Wartawan Senior Burhan Ismail Berpeluang ke Senayan

Wartawan Senior Burhan Ismail Berpeluang ke Senayan

210 views
0
SHARE

Suara Indonesia News -Ternate, Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku Utara (Malut), Burhan Ismail (BI) diprediksi memiliki kans untuk menuju senayan mewakili rakyat Malut.

Calon DPD RI nomor urut 23 ini, dinilai layak mewakili kegelisahan publik Maluku Utara dikancah nasional. “Burhan Ismail punya kans kuat untuk menuju senayan. Burhan menjual gagasan,” ungkap Dosen Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Helmi Alhadar pada wartawan, Minggu kemarin (07/04/2019).

Peluang pria yang menghabiskan waktunya di dunia jurnalist ini semakin kuat, jika pemilih di Maluku Utara adalah pemilih yang rasional. Karena menurut Helmi, Burhan Ismail membawa gagasan.

“Jika kelompok muda dan jurnalis condong memilih Burhan, itu tandanya Burhan membawa gagasan perubahan,” kata dosen Ilmu Komunikasi UMMU ini.

Bagi Helmi, selain membawa gagasan perubahan, Burhan juga memiliki relasi etnis yang kuat di Maluku Utara, karena politik Malut masih sangat kental dengan politik identitas. “Melihat pengalaman dari pemilu sebelumnya, kemungkinan pemenangnya mewakili etnik besar dan figur ketokohan dari masing-masing etnik di Maluku Utara,” tandasnya.

Kuatnya politik identitas di Maluku Utara, maka nama-nama seperti Burhan Ismail, Husein Alting, Hj. Ati Armayin, Stevi Pasimanyeku, Namto Hui Roba punya peluang untuk menuju senayan.

Burhan Ismail lanjutnya, punya gagasan perubahan yang didorong kelompok muda dan dari etnis yang besar.

Dalam catatan pileg, tokoh besar seperti Sultan Ternate selalu menang,  tidak menutup kemungkinan Husein Alting yang juga Sultan Tidore memiliki peluang yang sama. Hj. Ati Armayin, bagi Helmi ada nama besar mantan Gubernur Malut Thaib Armayin, sehingga kecendurungan loyalis Hi. Thaib akan memilih Hj. Ati.

Sementara Stevi Pasimanyeku didua kali mengikuti pileg selalu mampu mendapatkan suara terbanyak.

“Melihat kuatnya politik identitas, setiap caleg DPD lebih menekan kepada figur personal. Dimana kuatnya ikatan personal antara caleg dan konstituennya secara emosional,” urainya.

Sementara itu, calon DPD RI Dapil Malut yang tidak memiliki relasi etnis di Malut, akan cenderung menggunakan uang untuk bisa merebut satu kursi DPD RI. “Tjatur tidak punya hubungan darah di Malut, tapi dia punya modal. Ini juga yang harus menjadi ikhtiar. Karena Tjatur nanti akan lebih menggunakan uang untuk bisa merahi suara,” tandas Helmi (Bur)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY