0

Suara Indonesia News – Lhokseumawe, Organisasi Mahasiswa Lhokseumawe-Aceh Utara lakukan aksi demonstrasi didepan kantor Bupati Aceh Utara, Jum’at kemarin (26/07/2019).

Mereka yang menyebut dirinya dari Aliansi Ormawa mengutuk keras atas penangkapan Geuchik Meunasah Rayeuk Kec.Nisam (Tgk Munirwan-Red), yang terduga mengembangkan benih padi IF8, dan menjual nya melalui Bumdes Meunasah Rayeuk. Dan saat ini sang Guechik juga sedang ditahan di Mapolda Aceh.

Kordinator lapangan utama menyebutkan, penahanan dan penangkapan Geuchik Tgk Munirwan adalah bentuk kriminalisasi. “Penangkapan dan kriminalisasi pejuang-pejuang atau pemerhati komoditas pertanian saat ini gencar dilakukan di seluruh Indonesia, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang seharusnya melindungi petani, namun kenyataan berbanding terbalik terhadap Keucik Meunasah Rayeuk, Tgk Munirwan,” Pekik Royhan, Presma Unimal.

Senada dengan itu, korlap pendamping juga menegaskan bahwa saat mereka menyambangi kantor Bupati, Bupati da wakil serta sekda juga tidak ada ditempat.

“Kenapa kami hari ini melakukan aksi penyegelan, ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa, karena ketika kami mendatangi kantor bupati, wakil dan dekda tidak ada, dan mereka beralibi mengatakan bahwasanya mereka ada tugas di luar kota,” tegas Muhammad Fadli

Akibatnya mereka menyegel kantor bupati itu, dengan kain putih yang bertuliskan ‘kantor ini telah disegel’.

Tak hanya itu, Mahasiswa juga menyebut bahwa Distan Aceh jangan pakai Politik mafia

“ada semacam politik mafia yang dimaikan oleh kadis, karna program mereka terhadap benih gagal, makanya rakyat lebih memilih pakai IF8” ungkap Manzahari, Salah satu Orator Aksi saat dihubungi wartawan.

Ia juga mengatakan bahwa seorang kadis itu menjadi tidak layak , karna tugas kadis untuk membina jika ada petani yang salah dalam berinovasi bukan malah melaporkannya, itu tugas dinas “Tandasnya.

Aksi itu berlangsung sejak pukul 09.00 WIB-selesai didalam pengawalan polisi resort Lhokseumawe. (AR)

0

Suara Indonesia News – Labuha, PT.Harita Group perusahan yang bergerak disektor sumber daya alam, salah satunya tempat yang menjadi objek eksploitasi PT. Harita Group adalah di desa kawasi kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan, seluas 50 Hektar Lahan tersebut digusur paksa dan sampai saat ini sebagian belum di ganti rugi oleh PT. Harita Group pada 22 November 2018 tanpa ada kesepakatan terlebih dahulu dengan para pemilik lahan.

Sehingga Pemilik lahan menuding pihak perusahaan PT.Harita Group dan pemerintah Daerah kabupaten Halmahera Selatan dan pemerintah provinsi Maluku Utara di duga kuat melakukan penyerobotan lahan masyarakat desa kawasi dengan dasar pihak PT. Harita Group telah  melanggar Perpu 51/1960, Jo, pasal 385 KUHpidana, Jo, UU No. 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah.

Selain itu PT. Harita Group juga diduga telah melakukan korupsi penyalagunaan terbit CnC ( Clear and Clear). Serta Dugaan adanya indikasi Kerugian Negara akibat ekspor nikel ke China periode 2009 – 2012. Hasil kajian dan diskusi kami selaku Mahasiswa yang tergabung dalam AMPERA, Untuk itu, kami dari  ALIANSI MAHASISWA PEDULI PENDERITAAN RAKYAT (AMPERA) melakukan Aksi Damai  Jum’at, 26 Juli 2019 bertempat di Kejaksaan Agung dan Istana Negara.

Hal ini di sampaikan oleh kordinator aksi Rudi Dalam orasinya mendesak kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera menangkap dan proses pemilik PT. Harita Group (Liem Haryanto Wijaya/Lim Tua),  dalam perkara korupsi 630 miliar dan indikasi kerugian negara dari kewajiban pajak ekspor nikel illegal di duga mencapai triliunan rupiah Serta perampasan tanah rakyat desa kawasi.

Pihaknya Meminta pemerintah pusat hadir dalam negosiasi ganti rugi lahan, sehingga perusahan PT.HARITA GROUP segera melakukan pembayaran tanah (lahan) masyarakat   yang di rampas dengan harga yang pantas dan manusiawi, bukan pembayaran lahan yang tidak pantas dan tidak manusiawi. tegasnya.

di tambahkannya  PT. Harita Group di Desak STOP INVASI ” Tenaga Kerja Asing Ke Maluku Utara” dan lebih fokus untuk Berdayakan tenaga kerja Pribumi karena masih banyak pribumi yang melamar pekerjaan di perusahaan tersebut sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan tersebut. cetusnya. (Bur)

0

Suara Indonesia News – Lhokseumawe, Puluhan mahasiswa Unimal melakukan aksi di kantor Bupati Aceh Utara, aksi dimulai dari berjalan kaki dari Islamic Center Lhokseumawe menuju kantor Bupati Aceh Utara, jumat (26/07/19)

Aksi yang dilakukan Mahasiswa berupa dengan adanya penahanan Tgk.Munirwan terkait dugaan tindak pidana memproduksi dan mengedarkan (memperdagangkan) secara komersial benih padi jenis IF8 yang belum dilepas varietesnya dan belum disertifikasi (berlebel).kasus itu di adukan oleh dinas pertanian dan perkebunan Aceh.sebab selama ini Tgk. Munirwan sudah berhasil mengembangkan padi jenis IF8 , dikabarkan sebelumnya bahwa bibit tersebut merupakan bantuan dari Guburnur Aceh Non aktif, Irwandi Yusuf, yang di berikan ke daerahnya, dan hasil panennya melimpah tiap tahun, bahkan dengan inovasinya desa meunasah rayek terpilih menjadi juara 2 Nasional inovasi desa yang penghargaannya diserahkan langsung oleh menteri Desa, pembangunan Desa tertinggal, dan transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo.

Dengan hasil panen yang berlimpah, maka desa meunasah rayek membentuk BUMG jual beli bibit tersebut dan diperjual belikan hingga ke 4 kecamatan.dan menghasilkan PAD Rp 1,5 M , dan kemudian dinas pertanian dan perkebunan melaporkan Tgk Munirwan ke Polda Aceh.

Menurut Mahasiswa, saat ini petani sedang di hadapkan pada sistem pertanian yang sangat liberal yang tidak lagi melindungi petani kecil, lemahnya regulasi yang berpihak terhadap kemajuan petani telah terjadi secara kompleks, kadis pertanian dan perkebunan Aceh yang seharusnya melindungi petani malah sebaliknya melaporkan Tgk. Munirwan ke Polda Aceh, No.520/937/IX dengan tudingan mendistribusikan benih Padi IF8 tanpa sertifikasi,

Oleh karna itu mahasiswa membawa beberapa tuntutan yang ingin di sampaikan kepada Pemkab Aceh utara, karna di anggap Bupati Aceh Utara bertanggung jawab atas penahan gechik Munirwan, adapun petisi yang di sampaikan sebagai berikut :

1.Stop kriminalisasi pejuang kemajuan pertanian.

2.Meminta Polda Aceh memberikan penagguhan penahanan terhadap gechik Munirwan.

3.Mendesak kadis Pertanian dan perkebunan Aceh untuk mencabut Laporan terhadap Gechik.

4.Mendesak pemerintah Aceh untuk mencopot kadis pertanian dan perkebunan Aceh.

5.Mendesak Kapolda Aceh untuk memeriksa kadis pertanian dan perkebunan Aceh terkait Adanya pengadaan benih senilai 23 M.

6.Pemerintah Aceh harus membuat regulasi mekanisme pasar pertanian yang melindungi segenap rakyat Aceh.

7.Pemkab Aceh Utara harus bertanggung jawab terhadap tata kelola pertanian Aceh Utara

Selain beberapa petisi yang di sampaikan Mahasiswa,juga terjadi aksi dorong-dorongan antara mahasiwa dan pihak kepolisian yang terjadi karna mahasiswa memaksa untuk masuk ke kantor bupati karana kesal dengan tidak adanya Bupati di kantor saat mahasiswa menyampaikan aspirasinya.

Setelah beberapa saat berada di dalam gedung waktu salat jumat pun, tiba mahasiswa memilih keluar untuk solat dan kabarnya mereka akan melakukan aksi sesoan 2 karna kecewa terhadap bupati yang tidak ada di tempat.

Reporter : Manzahari

0

Suara Indonesia News – Manokwari, Kepala Unit Penyelengaraan Bandar Udara (UPBU) Rendani Manokwari Juli Mujiono mengatakan, untuk pelaksanaan pengembangan pembangunan Bandar Udara Rendani akan dilanjutkan secara bertahap sesuai dengan perencanaan.

Ketika ditemui awak media di ruang kerjanya kantor UPBU Rendani kamis, 25/07/2019, Juli  menyampaikan terkait kelanjutan pembangunannya akan dilaksanakan melalui tahapan yang telah terencanakan dan tentunya tak lepas daripada kordinasi yang baik pihak kami UPBU dengan Pemerintah Daerah.

Pembangunan yang tentunya sesuai dengan kelengkapan administrasi juga (AMDAL), kami dari pihak Bandara telah rapat bersama dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Perhubungan Propinsi guna Singkronisasi terkait pembangunan yang akan dilaksanakan nanti.

Oleh karena itu kami berharap semoga tak ada kendala, semuanya sudah beres kelengkapan administrasinya sesuai persyaratan hingga dalam waktu dekat kita dapat melanjutkan pekerjaan yg telah ditetapkan dalam perencanaan.

Memang masih perlu ada penambahan beberapa item yakni kelengkapan fasilitas Bandara dan juga Runway yang nantinya ada perpanjangan landasan.

Sebelum masuk pada tahapan berikutnya perpanjangan landasan, tentunya kita harus menyelesaikan bagian bagian yang lain terlebih dahulu menyangkut fasilitas Bandara yakni fasilitas bandara dan mudah mudahan semuanya berjalan lancar sesuai yang direncanakan.

Atas kerjasama serta kordinasi pihak Bandara, Pemerintah Daerah dalam hal ini instansi terkait Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat dan juga masyarakat setempat kami ucapkan terima kasih” tutupnya.(Sam’Mad)

0

Suara Indonesia News – Labuha,  Sebuah mobil dum truck merek mitsubisi Fuso warnah kuning, dengan nomor polisi DB. 8496 LB Sekitar pukul 17.50 Wit yang mengangkut Bahan material pembangunan puskesmas Jiko kecamatan Mandioli selatan kabupaten Halmahera Selatan, mengalami kecelakaan lalulintas dengan menabrak seorang anak yang baru berusia sekitar 7 tahun.

Aksi tabrakan ini terjadi pada hari Rabu, Tanggal 24 Juli 2019 Sekitar Pukul 17.50 Wit bertempat di jalan umum semen (beton) Desa Bahu Kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan tepatnya di depan rumah  Ahmad sawal telah terjadi Kecelakaan Lalulintas, antara 1(Satu) Unit Mobil Dump Truck Merk Mitsubishi Fuso Warna Kuning No.Pol DB 8496 LB dengan pejalan kaki.

Pada saat itu, mobil dump truck tersebut mengarah dari Desa Bahu menuju Desa Jiko dengan kecepatan lambat kurang lebih 10 s/d 15 Km/Jam dan pada saat sesampainya didepan  Rumahnya Ahmad Sawal, korban atas nama Cantika Bulaja yang saat itu sedang bermain bola bersama teman -temannya di depan rumahnya Ahmad Sawal, kemudian  pada saat bolanya terlempar keluar ke jalan sehingga korban Cantika Bulaja mengejar bola tersebut ke jalan dan pada saat itu datanglah Mobil Dump Truck tersebut dan langsung menabrak  korban Cantika Bulaja kemudian korban tergilas dengan ban depan dan belakang sebelah kanan dari Mobil Dump Truck tersebut.

Selanjutnya Korban Cantika Bulaja dilarikan ke Puskesmas Desa Jiko  dengan mengunakan Mobil Dump Truck tersebut untuk mendapatkan perawatan medis, kemudian dirujuk ke RSUD Labuha namun pada saat dalam perjalanan ke Labuha korban Cantika Bulaja telah dinyatakan meninggal Dunia. Peristiwa lakalantas ini, di benarkan oleh Kasat Lantas Halsel IPTU Zaeni Aji Bachtiar kepada wartawan ini Kamis (25/07/2019) melalui saluran teleponnya. (Bur)

0

Suara Indonesia News – Aceh Utara, Hari ini Pusat Penyuluhan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut melaksanakan video conference tentang sosialisasi Bantuan Pemerintah Ditjen pengelolaan Ruang Laut Tahun 2019 di KKP, dimana Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  Aceh Utara, Ir. Jafar Ibrahim mendampingi langsung  kegiatan tersebut diruang dinas kelautan dan perikanan.

Tujuan Vicon tersebut adalah untuk melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan yang sudah maupun yang sedang dilaksanakan dari bantuan pemerintah KKP. Kamis (25/07/2019)

Untuk diketahui, DKP Aceh Utara kegiatan PUGaR  pada lahan terintegrasi yang di laksanakan di kecamatan seunuddon dengan luas 30 Ha. Sedangkan tahun 2018 di laksanakan lahan terintegrasi di kecamatan lapang seluas 15 ha. Untuk perencanaan tahun depan yang di usulkan lebih kurang 100 Ha lebih. Ungkap Jafar.

Lanjut jafar, DKP Aceh Utara sedang mengembangkan lahan potensi, seperti lahan garam serta mengusulkan program konservasi penyu dan pengembangan wisata bahari di wilayah pesisir Aceh Utara. Semoga tahun depan program tersebut dapat terealisasi seperti yang di harapkan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pusat Penyuluhan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Direktorat Jenderal Pengeluaran Ruang Laut sehingga acara ini berjalan dengan sukses. Jafar juga mengucapkan terima kasih dan sukses kepada seluruh Penyuluh PNS dan PPB yang ikut sebagai peserta vicon, penyuluh merupakan ujung tombak bagi Masyarakat untuk mensukseskan program KKP.

Reporter : Azhari

0
Ketua FIMA Muhammad Khalis

Suara Indonesia News – Aceh Utara, Muhammad Khalis ketua forum interaksi mahasiswa (fima), kecewa atas sikap dan tindakan yang dilakukan dinas perkebunan dan pertanian Aceh. (25/07/2019)

Seperti yang kita lihat kemarIn di media cetak maupun media oneline, keuchik meunasah rayeuk kecamatan nisam  kabupaten aceh utara,tgk Munirwan sudah di tetapkan sebagai tersangka.

Saya rasa dinas perkebunan dan pertanian Aceh sudah salah minum obat, seharusnya tgk munirwan  di bina dan diberi fasilatas untuk mengurus semua kelengkapan sehingga bibit padi yg di hasilkan oleh BUMG kampung tgk munirwan bisa di lebelkan dan di pasarkan sebagai bibit yang berstandarisasi dan bahkan bisa kita promosikan keluar Daerah Aceh, siapa tau mareka minat dengan bibit tersebut dan bisa membawa harum lagi nama Aceh bukan seperti ini dikit dikit lapor.

Sebab selama ini bisa kita lihat bahwa tgk Munirwan, sudah membawa nama harum Aceh ini kelevel level nasioanal. Dia sudah berhasil mengembangkan jenis padi if8, bibit bantuan Gubernur Aceh di daerah dengan hasil melimpah setiap kali panen, dengan inovasinya Desa Meunasah Rayeuk terpilih menjadi juara II Nasional Inovasi Desa yang penghargaannya diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo.

Karena keberhasilan itu, permintaan masyarakat terhadap bibit tersebut menjadi banyak.

Sehingga Desa Meunasah Rayeuk membentuk BUMG jual beli bibit tersebut hingga ke empat kecamatan.

Karena pengelolaan ini desa setempat berhasil menghasilkan PAD Rp 1,5 miliar.

Namun tiba-tiba Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melaporkan Keuchik Desa Meunasah Rayeuk, Tgk Munirwan dengan delik aduan telah mengomersilkan benih padi jenis IF8 yang belum berlabel.

“Ini aneh, harusnya pemerintah membina bukan melaporkan. Ini menyakitkan kenapa pemerintah yang melaporkan padahal masyarakat tidak merasa dirugikan selama ini.

Saya selaku mahasiswa melihat problem ini kesal terhadap dinas pertanian  di karnakan persolan yg benar benar serius masalah tani mareka tutup mata misalnya masalah durian kenapa durian sekarang banyak tidak ada rasa dan bahkan tidak ada buah lagi di daerah perdalaman seperti buloh blang ara,paya bakong,dan nisam antara,  seharusnya ini problem yg harus di selesaikan ini yang merugikan masyarakat Bukan itu, tutur khalis. (Manzahari)

0

Suara Indonesia News – Bintan, Komandan Satuan Patroli Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Dansatrol Lantamal) IV Kolonel Laut (P) Horas Wijaya Sinaga, S.E., memimpin langsung upacara serah terima jabatan 3 Komandan Kapal Perang RI (Dan KRI) dan 3 Komandan Kapal Angkatan Laut (Dan Kal) bertempat di Dermaga Fasharkan Mentigi Tanjung Uban Bintan Utara Kepri, Kamis (25/07/19)

Jabatan Komandan KRI berturut turut mulai dari jabatan Komandan KRI KRAIT 827 Mayor Laut (P) Sandra Yuniwinarno yang menerima jabatan tersebut dari Dansatrol Lantamal IV, kemudian Komandan KRI SILEA 858 dari Mayor Laut (P) Romi Sitorus, S.E., kepada Mayor Laut (P) Marllian Sibarani, S.H., selanjutnya Komandan KRI SIGUROT 864 dari Mayor Laut (P) Adi Wahono, S.H., kepada Mayor Laut (P) Dienul Akbar, S.E.

Jabatan Komandan KAL berturut turut mulai dari Komandan KAL WELANG I-4-60 sebelumnya Lettu Laut (P) Arya Meiko W sekarang dijabat oleh Lettu (P) Ray Setha Manggala. Kemudian Komandan KAL MAPOR I-4-64 dari Kapten Laut (P) Bayu Indra Wirawan kepada Kapten Laut (P) Anshsari Ahmad Harahap dan yang terakhir Komandan KAL MARAPAS I-4-65 dari Kapten Laut (P) Jose Rizal kepada Kapten Laut (P) Irawan.

Dalam sambutannya Dansatrol Lantamal IV Kolonel Laut (P) Horas Wijaya Sinaga S.E mengatakan,” Serah terima jabatan ini selain dalam rangka memenuhi tuntutan dinamika organisasi juga merupakan salah satu kebijakan pemimpin TNI AL untuk memberikan giliran penugasan kepada para personel terpilih yang mencerminkan suatu pola pembinaan personel secara konsisten, terutama bagi pengembangan karier yang mengarah pada regenerasi. Upaya pembinaan ini dilaksanakan secara terencana, bertingkat, berlanjut dan sinergis serta dipersiapkan secara cermat baik personel, materiil, metode, sarana dan prasarananya. Dengan harapan hasil yang diperoleh akan membuahkan kekuatan Alutsista yang mantap serta diawaki oleh prajurit matra laut yang handal dan profesional.

Dia juga menambahkan,” Bahwa kedepan tugas dan tanggung jawab Komandan KRI dan Komandan KAL semakin berat dan bervariasi, tuntutan untuk menjaga kedaulatan laut Nusantara dari pihak-pihak luar maupun dalam negeri harus disikapi secara serius dan profesional. Tentunya sikap profesionalitas, rela berkorban secara ikhlas, bekerja keras dan tuntas menjadi pilar dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Nusantara. Dansatrol Lantamal IV berpesan pertama tingkatkan profesionalisme dengan cara belajar dan berlatih dengan sungguh – sungguh sehingga nantinya keterbatasan teknis kapal dapat ditutup dengan keterampilan yang saudara miliki kemudian yang kedua tingkatkan kepedulian dan kepekaan terhadap perkembangan lingkungan strategis. manfaatkan kendala menjadi peluang untuk keberhasilan pelaksanaan tugas kita bersama lalu yang ketiga pelihara jiwa korsa secara positif dalam upaya meningkatkan hasil pembinaan agar per-satuan dan kesatuan diantara kita dapat tetap terpelihara da yang terakhir ciptakan lingkungan kerja yang kondusif, aspiratif dan komunikatif agar seluruh anggota termotivasi untuk memberikan pengabdian terbaiknya bagi organisasi.

Kepada pejabat lama Dansatrol mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya setinggi-tingginya atas segala dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan kepada KRI dan KAL di jajaran Satrol Lantamal IV, serta ucapan terima kasih kepada para istri pejabat lama baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah membantu tugas-tugas suami, dalam pengabdian yang diberikan kepada KRI dan KAL di jajaran Satrol Lantamal IV.

Kepada pejabat baru Danstrol Lantamal IV juga mengucapkan selamat datang di jajaran Satrol Lantamal IV dan selamat atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan TNI Angkatan Laut untuk menjabat sebagai Komandan KRI dan Komandan KAL.

”Saya yakin, bahwa dengan berbekal pengalaman penugasan sebelumnya, saudara-saudara mampu mengemban tugas dengan sebaik-baiknya’ Ucapnya.

Hadir dalam pelaksanaan Serah terima jabatan di Pelabuhan Fasharkan Mentigi Kecamatan Bintan Utara. Komandan KRI. (Obet)