0

Suara Indonesia News – Labuha, Terkait dengan penanganan korban gempa halmahera selatan di tenda pengungsian. Wakil Bupati Halmahera Selatan Iswan Hasjim mendapat laporan dari masyarakat Via Whats App mengenai kondisi pengungsi Desa Awis Kecamatan Gane Barat Selatan yang menggunakan Daun Woka sebagai atapnya. Setelah menerima laporan itu, Wakil Bupati Iswan Hasjim langsung turun ke Desa Awis guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Wabup juga membawa bantuan berupa Terpal dan Tikar untuk warga Desa Awis, Senin pagi (29/07/2019).

Laporan tersebut dikirim oleh salah satu warga melalui aplikasi Whats App dalam bentuk gambar bergerak (video) ke nomor pribadi Wabup. Dalam laporanya mengatakan bahwa sebagian masyarakat Desa Awis yang berada di lokasi pengungsian masih menggunakan daun woka dan daun sejenisnya,

” Saya menerima laporan senin tadi pagi sekitar pukul 06:00, melalui aplikasi WA pripadi saya,” kata Iswan,

“Saya harus turun cepat, karna ini menjadi tanggungjawab saya untuk memastikannya, setau saya bantuan sudah tersalurkan semua, tapi saya tetap membawa 40 lembar terpal untuk mereka,” ungkapnya lagi.

Wabup bersama rombongan yang didampingi Kasat Satpol PP Halsel  menuju Desa Awis pukul 10:15 WIT dari pelabuhan Babang menggunakan Speed Boat Wakil Bupati Makododara.

Setibanya di Desa Awis Iswan langsung menuju ke lokasi pengungsian.
Sekertaris Desa Awis membenarkan video yang dikirim ke wabup tersebut, menurutnya memang saat ini ada bantuan terpal tapi beberapa KK yang belum menerimanya karna kehabisan stok.

“Kebanyakan belum dapat itu, yang berada di atas gunung, kami sudah bagikan tapi memang stoknya terbatas jadi tinggal beberapa Kepala Keluarga (KK) saja yang belum menerimanya, salah satu yang di video tersebut,” ungkap Sekdes pada Wabup.

Wabup mengatakan bahwa saat ini walaupun Masa Tanggap Darurat telah dicabut, tapi tanggungjawab pemerintah daerah akan tetap berlanjut guna memastikan masyarakatnya telah terpenuhi kebutuhannya.

“Tadi saya dapat laporan video ini pagi sekali, saya langsung perintahakan mempersiapan Speed Boat untuk setelah Apel Gabungan langsung saya menuju ke Desa Awis, Alhamdulillah saya bisa kesini dan membawa bantuan yang dibutuhkan yaitu Terpal dan Tikar,” kata Iswan.

Iswan memerintahkan setelah ini agar Kepala Desa lebih intens melaporkan kebutuhan yang dibutuhkan ataupun yang telah habis agar pemerintah daerah dapat mengirim logistiknya sesuai dengan permintaan Kades. Wabup juga memastikan kepada pemerintah Desa agar tidak ada lagi warga yang masih menggunakan  Daun Woka.

” Terpal yang saya bawa berjumlah 40 lembar dengan ukuran 6 x 4 meter, itu sangat cukup untuk diberikan kepada beberapa KK yang belum mendapatkan terpal, dan itu dipastikan sudah melebihi permintaan , tinggal diatur pembagiannya saja biar semuanya kebagian,” ungkapnya.

” Setelah ini, Saya pastikan bahwa tidak ada lagi yang menggunakan Daun Woka sebagai atapnya, terpal yang saya bawa sudah cukup untuk sebagian KK yang masih menggunakan Daun Woka di Desa Awis ini,” tegasnya kepada Sekdes di depan warga Awis.

Selain itu, Iswan juga memastikan bahwa bantuan logistik seperti beras akan selalu Pemda penuhi selama masa transisi pemulihan Pasca Masa Tanggap Darurat. Menurutnya beras adalah bahan pokok yang harus terpenuhi di lokasi pengungsian.

“Semua sudah terpenuhi, MCK sudah dibangun 8 Unit dan hampir semua kebutuhan telah dipenuhi. Tinggal bagaimana Kami menjaga ketersediaan bahan makanan saja,” pungkas Iswan kepada warga Awis.(Bur)

0

Suara Indonesia News – Karimun, Speedboad tenggiri 4 Milik H Amirullah yang bertolak dari Buton menuju Tanjung Riau Batam karam di perairan Selat Belia Pulau Tikus minggu kemarin, (28/07/19).

Terkait tenggelamnya SB Tenggiri 4 sehingga pecah dan karam, Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Catur Yugiantoro melalui Pasop Kapten laut (P) Amrizal Hisin mengatakan,” Sekitar pukul 12:30 wib SB Tenggiri 4 di hantam gelombang kuat di perairan Selat Belia. Sehingga menabrak karang dan lunas bagian tengah dan buritan pecah yang mengakibatkan SB Tenggiri 4 tenggelam.

SB Tenggirin 4 merupakan Speedboad angkutan penumpang, Namun pada saat itu tidak ada penumpang melainkan membawa 203 kotak yang berisikan sayur sayuran.

Dari kejadian tersebut 6 awak SB Tenggiri 4 Abdul Jamil (39) Nahkoda, Mahadar (24) Ijal (25) Ayib (25) Yuda (25) dan Sarifuddin (25) dapat di tolong Nelayan Pulau Kenipan sehingga langsung di tarik kebibir pantai. (Obet)

0

Suara Indonesia News – Natuna, Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Ranai Kabupaten Natuna ke 148 tahun minggu ( 28/07/19) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Natuna menyelenggarakan Festival layang layang international.

Festival layang layang International HUT Ranai ke148 tahun dibuka langsung oleh Wakil Bupati Natuna Dra Hj Ngesti Yuni Suprapti MA didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Natuna Hardinansyah di lapangan Hanggar Barat Lanud Raden Sadjat Ranai.

Wabup Natuna Dra Ngesti Yuni Suptapti MA dalam.sambutanya menyampaikan,” Selamat Hari Ulang Tahun Ranai ke 148 th dia panjatkan, serta aplus buat Kadisparbud Natuna yang mana telah sukses menyelenggarakan satu even yang bisa mengajak negara luar untuk hadir di Kabupaten Natuna.

Dari itu dia mengajak masyarakat dan seluruh stakholder untuk saling mendukung demi kemajuan Natuna kedepanya. Festival layang layang International ini jangan hanya dijadikan permainan rakyat saja namun dia berharap dapat dijadikan even tahunan Natuna ucapnya,”

Sebanyak 21 peserta festival layang layang International HUT Ranai 10 Negara ikut ambil bagian. Antusias masyarakat sangat luar biasa sehingga dapat menyaksikan layang layang yang besar dan indah bermain main di udara. (Obet)

0

Suara Indonesia News – Labuha, Imam mesjid almuhajirin Labuha, Drs. Abdul Hamid manilet yang juga mantan kepala dinas pendidikan kabupaten Halmahera Selatan, masa kepemimpinan DR. H. Muhamad Kasuba, ini menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap ihtiar atas ujian Bencana alam yang menimpa kabupaten Halmahera Selatan dengan kekuatan 7,2 magnitudo yang mengakibatkan ribuan rumah rusak ringan hingga rusak berat di sejumlah kecamatan di Gane timur dan Bacan timur bahkan ada warga yang korban luka ringan bahkan ada meninggal dunia.

Himbauan mantan kadiknas Halsel Hamid manilet yang juga imam masjid Al-Muhajirin Labuha ini melalui corong mesjid, Yang isinya imbauannya mengatakan mencermati situasi terkini dimana gempa Bumi di kabupaten Halmahera Selatan akhir-akhir ini tetap saja dirasakan, maka diimbau kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat khususnya jamaah mesjid Almuhajirin Labuha untuk tidak terlalu panik dan terus berikhtiar dan berdoa perbanyak zikir di mesjid,perbanyak jumlah shaff mesjid

Pihaknya menghimbau kepada seluruh remaja mesjid untuk menegur kendaraan dan mobil yang memutar musik keras – keras apalagi pada jam atau waktu shalat dan para sopir angkutan umum maupun mobil pribadi juga diimbau agar untuk sementara jangan dulu memutar musik keras-keras seperti orang lagi berduka dirumah – rumah dilingkungan mesjid Almuhajirin Labuha agar kita saling menjaga hubungan kekeluargaan yang kita bina selama ini lebih baik lagi.

Pihaknya berharap semoga ini juga diberlakukan bagi mesjid mesjid lainnya di kabupaten Halmahera Selatan, karena akhir – akhir ini banyak musik yang di putar baik di mobil maupun bukan di mobil itu folumenya lebih besar dan ada yang merasa sangat mengganggu. (Bur)

0

Suara Indonesia News – Labuha, Gampa Yang terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), minggu, 14/07 lalu membuat semua Masyarakat masih merasakan Trauma hingga saat ini.

Rasa kemanusiaan pun tiba dan menarik semua kecintaan sesama untuk saling mambantu, yakni dari pihak Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, hingga berbagai Ormas, maupun Communitas.

kali ini ada Salah satu komunitas Motor Trail Maluku Utara, MBATAC, salurkan bantuan pendidikan terhadap korban bencana Gempa 14/07 Lalu. Komunitas yang terbentuk pada Tahun 2012 dan diketahui oleh AZ. Binarto, sangat gemar melakukan Traveling menggunakan motor trail untuk melintasi medan, yang bahkan tak mampu dilintasi kendaraan-kendaraan biasa.

Pasca terjadinya gempa di kabupaten Halmahera Selatan komunitas ini merasa terpanggil dan prihatin terhadap korban bencana yang menggerakkan mereka untuk melakukan kegiatan kemanusiaan di lokasi yang terkena dampak dan bermedan sulit untuk ditempuh kendaraan baik roda dua maupun empat. Hal ini disampaikan salah satu anggota komunitas MBATAC Alwaris Mustapa.

“Sudah banyak bantuan yang di berikan Pemda kepada para korban bencana ini, dalam bentuk Pangan (sembako), Tenda Darurat, MCK sehingga kami berinisiatif untuk memberikan bantuan peralatan tulis yang akan kita salurkan ke zona yang sulit ditempuh, salah satunya Desa Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah”. Tuturnya.

Alwaris Mustapa juga menambahkan, “Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu para siswa-siswi yang terkena dampak sehingga bisa membangkitkan semangat belajar mereka”. Tandas Pria yang sering disapa Wais ini saat dikonfirmasi awak media 28/07/19 di rumahnya. (Bur)

0

Suara Indonesia News – Labuha, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) secara resmi menutup Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi yang sebelumnya diberlakukan selama 14 hari pasca Gempa Bumi yang mengguncangkan Kabupaten Halmahera Selatan, Minggu, (14/19) Lalu.

Masa Tanggap Darurat ditutup langsung oleh Bupati Halsel Hi. Bahrain Kasuba, yang berlangsung di Desa Saketa Kecamatan Gane Barat, Minggu, (28/19).

Turut hadir Gubernur Malut K.H Abdul Gani Kasuba, Sekretaris Daerah Helmi Surya Botutihe, Asisten II Kaharudin A.Rahman, Dandrem 152 BBL Kolonel Inf. Endro Satoto, Kapolres M.Faishal Aris, Dandim 1509 Imam Khanafi, Perwakilan BNPB Pusat serta anggota TNI .

Pada kesempatan itu, Bupati Halsel Hi.Bahrain Kasuba dalam sambutannya menyampaikan bahwa, hari ini tepat dua pekan sudah Halmahera Selatan mengalami bencana Gempa Bumi Mangnitudo 7,2 yang melanda hampir seluruh wilayah Gane dan sebagian pulau Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan ini, yang tentunya sebagai Pemerintah Daerah harus menyikapi secara cepat dan tepat sasaran.

“Musibah bencana gempa bumi yang terjadi pada tanggal 14 kemarin, Pemda telah menetapkan masa tanggap darurat pertama yaitu sejak tanggal 15 sampai dengan 22 namun setelah dilakukan evaluasi pada fase pertama tanggap darurat ternyata masih banyak hal yang perlu dilakukan demi menjamin pasokan logistik dan bantuan lainnya bagi warga karena masih banyak wilayah terdampak yang berada di daerah masih sulit untuk mengakses logistik yang terkendala transportasi, olehnya itu kondisi tersebut kami melakukan perpajangan masa tanggap darurat kedua yaitu sejak tanggal 22 sampai 28 juli 2019,”jelasnya

Bupati juga menyampaikan bahwa setelah dicabutnya masa tanggap darurat ini maka selanjutnya masuk masa transisi untuk menuju ke pemulihan. Pada masa transisi ini, kata Bupati, tentunya pasokan logistik harus terus di distribusikan, dan berbagai sarana infrastruktur terdampak bencana harus segera diselesaikan,

“Saya instruksikan kepada seluruh Pimpinan SKPD agar segera berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait untuk bekerjasama menjamin pemenuhan hak warga yang mengungsi baik tempat tinggal maupun fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya,”ungkap Bupati

Dikatakannya, saat ini dirinya telah menetapkan satu desa satu SKPD untuk menjadi tim Liasion Officer (LO) bagi desa-desa terdampak agar di pantau dan dilaporkan kondisi warga setiap saat.

Dirinya juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten Kota lainnya, seluruh elemen Vertikal, Elemen Masyarakat dan semua pihak yang telah membantu Halmahaera Selatan dengan memberikan bantuan kemanusian.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan Seluruh Masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan mengucapkan Terimakasih kepada seluruh Instansi yang telah berpartisipasi dalam mengurangi beban warga yang terdampakgempa bumi, Tutup Bupati.

Acara diakhiri dengan pemberian Piagam Penghargaan oleh Bupati yang di dampingi Sekdah kepada seluruh tim relawan gempa bumi. (Bur)

0

Suara Indonesia News – Riau, Kondisi sala satu ruas jalan kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau sangatlah memperhatinkan. Sebuah kabupaten yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah tapi pemerataan pembangunan prasarana insprastruktur belum merata, terutama pembangunan prasarana jalan.

Kabupaten Rokan Hilir yang kaya akan minyak bumi dan perkebunan kelapa sawit, tapi sayang kondisi prasarana jalan sangat memperhatinkan.

90 tahun Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Kaltek berdiri, ternyata yang di perhatikan hanya jalan Lintas Sumatra, tetapi jalan kabupaten yang di bangun oleh Pemda kabupaten Rokan hilir di penghulu Telok Bano 1 kecamatan Bangko Pusako masih jauh dari apa yang kami sebagai masyarakat inginkan. Ucap Sapri.

Sapri salah satu masyarakat setempat, mengeluhkan kondisi jalan didaerah yang kaya ini. Ia mengatakan, lihat saja pak kondisi jalan yang kita lalui kalo lagi musim hujan sangatlah berlumpur hingga sangat sulit dilalui kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua, begitupun kalo lagi musim kemarau debu pada bertebaran dan sangatlah mengganggu.

Kami masyarakat Telok Bano 1 kecamatan Bangko Pusako, sangatlah mengharapkan agar Pemda Rokan Hilir dapat membenahi jalan utama kami agar kami juga dapat merasakan pemerataan pembangunan. (Zulkarnain Siregar)

0

Suara Indonesia News – Batam, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal IV) Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., menyambut kedatangan Pangliman TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.,di Bandara Hang Nadim Batam Kepri, Sabtu (27/7-19).

Kedatangan Panglima TNI bersama Kapolri dalam rangka meninjau Pulau Nipah, Kelurahan Pemping Kecamatan Belakang Padang Batam, Kepulauan Riau.
Panglima TNI bersama Kapolri ingin melihat secara langsung para Prajurit TNI yang sedang bertugas di Pulau Nipah, yang merupakan salah satu pulau terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Singapura.

Selain meninjau Pulau Nipah Panglima TNI dan Kapolri langsung memberikan pengarahan dihadapan anggota Posal Nipah serta penyerahan secara simbolis kunci motor Kawasi dari Panglima TNI dilanjutkan dengan menyerahan bantuan dari Pangkoarmada I dan Pangdam Bukit Barisan yang memberikan sembako kepada prajurit Posal Nipah.

Selain itu juga Panglima TNI dan Kapolri meninjau ruangan radar Posal Nipah. Sebagai tanda kenangan di Pulau Nipah Panglima TNI dan Kapolri menananman pohon dan membuat rekaman video ucapan Dirgahayu Ke-74 NKRI kemudian ditutup dengan foto bersama didepan Mecusuar Posal Nipah.

Kunjungan di Mako Polda Kepri kedatangan Panglima TNI dan Kapolri disuguhkan atraksi ketrampilan pencak silat yang diperagakan oleh prajurit TNI dan Polri terbaik di Kepulauan Riau.

Pada pengarahannya Panglima TNI dihadapan tujuh ratus ratus Perwira, Bintara dan Tamtama TNI dan Polri Kepri mengatakan salah satu Provinsi yang aman dalam perhelatan Pesta Demokrasi dikatagorikan paling aman, hal itu terbukti bersinerginya antara TNI dan Polri dalam melaksanakan kegiatan dalam bentuk apapun, sehingga tercipta suatu kondisi yang selalu kondusif.

“Tugas adalah kehormatan yang diberikan oleh negara kepada kita sekalian. Oleh karenanya, kita harus merasa terhormat dan berupaya untuk menjunjung tinggi kehormatan tersebut dengan menjalankan tugas sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ditempat yang sama Kapolri menambahkan bahwa Indonesia pada tahun 2030 akan menempati posisi peringkat ke 4 tentang peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan untuk memenuhi target itu, TNI/ Polri harus bersinergi untuk menciptakan rasa aman dulu, sehingga para investor asing akan masuk ke negara kita dengan rasa aman dan tenang.

Hadir pada kegiatan tersebut Para Pejabat Utama Mabes TNI, Para Pejabat Utama Mabes Polri, Pangkoarmada I, Dankormar, Pangdam I BB, Pangkoops AU, Danrem 033/ WP, Kapolda Kepri, Kababek TNI, Laksama TNI Dani Achdani, Koorsmin Panglima TNI, Para Pejabat Utama Lantamal IV, Para Pejabat Utama Korem 033/WP, Danlanud RHF, Kapoltabes Batam, Dansatkat Koarmada I, Dansatran Koarmada I, Danlanal Batam, Danlanal Dabo Singkep, Danlanal Tanjung Balai Karimun, Danyonif 10/SBY, Dandim 0315, Danyon Raider Khusus 136, Dansatrad AU 213. (Obet)