Indra Charismiadji, “SIAP TEMANI MENTERI NADIEM REVOLUSI DIKNAS 2019-2024 “

Indra Charismiadji, “SIAP TEMANI MENTERI NADIEM REVOLUSI DIKNAS 2019-2024 “

450 views
0
SHARE

Suara Indonesia News – Jakarta, “Coding adalah tentang menerjemahkan logika ke dalam bahasa pemrograman komputer. Pelakunya disebut ‘coder atau programer. Tentu menjadi asing bagi awam, namun  bagi mahasiswa atau seorang profesional yang menekuni bidang IT itu biasa. Sepertinya Indonesia tengah darurat  coder, atau sederhananya, tenaga profesional di bidang programmer. Kalau pun pemerintah dan  swasta tengah berkonsentrasi terhadap pembentukan star-up. Tapi kita belum maksimal, masih gagap, slow down. Masih jauh dari harapan, sedangkan Presiden Jokowi mencanangkan SDM Unggul, juga di Kemendikbud. Maka diperlukan revolusi Menteri Nadiem di Kemendikbud”, papar Indra Charismiadji – praktisi dan  pemerhati pendidikan nasional melalui selulernya (Kamis,21/11) lalu, disela padatnya kegiatan.

Kata Indra lagi, kita perlu mencontoh Pemerintah Singapore yang  melalui Kemeninfo dan Kemendiknasnya bersinerji mewajibkan pelajaran IT atau coding ini dibangku sekolah dasar sejak th.2014. Itu sebagai mata pelajaran opsional guna mengenalkan cara berpikir komputasional yang merupakan dasar dari coding. Tahap awal  mereka mengajarkan knowledge coding, jenjang berikutnya  pembelajaran tentang artificial intelligence (AI) kemudian tentang keamanan siber (cyber security). Ini satu upaya menjawab tantangan jaman, revolusi diknas Singapore ya, mereka well prepare ya. Lalu  kenapa harus malu mencontoh” , kata Indra yang juga Direktur Eksekutif CERDAS – Center for Education Regulations & Development Analysis

“Menteri  Nadiem sebelum menjadi Menteri adalah owner Gojek, dia memang bukan coder, beliau visioner, tapi melalui dialah banyak memperkerjakan coder, tuntutannya memang demikian. Memang  belum ada data pasti berapa jumlah startup di Indonesia, tapi saya yakini lebih dari ribuan. Jika pun setiap starup itu  mampu memperkerjakan puluhan coder, itupun belum sebanding dengan jumlah mahasiswa  lulusan IT yang setiap tahun pun jumlahnya ribuan orang. Mungkin ini yang kita sebut  dengan ‘ Indonesia darurat coder ?’, atau sebaliknya sesuai perjalanan waktu starup akan bangkit pesat di th.2019-2024 mendatang, kemudian pertanyaannya sudahkah kita mampu menyediakan coder yang handal?, takutnya kita belum mampu maka akan banyak coder asing yang dipakai. Program presiden Jokowi tentang Pemberdayaan SDM Unggul harus ter-implemantasikan dengan baik, dan Menteri Nadiem mampu untuk itu, bersinerji dengan Kemenkominfo, Kemnakertrans, Kadin, dan Bappenas melakukan revolusi diknas.

Tambah Indra lagi, Dr. Ilham Habibie dan Mendikbud Nadiem Makarim, sejak jauh hari demikian ‘concern atas hal ini.  Mereka mengatakan bahwa belajar coding  bukan menyiapkan anak menjadi seorang programmer handal melainkan menyiapkan ‘soft skills,  memecahkan masalah, berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan komunikasi dengan menggunakan teknologi sebagai alat bantu. Jadi, pelajaran coding adalah kemampuan berpikirnya. Secara kurikulum Indonesia sudah mempunyai mata pelajaran  coding, kalau pun Kemendikbud lebih senang menyebut coding ini dengan ‘Informatika, sebagaimana   diatur dalam Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) no. 35, no. 36, dan no. 37 tahun 2018. ” Permendikbud ini lahir dengan perjalanan panjang, upaya keras saya dan teman teman dari Asosiasi Guru TIK, para tokoh IT dan pakar pendidikan, serta dorongan dari Kementrian Kominfo lalu. Prosesnya butuh 5 tahun sampai muncul Permendikbud ini.

Namun,  walaupun sudah keluar aturannya  sejak tahun lalu, implementasi di sekolah masih minim sekali. Kenapa demikian? Karena Kemdikbud tidak pernah mensosialisasikan mata pelajaran baru ini ke pemerintah daerah. Ditambah tidak ada pelatihan dari Kemdikbud sama sekali. Saya dan  teman teman selama ini melakukan pelatihan2an utk para guru tanpa dukungan dari pemerintah sama sekali. Dalam arti kami ber-swadaya saja, patungan. Ini kami lakukan hanya karena kepedulian kepada masa depan bangsa.

Kata Indra lagi, kami berharap  implementasi mata pelajaran informatika /coding ini dapat menjadi prioritas Kemdikbud di th.2019-2024. Dan, saya siap membantu Menteri Nadiem  mensosialikasikan hal ini ke seluruh daerah sampai dengan menyiapkan para guru baik untuk bahan ajarnya maupun pelatihannya. Secara resmi keberhasilan pelatihan guru-guru ini sudah dilaporkan ke Direktorat Jendral Dikdasmen. Ini  tinggal ‘duplikasi saja ke seluruh Indonesia. Dan menariknya saya mampu melatih guru BK, guru matematika, guru Bhs. Inggris, dll untuk mengajar coding. Tidak harus yang latar belakangnya komputer. “Untuk bingkai bangsa dan negara besar  ini mewujudkan pemberdayaan SDM Unggul  dibidang pendidikan th.2019-2024  kami siap membantu Menteri Nadiem Revolusi Diknas”, tutup Indra. “Siap menjadi Wamendikbud juga ya,bang!?”, goda saya. “Siap !!”, jawabnya kemudian menutup seluler. Mantap. (PpRief/Rahma)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY