Gusli Topan Sabara Terima Aksi Damai HMI Cabang Konawe

Gusli Topan Sabara Terima Aksi Damai HMI Cabang Konawe

271
0
BERBAGI

Suara Indonesia News – Konawe, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Konawe – Sulawesi Tenggara menggelar aksi damai penolakan kedatangan 500 TKA Cina di Morosi. (22/06-20)

Aksi damai HMI cabang konawe ini merupakan aksi yang ke dua kali nya di gelar sebagai bentuk keras penolakan kedatangan 500 TKA ke VDNI Morosi.

Dalam orasinya Erik Supiat mengatakan, kami tidak pernah anti terhadap investasi dan kami mengerti kalau dengan hadir nya mega industri itu menguntungkan pihak masyarakat dan pemda Konawe,

Tapi masuk nya 500 TKA asing menjadi tanda tanya bagi kami di saat ribuan tenaga kerja lokal yang di rumahkan pihak perusahaan karena pandemi Covid – 19.

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara., menerima massa aksi damai HMI cabang Konawe dengan menerapkan protokol kesehatan Covid- 19 dan mengarahkan agar dialog dilakukan di ruangan Wakil Bupati Konawe.

Wakil Bupati Konawe mengatakan dalam dialog terbuka dengan HMI cabang Konawe mengatakan, kita semua bagian dari NKRI karena ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat dan Kabupaten Konawe merupakan bagian dari Pemerintah Pusat yang harus loyal terhadap pemerintah Pusat. Dan kedatangan TKA itu sesuai dengan protokol kesehatan pandemi Covid- 19.

Gusli juga mengatakan, mengenai penerimaan tenaga kerja lokal kami dari pemerintah daerah akan mengambil alih peroses perekrutan tenaga kerja lokal yang akan bekerja di mega industri Morosi.

Melaluli Dinas Nakertrans dan Catatan Sipil, kita akan merekrut 3500 tenaga kerja lokal dan mengutamakan pekerja lokal masyarakat kabupaten konawe.

Saya meminta agar adik adik HMI cabang konawe untuk bersama – sama mengawal peroses perekrutan tenaga kerja lokal di mega industri morodi.

Kita akan menerapkan protokol kesehatan dalam menerima tenaga kerja sesuai perda nomor 13 tahun 2018.

Kami akan transparan dalam penerimaan tenaga kerja di mega industri dan mengakomodir semua kecamatan yang ada di konawe agar terjadi pemerataan penyerapan tenaga kerja nanti nya.

Sementara itu ketua HMI cabang konawe Irfan dalam dialog nya mengatakan, kehadiran HMI merupakan mewakili kepentingan masyarakat dan HMI siap kawal demi kepentingan masyarakat konawe dan kami meminta agar kedatangan 500 TKA dari cina itu harus memenuhi protokol kesehatan Covid-19 dan kami mengharapkan pemerintah daerah lebih tegas dalam melihat aturan visa TKA Cina itu jangan sampai mereka memakai visa wisata bukan visa tenaga kerja.

Gusli Topan Sabara., menyambut positif dengan masukan dari adik adik HMI. Pemerintah Kabupaten Konawe siap melaksanakan pengawasan seperti yang di harapkan HMI.

Dan saya meminta jangan mendengar isu isu yang menyesatkan, karena VDNI sekarang masih tahap konstruksi. Kita berikan dulu kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan pekerjaan tehnis konstruksi nya. Kalau sudah kelar 100 %, Saya sendiri yang akan memimpin bila tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, tutup Gusli. (Red SI/YT)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY