Siaga Kemarau 2026, Tim Gabungan di Kota Tegal Dikerahkan Antisipasi Kebakaran

Siaga Kemarau 2026, Tim Gabungan di Kota Tegal Dikerahkan Antisipasi Kebakaran

0
SHARE
Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya bersama Sekda Kota Tegal drg. Agus Dwi Sulistyantono cek kesiapan alat pemadam kebakaran saat apel berlangsung.

TEGAL, SUARA INDONESIA NEWS | Sebanyak delapan kejadian kebakaran lahan dan semak belukar tercatat di Kota Tegal sepanjang Januari hingga Juli 2026, dengan luas terdampak sekitar 7.300 meter persegi. Angka tersebut menjadi perhatian Polres Tegal Kota dalam menghadapi musim kemarau.

Polres Tegal Kota bersama unsur TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, instansi terkait, tenaga kesehatan dan relawan menggelar apel kesiapan pencegahan dan antisipasi kebakaran di halaman Mapolres Tegal Kota, Selasa (11/8/2026).

Apel dipimpin Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya. Usai apel, dilakukan pengecekan kendaraan dan berbagai peralatan penanganan kebakaran untuk memastikan sarana dalam kondisi siap digunakan.

Dalam arahannya, AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakan kesiapsiagaan diperlukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau, terutama di lahan kosong dan kawasan yang dipenuhi semak belukar.

“Apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama seluruh komponen dalam menghadapi potensi kebakaran seiring masuknya musim kemarau,” kata Kapolres

Menurutnya, kebakaran di lahan kosong maupun semak belukar tetap perlu diantisipasi karena api dapat merembet ke kawasan permukiman maupun lokasi lain.

Berdasarkan data terbaru, sepanjang 2025 tercatat tiga kejadian kebakaran lahan dan semak belukar dengan luas terdampak sekitar 1.035 meter persegi. Sementara pada Januari hingga Juli 2026, tercatat delapan kejadian dengan luas terdampak sekitar 7.300 meter persegi.

“Sebagian kejadian dipicu aktivitas manusia, seperti pembakaran lahan, membakar sampah dan puntung rokok. Dalam kondisi kemarau dan angin, api sekecil apa pun dapat berkembang dan meluas,” ujarnya.

Selain lahan kosong dan semak belukar, kawasan pelabuhan menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam kesiapsiagaan. Potensi kebakaran kapal maupun area pelabuhan membutuhkan penanganan cepat karena dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, perekonomian dan keselamatan jiwa.

AKBP Heru Antariksa menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi, respons cepat, kesiapan sarana prasarana, serta patroli di sejumlah titik yang berpotensi terjadi kebakaran.

“Pastikan personel dan sarana prasarana dalam kondisi siap pakai. Patroli terpadu juga perlu dilakukan di titik rawan, termasuk kawasan pelabuhan dan lokasi yang banyak terdapat semak belukar,” katanya.

Pencegahan juga dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat. Bhabinkamtibmas dan Babinsa diarahkan untuk menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran serta mendorong masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Kesiapsiagaan ini menjadi tanggung jawab bersama. Mari kita jaga Kota Tegal dari ancaman dan bahaya kebakaran,” pungkasnya. (Zaen)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY