Jumlah Hewan Korban Di Desa Bodelor Meningkat Tapi Pembagian Daging Kurban Acakadut

Jumlah Hewan Korban Di Desa Bodelor Meningkat Tapi Pembagian Daging Kurban Acakadut

88
0
BERBAGI

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Pelaksanaan sholat Idul Adha 1441 H di Desa Bodelor khususnya Masjid Mu’tamarul Huda berlangsung lancar dan ramai, pasalnya jumlah hewan korban pada hari raya tahun ini jumlahnya meningkat walau masih dalam kondisi pandemi, jumlah sapi menjadi 31 ekor tahun lalu berjumlah 29 ekor saja, dan jumlah kambing mencapai 96 ekor, urai Surono penasihat panitia Iedul Adha  memberikan keterangan pers mewakili Agus Mujiono yang masih muda dan terlihat angkuh dengan awak media sehingga meminta Surono untuk memberikan keterangan, di ruang depan kantor desa Bodelor (Jum’at, 31 juli 2020).

Usai berbincang dengan awak media, Surono mengatakan “Nunggu ya, dagingnya sedang disiapkan.”,  Berbeda dengan tahun sebelumnya usai wawancara pers, panitia langsung memberikan bingkisan berupa daging korban pada awak media, untuk tahun ini terlihat panitia kurang simpatik dan sedikit mengacuhkan awak media yang hadir.

Salah satu warga yang ikut ngobrol dengan para awak media menjelaskan  seharusnya Herdi sekdes Bodelor segera menyiapkan bingkisan bagi awak media saat jabatan kuwu dipegang oleh H. Ali yang sudah digantikan H. Rofii peraih suara terbanyak saat Pilwu serentak 2019 lalu. “Ini pasti perintah Kuwu untuk menunda hingga pembagian daging kurban untuk warga sudah terlayani semua.”

Saat H. Rofii Kuwu desa Bodelor menemui media menjelaskan “pemdes tidak ikut campur dalam urusan pembagian bingkisan daging kurban, itu murni kegiatan DKM Mu’tamarul Huda. Pemdes hanya ketempatan saja.”

Saat pembagian bingkisan daging kurban  untuk warga, panitia melalui pengeras suara mengingatkan kalo daging kurban hanya untuk warga dan panitia kurban saja sementara warga desa lain ikut berdatangan dengan harapan bisa ikut kebagian daging kurban yang sedang dipotong-potong dagingnya.

Usai pembagian daging kurban untuk warganya, giliran pembagian bagi para pengobeng (perewang) untuk mendapatkan bingkisan dan suasana mulai kacau walau sudah mendapat kupon untuk dituker dengan daging korbannya. Berdesakan dan saling dorong mulai berlangsung, berebut daging kurban yang menjadi haknya.

Ternyata masih banyak perewang yang tidak kebagian dagingnya, karena kehabisan tapi disisi lain ada banyak bingkisan dimasukan ke dalam ruang Kuwu dan dibagikan pada para sekdes se kecamatan.

Lalu H. Rofii menjelaskan pada awak media saat ini tidak bisa memberi bingkisan daging kurban bagi awak media sementara perewang juga banyak yang tidak kebagian, menjadi ironi saat Kuwu masih bisa memberikan bingkisan bagi para sekdes desa lain sekecamatan.

Hal ini menunjukan arogansi Kuwu yang tidak peka dengan kondisi yang ada, “seharusnya kuwu lebih mentingkan perewang dibanding perangkat desa lain karena perewang jelas telah bekerja sementara perangkat desa lain tidak ada kerjanya tinggal ambil saja, disisi lain menunjukan kebodohan Kuwu dalam membuat kebijakan pembagian daging sehingga ada perewang yang tidak kebagian, disamping itu ditengah pandemi berebut dan tidak mengindahkan protokol kesehatan,” ungkap syahril rekan media dengan ketus. (Hatta)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY