Petani Penggarap Lahan Jatitujuh Kecewa Tak Satupun Forkopimda Hadir di Acara Pertemuan
Suara Indonesia News – Indramayu. Ratusan petani penggarap lahan Jatitujuh yang tanamannya diduga dirusak oleh 3 orang Kepala Desa & 4 Warga Sipil melakukan pertemuan & mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Indramayu untuk mengadu sekaligus meminta solusi terkait persoalan yang sedang mereka hadapi, Kamis (02/06/2022) di Gedung PGRI Kandanghaur Kabupaten Indramayu.
Namun, dalam pertemuan itu tak ada satupun Forkopimda yang hadir sehingga membuat para petani merasa kecewa, terutama kepada Bupati Indramayu.
“Sebetulnya kita Masyarakat Petani kecewa karena Bupati ataupun Pemerintah Daerah tidak menghadiri acara ini. Maksudnya kita ingin berunding bersama, tapi ternyata tidak hadir,” kata Ono Agung Cahyono, salah satu Petani penggarap lahan Jatitujuh.
Ono juga menyampaikan pesan dan harapannya kepada Pemerintah Daerah Indramayu untuk bisa mengabulkan keinginan sederhana para petani yaitu dapat menggarap lahan dengan tenang tanpa adanya tekanan dari berbagai pihak.
Sementara itu, Ketua Koperasi Sumber Sepakat Adil & Makmur, Achirin, yang selama ini menaungi para Petani mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan undangan kepada Forkopimda sejak hari Senin 30 Mei dengan tujuan meredam emosi Petani.
“Terselenggaranya pertemuan ini karena ada kekhawatiran yang tinggi, sebab mereka (Petani) pernah menyatakan lebih baik mati di medan pertempuran daripada mati karena haus kelaparan, Hal itu mereka katakan di depan Kepolisian.
Maka dari itu kami mengundang Forkopimda, bermaksud untuk meredam pernyataan para Petani itu,” ungkap Achirin.
Diketahui, perkara perusakan tanaman para Petani penggarap lahan Jatitujuh yang sudah masuk ke Pengadilan Negeri Indramayu ini sudah memasuki tahap Sidang, namun harus ditunda karena ada permohonan Pihak Intervensi dari Pabrik Gula (PG) Rajawali yang tengah menunggu keputusan dari Majelis Hakim. (Toro)