Pembangunan Jembatan Retak, Kades Batu Langka: Tunggu Instruksi Inspektorat Daerah

Pembangunan Jembatan Retak, Kades Batu Langka: Tunggu Instruksi Inspektorat Daerah

104 views
0
SHARE

Suara Indonesia News – Kampar, Pembangunan jembatan di RT 01 RW 02, Dusun Batu Langka Kecil Desa Batu Langka Kecil, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar sangat memprihatinkan. Pembangunan jembatan yang dikerjakan oleh Jonnedi S.Ag, sebagai Kepala Desa Batu Langka Kecil menggunakan Dana Desa ( DD) tahun 2018 diduga asal jadi.

Menurut salah seorang warga Desa Batu Langka Kecil yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan kepada awak media di Bukit Candika Bangkinang Kota, jembatan itu dikerjakan tahun 2018 akhir. “Kalau masalah pakai plang anggaran, menurut informasi dari masyarakat tidak ada pakai plang anggaran,” ungkapnya. Senin, (13/05/19).

“Sementara itu, untuk kondisi pembangunan jembatan tersebut seperti yang kita lihat. Ada yang retak, pokoknya tidak layak pakai, diduga asal jadi. Pembangunan Jembatan itu menghubungkan jalan ke arah perkebunan warga, tidak difungsikan. Jangankan kendaraan untuk melalui jembatan itu, pejalan kaki pun susah untuk melaluinya. Harapan kita untuk kedepannya, agar diperbaiki secepatnya. Supaya bisa di lewati oleh warga, dan transparan,” ungkap warga.

Kemudian terkait proyek sumur bor yang ada di Dusun Batu Langka Kecil, “yang kita pertanyakan apakah sampai disitu saja sumur bor itu. Apa tidak ada pakai tengki ataupun bak yang bisa difungsikan oleh masyarakat, jadi kesannya diduga keluarga dia aja yang memakainya,” tutur salah seorang warga Desa Batu Langka Kecil yang tidak mau disebutkan namanya.

“Karena bantuan pemerintah itu tidak mungkin setengah – setengah, pasti dibangun untuk difungsikan. Sedangkan untuk masalah air bersih, masyarakat sangat membutuhkannya. Memang ada sumur bor satu lagi, disitu banyak masyarakat mengambil air bersih. Tetapi itu masih kurang juga, kadang – kadang masyarakat butuh air bersih ditutup dulu, payah jadinya kalau begitu,” keluhnya.

Warga berharap, supaya masyarakat bisa mengambil air bersih disitu. Sebab di sekitar itu ada masyarakat yang mengambil di rawa – rawa, sebab disana ada sumur seharusnya ada tengki penampung air.

“Pokoknya gimana supaya bisa dipakai oleh masyarakat, itu kesannya cuman paralon saja. Kalau memang masalah ini tidak selesai, kita lanjutkan ke atas. Karena masyarakat sangat kecewa,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Batu Langka Kecil, Jonnedi S.Ag, saat dikonfirmasi oleh awak media di salah satu parkiran kantor Bupati Kampar mengatakan, “jadi kemarin menimbun jembatan itu rencananya gotong royong. Karena dananya tidak cukup, hanya sampai disitu. Kemudian masalah proyek pembangunan jembatan yang retak itu, tidak bisa kita jamin. Siap kita kerjakan, lalu retak gak bisa pula caranya sama kita, sedangkan jalan setapak saja kadang – kadang seperti itu. Jadi persoalannya Inspektorat sudah turun, kita hanya menunggu instruksi. Kalau memang disuruh perbaiki, tidak jadi persoalan sama kita memang seperti itu kerja kita di Desa,” jelas Jonnedi.

“Karena sampai hari ini kita sudah dua periode atau tiga periode di Desa, belum ada lagi bermasalah kerja kita selama ini. Tapi itu tidak masalah kalau orang mengkritik kita, silahkan saja. Tetapi seharusnya bertanya dulu, ini kenapa dan dimana. Ini datang melapor tanpa konfirmasi, berarti tidak mau berkawan namanya itu. Saya kalau bisa senegeri ini silaturrahminya itu jalan, tetapi saling menyalahkan itu bisa kok pak,” lanjut Kades.

“Sewaktu pengerjaan proyek jembatan itu kita pakai plang anggaran, tidak ada pengerjaan kita yang tidak pakai plang anggaran. Masalah anggarannya kita tidak ingat lagi berapa, coba kita lihat lagi berapa anggarannya.

“Selanjutnya Proyek sumur bor ini bersumber dari Dana Desa tahun 2018, diperuntukan untuk masyarakat. Sementara tudingan – tudingan masyarakat katanya keluarga saya yang pakai, itu tidak benar sudah kita buatkan baknya disitu untuk tempat mandi dan mengambil air. Padahal itu tanah pribadi saya semuanya yang kita jadikan, seluruh fasilitas di Desa itu tanah pribadi kita yang di jadikan,” terang Kepala Desa Batu Langka Kacil.(Renaldy)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY