0

Suara Indonesia News – Bintan Kepri. Pelaku curanmor yang sangat meresahkan masyarakat Kijang Kelurahan Bintan Timur Kabupaten Bintan berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Bintan Timur Polres Bintan.

Menyikapi laporan masyarakat tentang curanmor di Kampung Sidodadi RT 002 RW 20 pada hari sabtu 14 mei 2022, pukul 19:00 wib Kelurahan Kijang Kota. Kamis (26/5/22)

Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono, S.H.,S.I.K., M.H.melalui Kapolsek Bintan Timur AKP Suardi,S.E. menjelaskan, pelaku curanmor YS berhasil diamankan unit Reskrim Polsek Bintan Timur pada tanggal 19 mei 2022, berdasarkan laporan korban ke Polsek Bintan Timur Tim Reskrim langsung melakukan Penyelidikan pada hari Senin tanggal 16 Mei 2022 didapati informasi bahwa sepeda motor milik korban YS sedang di bawa oleh seseorang ke Jalan Barek Motor Kijang,

Selanjutnya anggota kami menuju ke Jalan Barek motor untuk menyelidiki informasi tersebut, sesampainya di tempat tersebut anggota menemukan Sepeda motor seperti yang ciri-cirinya mirip dengan milik korban YS.

“Pada saat anggota datang yang mengendarai sepeda motor tidak ada di tempat yang ditemukan hanya sepeda motor yang di parkir, untuk menangkap pelaku anggota memantau terus sampai pengendara motor mengambil sepeda motor tersebut, setelah beberapa jam tidak ada tanda – tanda sepeda motor akan di ambil,

Kemudian sepeda motor tersebut dibawa ke Polsek Bintan Timur, berkat keuletan anggota Unit Reskrim yang di pimpin langsung IPTU T.P.Sipahutar , S.H. tiga hari kemudian tersangka di tangkap di tempat persembunyiannya di Perumahan Kenangan Km.18 Sungai Lekop , saat ini tersangka sudah kami tahan dan kami persangkakan dengan pasal 362 K.U.H.Pidana dengan ancaman lima tahun penjara “

Kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati menjaga harta benda miliknya sendiri dan jangan memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan untuk melakukan Tindak Pidana tutup AKP Suardi,S.E. (Richa)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Dinas kesehatan bidang P2P (Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit) Kordinator Penyakit Tidak Menular berusaha untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan yang ada di tingkat Puskesmas untuk masyarakat, salah satu kegiatan yang dilakukan saat ini berupa pelatihan pengembangan programmer yang ada di Puskesmas se kabupaten Cirebon.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Hotel Apita (25-05-2022) dengan peserta para programmer dari  seluruh Puskesmas yang ada berjumlah 60 orang, yang dimaksud programmer adalah tenaga perencana program untuk melaksanakan SPM (standar pelayanan minimal) yang harus dilakukan di Puskesmas, ungkap Rita Herawati, S.Kep. Ners. Subkoordinator Penyakit Tidak Menular di sela kegiatan.

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan SDM terutama programmer pengelola penyakit tidak menular yang ada di Puskesmas se wilayah kabupaten Cirebon untuk mencapai SPM di Kabupaten.

“Kita tidak hanya menerapkan target capaian saja yang memang harus match tapi kita bekali mereka dengan pengetahuan dan ilmu untuk bisa mencapai SPM yang ditetapkan, sementara SPM yang ada untuk penyakit tidak menular (PTM) ada 4 SPM, pertama Screening usia produktif, kedua, hipertensi, ketiga Diabetes melitus dan terakhir kesehatan jiwa. Keempat SPM ini ada di Puskesmas.”

