
ROKAN HILIR, SUARA INDONESIA NEWS | Dulu hanya penonton di tanah sendiri. Kini jadi pemain. Itu yang dibuktikan Nur Azmi lewat Komunitas UMKM Umah Oleh-oleh di Rokan Hilir. Berkat pendampingan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), omzet kelompok naik dari Rp 15 juta menjadi Rp 25 juta hingga Rp 40 juta per bulan.
Nur Azmi, Ketua Kelompok UMKM Umah Oleh-oleh, melihat potensi besar Rokan Hilir selama ini dinikmati pihak luar. “Hasil laut dan olahan pangan lebih banyak dijual mentah.
Nilai tambah justru dinikmati yang mengemas dan memasarkan kembali. Ibu-ibu dan pelaku usaha kecil hanya dapat untung terbatas,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia lalu menginisiasi Umah Oleh-Oleh di bawah UKM IKM Nusantara Rokan Hilir sebagai sentra produk lokal. “Ini rumah bersama bagi pelaku UMKM untuk tumbuh, belajar, dan percaya produk lokal mampu bersaing,” kata Nur Azmi.
Langkah itu mendapat dukungan PHR lewat Program Pemberdayaan UMKM, Pemuda, dan Perempuan. Sebanyak 80 kelompok UMKM Rohil diberi pendampingan inkubasi produk, pelatihan kemasan, branding, hingga legalitas usaha.
PHR juga membangun Gerai Umah Oleh-Oleh di Bagan Siapi-api sebagai bagian integrated market.
Nur Azmi mendorong anggota berbenah: administrasi tertata, legalitas lengkap, hingga masuk e-commerce. Hasilnya, lebih dari 80–100 jenis olahan lokal kini dipasarkan dengan kemasan modern. “Saya tidak ingin hebat sendiri-sendiri. Kita naik kelas bersama,” tegasnya.
Manager CID PHR Regional 1 Iwan Ridwan Faizal menyebut, pengembangan UMKM bagian dari kemandirian ekonomi masyarakat.
“PHR percaya masyarakat lokal potensi besar jadi penggerak ekonomi daerah. Kami hadir buka ruang tumbuh agar UMKM tingkatkan kualitas, perluas pasar, dan ciptakan nilai tambah,” kata Iwan.
Ia menambahkan, Umah Oleh-Oleh bukti kolaborasi perusahaan dan masyarakat hasilkan dampak berkelanjutan. “PHR komitmen hadirkan program yang berdampak nyata. Dukungan masyarakat penting jaga keandalan operasi dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Umah Oleh-Oleh kini jadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal berbasis gotong royong. Dari gerai kecil, kini jadi identitas kebanggaan Rokan Hilir. Produk yang dulu dikemas sederhana kini bersaing di pasar lebih luas. (Mus)
















