Keamanan Dapur MBG Blang Ara Dipertanyakan, Pengawasan Pengelola Dinilai Lemah

Keamanan Dapur MBG Blang Ara Dipertanyakan, Pengawasan Pengelola Dinilai Lemah

0
SHARE

BLANG ARA, SUARA INDONESIA NEWS | Pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gampong Blang Ara, Kecamatan Kutamakmur, Aceh Utara, dinilai perlu mengevaluasi sistem pengamanan di lokasi. Pasalnya, petugas keamanan disebut kerap tidak berada di tempat pada malam hingga pagi hari. (11/08-26)

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan serta informasi dari masyarakat sekitar, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan pengelola terhadap pelaksanaan tugas petugas keamanan di dapur MBG.

Petugas keamanan berinisial AN disebut sering meninggalkan lokasi pada malam hari dan baru kembali pada pagi hari. Informasi itu disampaikan oleh W, yang mengetahui kondisi di sekitar dapur MBG.

Menurut W, petugas keamanan tersebut biasanya mulai tidak terlihat di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB dan kembali sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.

“Biasanya mulai tidak ada di tempat sekitar pukul 23.30 WIB dan kembali lagi sekitar pukul 08.00 sampai 09.00 WIB,” ujar W.

Informasi tersebut menyebutkan bahwa kondisi itu diduga bukan hanya terjadi sekali. Awak media juga disebut pernah menyampaikan teguran terkait keberadaan petugas keamanan yang tidak berada di lokasi pada malam hari. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, kondisi tersebut masih terjadi.

Pengelola Dinilai Perlu Perketat Pengawasan

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengelola dapur MBG melakukan pengawasan terhadap petugas keamanan dan penerapan jadwal penjagaan di lokasi.

Pasalnya, dapur MBG bukan hanya menjadi tempat aktivitas para pekerja, tetapi juga menyimpan berbagai fasilitas dan perlengkapan yang membutuhkan pengamanan. Di lokasi tersebut juga terdapat sejumlah sepeda motor milik pekerja yang diparkir selama aktivitas dapur berlangsung.

Dalam pantauan awak media, terdapat kendaraan pekerja yang berada di area dapur. Bahkan, pada beberapa kesempatan, kunci kendaraan disebut masih tertinggal di sepeda motor.

Situasi itu dinilai berpotensi meningkatkan kerawanan apabila tidak diimbangi dengan sistem keamanan dan pengawasan yang memadai.

Keberadaan petugas keamanan semestinya menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan aset, kendaraan pekerja, fasilitas dapur, serta lingkungan sekitar. Karena itu, pengelola dinilai perlu memastikan petugas menjalankan tugas sesuai jadwal dan prosedur yang telah ditetapkan.

Warga Minta Sistem Keamanan Dievaluasi

Masyarakat sekitar berharap pengelola tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal sepele. Mereka meminta adanya evaluasi terhadap sistem penjagaan, termasuk memastikan keberadaan petugas pada jam-jam rawan.

“Kalau memang ada petugas keamanan, seharusnya keberadaannya bisa dipastikan, terutama pada malam hari. Jangan sampai ketika terjadi sesuatu, tidak ada yang bertanggung jawab,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Persoalan tersebut juga dinilai perlu menjadi perhatian pihak yang bertanggung jawab terhadap operasional dapur MBG Blang Ara. Pengawasan terhadap petugas keamanan seharusnya dilakukan secara berkala agar tidak terjadi kekosongan penjagaan dalam waktu yang panjang.

Saat dilakukan konfirmasi dengan Yus, selaku bendahara Dapur MBG Blang Ara, beliau menyampaikan bahwa terkait keamanan di tempat kerja, Reza bertugas pada malam hari, sedangkan Antoni bertugas pada siang hari.

Namun, hingga saat ini nomor kontak Dedi selaku pengelola MBG belum diberikan oleh Yus. Menurut Yus, untuk mendapatkan nomor kontak tersebut, terlebih dahulu harus disampaikan kepada yang bersangkutan. Dengan demikian, nomor kontak Dedi masih dirahasiakan dan belum dapat diberikan kepada wartawan.

Sampai saat ini wartawan belum dapat menghubungi Dedi selaku pengelola MBG untuk melakukan konfirmasi secara langsung.(wan ccp)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY