ROKAN HILIR, SUARA INDONESIA NEWS | PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memulai proyek perbaikan Jalan Lintas Pinang Kubu sepanjang 15 kilometer di Kabupaten Rokan Hilir. Kamis (25/6/2026).
Pekerjaan dilakukan dengan skema tahun jamak sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap kelancaran operasional hulu migas sekaligus menjawab aspirasi masyarakat.
Selain perbaikan badan jalan, PHR juga membersihkan semak belukar di sisi kanan-kiri jalan. Langkah itu untuk menjaga jarak pandang pengendara dan meningkatkan aspek keselamatan.
Corporate Secretary PHR Eviyanti Rofraida menyebut akses jalan yang layak jadi nadi perekonomian warga.
“PHR memahami akses jalan memadai adalah nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Perbaikan ini tidak hanya dukung operasional PHR, tapi yang lebih utama beri kemudahan warga beraktivitas sehari-hari. Kami harap sinergi ini beri manfaat jangka panjang bagi masyarakat Rokan Hilir,” ujar Eviyanti.
Pemerintah kecamatan menyambut positif langkah PHR. Camat Kubu Dr. Syafrizal menyampaikan apresiasi dan komitmen mendukung kelancaran proyek.
“Kami sangat berterima kasih atas respon cepat dan nyata PHR terhadap aspirasi masyarakat. Kami imbau warga jaga dan manfaatkan pembangunan ini dengan tertib agar pelaksanaannya aman dan lancar hingga tuntas,” kata Syafrizal.
Camat Kubu Babussalam Ahmad Marzan http://S.STP juga menyatakan siap mendukung dan membuka komunikasi seluasnya jika ada kendala di lapangan.
Dengan sinergi PHR, pemerintah daerah, dan masyarakat, perbaikan jalan ini diharapkan meningkatkan konektivitas antardaerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Rokan Hilir.
TENTANG PHR ZONA ROKAN
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.
Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan. (Mus)

















