Denny D.Kustia Ketum Yayasan Kerja Indonesia Maju, “KAMI PENDAMPING LUAR SISI KERJA...

Denny D.Kustia Ketum Yayasan Kerja Indonesia Maju, “KAMI PENDAMPING LUAR SISI KERJA PRESIDEN JOKOWI”

741
0
SHARE

Suara Indonesia News – Jakarta, Dalam kesibukannya, Denny Darjaman Kustia,  Ketua umum Yayasan Kerja Indonesia Maju (YKIM) , masih sempat meluangkan waktunya menerima suaraindonesianews.com di kantornya, jalan Timo, Duren tiga, Jakarta Selatan lalu.

“Jokowi-hatters selamanya sulit ‘move-on, termasuk viral mereka yang mengatakan bahwa ekonomi nasional kita lesu sejak tahun 2014 lalu. Mereka lupa  jauh sebelum tahun 2014 angka kemiskinan nasional Itu mencapai lebih dari 28 juta orang, dan di tahun 2019 lalu dengan jumlah penduduk sekitar 261 juta, angka kemiskinan menurun hingga tersisa sekitar 25 juta orang. Ini menandakan program infrastruktur Dan Dana Desa membuahkan hasil, bahkan dari Dana Desa terserap sekitar 1,8 juta lapangan kerja”, demikian beliau penggemar Travelling ini memulai pembicaraan

Ditambahkan beliau, prestasi lain adalah dengan adanya pengakuan dari Bank Dunia (World Bank) tahun 2019  yang  mengapresiasi   pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah mencapai 5,1% di  tahun 2019.Dan tahun 2020 mereka yakin kita akan mencapai minimal  5,2%.

Bank Dunia memahami adanya    Kondisi perekonomian global yang sedikit ‘hangat  akibat ketegangan perdagangan dunia internasional dan berimbas pada melambatnya penggerak pertumbuhan domestik Indonesia.

“Tahun 2020, Saya optimis  ketegangan perdagangan internasional akan menurun secara bertahap. Khususnya ketegangan dagang antara USA,China, Rusia, dsb. Di dalam negeri, stabilitas politik Indonesia juga cukup terjaga Karena didukung  penguatan seluruh pemangku kepentingan bangsa dalam mewujudkan program Pemberdayaan SDM Unggul tahun 2019-2024 sebagaimana dicanangkan presiden Jokowi”, tuturnya kembali

Sebelum menutup pembicaraan Denny D.Kustia, meyakini bahwa tahun 2020-2024 mendatang  peluang bisnis dalam negeri, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi digital, hingga ekonomi kreatif masih terandalkan.

“Presiden Jokowi telah berhasil mengurai dan menghasilkan berbagai insentif di bidang perpajakan sehingga  akan membantu sektor usaha menghadapi pelambatan ekonomi. Pemerintah di antaranya telah memberikan fasilitas pembebasan pajak dalam waktu tertentu atau tax holilday dan fasilitas pengurangan pajak atau tax allowance. Ini terbukti di tahun 2018-2019 lalu Tax holiday yang diberikan kepada 44 perusahaan  sehingga Kita mampu profit sekitar Rp.519 triliun.Juga adanya  158 persetujuan fasilitas tax allowance disodorkan kepada 149 wajib pajak dengan penanaman modal  Itu pun telah mencapai Rp 258,8 triliun.

Selain kedua fasilitas pajak tersebut, kata Denny lagi,  pemerintah menyiapkan pengurangan pajak dalam jumlah besar atau super deduction tax. Fasilitas akan dinikmati oleh perusahaan yang mendorong pengembangan riset dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun Usaha ini tidak akan maksimal jika  tidak  dibarengi kemudahan perizinan usaha yang selama ini mengganggu pengusaha Dan investor. Semoga dengan lahirnya  mekanisme Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law di bidang perpajakan dan tenaga kerja Akan membuahkan banyak Hal positip.

“Tahun 2020-2024 Saya yakin Presiden Jokowi akan meningkatkan anggaran infrastruktur kembali bersamaan Pemberdayaan SDM Unggul Itu,  karena Kita masih banyak Pekerjaan rumah akan lemahnya banyak akses konektivitas menuju destinasi wisata. Banyak infrastruktur yang perlu dibenahi, baik terminal, bandara -termasuk runway yang kurang panjang- konektivitas jalan menuju tempat wisata, perbaikan Dan Pembangunan, dermaga pelabuhan,dsb”,kata Denny ,suami dari Catur Dini Prihastuti dan ayah dari 5 Putri Dan 2 putra bernama Aesar Grinaldi Darjaman  Dan Bizar Grivaldi Darjaman dengan nada Optimis.

Selama ini Denny menilai bahwa  sektor pariwisata memang andalan penyumbang utama devisa negara. “Tahun 2017-2018,  devisa dari pariwisata US$ .15,24 –  19,29 miliar. Ini sesuai dengan hasil  riset World Economic Forum, dimana disebut jika indeks daya saing pariwisata Indonesia memang menunjukkan perbaikan. Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dari Januari hingga November 2019, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16,3 juta dari target 18 juta.

Melihat perkembangan itu, maka pemerintah menjadikan pariwisata sebagai salah satu prioritas utama dalam perolehan devisa pada 2020. Targetnya mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara dengan proyeksi perolehan devisa sebesar US$ 17,6 miliar. Tentunya ini akan meminimalkan angka kemiskinan nasional, Dan kami bersama Teman teman di YKIM telah melakukan banyak hal untuk ikut serta membangun bangsa bersama Pemerintah. Nanti jika bertemu lagi akan Saya sampaikan program program apa  saja yang dimiliki YKIM di tahun 2020-2024 mendatang”, tutup beliau yang juga putra dari Laksda TNI (Purn) AA.Kustia,SE yang mantan Dubes Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk China tahun 2001-2005 ini. Mantap ! (Rahma/PpRief)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY