0

Suara Indonesia News – Subulussalam. Muspika kecamatan Rundeng melakukan kunjungan dan pengecekan posko pencegahan penularan virus Corona (Covid-19) di desa Suak Jampak dan melakukan penyemprotan cairan desinfektan sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran virus Corona (Covid-19) di desa Suak Jampak, kecamatan Rundeng, kota subulussalam. Minggu, 05 April 2020.

Hadir dalam kunjungan dan pengecekan posko pencegahan penularan virus Corona (Covid-19), Camat Rundeng Irwan Faisal, SH, Kapolsek Rundeng Ipda Mulyadi, SH. MH., Batuud Koramil 02 Rundeng Pelda Server Sembiring, Kapuskesmas Rundeng dr Dewi Indrawati Pelis, Pers Polsek rundeng, Pers Koramil 02 Rundeng, Staf kantor camat Rundeng, Staf puskesmas Rundeng

Camat Rundeng Irwan Faisal,SH mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah menindak lanjuti program penyemprotan masal guna cegah penularan virus Corona Covid-19, kareba penyemprotan cairan desinfektan merupakan upaya untuk mematikan virus dan mencegah penularan nya di tempat umum atau keramaian di desa Suak jampak.

Lokasi penyemprotan cairan desinfektan antara lain, Jalan desa Suak Jampak kec Rundeng, lokasi pemukinan warga, Kantor desa Suak Jampak dan Posko desa Suak Jampak.

Dalam kesempatan ini, muspika kecamatan Rundeng memberikan arahan dan sosialisasi kepada warga agar dapat menjaga pola hidup sehat dan menjaga jarak bila duduk di warung ataupun di rumah serta tetap mencuci tangan sebelum masuk ke rumah.

Kegiatan penyemprotan cairan Desinfektan menggunakan mobil dinas pemadam kebakaran yang di perbantukan di kecamatan Rundeng dan tangki semprot solo. (Syahbudin Padang)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Merebak nya virus corona di Kabupaten Cirebon tidak membuat para pecinta tarung ayam surut untuk berjudi sambung ayam, contohnya seperti di Desa kasugengan lor kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon ini.

Edi batak biasa di panggil oleh para petarung adu ayam ini beralasan bahwa dirinya hanya kecil kecilan, hanya sekedar melampiaskan hobi dan tidak ada niat untuk menjadi lokasi pertarungan adu ayam besar besar an.

Namun beda pemikiran dengan Danramil Plumbon Kapten Arm Karsim yang sangat tegas melarang kegiatan tersebut,  sang bandar akhirnya di bawa ke makoramil Plumbon untuk di berikan pengarahan dan di berikan wawasan tentang bahaya nya virus corona. Dan tidak lupa Danramil Plumbon Kapten Arm Karsim memberikan peringatan keras kepada sang Bandar dan di wajib kan membuat surat pernyataan secara tertulis dan bermaterai agar tidak mengulangi nya kembali.

Dalam kesempatan tersebut Danramil Plumbon Kapten Arm Karsim, juga menyampaikan pesan kepada awak media yang meliput bahwa agar selalu mengutamakan kebersihan dan kesehatan baik secara pribadi dan lingkungan sekitar kita. Khusus nya untuk wartawan yang kesehariannya melakukan peliputan segala kegiatan atau kejadian yang ada di lingkungan masyarakat khususnya Kabupaten dan kota cirebon. Karena rentan untuk tertular sebagai jurnalis untuk tidak lupa menjaga kesehatan dan perlengkapan pelindung diri khususnya alat kelengkapan seperti masker dan sarung tangan, dan jangan lupa selalu mencuci tangan kita dan mandi yang bersih agar tidak mudah tertular virus corona. (Sendi)

0

Suara Indonesia News – Subulussalam. Pemerintah Desa penuntung, bersinergi dengan seluruh jajaran perangkat Kampong BPK serta Bidan Desa, melakukan antisipasi pencegahan penyebaran Wabah Covid 19 yang kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah, sampai ke pelosok perkampungan di wilayah Indonesia bahkan mancanegara.

Pemerintah Kampoeng Penuntungan, melakukan tanggap darurat untuk memberikan berbagai sosialisasi dan pencegahan  untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid 19 saat sekarang menjadi perbincangan di masyarakat Dunia.

Kepala Kampong Penuntungan Khoalid, bersinergi dengan jajaran perangkatnya bersama dengan BPK, Bidan Desa, Babinkantibmas dan Tokoh pemuda, mendirikan pos Siaga Kampung juga tim Siaga tanggap Darurat covid 19 demi Antisipasi penyebaran wabah Covid 19  .

Khalid menjelaskan kepada  awak media pada Minggu 5/4/2020, bahwa pemerintah Kampong Penuntungan telah membagikan 260 tong Air Bersih, dan sabun untuk cuci tangan kepada warga, katanya.

Lanjut Kholid, sementara ini kita membagikan 260 tong Air Bersih untuk siap digunakan warga untuk penampungan air bersih sebagai tempat cuci tangan agar selalu menjaga kebersihan Keluarga juga terhadap Tamu datang kerumah, guna mengantisipasia penyebaran Covid 19 ini.

Dalam pembagian ini, kita utamakan di tempat fasilitas umum seperti di Mushola, kantor Desa dan tempat Warung warung, karena  tempat faslitas umum perlu di utamakan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan masing masing, juga Keluarga Lansia ini bisa rentan terjangkit penyakit karena ketahanan tubuhnya agak menurun katanya. Untuk mengantisipasi penyebaran covid 19, kita tetap waspada dan harus jaga jarak jaga kebersihan lingkungan hidup dan jaga kesehatan.

Kepala Kampong, Penuntungan Khalid, mengharapkan kepada warga yang sudah dibagikan tong air bersih, mari kita terapkan selalu mencuci tangan sesuai dengan anjuran Dinas Kesehatan dan pemerintah. Germas. Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan selalu perbanyak Berdoa dan sholat Agar penyebaran Wabah Virus Corona terhindar dari masyarakat dan cepat berlalu, pungkasnya. (Syahbudin Padang)

0

Suara Indonesia News – Bengkalis. Meskipun belum diketahui identitasnya, berdasarkan data tersebut bahwa 1 orang lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di daerah ini dinyatakan sembuh atau sehat.

Demikian dijelaskan Kadis Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ersan Saputra TH melalui Sekretaris Imam Subchi, Sabtu malam, 4 April 2020.

Namun demikian diketahui, bahwa 1 PDP yang sehat tersebut sebelumnya dirawat di RSUD Bengkalis.

Artinya, dari 14 orang yang tergolong PDP Covid-19 di Kabupaten Bengkalis, 7 diantaranya sudah sehat alias negatif Covid-19.

Ke-7 PDP yang masih dirawat tersebut diantaranya 4 dirawat di RSUD Bengkalis, 2 di RSUD Mandau, dan 1 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Dibandingkan sehari sebelumnya yang berjumlah 3.323 orang, ODP  sampai dengan Sabtu kemarin, bertambah 72 orang menjadi 3.395 orang atau meningkat 2,17 persen.

Dari 12 fasilitas kesehatan di daerah ini (Rumah Sakit dan UPT Puskesmas), penambahan ODP di wilayah kerja UPT Puskesmas Duri, Kecamatan Mandau, tergolong tinggi.

Sampai Jumat malam, 3 April 2020, pukul 22.00 WIB, total orang yang terkategori ODP di wilayah UPT Puskesmas Duri hanya 92 orang.

Sedangkan data terakhir sebanyak 123 ODP. Artinya, bertambah 31 orang atau 33,70 persen.

Dengan kata lain, dari 72 ODP yang bertambah di Kabupaten Bengkalis dibanding sehari sebelumnya, 43,06 persen berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Duri. (Mus)

0

Suara Indonesia News – Subulussalam. Guna atisipasi dan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di masyarakat khususnya Desa Lae oram, Kades Desa Lae Oram mendirikan posko streilisasi pencegahan Covid-19.

Kepala Desa Lae oram, Kecamatan Simpang kiri, Kota Subulussalam Asradi mengatakan, pembentukan posko tersebut bertujuan untuk pencegahan penyebaran covid-19 kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh ibu Camat, Kapolsek Simpang Kiri, Koramil dan masyarakat Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

“Kita melakukan ini agar warga Desa Lae oram ini sebagai bentuk keseriusan kita dalam pencegahan Covid-19 ini. Kita juga bekerjasama dengan pihak TNI-Polri dan juga pihak Dinas Kesehatan Bidan desa, BPG Kampong kadus dan pemuda, beserta tokoh masyarakat, katanya minggu, (5/4/2020).

Asradi menjelaskan, posko tersebut juga bertujuan sebagai tempat penerimaan laporan masyarakat bila adanya ditemukan atau terindikasi covid-19.

“Kalau ada yang terindikasi agar segera dilaporkan ke posko yang telah kita persiapkan. Agar segera ditangani untuk mendapatkan pertolongan. Kalau ada yang kenal, tolong segera diberitahu, jangan didiamkan, demi kenyaman dan keselamatan kita bersama,” ungkapnya.

ASRADI juga mengatakan, selain mendirikan Posko, juga melakukan penyemprotan disingektan di sejumlah titik, baik dari jalan, fasilitas umum, rumah ibadah dan juga pemukiman warga.

“Kita juga melakukan penyemprotan disinfektan. Sembari menghimbau agar warga tidak keluar rumah kalau tidak ada yang sangat penting. Karena ini bukan hanya kepentingan peribadi, tetapi kepentingan kita bersama. Kita jadikan contoh beberapa daerah di negara yang sudah terlebih dahulu merasakan dampak dari covid-19 ini,” terangnya.

Menurutnya, pencegahan virus corona tersebut dapat dilakukan bila masyarakat mematuhi intruksi pemerintah terlebih dengan adanya maklumat Kapolri dalam penanganan cobid-19.

“Mari kita sama-sama menjaga, agar semua bisa berjalan aman dan lancar. Kalau kita tetap bertahan dan tidak menghiraukan intruksi pemerintah, maka selesailah kita semua mengatasinya. Karena virus ini sangat cepat penularannya. Jadi marilah bersatu melawan cobid-19 ini. Kalian tetaplah dirumah untuk kami dan kami diluar untuk kalian,” pungkasnya. (Syahbudin Padang)

0

Oleh : Ikbal Afzal, Ketua Umum UKK Riset dan Publikasi ilmiah UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Suara Indonesia News – Banda Aceh. Dimana Indonesia yang sulit hari ini, muncul beragam reaksi dari masyarakat yang salah satunya, mahasiswa. Mahasiswa sebagai tulang punggung intelektual bangsa, adalah pioner-pioner terdepan dalam menyelesaikan persoalan bangsa di kemudian hari, tentu saja dengan senjatanya “intelektualisme”. Tapi sayangnya, reaksi mahasiswa di tengah pandemi global ini sangat terbalik dari apa yang seharusnya di fikirkan oleh mahasiswa. Dapat kita lihat, beberapa waktu yang lalu ribuan orang yang mengatas namakan dirinya “mahasiswa tingkat akhir” menggagas sebuah penanda tanganan petisi online untuk Membebaskan Biaya Kuliah dan Tugas Akhir Semester (Skripsi).

Yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, landasan teori apa yang digunakan oleh mahasiswa-mahasiswa ini untuk menggagas ide tersebut? Lalu, apa tujuan mahasiswa itu membuat gagasan tersebut? Dan, dampak signifikan apa yang akan di hasilkan jika gagasan itu disetujui Kemendikbud?

Ternyata di beberapa literasi yang dapat kita temui, alasan orang-orang yang menganggap dirinya mahasiswa ini untuk membuat gagasan pembebasan uang kuliah dan penghapusan tugas akhir ini adalah sentimental terhadap penghapusan Ujian Nasional kepada kawan-kawan Sekolah Menengah Atas oleh Kemendikbud, atau paling jauh mereka menggunakan alasan “sulitnya mengerjakan skripsi ditengah pandemi ini”. Dan sampai sejauh ini tidak ada argumen yang kritis, rasional, tajam dan fundamental untuk mendukung gagasan mereka itu.

Baik, mari kita sedikit berdiskusi. Mengenai penghapusan biaya kuliah, mungkin kawan-kawan semua berdiri di barisan itu karena alasan reaksioner dari kebijakan beberapa kampus yang memberikan subsidi beberapa ratus ribu uang kuliah kepada mahasiswanya. Seharusnya, kita bukan terikut arus kebijakan tanpa adanya kritisisme terlebih dahulu terhadap kebijakan itu. Jika kita bandingkan sejenak, manakah yang lebih membutuhkan dukungan finansial antara mahasiswa yang kuliah online dengan jutaan manusia Indonesia yang berpotensi terserang pandemi Covid-19? Dalam perspektif saya, kuliah online yang hanya beberapa menit (kebijakan di ambil dengan mengurangi waktu belajar dari waktu SKS seharusnya) melalui media sosial itu, paling jauh hanya memakan beberapa megabite kuota saja. Bagaimana dengan kelakuan kita yang scrollingInstagram berjam-jam, bermain game sampai lupa kuliah, streaming youtube berjam-jam, dengerin lagu online, atau bahkan video call dengan pacar yang tiap hari ketemu berjam-jam di kamar? Bukankah itu lebih memakan banyak energi internet? Ayolah kawan, coba kritis sedikit!

Coba bandingkan situasi negara sekarang, kalian seharusnya memikirkan rakyat yang berpotensi terserang Covid ini, atau bahkan kita atau keluarga kita yang berpotensi terkena? Bukankah sebaiknya kita ramai-ramai mendorong kampus untuk memberikan dukungan finansial untuk penanganan wabah ini, dengan asumsi dana pemotongan uang kuliah dari mahasiswa di alokasikan untuk mendukung penanganan Covid-19. Hal ini akan memberikan signifikasi yang baik untuk percepatan penanganan wabah ini, terlebih lagi beberapa waktu yang lalu Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran (ISMKI) sudah menyatakan sikap untuk turut serta membantu penanganan wabah ini (vide pernyataan Juru Bicara Presiden RI). Alangkah luar biasanya jika kawan-kawan mahasiswa kedokteran serta sosial turut serta terjun kelapagan untuk membantu penanganan wabah ini.

Persoalan penghapusan tugas akhir mahasiswa atau skripsi. Jika kalian menggunakan alasan sentimental penghapusan Ujian Nasional itu, nampaknya kawan-kawan tidak memahami konteks disparitas signifikasi ilmiah antara Ujian Nasional dengan tugas akhir atau skripsi. Ujian nasional jika tidak dilaksanakan, itu dikarenakan untuk menjaga kesehatan kawan-kawan kita di SMA supaya tidak tertular wabah ini adalah keputusan yang tepat dari Pemerintah. Lagi pula, signifikasi ilmiah yang dihasilkan dari Ujian Nasional ini juga tidak begitu berarti bagi keilmuan, paling jauh Ujian Nasional adalah bahan evaluasi nasional terhadap proses pembelajaran di sekolah. Maka dari itu, Kemendikbud dari jauh-jauh hari juga sudah menggagas wacana penghapusan Ujian Nasional pada 2021 (tidak ada wacana penghapusan skripsi di 2021 ya!).

Lagi pula, kita jangan memandang skripsi itu hanya sebagai syarat kelulusan semata. Di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selalu kalian dengungkan dalam setiap orasi itu ada esensi penelitian dan pengembangan bukan? Apa kalian sudah tidak sanggup menjadi mahasiswa hanya karena ga mampu mengerjakan penelitian? Lagian, penelitian itu energi perkembangan kehidupan dan peradapan, melalui riset kita itulah muncul ratusan ribu (estimasi mahasiswa tingkat akhir) gagasan sebagai dasar munculnya teknologi baru yang berguna buat kehidupan masyarakat di kemudian hari.

Ini ada sedikit data buat kawan-kawan, berdasarkan data SCImago, dari tahun 1996 sampai tahun 2016 saja, publikasi terindeks global kita hanya 54.146 publikasi. Coba bandingkan dengan Singapura, Thailand dan Malaysia, kita jauh tertinggal. Di tahun 2016, kita kita urutan 45 dunia untuk dokumen publikasi internasional, di Asia kita urutan 11. Di ASEAN kita hanya memiliki 4.604 kutipan, dibandingkan Singapura yang mencapai 32.504 kutipan (citation). Lebih parah lagi, jika kita melihat jumlah rasio peneliti dan penduduk. Di Singapura, terdapat 7 ribu peneliti setiap 1 juta penduduk. Di Malaysia, terdapat 2.590 peneliti dalam 1 juta penduduk. Sedangkan Indonesia hanya 1.071 peneliti dalam 1 juta penduduk. Hal ini menunjukan bahwa dunia riset kita harus banyak di benahi. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan gagasan mahasiswa untuk menghapuskan riset akhir mahasiswa. Terang saja, ini akan mendegradasi dunia penelitian Indonesia.

Sebenernya, apa yang membuat kalian tidak mau mengerjakan skripsi? Apakah kalian masih mau bermain-main? Atau kalian malas membaca? Atau karna kepala bagian/departemen jurusan kalian yang mempersulit? Atau bahkan dosen pembimbing kalian yang tak memberikan bimbingan yang esensial?

Teruntuk seluruh stakeholder pendidikan diseluruh negeri, sudah sepantasnya kita mengambil kebijakan cepat dan terukur di dalam situasi yang genting ini.

Mahasiswa, dorong kampus untuk mengalokasikan dana kuliah kepada percepatan penanganan wabah korona, dukung ISMKI yg untuk turun kelapangan membantu penanganan wabah di Indonesia, kerjakan skripsi kalian!

Kepada Yth. Dekan (Terkhusus se lingkungan UIN Ar-Raniry), mohon untuk menginstruksikan kemudahan penelitian kepada dosen pembimbing, kepala bagian/departemen, dan/atau pihak terkait. Karena sesungguhnya kawan-kawan saya di tingkat akhir (sebahagian) bukan tidak ingin melakukan penelitian. Tapi karena sulitnya melakukan komunikasi kepada dosen pembimbing atau kepada bagian yang eksklusif.

Kepada Yth. Rektor di seluruh kampus, mohon untuk mengambil kebijakan realokasi dana pendidikan kepada percepatan penanganan wabah di seluruh penjuru negeri. Kampus harus menjadi garda terdepan, kita punya ratusan bahkan ribuan mahasiswa kedokteran, pak. Dorong mereka untuk terjun kelapangan membantu penangana wabah ini, berikan APD yang sebaik-baiknya. Dokter-dokter tua, Profesor sudah banyak yang meninggal, saatnya anak muda yang turun (meskipun dengan segala keterbatasan).

Kepada Yth. Mendikbud, mohon untuk tidak mendengarkan kicauan penghapusan tugas akhir, bahkan seharusnya kita melakukan penelitian yang komprehensif terhadap virus ini supaya kita dapat menemukan jalan keluar penanganan virus ini. Apakah itu riset pembuatan antivirus, obat-obatan atau bahkan kebijakan lainya yang mendorong percepatan penanganan wabah ini. Karena kondisi ini adalah tanggungjawab kita semua! Semoga wabah ini segera berakhir, dan Indonesia kembali membaik. (Sulthan)

0

Suara Indonesia News – Aceh Utara. Data masyarakat terinfeksi virus covid- 19 semakin hari kian bertambah di Indonesia, baik ODP, PDP, bahkan Positif. Hari ini saja dikutip dari situs resmi pemerintah COVID19.GO.ID angkanya cukup menakutkan menembus angka 1 ribu jiwa, dan angka kematian lebih signifikan dari angka sembuh.

Demikian juga dengan perkembangan covid 19 di Aceh, sampai berita ini ditulis terdapat 1.111 orang dalam pantauan (ODP), 49 Pasien dalam pengawasan (PDP), 5 orang positif corona, dan 2 orang meninggal,

Melihat perkembangan penyebaran virus covid 19 di aceh yang cukup meresahkan hati, dibutuhkan penanganan dan langkah konkrit dari pihak pemerintahan baik pusat, kabupaten, kecamatan bahkan dari ini yang paling kecil yaitu aparatur desa.

Salah satu Tokoh pemuda kecamatan Kutamakmur Ichlasul Amar, saat dimintai pendapat soal Covid-19 mengatakan,  ”tidak memadai jika hanya posko Gampong Siaga Covid-19 saja yang disiapkan di gampong-gampong, bagaimana dengan Sembako yang sangat dibutuhkan masyarakat” Kata pria yang akrab di sapa Amar Buloh. (05/04-20)

Amar juga mengatakan bentuk keseriusan pemerintah juga tidak cukup dengan mendirikan Posko di Gampong-Gampong dan bagi-bagi selebaran yang isi nya hanya himbauan yang bahkan dibaca saja tidak, menurutnya perlu tindakan yang lebih efektif dan terarah. Kita perlu tindakan yang nyata.

“Pemerintah jangan cuma mengintruksikan kepada setiap kepala desa hanya menyediakan posko dan sosialisasi saja kepada masyarakat, karena melihat situasi sekarang ruang gerak masyarakat  untuk mencari nafkah sangat terbatas bahkan ada yang tidak bekerja di karna kan tempat kerja mereka harus ditutup akibat larangan untuk menghindari kerumunan yang rentan akan terkena virus covid 19 dan banyak dari masyarakat hanya berdiam dirumah tanpa bekerja,” lanjut Amar.

“Oleh karena itu pemerintah harus mengambil langkah untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok kepada masyarakat agar nanti jangan timbul kasus baru yaitu virus kelaparan,” tutup Amar. (Man)

0

Suara Indonesia News – Riau. Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona meluas di Provinsi Riau, Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Riau ( DPP IKA UIR), menurunkan relawan basmi covid 19 di Kec. Bukit Raya yang dimulai dari Kompleks Dokagu, Karya 1, Air Dingin dan Kampus UIR  (Sabtu, 04/04/2020).

Gerakan aksi peduli basmi covid 19 yang kita lakukan ini berupa penyemprotan desinfektan di rumah warga dan rumah ibadah. Relawan yang diturunkan berasal dari pengurus dan didampingi oleh RW 5 Perumahan Dokagu Dr. Ali Azmi. Giat ini dilaksanakan bersama polri yang dihadiri Bhabinkantibmas Polsek Bukit Raya Bripka Priyanto. Demikian disampaikan oleh ketua umum DPP IKA UIR M. Sahril Topan,ST.

Gerakan basmi covid 19 yang kita lakukan ini adalah Langkah konkrit dalam memutus mata rantai penyebaran. Karena melihat penyebaran virus corona semakin meluas, hal ini diperkuat dengan bertambahnya pasien positif di provinsi Riau dari 7 menjadi 10 hanya berselang satu hari. Ini sudah sangat mengkhawatirkan apalagi pemprov Riau sudah menaikkan status wilayah dari siaga menjadi tanggap darurat. “Mata rantai penyebaran virus corona ini harus segera kita putus sehingga masyarakat tidak banyak jadi korban”. Ujarnya.

“Aksi peduli ini tidak akan dilaksanakan sekali ini saja,saya sudah sampaikan kepada relawan agar dilakukan secara berkelanjutan karena kepentingan masyarakat banyak harus kita prioritaskan dan kita berharap agar wabah ini cepat berakhir” Harap Topan.

Ditempat yang sama Sekretaris Jendral DPP IKA UIR Dr. Koko Iskandar menyampaikan terima kasih kepada pengurus karena sudah bersedia menjadi relawan aksi peduli basmi covid 19 dan juga terima kasih kepada bhabinkantibmas Polsek Bukit Raya yang sudah bersedia bersama sama turun dengan IKA UIR.

“ Kita berharap agar giat ini tidak dilaksanakan oleh IKA UIR saja tetapi juga oleh komunitas lain baik kampus maupun masyarakat. Edukasi terhadap masyarakat harus terus dilaksanakan sehingga dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan khususnya menangani covid 19”, tukas Koko.

Dr. Ali Azmi selaku RW 5 Kelurahan Air Dingin menyampaikan terima kasih ke DPP IKA UIR yang telah melakukan aksi peduli basmi covid 19 di kompleks kami. Kegiatan ini sangat bermamfaat untuk masyarakat dan kami berharap IKA UIR tetap menjadi lembaga intelektual yang peduli dengan persoalan umat. atas nama warga RW 05 kami sampaikan bahwa kami puas dan bangga dengan IKA UIR. (AR)