PEKAT IB, Aktivis KNPI dan 12 Ormas, Desak Kapolri Tangkap Tersangka Tommy...

PEKAT IB, Aktivis KNPI dan 12 Ormas, Desak Kapolri Tangkap Tersangka Tommy Sumardi dan Irjen Napoleon Terkait Kasus Bank Bali

724
0
BERBAGI

Suara Indonesia News –Jakarta. DPP Pekat Indonesia Bersatu, KNPI dan 12 Ormas dan Pimpinan Organisasi Kepemudaan Nasional melakukan aksi damai di depan Mabes Polri Jl Trunojoyo Jakarta, Jum’at, (04/09/2020). Aksi ini dipimpin Lisman Hasibuan selaku Kordinator Aksi yang mewakili DPP Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB).

Lisman dalam orasinya menyatakan, aksi ini demi tegaknya hukum dan keadilan di negeri in. Dimana publik sudah tau bahwa kasus hukum yang menjerat terpidana kasus Bank Bali yang telah buron selama 8 tahun dan telah merugikan negara trilyunan rupiah.

“Ada beberapa orang yang diduga terlibat, yakni 2 orang Jenderal Polisi aktif dan seorang pengusaha kakap yang diduga sebagai otak lolosnya Djoko Chandra keluar negeri. Sebab penghapusan red notice-nya di kepolisian dan diduga dilakukan orang tersebut, yang menjadi dalang beberapa kasus kasus besar di Indonesia,” teriak Lisman.

Namun kata Lisman, dari keempat tersangka ini hanya 2 orang yang ditahan kepolisian. Sementara yang dua orang lagi yakni Tommy Sumardi (TS) dan Irjen Napoleon yang sampai saat ini masih bebas menghirup udara segar diluar.

“Untuk itu kami mendesak Kapolri agar segera menahan tersangka TS lagi demi tegaknya hukum dan keadilan di negeri ini, hukum jangan tebang pilih. Apalagi kami menduga kuat TS inilah otak lolosnya tersangka Djoko Candra ke luar negeri, karena dihapusnya red notice di Kepolisian,” ujar Lisman dalam aksinya di Mabes Polri.

Selain Lisman, hadir juga yang mewakili DPP KNPI, Ahmad Fauzi yang ikut aksi tersebut. A. Fauzi meminta Kapolri harus tegas menegakkan persamaan hukum bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali apakah dia pengusaha kakap atau jenderal. Sebab hukum dan keadilan harus tegak.

“Kami juga mendesak Kapolri menahan dan menangkap TS dkk sesegera mungkin, agar terbuka kotak pandora di negeri ini. Kami meyakini kuat dugaan jika TS ini ditahan akan banyak kasus-kasus lain yang bisa dijerat,” tegasnya.

Selanjutnya, Joko Priyoski selaku Kornas Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) juga sangat menyesalkan adanya perlakuan khusus yang diberikan pada TS ini.

“Terlihat jelas keberpihakan hukum di negeri yang katanya negara hukum ini. Bahwa ada 4 tersangka, kenapa bisa yah, 2 orang ditahan sedangkan yang 2 orang lainnya lagi masih bebas berkeliaran,” ujar mantan Ketum Pemuda LIRA ini.

Menyusul berorasi, Anshar Ilo selaku Ketum DPP Solidaritas Merah Putih (SMP) dalam orasinya di depan Mabes POLRI dengan tegas meminta agar Kapolri segera menindaklanjuti desakan para pimpinan OKP ini.

“Jika Pak Kapolri tidak segera menahan kedua tersangka kasus red notice Djoko Chandra ini, maka kami pastikan kami akan terus bergerak, bahkan akan meminta Pak Jokowi mencopot Kapolri, karena diduga kuat bisa ikut konspirasi melindungi kedua orang ini,” ungkap putra Bugis Makassar ini.

Aksi didepan Mabes Polri ini dihadiri oleh ratusan aktifis dan masyarakat sipil dengan beberapa spanduk yang di gelar dan orasi para pimpinan OKP. Hadir dari di aksi hari ini DPP PEKAT IB, DPP KNPI, DPP Bangkit Pemuda Indonesia (BPI), Pemuda Pelopor Kedaulatan Bangsa (PPKB), DPP Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kamtibmas (PPMK) dan Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI).

Selain itu hadir juga Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KOMPAK), DPP Solidaritas Merah Putih (SMP), Lembaga Informasi Masyarakat (LIM) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (KAMPI).

Penulis: RB. Syafrudin Budiman, SIP

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY