0

Suara Indonesia News – Labuha, Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Hi. Bahrain Kasuba bersama Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim, hadiri acara Kenal Pamit Kapolres Halsel dari AKBP Agung Setyo Wahyudi SH. S. I. K. M. Si, kepada AKBP Faisal Aris S. I. K. MM. Bertempat di Aula Kantor Bupati Halsel. Selasa, (14/19).

Pada kesempatan ini, Bupati Hi. Bahrain Kasuba menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolres Halsel lama yang telah bertugas walaupun belum begitu lama dalam mengamankan pesta demokrasi serta mengamankan Halmahera Selatan sehingga Halmahera Selatan bisa aman dan damai sampai saat ini.

“Selamat menjalankan tugas ditempat yang baru, semoga selalu amanah dan semoga keakrapan kita selalu tetap terjalin dengan baik,”ungkap Bupati

Sementara untuk Kapolres Halsel yang baru, orang nomor satu di Halsel ini mengucapkan selamat datang di Bumi Saruma dan semoga dapat menjalankan tugas yang lebih baik dalam memberikan pengamanan Kamtibnas yang kondusif di Halsel.

“Semoga dengan adanya Kapolres baru ini, kita dapat bekerja sama dengan baik dalam mengamankan pesta demokrasi kepala daerah yang akan berlangsung nanti, “tutup Bupati

Pada kesempatan ini juga Kopolres Halmahera Selatan (Halsel) yang sebelumnya AKBP Agus Setyo Wahyudi, SH, S.Ik, M. Si. menyampakain bahwa dengan waktu yang begitu sempit kurang lebih delapan bulan dirinya menjalankan tugas di Kabupaten Halmahera Selatan, tetapi baginya waktu itu sangat begitu padat.

Dirinya juga menyampaikan bahwa, sejak bertugas di 7 Provinsi, menurutnya Kabupaten Halsel yang paling terjaga kebersamaannya yang tidak ia jumpai ditempat tugas sebelumnya, Khususnya untuk jajaran Forkopimda Halsel yang selalu kompak dalam menjalankan tugas.

” Saya beserta keluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan Unsur Forkopimda, yang sudah banyak memberikan bantuan dan suport kepada Polres Halsel selama saya menjabat, sehingga kami dapat bertugas dengan baik,dan semoga keakrapan kita selalu tetap terjaga,”ujar mantan Kapolres Halsel. AKBP Agus Setyo Wahyudi. SH. S. I.K. M. Si.

Kemudian ucapan terima kasih juga disampaikan Kapolres baru AKBP Faris Aris, S. I. K, MM, kepada Pemerintah Kabupaten Halsel, yang telah menyambut kedatangannya dengan begitu sakral dan teristimewa ketika dirinya dan keluarga sampai di Bandara Oesman Syadik Labuha kemarin.

“Saya berharap pemerintah daerah, Polri, TNI dan semua element masyarakat Halsel kita dapat bekerja sama dengan baik dan dapat menjaga Kamtibnas yang kondusif sehingga terciptanya Halmahera Selatan yang lebih baik,aman dan tertib, “kata Kapolres baru AKBP Fahri Aris, S. I. K. MM.

Acara kenal pamit Kapolres Halmahera Selatan ini juga dilaksanakan dengan Buka Puasa bersama serta makan malam bersama, dan dihadiri juga oleh, Unsur Forkopimda Halsel, Ketua Tim Penggerak PKK Halsel, Hi. Nurlela Muhammad, Ketua GOW Halsel, Yeni Amelia, Ketua Darmawanita Halsel, Leli Lihayati, para perwira petinggi Polri dan TNI, anggota Polri, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Halsel.

Acara berakhir dengan pemberian Cendera Mata kepada Kapolres Halsel yang lama dari Bupati Halsel beserta Ibu, Wakil Bupati bersama Ibu, serta Unsur Forkopimda Halsel, dan juga para Perwira Polri. (Bur)

0

Suara Indonesia News – Aceh Utara , Jafar Kuba Ketua remaja Mesjid Al Khalifah Ibrahim Matang Kuli, Aceh Utara, yang mengamuk gegara sumbangan akhirnya meminta maaf pada masyarakat dan Permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. (13/05-19)

Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Jafar Kuba, yang diabadikan dalam sebuah video yang diunggah di Instagram Polres Aceh Utara pada Minggu (12/5/2019) malam.

pria tersebut yang mengenakan pakaian muslim berwarna putih dan peci. Terlihat pula anggota kepolisian dan dua karyawan minimarket.

Prosesi permintaan maaf di gelar di Mesjid Matang Kuli bersama pihak minimarket dan kepolisian dan Muspika Kecamatan Matangkuli.

“Saya Jafar Kuba, selaku ketua remaja Masjid Al-Khalifah Ibrahim Matangkuli, Aceh Utara. Sebelumnya saya mohon maaf kepada semua pihak atas video yang viral diberbagai media dan berita yang mungkin sudah meresahkan masyarakat,” kata Jafar.

Menurutnya, kejadian dia mengamuk itu terjadi pada Sabtu (11/5) lalu. Dia berharap kejadian serupa tak terjadi lagi.

“Pada tanggal 12 Mei 2019, kami bersama pihak dari manajemen Indomaret sudah bertemu dan bermusyawarah. Bahwa segala kejadian yang terjadi di toko Indomaret pada 11 Mei lalu murni karena kesalahpahaman dan kami bersepakat bahwa hal ini diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas Jafar.

“Harapan kami hal ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga di bulan Ramadhan, berkah dilimpahkan kepada kita semua, amin,” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah menyebut Jafar yang meminta dimediasi dengan pihak minimarket. Dia yang berharap kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan.

“Pihak pelaku yang terekam video tersebut bermohon untuk dilakukan mediasi dengan pihak minimarket,” terang Rezki.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa Jafar mengamuk di minimarket terekam dalam video yang beredar di media sosial. Jafar mengamuk lantaran besaran uang sedekah.

Dalam video yang beredar terlihat dua pria berpakaian putih dan satunya berkaus abu-abu mendatangi meja kasir minimarket. Kemudian terdengar suara hentakan meja kasir. Seorang pria lalu terlihat lalu menghardik ke arah kasir perempuan yang sedang berjaga.

“Rp 1.000 ini kalian kasih, pelecehan ini,” kata salah satu pria.

Beberapa botol minuman bersoda tampak jatuh. Meski demikian, beberapa orang tampak mencoba mendinginkan suasana dengan menenangkan si pria berkaus abu-abu.

Pria berpakaian putih tampak terus memprotes besaran uang yang diterimanya. Menurutnya, uang Rp 1.000 yang disebutnya untuk sedekah merupakan bentuk pelecehan.

“Ini pelecehan ini, Rp 1.000 kalian kasih sedekah, bukan untuk kami. Pedagang sayur, ya, pedagang sayur, Rp 100 ribu dikasih,” kata pria berbaju serba putih sambil mengacungkan uang koin Rp 1.000.(man)

0

Suara Indonesia News – Aceh Utara, Generasi Baru Indonesia Lhokseumawe (GenBI) ambil peran dalam laksanakan berkah Ramadhan.
Hal itu mereka lakukan dengan berbagi Makanan buka puasa (Takjil) pada, Minggu (12/05/2019) Di Sp.4 Krueng Geukueh, Aceh Utara

Laporan Penanggung jawab kegiatan, Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah kepada orang yang membutuhkan.

“Tukang Sampah, Tukang becak, dan orang yang membutuhkan yang ada dijalan” Ucap Ayi Rizka Yuanda, PJ kegiatan, Minggu (12/05 – 19) Pada Wartawan.

Dalam hal ini, Komunitas GenBI Lhokseumawe bergerak dalam Pendidikan, Sosial dan lingkungan.
Dan dalam ramadhan 1440 H/2019 M, agenda bagi-bagi takjil puka puasa adalah rutinitas mingguan selama bulan Ramadhan.

Ketua GenBI Lhokseumawe memaparkan, GenBI adalah Komunitas dari penerima Beasiswa Bank Indonesia.

“GenBI itu adalah komunitas atau kumpulan para penerima Beasiswa Dari Bank Indonesia yang tersebar diseluruh penjuru indonesia, beasiswa itu disalurkan melalui kantor perwakilan masing-masing daerah” Papar Emirza Firdaus, Ketua Umum GenBI Lhokseumawe.

Tambah nya lagi, Pelaksanaan takjil ini adalah ide keanggotaan GenBI, yang bertujuan untuk berbagi dan membantu orang yang membutuhkan.

“Bagi- bagi takjil ini bertujuan untuk meningkatkan kepekaan sosial,dan membantu pada orang yang membutuhkan” Pungkas Emirza.

Pantauan di lapangan, pelaksanaan kegiatan GenBI berlangsung dengan baik, yang dimulai dari 17.00-18.10 WIB.
Kedepannya, mereka berniat akan berbagi ke masjid-masjid.

Koresponden: Arwan Syahputra

0

Suara Indonesia News – Lhokseumawe, Dunia pendidikan Indonesia kini dikejutkan oleh keinginan Seorang Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan RI ‘Puan Maharani’. Dalam keinginan yang ia canangkan, ia berkeinginan untuk Impor Guru dari luar negeri.
Gagasannya itu disampaikan nya pada MusrembangNas, Jakarta Kamis (09/05) seperti dilansir CNN Indonesia dan Antara.

Dalam pemaparannya, Puan Maharani tak sungkan mengatakan akan mengajak Guru dari luar untuk mengajar di Indonesia, Menurut nya lagi, masalah kendala bahasa pihaknya mengaku siap menyediakan ahli penerjemah.

Namun disayangkan, Niat baiknya itu tak selamanya dianggap benar dan final, serta tak bebas dari kritik dan masukan dari berbagai pihak.

Termasuk Kritik yang dilontarkan oleh Calon akademisi Hukum asal universitas Malikussaleh Aceh.
Menurutnya, terdapat beberapa kejanggalan atas keinginan sang menteri, diantaranya dari segi Kualitas pendidikan, pengurasan anggaran, dan kepercayaan diri tenaga pendidik.

“Mentri Puan Maharani boleh saja ber i’tiqad baik namanya juga Menteri, Cuma kan analisis dan pematangan itu perlu dilakukan” Ucap Arwan Syahputra, Mahasiswa Hukum Asal Universitas Malikussaleh Aceh, Sabtu, (11/05/2019).

Tambah Arwan, tentang analisis dan pematangan terkait 3 Point penting.

“Nah, kalau lah Kita Undang Guru dari luar negeri,

1. Kualitas Pendidikan kita dianggap rendah oleh Asing, karena tak mampu memproduksi Guru profesional dan proporsional.

2. Anggaran kita pasti terkuras, emang sarana dan prasarana pendidikan kita sudah bagus semua?, Maka ini lebih penting dan harus di utamakan dulu.

3. Tenaga pendidik Nasional kita pasti minder, Karena ia merasa tidak mampu seperti yang kita undang, dan ini sangat ganjal kalau keinginan buk Menteri di realisasikan” Jelasnya.

Berdasarkan analisisnya, Indonesia tak perlu Import Guru, hanya Cukup Perbaharui Sistem pendidikan.

“Iya, mana-mana saja Yang kurang, itu tambah kan atau diperbaiki, dan masalah internal kita tak perlu terekspos ke luar negeri, apalagi masalah pendidikan, karena tujuan Guru Bagus! Pasti melahirkan Pelajar yang hebat, Dengan kita jalankan Kurikulum 2013 dimana siswa dituntut lebih aktif, maka itu pun mendorong kondusifitas pendidikan kita” Terang lagi.

Arwan, Selaku Mahasiswa menyadari, adanya Revolusi 4.0 menuntut Indonesia mampu berdaya saing.

“Memang adanya Revolusi 4.0 menuntut kita berdaya saing tinggi dan mampu berbahasa Asing, namun semua itu diperoleh bukan dengan impor guru dong, tapi tingkat kan Kualitas pendidikan, naikkan upah guru honorer, biar mereka sejahtera dan semangat menjadi guru profesional” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pada masa SMA nya, masih ada Guru lokal yang berwawasan global, seperti Adanya Guru menguasai bahasa Prancis, Japan, dsb.
Itu menarik kesimpulan bahwa masih ada bibit internal perlu di tingkatkan.

Diakhir komentar nya, ia mengatakan inti dari semua nya jalankan amanah konstitusi tentang dana pendidikan.

“Anggaran pendidikan wajib dilaksanakan dan jangan ngaur tidak jelas, sarana prasarana, beasiswa, dan sertifikasi guru tingkatkan, bukan dengan solusi Impor melulu, karena Konstitusi kita telah jelas menyatakan pasal 31 ayat 4 UUD 1945 ‘Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional” Tegasnya.

Ia menekankan sekali lagi, bahwa Adanya import Guru, sama saja mengatakan Pendidikan Indonesia masih lemah, dan memalukan bangsa sendiri.

Koresponden : Arwan

0

Suara Indonesia News – Sorong, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah – Ikatan Media Online (DPW-IMO) Papua Barat, Jhon Charles Imbiri mengapreseasi kesiagaan TNI/Polri dalam menjaga keamanan serta kelancaran dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, sudah melewati masa pemungutan suara hingga situasi selama pencoblosan pun berlangsung aman terkendali hingga pada Pleno penetapan KPU.

Menurut Chay’ sapaan akrab ketua DPW IMO PB ini mengatakan bahwa dua instasi keamanan itu terlihat kompak menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menunjukan duet hebatnya membawa institusi TNI dan Polri tetap netral selama Pemilu 2019.

Terbukti, siapapun yang melakukan pelanggaran langsung ditindak tegas tanpa pandang bulu, sehingga bisa meredam potensi terjadinya kerusuhan.

Berkat kerja keras keduanya, TNI dan Polri dapat memberikan ketenangan sehingga masyarakat bisa nyaman dalam memberikan hak suaranya, untuk itu kami dari Ikatan Media Online (IMO-PB) mengucapkan terima kasih kepada kedua institusi tersebut yang telah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) hingga semuanya dapat berjalan kondusif aman dan terkendali Jelas chay dalam keterangan tertulisnya Sabtu 11 Mey 2019.(Sam’mad).

0

Suara Indonesia News – Langsa, Himpunan Mahasiswa Langsa (Himsa) Lhokseumawe – Aceh Utara lakukan Audiensi dan Silaturrahmi dengan walikota langsa, Pada Kamis (09/05/19).

Himsa Diwakili Oleh ketua Umum Himpunan mahasiswa Langsa ‘Zulfauzi’.

Dalam pertemuannya dengan walikota Langsa ‘Tgk. Usman Abdullah, SE.

Tujuannya Untuk menyampaikan dan memperkenalkan kepengurusan baru Himpunan Mahasiswa Langsa (Himsa) periode 2019 – 2020.

“kita meminta walikota Langsa untuk mendukung dan support kegiatan pengurus baru dalam aspek kepemudaan” Tutur Zulfauzi pada Wartawan, Kamis Malam (09/05/2019) Sekira Pukul 22.57 WIB.

Dalam pertemuan singkat nya, Walikota langsa menyampaikan sangat mendukung dan mengapresiasi.

“Langkah-langkah dan program kegiatan pengurus baru Himpunan Mahasiswa Langsa (Himsa) sebagai mitra pemerintah langsa dalam pembangunan kepemudaan. Dan dalam kepemudaan merupakan aspek strategis walikota langsa dalam menumbuhkan kualitas pemuda serta generasi emas penurus pembangunan kota langsa.” Ucap Walikota ‘Tgk.Usman Abdullah,S.E.’ pada ketua Himsa.

Diakhir wawancara pers,  Ketua umum Himsa mengatakan Walikota menyambut baik kehadiran nya

“Alhamdulillah dari audiensi tersebut walikota langsa bapak Tgk. Usman Abdullah,SE. merespon baik maksud tujuan Kami dalam kepengurusan baru Himsa” Tandas Zulfauzi.

Koresponden: Arwan Syahputra

0

Suara Indonesia News – Batu Bara, Komisi pemilihan umum (KPU) Batu bara, baru saja menetapkan hasil pleno, terkait Calon legislatif DPRD Kabupaten Batu bara, Minggu (05/05/2019).

Untuk Daerah Pemilihan IV, Medang deras, Sei suka, dan Laut Tador, ada 9 Nama yang terpilih dan lolos ke kursi legislatif DPRD Kabupaten Batu bara.

Nama-Nama tersebut diantara nya :

1.Hamdani – PAN
2.Sri Wahyuni – DEMOKRAT
3.Fahri Iswahyudi – GOLKAR
4.Dian Suwarsono – PDI P
5.Tiurlan Napitupulu – NASDEM
6.Amat Muchtas -P KS
7.Sarianto Damanik – PKPI
8.Fahri Meliala – GERINDRA
9.Andi Lestari – PBB.

Terkait ditetapkan nya 9 Orang nama nama tersebut pada Hasil Pleno KPU Batu bara, Gerakan Mahasiswa Medang Deras (GERAMM) Mengucapkan apresiasi nya terhadap Wakil rakyat dari dapil IV yang telah terpilih.

“Saya Ucapkan Terimakasih atas Terpilihnya 9 Nama tersebut, ini adalah Amanah Rakyat dapil IV Bahkan Batu bara, dan tetaplah utamakan rakyat” Pungkas Arwan Syahputra, Mewakili GERRAM, Pada Kamis malam (09/05/2019).

Selain Apresiasi, pihak juga tak lupa menitip kan salam dan menekankan pada wakil rakyat itu,Agar tak memakai tipikal Pacat.

“Kalau pacat, sudah kenyang maka dia pergi tinggalkan daerah persinggahan nya,nah kalo Pak/Buk dewan sudah terpilih tak ada kontribusi besar terhadap rakyat, maka mereka ini lebih ganas dari pada Pacat, sudah Raup Suara tapi lupa rakyat” Tegas Arwan, yang akrabnya disapa Bung Arwan itu.

Harapnya, pada Periode ini 2019-2024 harus adalah perubahan yang diberikan.

“Mereka Wakil Rakyat, ingat 3 Fungsi nya, Legislasi, Anggaran, pengawasan, maka berikan perubahan dan perjuangkan hak rakyat lewat Trilogi Fungsi legislatif” Tandas.

Koresponden : Arwan Syahputra.

0

Suara Indonesia News – Aceh Utara, Dua remaja yang tenggelam di laut Keude Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, kabupaten Aceh Utara, sekitar pukul 07.00 WIB, ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kemarin ,(07/05/19)

AKBP Ari Lasta Irawan, Kapolres Lhokseumawe melalui Kapolsek Dewantara AKP Erpansyah, Menjelaskan kedua jenazah remaja yang tenggelam ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut sekitar 600 meter dari tempat mereka yangbtenggelam di laut.

Kemudian nelayan melaporkan hal tersebut kepada pada tim yang sedangkan melakukan pencarian.

Selanjutnya tim SAR, TNI AL, dan polisi, mengevakuasi korban dari laut.

“Pihak keluarga mengharapkan kedua jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka,” jelas Kapolsek Dewantara AKP Erpansyah.

Awalnya ada tiga remaja asal Ulee Nyeu, Kecamatan Bandar Baro, kabupaten Aceh Utara, mereka hanyut saat sedang mandi di laut Keude Krueng Geukuh, pada Minggu (5/5) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Satu di antaranya selamat, sedangkan dua lainnya hilang ditelan gelombang.

Korban yang selamat adalah Arif Aulia (14). Sedangkan dua korban yang baru ditemukan jasadnya yakni M Ijas (14) dan Imam Faluthi (15).(man)