0

Suara Indonesia News – Makassar. Tokoh Pemuda Sulawesi Selatan, Anshar Ilo mendukung penuh jika Presiden Jokowi mengangkat Komjen Pol Boy Rafli Amar sebagai Kapolri.

“Saya atas nama Ketua Umum Ormas Solidaritas Merah Putih (SMP) sangat mendukung jika Presiden Jokowi mengangkat Jenderal Boy Rafli Amar sebagai Kapolri pengganti Jenderal Idham Aziz”, kata Ilo ke Pewarta, Minggu (03/01-2021).

Menurut Anshar Ilo yang juga Ketum Relawan LETHO For Jokowi (Loyalis erick Thohir For Jokowi) pendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden selama dua periode, menilai Sosok Jendral Boy Rafli Amar adalah sosok yang memahami dinamika dan keamanan nasional dengan berbagai pengalaman, apalagi setelah menjadi Kapolda di Papua.

Boy Rafli Amar juga diketahui merupakan lulusan S3 Universitas Padjajaran (UNPAD), dengan disertasinya yang berjudul “Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri sebagai Aktualisasi Promoter”.

Ia diketahui pernah menjabat sebagai Kapoltabes Padang Polda Sumbar (2008), Kabid Humas Polda Metro Jaya (2009), Kabagpenum Ropenmas Divisi humas Polri (2010), Karopenmas Divisi Humas Polri (2012), Kapolda Banten (2014), Kadivhumas Polri (2016), Kapolda Papua (2017), Wakalemdiklat Polri (2018), Kepala BNPT (2020).

“Berdasarkan rekam jejak tersebut, sudah selayaknya Presiden Jokowi memilih Komjen Pol Boy Rafli Amar menjadi orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia. Beliau memiliki wawasan yang luas, sarat akan pengalaman yang mumpuni dalam bidang reserse dan anti teror, Sosok Boy Rafli dibutuhkan saat situasi bangsa kita mendapat ancaman yang dapat merongrong persatuan nasional,” terang Anshar.

Lebih lanjut, Anshar menekankan pentingnya personel Polri untuk selalu mengedepankan pendekatan humanis daripada kekuatan senjata dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menambahkan, dibutuhkan citra positif insitusi kepolisian yang humanis dan persuasif agar membuat kepercayaan rakyat terhadap Polisi semakin meningkat.

“Saya percaya dengan performance dan figur kepemimpinan Jendral Boy Rafly yang supel, ramah, humanis, komunikatif di kalangan aktivis dan ormas pemuda dapat menciptakan wajah institusi kepolisian yang semakin dicintai rakyatnya,” tutup Anshar. (GD)

0

Oleh : Muliansyah A.Ways

Suara Indonesia News. Selamat tinggal 2020, tahun yang penuh dengan fenomena alam dunia dan manusia Indonesia, kita telah berada pada waktu satu tahun yang hamper kehilangan akal manusia dan tak tahu arah manusia serta perubahan alam yang tak menentu.

2020 menyita ruang dan waktu manusia dunia untuk berfikir dan bertindak, 2020 memberikan pelajaran berarti untuk kita sebagai mahluk manusia, 2020 juga mengharapkan kita untuk menjadi manusia yang kuat dan 2020 juga penuh dengan peristiwa – peristiwa alam yang tak satupun menentukan arahnya.

Tak disadari datanglah waktunya 2021, tahun yang di harapkan manusia seluruh dunia agar menjadi tahun keberkahan, tahun keridhoan dan menjadi tahun solusi keselamatan kesehatan bagi seluruh umat manusia, supaya gerak gerik manusia menjadi lebih baik dan stabil sebagaimana kehidupan – kehidupan sebelumnya.

Siapakah bisa menjawab problem virus corona melanda dunia, siapakah menjawab covid berakhir di tahun 2020, dan siapakah bisa menjawab bahwa covid ini adalah konspirasi internasional serta siapakah bisa meramalkan bahwa covid 19 bisa ada dan tiada.

Orang yang berkeyakinan terhadap agama hanyalah menganggap bahwa ini adalah musibah yang datang dari cobaan Allah atau Tuhan semesta alam, orang – orang sebagian juga menganggap ini adalah konspirasi Negara lain dan orang – orang sebagian juga menganggap ini adalah bentuk rasionalisasi kehidupan bahwa ada kehidupanya dan ada virus yang bernama Corona.

Sehingga solusinya adalah ilmu pengetahuan menjawab seluruh perilaku dan gerakan akal dan fisik juga di tentukan oleh produk ilmu pengetahuan. Kurang lebih satu tahun di 2020, seluruh kehidupan manusia hamper di tentukan oleh ilmu pengetahuan, ilmu menjawab rasionalisasi pada masyarakat yang rasional.

2020 Antara Kebiasaan, Keimanan dan Rasionalisasi

Beturan narasi saat datangnya covid 19 di tahun 2020, para narasi kaum kebiasaan mencoba memberikan argumentasi bahwa corona ini virus biasa – biasa saja dibandingkan virus lain, sehingga mereka hanya mencoba menyesuaikan dan melihat fakta – fakta kematian di beberapa daerah karena covid, akhirnya kebiasaan tadi berubah mengikuti kebiasaan baru yang di gagas oleh kaum berilmu dan kaum beriman alias, hidup bersih, pake masker dan lain – lain.

Bagi para kaum beriman yang juga selalu terbiasa dengan tradisinya sebagai orang yang beriman, selalu bersama di masjid menjalankan ibadah bersama, selalu ke Gereja dan bagi agama Hindu Budhapun demikian selalu ke tempat ibadah, tetapi akhirnya dengan alasan rasionalisasi bahwa corona telah memwabah kemana – mana, maka ibadah di tempat ibadahpun serentak berhenti dan di lanjutkan di rumah masing – masing atau beribadah pun menjaga jarak, tak ada salam – salaman, menggunakan masker dan kurangi silaturrahmi langsung secara fisik.

Demikian para kaum rasional juga melihat dengan berbagai perspektif, diantaranya perspektif rasionalisasi menganggap corona adalah konspirasi internasional, sebagian menganggap strategi Negara Cina, sebagian juga menganggap ini bagian dari taktik para pengusaha dan sebagian juga ternyata berfikir bahwa ini fakta bahwa corona adalah benar virus yang memwabah.

Perdebatan kaum kebiasaan, keimanan dan rasional tak berhenti pada narasi dan tindakan, akan tetapi mereka di jawab dengan ilmu pengetahuan, walaupun produk ilmu pengetahuan itu penuh komersil, namun tak kemudian menghindar dari praktek komersil itu, tertapi Negara dan para pemilik modal hadir untuk menjawab dengan sejuta harapan.

Kehidupan manusia di 2020 mulai di tunjang dengan produk ilmu pengetahuan, walaupun produk tersebut tidak semuanya menjawab kebutuhan masyarakat secara utuh serta menstabilkan kehidupan baru secara baik dan berkelanjutan.

Disisi yang lain persoalan ekonomi, keagamaan, dan pembangunan yang lain terhambat, karena 2020 adalah masa transisisi corona memwabah, masa awal mula datangnya corona tanpa di undang, tetapi penulis mencoba mengkaji dari sisi lain, yakni dari sisi jawaban ilmu pengetahuan kepada kehidupan baru ketika masyarakat dilanda dengan virus yang memwabah ini.

Ilmu pengetahuan menyiapkan jutaan produk untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia dari virus covid 19, mulai penghindar covid 19, masker, baju anti covid, obat – obatan, semprotan anti covid, mobil anti covid serta sejumlah pra sarana mendukung pekerjaan saat kerja tanpa fisik alias online, maka ilmu pengetahuan menghadirkan komunikasi jarak jauh, meting zome dan serba pra sarana menunjang pekerjaan swasta maupun Negara.

Ibadah – ibadah kaum beriman pun di tunjang dengan sejumlah alat untuk membantu pra sarana beribadah, maka 2020 adalah percobaan dunia baru, percobaan era baru dan percobaan ilmu pengetahuan baru.

Bagaimana Menjadi Manusia Indonesia 2021..?

Ini bentuk baru dan kehidupan baru era ilmu pengetahuan, akhirnya ilmu pengetahuan menjawab bahwa 2021 adalah satu resolusi untuk keselamatan bangsa dan Negara, keselamatan masyarakat Indonesia dan sehat untuk Indonesia.

Ilmu pengetahuan menemukan vaksin, salah satu solusi menyelamatkan diri dari covid 19, temuan obat – obat anti covid mulai muncul, demi selamat dan sehat Indonesia, maka wajib kita menjaga hidup dalam kehidupan baru.

Kebiasaan – kebiasaan yang tak menjaga kebersihan, segera kita beralih untuk menjaga kebersihan mulai dari diri kita hingga lingkungan kita, sebagaimana dianjurkan dalam agama kita. Kita harus terbiasa dengan era baru teknologi, jangan menganggap bahwa teknologi bukan bagian dari kehidupan kita, itu salah besar, ayo kita pekah terhadap pra sarana yang bersifat teknologi, ibarat kata dari media cetak beralih menjadi media online yang lebih cepat dan terupdate.

2021 adalah jawaban bahwa kita telah melewati transisi covid 19 di tahun 2020, kita jadikan pelajaran 2020 sebagai tonggak awal kita bangkit 2021.

Kita jadikan 2021 adalah resolusi kehidupan dari biasa – biasa saja menjadi luar biasa, 2021 kita bangkit dari berbisnis model offline kita tranformasi menjadi online, kita terpuruk secara ekonomi di 2020, maka kita kembalikan keterpurukan menjadi kebangkitan, pesimistis 2020 menjadi optimistis 2021.

Ingat Indonesia bangsa besar, jadilah pundi – pundi kemandirian ekonomi, 2020 di PHK, maka 2021 harus menjadi pelopor ekonomi sendiri, 2020 di pecat dari perkantoran, ayo 2021 hadir sebagai pembuka perkantoran baru untuk lapangan kerja baru.

Dimana letak kebangkitan kita, Ilmu pengetahuan sudah menyiapkan sarananya, tinggal kita menjalaninya, dulu capek – capek jual kue berjalan kaki, sekarang jual kue tinggal tindis tombol hanphone.

Yakin dan percaya era baru ini, kita akan bangkit bersama, maju bersama dan demi cita – cita bangsa Indonesia lebih baik.

Penulis : Muliansyah A.Ways, Pelaku Usaha, Pembina Pasifik Resources & Mahasiswa Doktor Politik UNAS

0

Suara Indonesia News – Lhokseumawe. Satuan Lalulintas Polres Lhokseumawe membagikan bantuan sembako kepada juru parkir di wilayah Kota Lhokseumawe, Sabtu (2/1/2021). Penyerahan sembako tersebut sebagai wujud kepedulian Polri kepada warga kurang mampu.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, SIk, MH melalui Kasat Lantas Polres Lhokseumawe, AKP Radhika Angga Rista, SIk mengatakan, dalam rangka pelaksanaan Ops Lilin Seulawah 2020, Unit Dikyasa Satlantas Polres Lhokseumawe membagikan 10 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu yang berprofesi sebagai juru parkir.

“Pembagian sembako ini kita lakukan sebagai bentuk kepedulian Polri khususnya jajaran Polres Lhokseumawe kepada masyarakat kurang mampu di wilayah hukum Polres Lhokseumawe pada masa pandemi Covid-19. Semoga, dapat bermanfaat untuk menutupi beban ekonomi mereka,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Kasat juga mengimbau kepada juru parkir dan masyarakat pengguna kendaraan lainnya supaya tetap tertib berlalulintas dan mematuhi protokol kesehatan. “Jadikan masker itu sebagai kebutuhan atau busana. Kalau keluar rumah tidak ada masker, rasanya tidak lengkap,” pinta Kasat.

Reporter Rizal

0

Suara Indonesia News – Cirebon. Awal Januari 2020 merupakan momentum perjuangan dakwah yang sangat memberi semangat, kekuatan dan motivasi yang luar biasa untuk lahirnya sebuah Forum Silaturahmi Ustadz Ustadzah FORSATU NUSANTARA. Waktu berputar begitu cepat sehingga pada saat ini kita berada di akhir tahun 2020.

Pada awal Januari tersebut Ustadz Abdulloh Mubarok, Kang UAM mendapat kesempatan yang sangat berharga karena diundang mengisi pembinaan rohani dan mental di POLDA Jawa Tengah. Berbagi pengalaman, untuk bisa ceramah di Polres masing-masing daerah biasanya diusulkan atau direkomendasikan oleh POLSEK setempat,

Tentunya polsek setempat akan merekomendasikan Ustadz, Ustadzah atau Kyai dari Pondok Pesantren terdekat, ntuk bisa mengisi ceramah di POLDA masing-masing daerah tentunya diusulkan atau direkomendasikan oleh POLRES.

Kang UAM merupakan penduduk pendatang di Jawa Tengah belum dikenal luas oleh masyarakat setempat bahkan Kapolsek baru mengenalnya beberapa bulan kemudian, artinya ketika menggunakan jalur birokrasi Kepolisian akan sangat lama dan sulit bagi Kang UAM bisa mengisi di Polda Jateng.

Tapi dengan pertolongan Allah semuanya dimudahkan dengan bantuan teman dekat Guru Besar BIDANG HUKUM, Profesor Dr. H. E. Sugianto, MH., bisa membangun silaturahmi dengan kepala Biro SDM Polda Jateng, Kombespol Iriansyah. Jalinan silaturahmi terbentuk karena Profesor Dr. H. E. Sugianto, MH., adalah dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon, alumni diklat lemhanas yang jaringannya tingkat nasional.

Ada pelajaran terbaik dari silaturahmi ini, pertemanan atau persaudaraan harus dijaga, dirawat bahkan perlu selalu diperluas sehingga bisa saling membantu dan saling mempercayai serta menjadi jalan turunnya rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Berita kegiatan ceramah di Polda Jawa Tengah tersebut tersebar luas di berbagai media sosial, di website dan instagram IAIN Syekh Nurjati Cirebon, di tiga website Polda Jawa Tengah dan satu website divisi humas Polri. Kemudian ikuti beberapa momen ceramah yang ditampilkan berbagai media online Suara Cirebon dan Fajar Cirebon membuat Kang UAM semakin semangat berjuang di bidang dakwah dengan mengembangkan suatu forum silaturahmi Ustadz Ustadzah FORSATU, dari wilayah Jawa ke Sumatera dan akhirnya NUSANTARA.

Kesempatan untuk mengisi pembinaan di KODAM IV DIPONEGORO pun terbuka luas, dan sudah dijadwalkan setahun 3 kali namun karena darurat pandemik COVID 19 belum terlaksana.

Kang UAM merasa bahwa ini betul-betul anugerah dari Allah SWT dan berkah melanjutkan pendidikan S3 di Administrasi Publik Undip Semarang dan berkah menjadi santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah Tembalang Undip.

Ada pelajaran berharga bahwa untuk urusan ilmu kita jangan berhenti nerimo ing pangdum tapi harus berusaha terus agar semakin meningkat demi bahagiaan dunia dan akhirat.

Perkembangan forum silaturahmi tersebut membutuhkan dukungan dan partisipasi dari seluruh masyarakat agar forum tersebut semakin mendapat respon positif dari para Ustadz Ustadzah dan memiliki kontribusi yang besar terhadap kemajuan bangsa dan negara. Dukungan awal dan spesial mengalir dari Sekjen FORSATU NUSANTARA, Kang Thobi’in, M.Pd., dai yang terkenal di Cirebon, terutama Polres Cirebon Kota. Juga Kang Fahmi Tolkhah, M.Pd yang juga terkenal di Kabupaten Cirebon dengan segudang pengalaman berorganisasi.

Sebagai testimoni atau dukungan berikutnya, ada empat calon Doktor dari UII, Uninus, dari Palembang dan dari Aceh serta dukungan dari ketua LDNU Brebes dan Bogor serta Sekretaris Wilayah NU Jawa Tengah juga perwakilan Dai untuk preman preman dari Kalimantan Selatan.

Dukungan yang paling penting terutama dari Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, KH. Dr. Sumanta Hasyim, M.Ag. dan Wakil Rektor KH. Dr Saefudin Zuhri, M.Ag. yang juga sesama alumni pondok pesantren Jagasatru Cirebon yang sangat terkenal dengan alumninya yang sukses di berbagai lini. Juga dukungan Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Profesor KH. Dr. Dedi Jubaedi, M. Ag. yang pernah menjabat Rektor IAIN Ambon dan juga Direktur Madrasah Kemenag RI.

Ini bukti bahwa FORSATU NUSANTARA sudah memiliki SDM yang handal tinggal Ustadz Ustadzah dari berbagai unsur mau bergabung. FORSATU dengan tingkat heterogenitas atau disparitas yang tinggi kami optimis akan semakin sukses. (03/01-2021)

Kami mohon dukungan dari seluruh umat Islam agar kami bisa maksimal berjuang di bidang dakwah yang penuh rahmat bagi seluruh alam untuk menjaga keutuhan NKRI.

FORSATU NUSANTARA berdiri di semua organisasi masyarakat Islam yang berprinsip Islam rahmat seluruh alam, Islam moderat.

Kami belajar dari organisasi yang sudah ada, karena kami yakin setiap organisasi memiliki kelebihan dan kekurangan, mari saling melengkapi demi ukhuwah Islamiah, wathoniyah dan basyariyah. (Sendi)

0

Suara Indonesia News – Kuningan. Keberadaan wilayah Desa susukan, Kecamatan Cipicung, kabupaten Kuningan, sangat berpotensi untuk Pengembangan sektor Wisata Sungai Maupun Wisata Religi.

Wilayah desa yang memanjang dan di apit oleh dua aliran sungai itu, kalo dikembangkan akan menjadi Kawasan Desa Wisata. Hal tersebut diungkapkan H. purnama, Anggota Komisi III DPRD. Kab. Kuningan,  ketika ditemui di kediamannya Sabtu 02 Januari 2021.

Karena, desa Susukan yang dilalui oleh alur sungai Cikande, bisa ditata sedemikian rupa,  dibuat spot spot untuk di gunakan sebagai media inspirasi, tempat selfi, ujarnya.

Bahkan pemandangan bebatuan disekelilingnya yang  alami, agar dijaga keasliannya dan jangan dirusak ataupun diganggu.

Seiring dengan itu, peran Masyarakat turut aktif dalam memunculkan ekonomi ekonomi  kreatif sebagai penunjang area wisata. ujarnya.

Namun, menurutnya, harus direncanakan dengan baik, di side planekan terlebih dahulu. Terutama  tata letak alur sungai cisadane,  mau dibuat seperti apa, paparnya.

Dan jangan selalu mentok soal anggaran,  anggaran bisa dikerja samakan kepada pihak ketiga, bisa putra daerah setempat, mapun pihak lain yang mampu mengelola spot spot  tersebut, desa bisa mendapat prosentase,

Dan diharapkan, dengan dikelola dan ditata dengan baik  kawasan tersebut,  wisatawan lokal akan banyak berkunjung. Dan secara otomatis ekonomi masyaraka akan maju, harapanya.

Kepala Desa  Susukan, Toto Cipta Rasa, Ditemui usai melakukan Musyawarah Desa Menyampaikan, kawasan tersebut sudah masuk di program kerja desa tahun anggaran 2021, bahkan pemerintah kabupaten kuningan khusunya dinas Disporapar sudah Maninjau langsung lokasi tersebut,  ujarnya.

Dan saat ini Pihaknya pemdes, tengah mempersiapkan baik secara persiapan persiapan penunjang, mapun secara SDM,  bahkan sebentar lagi akan di bentuk tim Pokdarwis Desa Susukan, ujar Kades Menyampaikan kepada media. (Sep/Rie)

0

Suara Indonesia News – Aceh Tenggara. Sejumlah tokoh masyarakat gayo lakukan bakti sosial di 86 desa dari 12 Kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara.

Kegiatan aksi bakti sosial peduli masyarakat gayo ini, tidak akan terlaksana tanpa adanya sumbangan yang ikhlas dari Hamba Allah, hal tersebut di ungkapkan Tgk Ridwan Tamara, kepada media ini sabtu (02/01-2021) di Desa Kerukunan, Kecamatan Bukit Tusam.

Lanjut Tgk Ridwan Tamara, pemberian santunan kepada penderita penyakit gizi buruk di salurkan pada tanggal 4 Desember 2020, kepada, Habib Nabawi dan Humairah warga Desa Bintang Bener Kecamatan Ketambe, bantuan yang disalurkan di antaranya,

Untuk Habib Nabawi berupa Uang senilai Rp10.000.000 Beras 1sak, susu kaleng 1 lusin, kajang ijo, gula pasir 10kg dan telor 1 papan.

Dan untuk Humairah, Uang senilai Rp5.050.000, beras 1sak, susu kaleng 1 lusin, kacang ijo, gula pasir 10kg dan telor 1 papan, itu tahap pertama.

Diawal tahun 2021 ini aksi bakti sosial peduli masyarat gayo, kita salurkan santunan untuk anak yatim/piatu sebaya 568 orang, berupa Uang dan sukuran secara sederhana. ungkap ia

Tgk Ridwan Tamara, juga menjelaskn, pada awalnya bakti sosial ini, berangkat dari hati tokoh masyarakat gayo untuk melakukan aksi bakti sosial, untuk menyantuni masyarakat gayo itu sendiri, yang pertama santunan untuk penderita penyakit gizi buruk di tahun 2020, di lanjutkan awal 2021 memberikan santunan untuk anak yatim/piatu guna untuk mengetahui keadaan masyarakat gayo.

Kegiatan ini murni tidak ada sedikit pun niat untuk aksi politik didalamnya, terkait yayasan peduli masyarakat gayo kita lakukan uji coba ternyata sangat antusias dikalangan masyarakat gayo atas dasar demikian para tokoh gayo mengusulkan untuk membentuk yayasan agar mudah masuknya donasi dari kalangan tokoh gayo dimanapun berada,

Kemudian tokoh gayo menyimpulkan, setelah aksi kedua ini layak kita buat yayasan yang bersifat NIRLABA artinya yang bergerak dibidang sosial, yang bertujuan untuk mensejahtrakan masyarakat gayo itu sendiri.

Kami garis bawahi ini tidak ada sedikitpun kaitannya dengan politik atau organisasi lainnya, tegas Koordinator aksi sosial peduli masyarakat gayo, Tgk Ridwan Tamara.(Yusuf)

0

Suara Indonesia News – Kota Tebing Tinggi. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Tebingtinggi sedang melakukan verifikasi dan kajian kajian kesiapan sekolah agar sesuai prosedur prokes covid 19,jika diputuskannya kebijakan pembelajaran tatap muka maka Verifikasi tersebut harus sesuai dengan standar protokolkesehatan yang ditentukan.

Jubir Pemko Tebingtinggi Dedi P. Siagian menyampaikan, kegiatan verivikasi sekolah saat ini SD dan SMP kita laksanakan guna membiasakan dan mempersiapkan dan jika diputuskannya pembelajaran tatap muka makan Pemko Tebingtinggi mempersiapkan hal tentang kebijakan Pemerintah kedepan.

Dan saat ini Pemprovsu sedang mengkaji hal ini untuk wilayah Sumatera Utara dan kita menunggu keputusan Gubsu dan harus siap menjalankannya”. Demikian disampaikan Kadis Kominfo Dedi P. Siagian, S.STP, M. Si selaku Juru Bicara Pemko Tebingtinggi kepada sejumlah wartawan di Posko Natama Jalan Imam Bonjol, Sabtu (2/1/2020) Kota Tebingtinggi.

Terrkait tata cara serta ketentuan yang harus dipedomani didalam melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah maka Verifikasi dilakukan dengan ketat dan Tim Verifikasi langsung melakukan kunjungan kesemua sekolah yang ada yakni SD dan SMP se Kota Tebingtinggi.

“Kita harus ready dengan mempersiapkan semuanya guna belajar tatap muka tidak beresiko,” Tegas Jubir Pemko Dedi P. Siagian.

Dijelaskannya didalam verifikasi tersebut kami melihat standarisasi untuk prokes/ protokol kesehatan yang ada di sekolah. Terutama adalah surat dukungan dari Komite Sekolah yang menjadi dasar utama kita untuk melakukan verifikasi dan memulainya pembelajaran. Hal ini juga harus didukung Surat Ijin dari Wali Murid untuk bisa memberikan ijin kepada anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Nanti akan diputuskan Pemerintah dalam hal ini Pusat maupun Pemprovsu dan Pemko Tebingtinggi sendiri, tentunya ada ketentuan yang berkembang yang harus kita lakukan untuk bisa anak anak kita menuntut ilmu kembali” Ungkap Kadis Kominfo kota Tebingtinggi. (Julian)

0

Suara Indonesia News -Gresik. Setelah Maklumat tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melarang kegiatan, penggunaan simbol dan atribut FPI.

Dari Maklumat Kapolri No. Mak./1/I/2021, tentang kepatuhan terhadap larangan kegiatan, penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan FPI. yang dikeluarkan di Jakarta, 1 Januari 2021 awal tahun.

Hal tersebut “Guna memberikan perlindungan dan menjamin keamanan serta keselamatan masyarakat pasca dikeluarkan keputusan bersama tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Antibut Serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam (FPI), yang tertulis dari Maklumat Kapolri

Dalam hal tersebut direspon cepat, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto S.H. S.IK. M.M. menyampaikan, bahwa masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat khususnya wilayah hukum Polres Gresik jika menemukan atau melihat adanya kegiatan, penggunaan simbol dan atribut FPI. (01/01-2021)

Masih AKBP Arief Fitrianto mengatakan, “Selain itu Polres Gresik juga mendukung penertiban Spanduk, Pamflet dan Antibut yang bersimbol FPI yang berada di sejumlah wilayah hukum Polres Gresik,” ucap orang No. 1 di Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto juga menghimbau, “Mengingatkan Masyarakat untuk tidak menyebarkan luaskan konten terkait kegiatan FPI baik di Website maupun di Media Sosial (Medsos),” pungkas.

Keputusan itu diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berdasarkan SKB terdiri dari enam Menteri/Kepala Lembaga yang diteken tertanggal 30 Desember 2020. tentang Pelarangan Kegiatan dan Penggunaan Antibut FPI. (Hari Riswanto)