Untuk Kesehatan jiwa harus bersinergi dengan dokter puskesmas, perangkat desa dan kecamatan, tetap penanganan dilakukan di rumah sakit, untuk diberikan rujukan pada rumah sakit tergantung juga dari pihak keluarga, wilayah bagian barat dirujuk ke RSUD Arjawinangun dan wilayah bagian timur ke RSUD Waled. Teknik penjaringan orang yang terganggu Kesehatan jiwanya tetap dilakukan Puskesmas.

Kegiatan saat ini difokuskan untuk Programmer pengelola gizi dan hipertensi. Untuk pengelola hipertensi ini bertujuan untuk bisa menangani kasus  yang ada di wilayahnya terkait bagaimana cara melakukan konseling bagi penderita hipertensi mengenai pola makan, pola tidur supaya bisa tetap melaksanakan aktivitas kegiatan keseharian.

Pemateri kegiatan ini dari Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Cirebon untuk materi pengelola penyakit dan untuk gizi dari ahli gizi rumah sakit.

Untuk penyakit hipertensi ini masyarakat cenderung mengabaikan bila tidak ada keluhan, dan semestinya di usia 15 tahun hingga 59 tahun setiap tahun dilakukan minimal satu kali screening, meliputi tinggi badan, berat badan, tensi darah, kadar gula dan lingkar perut, untuk lingkar perut perempuan tidak boleh lebih dari 80 dan lelaki 90, karena lingkar perut menunjukan penimbunan lemak tinggi dan bisa berakibat penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus, pemeriksaan kesehatan sendiri dilakukan bermanfaat untuk pencegahan agar tidak bertambah parah bila diketahui gejala penyakit yang ada, dengan menerapkan pola hidup sehat dan bahagia, urai Rita.

Harapan dari Rita selaku Subkoordinator Penyakit tidak menular supaya masyarakat di kabupaten Cirebon sehat dan para pengelola program bisa memberikan bimbingan pada masyarakat untuk tetap sehat dan bahagia, pungkas Rita mengakhiri perbincangan. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Pemkab Cirebon benar-benar serius dalam menangani masalah kemiskinan. Buktinya, hampir setiap waktu, baik Bupati, Wabup, maupun sekda turun ke setiap kecamatan. Untuk mengecek sejauh mana kecamatan serius dalam menanggulangi masalah kemiskinan, terkait perkembangan verifikasi dan validasi (verval) faktual data.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih (Ayu) saat melakukan monitoring dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan TKPD di Kecamatan Pasaleman, Rabu (25/5/2022). Ayu berjanji, Pemkab Cirebon akan terus melakukan intervensi program penanggulangan kemiskinan, supaya benar-benar tahu secara pasti masyarakat mana yang membutuhkan.

“Pemkab akan terus melakukan intervensi untuk program penanggulangan kemiskinan ini. Kalau tidak intervensi, berarti kami tidak serius dalam penanggulangan program kemiskinan ini,” kata Ayu.

Ayu menyinggung, tentang masih banyaknya warga di Kabupaten Cirebon yang belum mempunyai KTP. Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh Camat untuk mempercepat program pembuatan KTP. Dia meminta bagi lansia yang belum mempunyai KTP, agar disediakan sarana supaya mereka bisa datang untuk melakukan perekaman.

“Bagi yang sehat, ya silakan datang sendiri ke kecamatan. Pelayanan KTP harus dipercepat, karena ini bagian dari pelayanan umum,” ungkap Ayu.

Disisi lain, pemerintah setempat juga harus memperhatikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, harus ada data valid berapa sebetulnya jumlah pengangguran pada masing-masing kecamatan. Hal tersebut untuk mempermudah Pemkab menyediakan lapangan pekerjaan.

“Cirebon timur itu banyak pabrik, kalau masyarakat butuh pekerjaan, ya harus kita berikan. Jadi mengentaskan program kemiskinan itu bukan melulu diberikan bantuan uang, tapi lebih baik diberikan sarana untuk menghasilkan uang,” papar Ayu.

Hal senada dikatakan Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno. Dari catatan yang ada, Kecamatan Pasaleman membutuhkan alat perekam KTP. Ditambah lagi, dengan kondisi wilayah yang cukup terpencil. Hal tersebut diperparah dengan data DTKS awal yang tembus diangka 14 ribu jiwa lebih.

“Kecamatan Pasaleman yang menarik adalah data DTKS. Setelah pemutakhiran bertambah menjadi 23 ribu jiwa lebih, namun KPM-nya ko bisa turun. Ini kan menarik sekali, dan tolong verval ulang datanya,” ucap Sekda.

Rahmat juga memerintahkan, bagi yang sudah meninggal dan pindah daerah, segera datanya dicoret dari DTKS. Ini nantinya akan menjadi beban APBD Kabupaten. Sementara Kecamatan Pasaleman yang mendapatkan KIS jumlahnya 17 ribu jiwa lebih.

“Sedangkan jumlah penduduk Pasaleman yang dijamin pemerintah sebanyak 62 persen. Ini juga menjadi beban kabupaten. Saya harap semua data bisa diverval supaya semua valid,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Suhartono, cukup paham dengan semua persoalan yang dikeluhkan Camat Pasaleman. Dirinya meminta supaya verval data segera dilengkapi, agar semua persoalan sosial bisa tertangani.

“Intinya, banyak sekali persoalan sosial yang terjadi di Kecamatan Pasaleman. Dengan adanya verval yang sedang Dinsos lakukan, diharapkan persoalan bisa segera selesai.” tukasnya. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag berharap Karang Taruna bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon, dalam rangka membantu kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikan bupati usai menyerahkan secara simbolis bantuan Gerobak Souvenir dan Rombong Sepeda Motor di Desa Wanasaba Lor, Kecamatan Talun, Rabu (25/5/2022).

Dijelaskan bupati, Karang Taruna sebagai organisasi yang banyak diisi oleh generasi muda harus bisa lebih aktif dalam membantu berbagai program pemerintah, khususnya dalam menyukseskan program kepada masyarakat. Disamping itu, Karang Taruna juga dituntut untuk bisa melakukan kegiatan yang berimbas langsung kepada kemajuan daerah.

“Generasi muda ini harus bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik, sehingga saya harapkan lebih banyak lagi kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar bupati.

Disamping itu, contoh yang baik telah dilakukan oleh Karang Taruna pada saat ini dengan memberikan gerobak souvenir dan rombong motor kepada pelaku usaha. Diharapkan, bantuan yang diserahkan kali ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang mendapatkan bantuan.

“Manfaatkan bantuan yang diberikan untuk meningkatkan ekonomi di masyarakat. Penerima juga harus lebih rajin lagi berusaha dan berinovasi untuk meningkatkan pendapatannya,” terang bupati.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Cirebon, Eka Wildanu sebut bantuan kali ini merupakan bentuk kerja sama antara Karang Taruna dan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dijelaskannya, masa Pandemi Covid-19 yang belakangan terjadi, berimbas pada sektor perekonomian masyarakat.

“Kita melihat pengusaha kecil ini mengalami kendala, seperti sarana prasarana, permodalan dan marketing. Oleh karena itu, kita berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon dan diberitahu ada program bantuan dari Kementrian Perdagangan, sehingga kami langsung mengusulkan,” ujar Eka.

Dirinya juga bersyukur tahun ini sudah bisa mendapatkan bantuan, berupa 50 unit Gerobak Souvenir dan 50 unit Rombong Sepeda motor. Meskipun, dia mengatakan usulan yang diberikan jauh lebih banyak dari yang diterima.

“Kita mengusulkan 529 gerobak souvenir dan 64 rombong sepeda motor. Tetapi, alhamdulillah berkat doa dan dukungan semua pihak, tahun ini juga kita langsung mendapatkan 50 unit gerobak souvenir dan 50 unit rombong sepeda motor,”  tambahnya.

Terkait distribusi bantuan, Eka menjelaskan, unit gerobak souvenir akan disebar di 28 Kecamatan dan rombong sepeda motor akan diberikan di 16 Kecamatan. Bukan hanya itu saja, Eka juga memastikan Karang Taruna akan terus mengawal keberlangsungan dari bantuan yang diberikan.

“Akan kita kawal bantuan ini, agar jika ada masalah bisa langsung kita bantu. Intinya, kita ingin bantuan ini benar tepat sasaran dan terus dipergunakan oleh penerima untuk berusaha. Kita juga akan coba mengusulkan kembali bagi yang belum mendapatkan,” tutupnya. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Berkat kegigihan untuk memenuhi hak warga negara sesuai dengan amanah UUD 1945 pasal 31 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, untuk meningkatkan rata-rata lama lulusan sekolah di kecamatan depok, pemerataan layanan pendidikan tingkat menengah dan mengimplementasikan RPJM pemerintah daerah serta memberikan akses pendidikan melalui sistem zonasi  maka kuwu desa keduanan Dr. Sanusi, M.Pd, mengajukan permohonan kepada Propinsi Jawa Barat melalui Kadisdik, KCD Wilayah X dan izin kepada Bupati Cirebon melalui Kadisdik Kabupaten Cirebon maka untuk SMAN 1 Depok sudah bisa menerima PPDB  tahun ajaran 2022-2023. (25/05-2022)

Mantan Pejabat eselon di Kementerian Pendidikan Nasional ini jelas paham akan peluang dan program yang ada di Kementerian Pendidikan sehingga inisiatif atas kepeduliannya dituangkan dalam kerja nyata dengan melobi Kantor Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat wilayah X dan juga ke Pemerintah Kabupaten Cirebon sehingga usulan yang diajukan bisa direalisasikan dalam bentuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2022-2023 untuk SMAN 1 Depok.

Acara ini dilaksanakan di lapangan basket SMPN 1 Depok (Rabu, 25-05-2022), yang dihadiri Herman Kasubag Umum, Rudianto Kasi Pelayanan dan Abdul Fatah Kasi Pengawasan KCD Disdik Propinsi Jabar X sementara Ambar Triwidodo Kepala KCD X sedang berkegiatan di tempat lain, Siska Karina, SH., MH., Ketua Komisi IV DPRD kabupaten Cirebon, Iman Setiawan Kepala SMAN 1 Jamblang, Dedi Sukandi kepala SMPN 1 Depok, Sund Dewi Camat Depok juga Kuwu-kuwu se Kecamatan Depok beserta para siswa SMPN 1 Depok.

Sambutan pembukaan oleh Dedi Sukandi kepala SMPN 1 Depok yang mendukung berdirinya SMAN 1 Depok dan berterima kasih pada Kuwu Keduanan yang telah mengusahakan berdirinya SMAN di Kecamatan Depok karena secara zonasi siswa lulusan SMPN 1 Depok jarang diterima di SMA negeri karena faktor zonasi dengan adanya SMAN 1 Depok ini siswanya bisa bersaing untuk diterima belajar di sekolah ini.

Sambutan berikutnya Sanusi Kuwu Desa Keduanan yang menjelaskan inisiatif ini berasal dari keluhan warga yang tidak bisa menikmati sekolah di SMA negeri terkait kebijakan zonasi yang diterapkan karena ke SMA Negeri 2 Sumber berjarak 5 km dan SMAN 1 Dukupuntang sekitar 7 km apalagi SMAN 1 Jamblang lebih jauh lagi, tak lupa mengucapkan terima kasih pada semua pihak terutama KCD Disdik wilayah X juga Camat Depok dan Pemerintah Kabupaten Cirebon sehingga usulan yang diajukan bisa direalisasikan dalam bentuk penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran baru ini dengan 3 kelas awal dan sementara bergabung keadministrasiannya dengan SMAN 1 Jamblang untuk lokasi sekolah rencananya di SMPN 1 Depok ini sementara gedung SMAN 1 Depok belum dibangun.

Selanjutnya sambutan dari Iman Setiawan Kepala sekolah SMAN 1 Jamblang yang menjelaskan utamanya pada siswa yang hadir untuk sekolah disini saja tidak perlu jauh-jauh dengan menjelaskan slogan “Sekolah tidak perlu jauh-jauh di SMAN 1 Depok saja”, karena saat ini sekolah sama saja tidak ada sekolah favorit, juga mendukung berdirinya SMAN 1 Depok ini supaya masyarakat di kecamatan Depok bisa melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Depok.

Lebih lanjut Iman menjelaskan jadwal penerimaan siswa baru tahun ini ada 2 tahap, tahap pertama 50% dan tahap kedua jalur zonasi 50 %, tahap pertama dibuka pada tanggal 6 – 10 Juni, terdiri  terbagi tiga untuk jalur afirmasi dari prestasi akademik 20%, jalur prestasi 25% dan jalur pindah tugas 5%. Untuk tahap kedua jalur zonasi pada tanggal 23 – 30 Juni.

Siswa baru dapat mendaftar via online atau langsung ke SMAN 1 Jamblang. Iman juga berterima kasih pada kepala SMPN 1 Depok atas ketersediaan 3 ruang kelas yang akan disiapkan untuk siswa baru SMAN 1 Depok ini.

Lalu Sund Dewi Camat Depok memberikan sambutan dan menjelaskan alasan utama pendirian SMAN 1 Depok ini karena warga di kecamatan Depok kurang beruntung untuk bisa melanjutkan sekolah dari tingkat SMP ke SMA Negeri karena zonasi yang diterapkan pada PPDB sehingga mereka menempuh pendidikan di sekolah swasta dengan adanya SMAN 1 Depok, Camat meminta para Kuwu untuk mensosialisasikan keberadaan SMAN 1 Depok ini supaya masyarakat di kecamatan Depok bisa melanjutkan sekolah di SMA negeri yang ada saja.

Untuk para siswa SMPN 1 Depok yang hadir untuk melanjutkan sekolah di SMAN 1 Depok saja karena akan menjadi siswa angkatan pertama dan bisa menjadi kenangan tersendiri untuk diceritakan dikemudian hari. Tak lupa Camat Depok meminta pada KCD, pemerintah Kabupaten dan anggota DPRD untuk ikut mendukung pembangunan sekolah ini supaya tidak ada kendala dan lancar untuk kelangsungan pendidikan.

Sambutan terakhir disampaikan Abdul Fatah Kasi Pengawasan mewakili Ambar Triwidodo kepala KCD Disdik propinsi Jawa Barat wilayah X yang sedang berkegiatan di Bogor. Fatah bercerita sebelum bertugas di KCD X dirinya bertugas di Kota Depok dan disana SMAN 1 Kota Depok merupakan sekolah favorit karena para alumninya banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan berharap di SMAN 1 Depok ini juga bisa menjadi favorit bagi masyarakat kecamatan Depok dan sekitarnya.

Lebih lanjut Fatah menyampaikan pepatah lokal niti surti, niti hati dan niti bukti ini yang dialami Kuwu Desa Keduanan yang memiliki kepedulian terhadap warga dan mendengar keluhan warga yang tidak bisa melanjutkan SMA di sekolah negeri, juga karena faktor biaya, keamanan di jalan karena jarak tempuh yang jauh juga faktor lainnya, lalu niti hatinya Kuwu berkhayal untuk mendirikan SMAN di kecamatan Depok kalau perlu di Desa ini saja, selanjutnya dituangkan dan bergerak dengan lembaga desa untuk mengalihfungsikan tanah bengkok yang ada menjadi lokasi SMAN di kecamatan Depok dan selanjutnya dituangkan dalam bentuk proposal pengajuan.

Niti buktinya terlihat saat ini mau dibuka penerimaan siswa baru tahun ajaran mendatang. Dalam kesempatan ini juga hadir para Kuwu, perangkat dan lembaga desa, juga Camat dan anggota DPRD kabupaten Cirebon serta unsur pemerintah Kabupaten yang berarti seluruh unsur mendukung pendirian SMAN 1 Depok ini, diharapkan dukungan juga diberikan saat pembangunan sekolah supaya gedung sekolah yang sudah disiapkan master plannya cepat terwujud.

Usai acara media mewawancarai Siska Karina, SH., MH., Ketua Komisi IV DPRD kabupaten Cirebon menjelaskan dirinya mendukung berdirinya SMAN 1 Depok ini untuk bisa meningkatkan IPM kabupaten Cirebon dalam segi tingkat pendidikan yang berkualitas dan akan mendorong semua pihak di kabupaten Cirebon baik pemerintah Kabupaten dan DPRD untuk membantu pembangunan sekolah ini supaya bisa secepatnya dilakukan dan berdiri sesuai harapan.

Lalu DR. Sanusi, MPd., Kuwu Desa Keduanan menjelaskan pada media usai semua untuk undangan pulang, untuk pembangunan sekolah direncanakan tahun anggaran 2023 dimulai dan bisa selesai satu tahun tapi bertahap tidak langsung semua, mungkin 9 ruang kelas dahulu baru dilanjutkan lagi ketika jumlah siswa meningkat. Anggaran pembangunan bisa dari kementerian pendidikan Nasional dalam bentuk Dana Alokasi khusus (DAK), kuwu berharap pemerintah desa bisa dilibatkan dalam pembangunan sekolah, syukur bisa swakelola sehingga warga desa Keduanan bisa ikut bekerja membangun sekolah ini kalau pihak ketiga yang mengerjakan dan SMAN 1 Depok hanya terima kunci saja dikhawatirkan kualitas bangunan tidak bagus dan warga desa tidak bisa ikut bekerja.

Untuk urusan lahan sudah diPerdeskan dan disetujui pemerintah Kabupaten Cirebon juga, diharapkan dukungan Pembangunan tidak hanya dari kementerian saja tapi juga pemerintah Kabupaten dan propinsi ikut membantu supaya bisa cepat terwujud gedung sekolah ini, ungkap Sanusi mengakhiri perbincangan. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Sebagai bentuk komitmen Jasa Marga terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dalam berkendara, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) sebagai pengelola Ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) sebagai penyedia jasa pemeliharaan jalan tol, akan melaksanakan pekerjaan pemeliharaan periodik dengan metode Scrapping Filling Overlay (SFO)

Rencana Pekerjaan SFO kali ini, yaitu :

  1. Pekerjaan SFO KM 210+233 s.d KM 210+162 lajur 1 arah Jakarta dengan panjang penanganan 71 meter yang akan dilaksanakan pada hari Rabu (25/05) pukul 08.00 s.d 17.00 WIB;
  2. Pekerjaan SFO KM 205+277 s.d KM 205+117 lajur 2 arah Jakarta dengan panjang penanganan 160 meter yang akan dilaksanakan pada hari Kamis (26/05) pukul 08.00 s.d 17.00 WIB;
  3. Pekerjaan SFO KM 205+177 s.d KM 205+033 lajur 1 arah Jakarta dengan panjang penanganan 144 meter yang akan dilaksanakan pada hari Jumat (27/05) pukul 08.00 s.d 17.00 WIB.

Jasa Marga memastikan tidak ada penutupan akibat pekerjaan ini, Ruas Jalan Tol Palikanci arah Jakarta dan Semarang masih beroperasi secara normal.

Pihak Jasa Marga telah menyiapkan mitigasi risiko di antaranya penutupan setengah lajur pada area yang dilakukan SFO,  proses rekayasa lalu lintas dan perambuan pekerjaan pelaksanaannya diawasi  oleh petugas JMTO agar tidak mengganggu kelancaran lalu-lintas.

Untuk memastikan informasi ini diterima dengan baik oleh pengguna jalan, Jasa Marga juga telah melakukan sosialisasi rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan dan Variable Message Sign (VMS) di Ruas Jalan Tol Palikanci arah Jakarta dan arah Semarang.

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat adanya pekerjaan dimaksud. Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mengantisipasi perjalanan, memastikan kendaraan dalam keadaan prima, saldo uang elektronik cukup, mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan. Selalu patuhi protokol kesehatan dan persyaratan perjalanan sesuai aturan Pemerintah serta berhati-hati dan menaati rambu-rambu terutama di sekitar lokasi pekerjaan. (Sendi)

0

Suara Indonesia News – Cirebon. Polresta Cirebon menggerebek sarang geng motor di Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/5/2022) malam. Saat itu, petugas memergoki sejumlah anggota geng motor tersebut tengah berpesta minuman keras (miras) oplosan.

Bahkan, petugas juga menemukan sejumlah botol berisi miras oplosan dan obat sediaan farmasi tanpa izin edar. Sehingga mereka pun langsung diamankan ke Mapolresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, para petugas juga menggeledah rumah yang diduga menjadi sarang geng motor. Hasilnya, petugas menemukan gir yang diduga digunakan sebagai senjata saat bentrokan, dan lainnya.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H, didampingi Wakapolresta Cirebon, AKBP Teguh Triwantoro, S.I.K, M.H, memimpin langsung penggerebekan ke sarang geng motor yang diduga dari kelompok GBR tersebut.

“Totalnya ada sembilan orang diduga anggota geng motor yang diamankan. Penggerebekan ini sesuai arahan Bapak Kapolda Jabar dan dalam rangka Operasi Libas Lodaya 2022 di wilayah hukum Polresta Cirebon,” ujar Kombes Arif Budiman, S.I.K, M.H.

Ia mengatakan, sasaran utama operasi tersebut adalah kelompok-kelompok geng motor yang kerap mengganggu kondusivitas dan meresahkan masyarakat. Sehingga operasi kali ini dilaksanakan untuk menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, sembilan orang yang diamankan juga bakal diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Nantinya, penyidik Polresta Cirebon bakal mendalami pelanggaran hukum yang dilakukan sembilan orang tersebut.

“Kami pastikan tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas dan keras kepada geng motor yang mengganggu kamtibmas di Kabupaten Cirebon. Ini sebagai komitmen Polresta Cirebon dalam memberantas geng motor,” kata Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H.

Ia juga mengimbau masyarakat segera menghubungi call center 110 Polresta Cirebon apabila menemukan atau merasa terganggu dengan aktivitas geng motor di wilayah sekitarnya. Dipastikan personel Polresta Cirebon segera datang untuk menertibkannya.

Bahkan, seluruh unit patroli yang telah dibentuk Polresta Cirebon juga disebar dan ditekankan untuk selalu bergerak menyambangi lokasi yang diduga menjadi markas geng motor yang kerap mengganggu kondusivitas Kabupaten Cirebon.

“Tim khusus yang disebar tidak hanya menyasar geng motor yang melakukan konvoi, tetapi yang diam di markas juga akan disikat. Kami bergerak aktif dan responsif menyasar dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya untuk memberantas geng motor di Kabupaten Cirebon,” ujar Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H. (Sendi)

0

Suara Indonesia News – Indramayu. Kerajinan Tradisional Gedogan berupa pembuatan kain tenun yang ada di Desa Juntikebon Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu Profinsi Jawa Barat.kini hampir tersisihkan oleh perkembangan zaman, padahal jika dikembangkan dan dipasarkan dengan baik akan menjadi nilai plus bagi sumber penghidupan Masyarakat.

Proses dalam pembuatan kain tenun sendiri dikerjakan secara manual dengan alat sederhana, untuk menghasilkan satu tenun memakan waktu sampai berhari-hari bahkan sampai seminggu. untuk penjualanya juga masih terbatas menunggu disaat ada pesanan. Masyarakat yang masih menjalankan pekerjaan tersebut hanya dua orang itupun belum ada pengganti atau generasi penerus untuk menjalankan kerajinan kain tenun.

Sunarih (61) Tahun selaku pengrajin tenun warga Desa Juntikebon Blok Kesambi RT 002 RW 06 saat ditemui di Rumah (25/05/22), menuturkan “ketrampilan pembuatan kerajinan kain tenun merupakan hasil belajar dari orang tua dahulu, sementara untuk generasi penerus berikutnya yakni ke anak saya belum ada keniatan pernah coba belajar baru pertama merasa kecapean.

Dalam pemasarannya kain tenun dengan ukuran panjang 3 meter dan lebar 60 centimeter bervariasi motif dan warnanya, yang banyak diminati pembeli bermotif kluwungan dan suwuk pokoknya sesuai permintaan pesanan, untuk harga penjualannya masih dihargai 350 ribu rupiah, dan itu juga saya mengerjakan ketika ada yang mau dibuatkan, untuk penjualannya memang sudah dikenal seperti dari Daerah Bandung dan Masyarakat yang mengetahui dari mulut ke mulut bahwa pembuatannya ada disini berarti kan dari segi Kwalitas sudah dipercaya cuma pengembangan dipasarkannya kurang baik”, tambahnya.

Ditempat terpisah Sartiwen (60) Tahun Blok Lurung Kampung Arab RT 05 RW 02, mengatakan ” untuk mendapatkan satu tenunan bisa mencapai 5 hari dan dalam satu bulan hanya 2 kain tenun karena tidak difokuskan dalam pembuatannya hanya sebagai pengisi waktu luang padahal kerajinan ini sebagai penghasilan tetap cuman karena menunggu pesanan jadi ya mau bagaimana lagi, untuk kerajinan sendiri sudah tidak ada penggantinya karena anak sendiri saja kerja jadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) menurutnya pekerjaan tersebut tidak bisa diandalkan jadi sumber matapencaharian, untuk pemasaranya saya mempercayakan ke Sunarih, saya hanya menerima apa yang dipesankannya”.

Wendi sebagai Kuwu Junti Kebon ketika ditemu ditempat kerja berharap ” adanya Industri Kerajinan Tradisional Kain tenun gedogan, Alhamdulilah masih berjalan dengan baik cuman yang menjadi kendala dipemasarannya untuk satu kain tenun masih dihargai 350 ribu rupiah padahal untuk menghasilkan kain yang berkwalitas dan bermotif baik dikerjakan cukup lama, sehingga minat bagi generasi penerus tidak ada yang mengutamakan, mereka lebih condong ke pekerjaan pertanian karena sehari bisa menghasilkan 100 ribu.

Tapi jika pemasarannya dikembangkan secara tepat kemungkinan akan cepat perkembangannya saya rasa akan terdongkrak juga pembuatan kerajinan tenun tersebut.

Untuk itu Mohon diperhatikan kepada Pemerintah Daerah serta Dinas terkait untuk kerjasama dan partisipasinya dalam mengangkat kerajinan kain tenun gedogan lebih dimaksimalkan lagi, baik alat oprasional untuk pembuatannya, juga pemberdayaan para pengrajinnya dan ikut  meningkatkan pemasarannya. sehingga secara tidak langsunsung minat belajar untuk generasi berikutnya bisa tumbuh, jangan sampai kerajinan tersebut punah. Dan sangat perlu dilestarikan agar bisa diterusan dari generasi seterusnya” pungkasnya. (Toro)