, dugaan adanya pungli ini jangan sampai terjadi di Dinas Dukcapil.

“Jika di UPT Dukcapil benar terjadi pungli, segera tindak. Begitu pula bila di Dinas Dukcapil juga terjadi Pungli, juga harus harus ditindak tegas,” pesannya.

Selain itu, sambung Bupati Amril Mukminin, dia juga sudah minta Kadis Dukcapil untuk menjelaskan informasi yang sebenarnya tentang bagaimana ketersediaan blanko e-KTP saat ini kepada masyarakat.

Terkait dengan jaringan yang selalu error, hal itu juga harus dijelaskan kepada masyarakat, apa penyebabnya.

“Jika ada kerusakan segera perbaiki, sehingga pelayanan ke masyarakat tidak terganggu dibuatnya. Kami juga sudah instruksikan hal ini ke Kadis Dukcapil,” pungkas Bupati Amril Mukminin. (Musrialdi)

0

Suara Indonesia News – Banyuwangi, Kreativitas pemuda Gombengsari dalam memperingati hari sumpah pemuda hari senin,28 oktober 2019, terbilang menarik, pasalnya kegiatan tersebut bisa menyedot antusias masyarakat, berbeda dari tahun sebelumnya, peringatan hari sumpah pemuda kali ini terbilang sangat meriah.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 12.00 wib itu menyajikan kuliner khas warga gombeng, banyak menu-menu khas andalan Warga Gombengsari, tak hayal sejak buka dan di pasarkan, langsung di serbu pengunjung bahkan ada yang ludes tak rersisa.

Menurut ketua panitia Ajeng grandis puspita saat di konfirmasi media mengatakan, kegiatan ini semata-mata ingin menumbuhkan rasa nasionalisme, cinta tanah air satu yaitu indonesia.

“Sebagai pemuda-pemudi indonesia wajib bagi kita untuk memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada hari ini,” ungkapnya.

Makna peringatan sumpah pemuda sendiri menurut Ajeng,  bagaimana pemuda mampu menjaga  kerukunan, rasa kekeluargaan tidak membedakan warna kulit, suku ras, dan agama, tetap kita satu yakni tanah air indonesia.

Manfaat yang kita ambil lanjut Ajeng, dari sumpah pemuda ini, adanya semangat kekeluargaan persatuan dan persaudaraan antar sesama, sehingga terciptanya kerukunan masyarakat, bangsa dan bernegara.

Ia berharap, kedepan kegiatan peringatan hari sumpah pemuda lebih di meriahkan lagi namun tidak mengurangi nilai pokok maksud yang terkandung dalam isi sumpah pemuda itu sendiri.

“dengan adanya kegiatan ini khususnya pemuda-pemudi Gombeng, lebih di percaya masyarakat untuk ikut membantu dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial di masyarakat Gombeng sehingga muncul kepercayaan masyarakat yang terkadang memandang pemuda hanya sebelah mata, pungkas Ajeng. (Fur)

0

Suara Indonesia News – Bogor, Perlu adanya perubahan, atau Revolusi mental  saat ini yang sangat menunjang bagi adanya perubahan sistem tatanan pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah khususnya di Desa Citapen.

SDA dan sumber daya manusia yang unggul di wilayah Citapen Ciawi, sudah cukup untuk bekal perubahan wilayah ini untuk maju, ujar Calon Kades Citapen Sukendarn nomer urut 2, ketika ditanya seputar perkembangan kemajuan wilayah Citapen, oleh media.

Menurut Sukendar, sekaligus Kader Dari PPP dan calon Kades citapen no urut  2 tersebut menyampaikan, sikap mental yang, jujur, ikhlas dan disiplin serta  penuh tanggung jawab terhadap pekerjaan dan masyarakat akan menciptakan nilai nilai luhur bagi kemajuan dan  kepentingam masyarakat Citapen, ujarnya.

Lebih lanjut Sukendar menyampaikan,  saya berniaat melakukan perubahan ketika saya menang di pilkades citapen, saya berjuang dan berusaha  untuk melakukan perubahan dalam memimpin pemerintahan, kita  sama sama akan kelola birokrasi yang bersih jujur dan transfaransi, dalam mengendepankan kesejahteraan bagi warga masyarakat citapen, dari mulai pelayanan publik, pasilitas, kesehatan, kendaraan operasional maupun pasilitas lainya,

Dan menurut sukendar, bahwa kantor pemerintaahan Desa itu merupakan milik masyarakat, bukan milik kepala desa, dan masyarakat berhak atas semua pasilitas yang disedikan pemerintahnya untuk dinikmati seluruh warga guna kepentingan bersama, kita akan beejuang bersama, seperti halnya perjuanganya kemaren dalam rangka memperjuangkan  Penerangan Jaalan umum (PJU) di wilayahnya, intinya, kitabtetap harus mengedepankan musyawarah mupakat dengan amasyarakat dan selalu berkomunikasi dengan pemerintah pusata maupun daerah.  ujarnya.

Apalagi ditambah dengan bersatunya para inohong, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, untuk membuat kemajuan bersama, niscaha, wilayah citapen akan mengalami kemajuan yang pesat,  untuk itu birokrasi danbtransparansi menujubrevolusi mental akan terwujud, ujar Sukendar  yang seeing disapa Teten, menyampaikan sebagian visi misi nya kepada media. (Sep)

0

Suara Indonesia News – Jakarta, Film Hanya Manusia, berkisah tentang seorang perwira muda bernama Annisa (Prisia Nasution), yang tergabung dalam Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Bersama Iptu Aryo (Lian Firman), Annisa ditugaskan mengusut sebuah kasus penculikan.

Konflik dalam film Hanya Manusia ini bermula ketika Dinda (Shenina Cinnamon), adik perempuan Annisa, menjadi korban penculikan dalam kasus yang sama. Ternyata, kasus penculikan tersebut menjadi bagian dari aksi kejahatan sebuah sindikat human trafficking (perdagangan manusia).

Film ini mengedepankan humanisme, termasuk psykological Anissa.Apalagi yang menjadi salahbsatu korbannya adalah Dinda.

Annisa dalam ritme dan rutinitas yang keras itu demikian depresi setelah ditemukan data bahwa korban penculikan adalah perempuan perempuan muda usia Sltp/SMU termasuk saat atasan dan rekan sejawatnya mencemooh kinerjanya dalam menguak takbir siapa pelaku dibelakang kasus ini

Divisi Humas Polri, Sutradara, Para pemain dan crew cukup baik ‘menyampaikan pesan betapa menyakitkan dan menyedihkan kasus human trafficking khususnya kepada para korban dan keluarganya. Baik yang diawali dengan penculikan juga yang kemudian dijual dan ‘diperkosa.

Tim kerja ini berhasil menjadikan film ininsebagai  tontonan yang menarik dan sarat multi-pesan kepada publik.

Karakter polisi polisi muda yang menarik sebagaimana usia mereka menjadi ‘pemanis film khususnya yang ada difigur Anissa, Kompol Angga, Aryo, Untung tukang bengkel, Jamal,  Vito, para Polisi ganteng dan cantik, para bajingan dsb.

Anissa yang ditinggal lama oleh bapak ibunya dan harus menghidupi Dinda ini menjadi polisi wanita bidang Reskrim yang cerdas dan tahu bagaimana  menyelesaikan kasus.

Human trafficking di bangsa dan negara besar ini bukan dongeng belaka, dia ada diantara kehidupan kita.  Dan baru kita sadar saat  itu terjadi kepada kita dan orang orang yang kita cintai.

Anissa cukup mewakili perasaan kita itu, ditambah dengan setting lokasi shooting dan karakter para semua pemeran film tanpa terkecuali. Apalagi saat  3 orang pedemouan muda korban penculikan dipaksa ‘bugil didepan ‘buaya darat. Tidak terbayangjan jika mereka adalah anak anak atau adik adik kandung kita.

Anissa harus obyektif dan  menjaga rasa antara penegak hukum dan seorang kakak dari seorang adik korban human traficking. Cakep!

Film ini juga mengajak peran dan parfisipasi publik   membantu polisi memberantas kejahatan. Kontribusi informasi  dan partisipasi masyarakat  adalah semangat membasmi human traficking, karena itu bukanlah milik Anissa dan teman-temannya saja.

Divisi Humas Mabes Polri dan Sutradara Montitiwa juga sukses dalam film sebelumnya dengan judul ‘Pohon Terkenal’ Tentang suka duka anak anak muda mengikuti pendidikan Akpol.

Apapun Film ‘Hanyalah Manusia’ telah mewarnai film nasional diujung th.2019 ini sekaligus sebagai obat penawar untuk Polri yang saat ini sedang ‘babak belur digebuki penganut paham Radikal. (Rahma)

0

Suara Indonesia News – Cirebon, Sat Narkoba Polres Cirebon gencar merazia penjual minuman beralkohol serentak di wilayah Kab. Cirebon, dalam Rangka Antisipasi Gangguan Kamtibmas Pasca Pilkuwu Serentak Di Kab. Cirebon. Selasa (29/10/2019)

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto, melalui Kasat Narkoba AKP Jono menyampaikan, kegiatan razia operasi miras dilaksanakan di lima tempat yang berbeda, diantaranya toko lik sdri S di Jemaras Lor, toko sdr J di Pegagan Palimanan, Toko sdr. HS di Pasar Minggu Palimanan dan toko sdr AS di Desa Jemaras Lor Kec. Klangenan Kab. Cirebon.

Adapun hasil dari pelaksanaan Razia operasi miras serentak mendapatkan yaitu 33 botol minuman pabrikan berbagai merk dari pedagang tersebut.

Untuk pedagang yang kedapatan menjual minuman beralkohol tanpa izin tersebut akan dilakukan tindakan tipiring sesuai Perda Kab. Cirebon untuk efek jera. Kegiatan razia ops miras dilaksanakan dalam rangka antisipasi gangguan kamtibmas pasca pelaksanaan Pilkuwu serentak tahun 2019 di Kabupaten Cirebon.

Sementara ditempat terpisah kaurmintu Sat Narkoba Aipda Sudirno, memberikan pembinaan dan penyuluhan yaitu sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Narkoba (P4GN). Bagi organisasi kemasyaratan pemuda tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2019, yang bertempat di Ballroom Hotel Apita Tower Jl. Tuparev No. 323 Kec. Kedawung Kab. Cirebon.

Kegiatan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba dalam perspektif UU No. 35 th. 2009 tentang Narkotika dilaksanakan bersama Dinas Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Cirebon, yang dihadiri oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosadi, M.Ag., Ketua KNPI Cirebon (Komisi Nasional Pemuda Indonesia) Ahmad Gunawan dan 110 (seratus sepuluh) Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Kab. Cirebon. Dengan Narasumber Kabag Kesra Bpk. Drs. H. Sudarjo, Kaurmintu Satresnarkoba Polres Cirebon AIPDA Sudirno, SH., Kepala Seksi Farmalkes Dinkes Kab. Cirebon Ibu Sarnani, BNK Kab. Cirebon Bpk. Ayip Syarifudin, M.Pdl., dan Penggiat Lapassustik Wil. III Cirebon Bpk. Gus Kharis Abbas.

Pembinaan bentuk kegiatan untuk mencegah peredaran Narkoba yang sangat masif yang mana jaringan Narkoba telah masuk ke pedesaan, perkampungan dan anak-anak remaja. Selain Narkoba banyak jenis obat-obatan yang tanpa ijin edar, miras oplosan oleh masyarakat awam tidak mengetahui bahwa obat-obatan tersebut dapat merusak kesehatan dan dapat menyebabkan kematian.

Selain kegiatan penyuluhan, adapun kegiatan lainnya yaitu melaksanakan test urine kepada 17 peserta penyuluhan dengan hasil seluruhnya negatif. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui dan mengerti sehingga dapat nencegah dan  ikut berperan aktif dalam pencegahan dan pemberatasan narkoba dan minuman keras oplosan di wilayah hukum Polres Cirebon. (Fi)

0

Oleh: Sulthan Alfaraby (Pegiat Diskusi)

Suara Indonesia News – Aceh Tenggara, Bicara masalah pendidikan memang tidak ada habisnya. Memang manusia sejak kecil sudah dituntut untuk menggali ilmu demi menciptakan mental, adab, serta pemikiran intelektual dalam tiap-tiap individu. Dan ketika sudah tua, manusia juga harus tetap menuntut ilmu, bahkan sampai manusia meninggal.

Di Indonesia, pengertian dari pendidikan itu sendiri berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Penyelenggaraan pendidikan bertujuan untuk mengembangkan  potensi peserta didik. Sehingga dengan demikian pendidikan pada dasarnya berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun, dalam proses berjalannya sistem pendidikan, khususnya dalam pembelajaran di instansi-instansi terkait semisal sekolah atau kampus, mungkin banyak sekali ditemui kekurangan-kekurangan maupun keburukan fasilitas yang diberikan kepada kita selaku pelajar maupun mahasiswa. Fasilitas yang kurang memadai mungkin karena tidak adanya kipas angin, fentilasi udara, infokus, alat penunjang praktek lapangan, tempat olahraga, tempat ibadah maupun ruang belajar yang sempit dan tidak terawat.

Seseorang yang tidak bisa disebutkan namanya, pernah bercerita kepada penulis, bahwa beliau berkuliah di sebuah kampus yang ada di Ibu Kota Provinsi. Namun dalam kesehariannya, beliau selalu mengeluhkan dan beropini bahwa kampus telah menipunya. Hal-hal menarik tentang kampusnya yang dilihat pada brosur, iklan dan spanduk yang terpajang di jalan-jalan, maupun brosur yang disosialisasikan pada akhir masa sekolah, menurutnya adalah sebuah penipuan dan pengkhianatan.

Beliau berani mengatakan begitu ternyata karena Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai mahal dan tidak waras jika mengingat tidak memadainya fasilitas yang diberikan oleh kampus dalam menunjang pembelajaran. Fasilitas tidak memadai yang beliau maksud adalah tidak adanya kipas angin maupun pendingin ruangan. Padahal, keadaan ruangan kuliah beliau, menerapkan desain yang sangat tertutup dan sengaja dikhususkan untuk dipasangkan pendingin. Beliau juga mengaku bahwa jika siang hari para mahasiswa merasa kepanasan, apalagi ruangan sempit yang diisi oleh puluhan mahasiswa yang berdesak-desakan.

Kemudian, beliau juga mengatakan bahwa infokus sebagai penunjang belajar terkadang juga rusak, perpustakaan yang minim buku, atap ruang kelas yang jebol, wastafel kamar mandi yang bocor, kursi kuliah yang tidak layak pakai, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang belum terealisasikan dan pelayanan yang sering molor.

Menanggapi hal tersebut, penulis beranggapan bahwa hal tersebut adalah kesalahan terbesar kampus dalam melayani mahasiswa. Sebuah kampus menjadi hebat, karena adanya mahasiswa yang banyak memilih kampus tersebut. Tapi, apa yang diberikan kampus malah tidak sesuai dengan ekspetasi sebelum masuk kampus. Hal ini, tentu saja membuat banyak mahasiswa yang kecewa. Kampus sepertinya lupa, bahwa untuk menghasilkan kualitas mahasiswa tidak cukup dengan ilmu, namun harus juga dengan fasilitas dan alat penunjang pembelajaran demi tercapainya kampus yang hebat, favorit dan tentunya nyaman.

Kita tentunya tidak ingin jika banyak mahasiswa yang beropini, bahwa kampus telah mempermainkan para mahasiswa dan menimbulkan pemikiran di publik, bahwa telah dugaan korupsi di dalam kampus. Jika memang ada terjadi korupsi di dalam kampus, yang akan malu bukan hanya nama instansi, bahkan nama daerah juga akan malu dan hal ini tentu saja tidak kita harapkan. Semoga kedepan, kampus-kampus yang selama ini tidak pernah melayani hak mahasiswa dengan benar, semoga cepat tersadarkan. Karena bagaimanapun, fasilitas tetaplah menjadi sesuatu yang penting dalam menunjang kualitas pembelajaran, dan tentunya akan menarik minat mahasiswa lebih banyak serta menjadikan kampus terkait menjadi sebuah kampus yang diminati di mata publik.

0

Suara Indonesia News – Tanjungbalai, Satres Narkoba Polres Tanjungbalai, berhasil meringkus dua orang laki-laki yang kedapatan memiliki narkotika jenis sabu dari kamar Hotel Tresya yang ada di Jalan Jenderal Sudirman Km 7, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

Penangkapan kedua tersangka pada Sabtu Tanggal 26 Oktober 2019 Sekira Pukul 17.00 Wib, berdasarkan informasi dari masyarakat. Kedua tersangka  yaitu Rudi (30), warga Kelurahan Karya, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjungbalai, bersama Surya Akhyar (31), warga Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan ada 2 (dua) orang laki-laki  menyimpan atau mempunyai narkotika jenis sabu didalam kamar salah satu hotel yang ada di kota Tanjungbalai.

Atas informasi itu, Kasatres  Narkoba dan Kbo bersama Team Operasional Satres Narkoba Polres Tanjungbalai melakukan penyelidikan.

“Setelah tiba ditempat yang diinformasikan, Kasat dan team Operasional Satres narkoba langsung mengetuk pintu kamar 114 yang didalamnya ada 2 (dua) orang laki laki sedang menggunakan narkotika jenis sabu, “kata Kapolres, Selasa (29/10/2019).

Melihat kedatangan petugas, tersangka Surya Akhyar, membuang satu set alat hisap sabu (bong) dari kedua tangannya ke tong sampah kamar hotel.

“Kedua tersangka langsung diamankan petugas dan saat diinterogasi kedua tersangka mengakui narkotika jenis sabu tersebut milik mereka berdua yang diperoleh dari tersangka Surya Akhyar,” ujar Kapolres.

Selanjutnya guna pemeriksaan lebih lanjut kedua tersangka bersama barang bukti satu kaca pirex yang didalamnya diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,30 gram, dan satu set alat hisap sabu (bong), satu buah sekop pipet plastik serta 1 satu buah mancis dibawa ke kantor Satres Narkoba Polres Tanjungbalai. (Taufik)

0

Suara Indonesia News – Baturaja OKU, Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis, Membuka Musyawarah Daerah V Majelis Ulama Indonesia OKU di Gedung SKB Baturaja (Selasa, 29 Oktober 2019).

Dalam sambutannya, Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis mengatakan, bahwa melalui MUI, pemerintah dan ulama harus dapat bersinergi dengan baik. Ulama menjadi penyambung lidah dari pemerintah untuk menyampaikan program pembangunan kepada masyarakat, Ulama adalah sosok pemersatu bangsa.

Bupati berharap seluruh program pemerintah disampaikan langsung kepada masyarakat oleh ulama. Untuk itu siapa yang terpilih  menjadi ketua MUI Kabupaten OKU,  pemerintah sangat terbuka untuk dapat menerima dan bekerja sama dan bersinergi.

Sementara itu Ketua MUI Provinsi Sumateta Selatan Prof. Dr. KH. Aflatun Muchtar, MA., didampingi ketua MUI Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) H. Iskandar Aziz mengatakan, sangat bersyukur bahwa kepengurusan MUI lima tahun yang lalu sampai sekarang berjalan dengan baik, walaupun belum sempurna.

Maka dengan Musda ini kita harapkan pengurus baru mampu membawa program MUI Pusat salah satunya adalah bagaimana meningkatkan kerukunan interenal umat beragama dan antar umat beragama dengan pemerintah, dan ulama di perkokoh hubungannya untuk membangun Kabupaten OKU yang maju, damai, tumbuh dan berkembang.

Musda V MUI OKU mengambil tema “Meningkatkan sinergi antar ulama, umaro memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam kerangka  NKRI”.

Musda V MUI OKU dihadiri pula oleh Ketua DPRD OKU, Kapolres OKU, Dandim 0403 OKU, OPD, Kabag, Camat, Lurah dan para alim ulama Se-Kabupaten OKU. (Oki)