Plt SDN 11 Banda Sakti Dinilai Bersikap Sepihak dan Cenderung Otoriter

Plt SDN 11 Banda Sakti Dinilai Bersikap Sepihak dan Cenderung Otoriter

0
SHARE

LHOKSEUMAWE, SUARA INDONESIA NEWS | Kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 11 Banda Sakti, Zahraini, S.Pd.I., yang menghentikan kelanjutan pekerjaan Program Revitalisasi P2SP hanya beberapa hari setelah menjabat menuai sorotan. Keputusan tersebut dinilai memicu polemik dan menghambat program yang sebelumnya telah berjalan berdasarkan mekanisme yang disepakati, minggu (19/07/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Zahraini baru beberapa hari menerima penugasan sebagai Plt ketika mengambil keputusan menghentikan masuknya material bangunan ke lingkungan sekolah. Akibatnya, pekerjaan revitalisasi yang telah berlangsung terpaksa berhenti dari ketua yang sah.

Sejumlah pihak mempertanyakan dasar kebijakan tersebut. Pasalnya, program revitalisasi telah berjalan berdasarkan hasil kesepakatan panitia dan mekanisme P2SP sebelum pergantian kepemimpinan sekolah.

“Yang dipersoalkan bukan siapa yang menjadi kepala sekolah, tetapi mengapa program yang sudah berjalan tiba-tiba dihentikan tanpa adanya penjelasan terbuka kepada panitia maupun pihak yang terlibat,” ujar seorang sumber (A) yang mengetahui proses pelaksanaan program.

Menurut sumber tersebut, seorang Plt pada prinsipnya menjalankan tugas administrasi dan menjaga keberlangsungan program yang sedang berjalan. Apabila terdapat dugaan pelanggaran, seharusnya dilakukan evaluasi melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan, kepala sekolah sebelumnya, panitia, maupun pihak terkait, bukan langsung menghentikan seluruh aktivitas pekerjaan.

Akibat kebijakan itu, pekerjaan revitalisasi dilaporkan terhenti selama beberapa pekan. Sejumlah material yang telah dipesan tidak dapat masuk ke lingkungan sekolah, sementara sebagian material lainnya telah berada di lokasi proyek.

Sejumlah pihak juga menilai pola pengambilan keputusan tersebut terkesan sepihak gaya kepemimpinan cenderung otoriter karena dilakukan tanpa komunikasi yang memadai dengan pihak-pihak yang memahami proses pelaksanaan program sejak awal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai dasar pertimbangan penghentian pekerjaan.

Sementara itu, seorang warga Kutablang berinisial Y mengaku mendengar penilaian negatif dari sebagian masyarakat yaitu orang tua di Gampong terhadap gaya kepemimpinan Plt Kepala SD N 11 Banda Sakti Zahraini.S.Pd.I tersebut. Namun, penilaian itu dia bukan orang yang layaknya di hormati seperti warga lain

Plt Kepala SD Negeri 11 Banda Sakti, Zahraini, S.Pd.I., belum memberikan klarifikasi meskipun telah dihubungi. (Wan ccp)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY